One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Menghina Alice )


__ADS_3

Di Ruang Meeting


Saat ini Maxim dan asisten pribadinya sudah berada di ruang meeting untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan lain agar perusahaan nya semakin maju dan sukses.


"Selamat pagi tuan Maxim..."


"Selamat pagi tuan Ryan..."


Itulah sapaan dari klien Maxim Almero yang di tanggapi dengan anggukan kepala oleh Maxim dan juga Ryan.


"Silahkan duduk tuan Erkan," titah Maxim dengan tegas.


"Baik tuan Maxim," balas tuan Erkan klien dari Maxim Almero.


"Silahkan presentasikan proposal nya sekarang juga," titah Maxim dengan tegas.


"Baik tuan Maxim," balas tuan Erkan seraya menyuruh asisten pribadinya untuk mempresentasikan proposal yang ingin dia ajak kerjasama dengan perusahaan Maxim Almero.


Dia berharap proposal nya dapat di terima oleh Maxim Almero. Karena jika kerjasama ini lancar maka perusahaan nya akan mendapatkan keuntungan yang sangat banyak. Itu sebabnya dia tidak ingin kerjasama ini gagal.


Bagaimana pun caranya dia harus berhasil menyakinkan Maxim Almero agar mau berkerjasama dengan perusahaan nya.


Beberapa Menit Kemudian


"Bagaimana tuan Maxim? Apa anda setuju dengan tawaran saya?" Tuan Erkan sangat berharap kerjasama ini bisa berjalan lancar.


"Baik, saya setuju dengan kerjasama ini," balas Maxim dengan cepat.


Mendengar perkataan Maxim membuat tuan Erkan menghela nafas lega. Itu artinya perusahaan dia akan semakin sukses jika proyek ini berhasil di jalankan.


"Terima kasih tuan Maxim yang sudah mau berkerjasama dengan perusahaan saya," ujar tuan Erkan dengan antusias.


"Sama-sama tuan Erkan," balas Maxim dengan cepat.


"Semoga kerjasama ini sukses," ujar tuan Erkan yang di tanggapi anggukan kepala oleh Maxim.


"Kalau begitu saya pergi dulu tuan Maxim, permisi," ujar tuan Erkan seraya berjabat tangan dengan Maxim.


"Iya, hati-hati di jalan," balas Maxim seraya menyambut tangan tuan Erkan.

__ADS_1


Setelah itu mereka langsung pergi dari perusahaan Maxim Almero dengan hati bahagia saat kerjasama dengan perusahaan Maxim Almero berhasil dia dapatkan.


"Setelah ini apa jadwal saya masih ada?" tanya Maxim dengan penasaran.


"Tidak ada tuan," balas Ryan dengan cepat.


Mendengar perkataan asisten pribadinya itu membuat Maxim bahagia. Itu artinya dia bisa bercocok tanam dengan istrinya tanpa ada seorang pun yang menganggu.


Tanpa kata apapun Maxim langsung keluar dari ruangan meeting menuju ke ruangannya sendiri. Sedangkan Ryan yang melihat tingkah atasannya merasa penasaran tapi dia tidak berani untuk menayangkan pada atasannya.


"Ada apa dengan tuan Maxim? Aku lihat sedari tadi dia aneh sekali? Apa dia kemasukan jin? Ahh... mana mungkin ada jin yang masuk ke dalam tubuh tuan Maxim? Yang ada jin yang takut dengan tuan Maxim. Lebih baik aku kembali ke ruangan aku saja," ujar Ryan seraya pergi dari sana.


Beberapa jam kemudian


Saat ini Alice sudah sampai di perusahaan Berkshire Hathaway. Perusahaan Berkshire Hathaway Ini adalah perusahaan induk konglomerat multinasional Amerika yang juga merupakan perusahaan keuangan terbesar di dunia berdasarkan pendapatannya.


Perusahaan ini dimiliki oleh Warren Buffet, yang memproses akuisisi beberapa perusahaan lain dari sektor otomotif, produsen asuransi, dan pakaian dalam.


Kemudian, akuisisinya telah meningkatkan nilai penjualan dan keuntungan selama bertahun-tahun.


Berkshire Hathaway saat ini menghasilkan keuntungan sebesar USD24 miliar dan menghasilkan pendapatan lebih dari USD230 miliar.Saat ini Alice sudah sampai di kantor Maxim suaminya.



"Permisi nona, Apa tuan Maxim ada?" tanya Alice dengan sopan pada resepsionis di perusahaan suaminya.


"Siapa kamu? Untuk apa kamu bertanya tentang bos kami?" tanya balik resepsionis itu dengan sinis.


"Aku istri sah tuan Maxim. Apa aku boleh menemui dia di dalam?" Alice masih bertanya dengan sopan walaupun dia sudah emosi dengan wanita ini. Tapi dia tidak mau berlaku kasar pada karyawan suaminya takut membuat Maxim malu jika melihat istrinya bertengkar dengan wanita ini.


Hahahaha


"Apa kamu yakin kalau kamu itu istrinya tuan Maxim? Kalau mau menghayal jangan terlalu ketinggian nona. Mana mungkin tuan Maxim mau memiliki istri yang wajahnya pas-pasan seperti kamu," ujar wanita itu seraya menghina Alice.


"Kurang ajar, berani sekali kamu menghina aku. Awas saja aku akan membuat kamu di pecat dari sini," ancam Alice dengan wajah penuh emosi.


Mendengar perkataan Alice membuat wanita itu tertawa terbahak-bahak. Karena berpikir tidak mungkin wanita ini bisa memecatnya.


Dia emang tahu kalau atasannya sudah menikah hanya saja dia tidak tahu siapa yang menjadi istri dari atasannya. Itu sebabnya dia menghina Alice karena berpikir kalau Alice bukanlah istri dari atasannya.

__ADS_1


"Kalau bermimpi jangan terlalu ketinggian nona. Mana mungkin orang rendahan kayak kamu bisa menjadi istri tuan Maxim apalagi pakek mengancam mau memecat saya dari perusahaan ini," ujar wanita itu seraya mengejek ke arah Alice.


"Kita lihat saja, siapa yang akan tertawa nanti," ujar Alice seraya menelpon suaminya.


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo sayang? Apa kamu sudah sampai di kantor? Jika sudah sampai kamu langsung saja naik ke lantai 34 setelah itu masuk ke ruangan aku," ujar Maxim dengan lembut.


πŸ“ž "Baik mas," ujar Alice seraya mematikan smartphone nya.


"Apa kau sudah dengar siapa orang yang aku telpon tadi? Ingat kata ku tadi, aku akan menyuruh mas Maxim memecat kamu dari perusahaan ini. Karena orang sombong seperti kamu tidak pantas bekerja di perusahaan suami aku." Setelah mengatakan itu Alice langsung saja pergi dari sana.


Sementara wanita tadi sangat terkejut dan shock saat mendengar perkataan Alice. Dia sungguh menyesal karena sudah menghina istri atasannya sendiri. Jika dia tahu maka dia tidak akan melakukan itu tadi. Tapi sekarang semuanya sudah terlambat mau tidak mau dia harus rela di pecat dari perusahaan ini


"Selamat siang nyonya muda." Sapa Jessica sekretaris Maxim dengan sopan.


"Siang. Apa suami saya ada di dalam?" tanya Alice dengan sopan.


"Ada nyonya muda," balas Jessica dengan sopan.


"Terima kasih," ujar Alice dengan tersenyum.


"Sama-sama nyonya muda," balas Jessica dengan sopan.


Cklek


"Siapa yang berani masuk ke dalam ruangan aku tanpa meminta izin dari..." Perkataan Maxim langsung terhenti saat melihat siapa orang yang sangat lancang masuk ke dalam ruangan nya tanpa meminta izin padanya.


Saat tahu siapa orang yang ada di depannya langsung membuat Maxim bahagia. Padahal dia tadi sangat emosi dan ingin memarahi orang yang sudah lancang masuk ke dalam ruangan nya tapi malah tidak jadi. Mana mungkin dia memarahi istri yang sangat dia cintai. Yang ada jatah yang tadi dia inginkan malah batal dia dapatkan.


"Ahh... sekarang sarapan aku sudah datang. Aku tidak sabar ingin menikmatinya," batin Maxim dengan wajah bahagia.


β€’


β€’


β€’


Bersambung....

__ADS_1


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2