
Apartemen Sewaan
Setelah menempuh beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai juga di Apartemen yang di sewa oleh Aluna. Biasanya mereka selalu tinggal di tempat mewah tetapi sekarang mereka terpaksa tinggal di tempat biasa seperti ini di karenakan tidak memiliki apa-apa lagi.
Karena semua harta benda mereka habis gara-gara ulah anaknya yang mencari masalah dengan Alexander Lemos sehingga mereka semua terpaksa tinggal ditempat kalangan biasa seperti ini.
"Ayo ma... pa... kita masuk ke dalam," ujar Aluna seraya menuntun kedua orang tuanya untuk masuk ke dalam Apartemen sewaan nya. Sedangkan orang tuanya hanya menanggapi dengan anggukan kepala.
Setelah masuk ke dalam Apartemen mereka melihat sekelilingnya, tidak ada yang istimewa karena pada dasarnya Apartemen ini bukan Apartemen mewah seperti milik mereka dulu. Tapi walaupun begitu mereka tetap bersyukur setidaknya mereka masih memiliki tempat tinggal dari pada harus tidur di pinggir jalan.
"Dari mana kamu tahu ada Apartemen yang murah seperti ini Luna?" tanya Maura dengan penasaran.
"Dari internet ma, tadi sebelum kita pergi dari sana aku lebih dulu mencari Apartemen yang harganya murah sesuai dengan uang tabungan yang aku miliki. Maafkan aku ma... pa... karena tidak bisa menyewa Apartemen mewah karena cuma ini uang yang aku miliki jika nanti aku sudah mendapatkan pekerjaan aku akan mencari Apartemen yang jauh lebih bagus dari pada ini," ujar Aluna dengan perasaan bersalah karena dirinya sekarang kedua orang tuanya harus hidup menderita seperti ini.
"Tidak apa-apa Luna setidaknya kita masih memiliki tempat tinggal dari pada kita harus tinggal di pinggir jalan."
"Tapi kamu yakin bisa mendapatkan pekerjaan? Bukannya selama ini kamu belum pernah bekerja di tempat manapun? Mama takut kamu tidak terbiasa bekerja dan akhirnya malah jatuh sakit," ujar Maura dengan perasaan cemas.
Mendengar perkataan ibunya membuat Aluna merasa terharu dia tidak menyangka setelah apa yang telah dia lakukan ibunya masih saja sayang dan khawatir padanya. Sekarang dia semakin merasa bersalah dan menyesal karena sudah menjebak Alexander sehingga keluarga nya yang tidak tahu apa-apa malah ikut menderita.
"Aku akan usaha mendapatkan pekerjaan ma, dan aku sangat yakin bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar nanti. Mama tidak perlu khawatir aku yakin pasti bisa membuat keluarga kita seperti dulu lagi," ujar Aluna.
"Kamu tidak ada niatan menganggu tuan Alexander lagi kan? Mama tidak mau kamu masih memikirkan tuan Alexander apalagi memiliki niat jahat terhadap keluarga nya. Kamu harus tahu dia masih memberikan kita kesempatan hidup di dunia ini jika kamu masih menganggu ketenangan keluarga nya maka bisa saja dia membunuh kita dengan cara yang sadis," ujar Maura seraya mengingatkan anaknya.
"Tidak ma, aku janji tidak akan menganggu kak Alex lagi. Aku sekarang baru sadar cinta tidak bisa di paksakan mungkin benar apa yang mama katakan kalau kak Alex bukan jodoh aku. Itu sebabnya kak Alex dengan mudah melupakan aku dan menikah dengan wanita lain." Aluna sekarang sudah malu dan menganggap kalau dia tidak pantas untuk Alexander karena dia sekarang sudah menjadi wanita kotor.
Mungkin itu teguran untuk nya karena dia memiliki niat jahat memisahkan seorang istri dari suaminya dan seorang anak dari ayahnya maka nya dia sekarang harus kehilangan kehormatannya akibat kebodohannya sendiri.
Dan dia berharap akibat one night stand tidak menyebabkan dia hamil di luar nikah. Jika itu sampai terjadi pasti orang tuanya semakin kecewa padanya dan berpikir kalau anaknya menjadi nakal gara-gara cintanya di tolak oleh Alexander Lemos.
"Mama harap kamu benar-benar berubah dan tidak lagi mengejar laki-laki yang sama sekali tidak mencintai kamu. Mama sangat yakin kamu pasti bisa mendapatkan laki-laki lain yang jauh lebih baik dari pada tuan Alexander Lemos," ujar Maura.
"Iya ma, Ya sudah. Lebih baik kalian istirahat saja," ujar Aluna.
"Oke, kamu juga istirahat juga mama tidak mau jika kamu sampai sakit nanti," ujar Maura sedangkan ayahnya hanya diam saja sejak tadi karena dia masih marah pada anaknya gara-gara menyebabkan hidup mereka menderita seperti ini.
__ADS_1
"Iya," jawab Aluna seraya menganggukkan kepalanya.
Di Kamar Aluna
"Oh Tuhan... Apa yang sudah aku lakukan? Kenapa aku tidak mendengarkan perkataan mama untuk tidak menganggu kak Alex. Lihat sekarang gara-gara aku mereka malah menderita jika aku tahu akan menjadi seperti ini aku tidak mungkin menganggu kak Alex apalagi menjebaknya dengan obat perangsang," ujar Aluna dengan penuh penyesalan.
"Sekarang aku harus mencari pekerjaan agar bisa menghidupi keluarga ku karena hanya aku satu-satunya anak mereka jadi sudah menjadi kewajiban aku untuk menafkahi kedua orang tua ku," ujar Aluna dengan penuh tekat untuk mengubah keadaan keluarga nya menjadi seperti dulu lagi.
•
•
•
Di Ruang Kerja Alexander Lemos
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.
Cklek
"Maaf tuan Alex jika saya menganggu, itu saya mau mengatakan di luar ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan Alex," balas Laura dengan sopan.
"Suruh masuk," titah Alex dengan tegas.
"Baik tuan," jawab Laura seraya pergi dari sana.
Cklek
"Jelaskan," titah Alex dengan tegas.
"Baik tuan muda," jawab mereka dengan serentak.
"Kami sudah melakukan perintah dari tuan muda untuk mengusir mereka dari mansion mereka sendiri," jelas anak buah Alex.
__ADS_1
"Ralat itu bukan lagi mansion mereka melainkan mansion saya karena saya sudah membeli mansion itu jadi sekarang mansion itu sudah menjadi milik saya seutuhnya," ujar Alex.
"Sekarang mereka tinggal di mana?" tanya Alex dengan penasaran.
"Sekarang mereka tinggal di Apartemen yang di sewa oleh nona Aluna tuan," balas anak buah Alex dengan sopan.
Mendengar perkataan anak buahnya membuat Alex berpikir apa mereka memiliki harta lain yang di sembunyikan oleh mereka. Jika benar mereka memiliki harta lain itu artinya sia-sia mengusir mereka dari mansion nya sendiri karena sekarang mereka masih bisa tinggal ditempat bagus.
"Apa mereka memiliki harta lain yang tidak kita ketahui?" tanya Alex dengan penasaran.
"Tidak ada tuan, semua harta mereka sudah habis gara-gara membayar gaji karyawan tuan Felix ayah kandung nona Aluna," balas anak buah Alex.
"Jika mereka tidak memiliki apa-apa lagi, bagaimana mereka bisa tinggal di Apartemen?" tanya Alex dengan penasaran.
"Itu hanya Apartemen sewaan tuan dan Apartemen yang di sewa mereka hanya Apartemen dari kalangan bawah. Cuma itu yang bisa mereka sewa karena semua harta benda mereka sudah habis tak tersisa," jelas anak buah Alex.
Mendengar perkataan anak buahnya membuat Alex bahagia. Mereka pantas mendapatkan itu semua karena sudah berani menjebak dirinya dengan obat sialan itu. Jika tidak ingat istrinya sedang hamil maka dia pasti sudah membunuh mereka dengan cara yang sadis.
"Tetap awasi mereka jangan sampai mereka melakukan sesuatu pada anak dan istri ku," titah Alex dengan tegas.
"Baik tuan muda," jawab anak buah Alex dengan singkat.
"Ini bonus untuk kalian," ujar Alex seraya memberikan uang pada anak buahnya.
"Terima kasih tuan, kalau begitu kami pamit dulu permisi," ujar anak buah Alex seraya pergi dari sana setelah melihat anggukan kepala oleh atasannya.
•
•
•
Bersambung...
🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿
__ADS_1