
Sampainya di markas Black Damon Adrian bergegas turun dari mobil dan segera menuju ke lantai dua, setelah bertanya dimana Sandro dan Rian kepada salah satu anak buah Denis yang berjaga di pintu depan markas.
Tak……………tak…………………tak……………..
Rian dan Max berbalik melihat ke arah suara langkah kaki yang sedang menuju mereka dan itu adalah Adrian.
Sampai di lantai dua Adrian kaget melihat penampilan Sandro yang sangat berantakan dan sedang meminum tequila langsung dari botolnya di mini bar.
“Apa yang terjadi dengannya?” tanya Adrian menunjuk Sandro dengan dagunya.
“Arsen” jawab Rian dengan singkat.
Phew……………..
Adrian membuang napasnya dengan kasar mengerti maksud ucapan Rian barusan dan ia yakin pasti Sandro merasa hancur, sedih, frustasi, dan kehilangan sosok Arsen Sanjaya yang selama ini sudah ia anggap seperti adiknya sendiri.
“Biarkan malam ini dia melakukan apapun yang ia inginkan untuk mengeluarkan semua perasaan dalam hatinya” ucap Adrian.
“Ya aku tahu” balas Rian dengan suara dingin.
“Apa keluarga Arsen sudah tahu?” tanya Adrian.
“Belum karena tidak mungkin kita memberitahu yang sebenarnya apa lagi jasad Arsen masih di Amerika” jawab Rian.
“Aku yakin mereka pasti tidak akan menerima ini semua seperti Sandro” tebak Adrian.
“Ya kamu benar”
Keduanya diam dengan pemikiran masing-masing memikirkan apa yang akan terjadi kepada keluarga Arsen, jika mereka mengetahui kalau putra satu-satunya keluarga Sanjaya sudah tidak ada lagi di bumi ini.
Denis aku tidak sangka kamu akan sekejam itu kepada Arsen. Padahal ia hanya melakukan kesalahan kecil tidak sampai mengkhianatimu atau berbohong kepadamu, batin Adrian tak habis pikir dengan jalan pikir sahabatnya itu.
~ Kediaman Sanjaya ~
Duar……………….
Petir menyambar di langit bersamaan dengan lampu yang padam, membangunkan Bella dari tidurnya dan tiba-tiba saja perasaannya menjadi gelisah dan sedih memikirkan anak bungsunya Arsen yang tak tahu ada dimana.
Jantungnya berdetak dengan cepat membuat Bella menjadi tidak tenang dan merasa jika ada sesuatu yang buruk terjadi kepada anaknya.
“Semoga kamu baik-baik saja nak…………..hiks hiks hiks……………….cepatlah pulang nak karena ibu tidak sanggup kehilangan kamu Arsen…………hiks hiks hiks hiks” ucap Bella sambil menangis histeris memeluk foto Arsen yang selalu ia peluk ketika tidur.
Ternyata perasaan seorang ibu tidak pernah salah, karena apa yang sedang ia rasakan saat ini memang benar-benar terjadi kepada anaknya yang sedang mengalami hal yang buruk.
Waktu pun berlalu dengan cepat dan tanpa terasa matahari sudah berganti dengan bulan menerangi dunia, membuat sisa-sisa hujan semalam tidak ada lagi seperti tidak turun hujan tadi malam.
~ Kediaman Baker ~
Pagi ini Leila duduk di meja makan dengan tak berselera, karena dia hanya sendiri saja di meja makan yang sangat panjang dan terdapat banyak kursi disana.
Pak Jordi yang melihat nona mudanya sedari tadi hanya menatap sarapan didepannya, segera bertanya kepada Leila apa sarapannya tidak sesuai dengan keinginannya dan ingin mengganti dengan makanan yang lain.
“Tidak usah pak Jordi” ucap Leila dengan suara lembut.
“Baik nona”
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Leila pun segera memakan sarapannya tak ingin membuat pak Jordi khawatir, saat sedang sarapan tiba-tiba Leo masuk dengan langkah panjang dan tergesa-gesa membuat Leila mengerutkan keningnya merasa aneh karena tidak biasanya Leo seperti itu.
“Ada apa ka Leo?” tanya Leila dengan cepat.
“Nona muda apa bisa menghendel semua urusan perusahaan jika aku tidak ada?” tanya balik Leo dengan serius.
“Kenapa ka Leo bertanya seperti itu? Apa ka Leo akan pergi?” tanya Leila dengan kaget.
Leo tak langsung menjawab ucapan Leila tapi melihat sekeliling dimana ada banyak pelayan disana dan ia tidak ingin jika ada orang suruhan direktur Abraham yang menyamar didalam sana.
Matanya melirik pak Jordi memberi isyarat untuk menyuruh semua pelayan pergi yang di mengerti oleh pak Jordi dan melakukan sesuai yang ia perintahkan barusan.
“Loh kenapa pelayan semua disuruh keluar pak Jordi?” tanya Leila dengan bingung.
__ADS_1
“Aku yang suruh nona muda karena ada hal penting yang ingin saya beritahukan dan tidak ingin satu pelayan pun tahu, karena bisa saja ada orang suruhan direktur Abraham yang menyamar menjadi pelayan disini” jawab Leo dengan suara tegas.
Leila yang mengerti maksud Leo tak bertanya lagi, karena ia juga sependapat dengan Leo apa lagi situasi mereka saat ini sedang diawasi musuh-musuh mereka.
“Sekarang katakan apa maksud ucapan ka Leo tadi?” tanya Leila dengan cepat.
“Tadi pagi aku dihubungi dokter Patrick Wilson nona muda” jawab Leo.
Deg……………
Jantung Leila berdetak dengan cepat mendengar nama dokter yang sangat ia kenali, karena dokter itu adalah dokter yang mengoperasi matanya saat di Jerman sekaligus menjadi dokter yang menangani kakaknya sekarang.
“Apa terjadi sesuatu dengan ka Rayen ka Leo? Ka Rayen baik-baik saja kan ka?” tanya Leila dengan panik dan cemas.
Saking panik dan cemas tubuhnya sampai bergetar hebat, membuat pak Jordi segera mengambil air minum dan memberikannya ke Leila agar ia lebih tenang. Leo menutup mata merasa stres, karena ini yang ia takutkan jika Leila tidak bisa mengontrol dirinya saat ia meninggalkannya sendiri.
“Nona muda tenangkan diri nona” ucap Leo dengan suara tegas.
“Katakan apa yang terjadi dengan ka Rayen ka Leo” hardik Leila dengan suara tinggi tak menggubris ucapan Leo barusan.
“Kata dokter Patrick keadaan tuan menurun drastis nona muda. Jantung tuan tiba-tiba melemah dan harus segera melakukan operasi pencangkokan jika tidak nyawa tuan dalam bahaya” papar Leo menjelaskan semuanya tak ada yang ditutupi.
“Kalau begitu kita pergi sekarang ka Leo! Jangan menunda lagi” pekik Leila dengan suara tinggi.
“Kita tidak bisa pergi bersama nona muda” ucap Leo sambil menggelengkan kepalanya.
“Apa maksud ka Leo?” tanya Leila dengan bingung.
“Perusahaan tidak bisa kita tinggalkan nona muda. Setidaknya salah satu dari kita harus berada di perusahaan untuk menghendel semua masalah yang saat ini terjadi dalam perusahaan” jawab Leo.
Leila diam tidak bisa membalas ucapan Leo barusan, karena apa yang dikatakan Leo benar dan ia sempat melupakan hal itu.
Jika kami semua pergi pasti paman Abraham dan antek-anteknya akan semakin gencar ingin mengambil posisi presdir di perusahaan dan itu berarti salah satu dari kami harus tinggal disini, batin Leila.
Apa yang harus aku lakukan, batin Leo dengan bingung.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Biar aku yang tinggal dan mengurus perusahaan ka Leo” ucap Leila dengan suara tegas.
“Nona muda apa anda yakin?” tanya Leo dengan kaget.
“Memangnya kita ada pilihan lain ka Leo? Jika aku yang pergi pasti musuh ka Rayen akan mengetahui lokasi keberadaan ka Rayen karena aku tidak bisa mengelabui mereka seperti ka Leo” ucap Leila dengan cepat.
“Kalau begitu aku akan meminta bantuan kepada orang presdir Denis untuk membantu nona di perusahaan selama aku pergi” ucap Leo setuju dengan ucapan Leila.
“Iya ka Leo”
“Untuk masalah di kantor cabang dan hotel Baker semuanya sudah aku bereskan dan aku percayakan masalah didalam perusahaan pusat kepada nona. Jika nona ingin bertanya mengenai perusahaan, aku sarankan nona bertanya ke orang presdir Denis atau segera menelpon aku nona muda” ucap Leo dengan suara tegas.
“Iya ka Leo aku tahu”
Leo segera pergi dari sana untuk menemui Rian dan Sandro sebelum ia berangkat menuju Jerman untuk melihat kondisi tuannya yang menurun drastis.
~ Rumah Arkana ~
Amira sudah selesai bersiap dan sedang sarapan di meja makan bersama Anisa, yang sekarang sudah menjadi asistennya di restoran sejak 2 minggu yang lalu setelah Keysa di pecat.
“Nyonya apa kita akan pergi ke pasar dulu sebelum ke restoran?” tanya Anisa yang ingat jika bahan-bahan makanan di kulkas restoran sudah hampir habis.
“Iya nak Anisa tapi kamu hubungi pak Roni untuk menyiapkan bumbu-bumbu untuk menu spesial hari ini” jawab Amira dengan suara lembut.
“Baik nyonya”
Anisa segera menelpon pak Roni memberitahu apa yang Amira suruh tadi tak lupa mengirim resep menu spesial hari ini. Sedangkan Amira ia sedang mengambil tasnya didalam kamar agar segera berangkat menuju pasar sebelum pergi ke restoran.
Keduanya lalu bergegas pergi diantar oleh pak Anton dan dikawal oleh 2 mobil pengawal di belakang dan depan.
Saat sampai di lampu merah Kenzo yang berada di seberang jalan sana tersenyum menyeringai memikirkan ide licik di kepalanya, saat melihat Amira yang sedang memberikan uang kepada anak jalanan disamping mobilnya.
“Ikuti mobil si tukang sapu jalan itu” titah Kenzo sambil menunjuk mobil Amira yang sudah melaju lewat samping mobilnya.
__ADS_1
“Baik tuan” jawab sopir segera memutar balik mobil mereka kembali ke arah yang tadi mereka datang.
“Ando suruh mobil pengawal aku yang didepan menabrak mobil tukang sapu itu dan buat seperti kecelakaan” titah Kenzo dengan suara tinggi.
“Anda yakin tuan?” tanya Ando berbalik menatap Kenzo ingin memastikan ucapannya tadi.
“Lakukan saja berengsek! Jangan membantah perintahku sialan!” bentak Kenzo dengan suara tinggi.
“Baik tuan” ucap Ando dengan suara dingin.
Ando segera memberi perintah kepada anak buahnya di mobil depan, untuk menabrak Amira di pertigaan nanti agar terlihat seperti kecelakaan yang tidak disengaja padahal itu semua akal-akalan Kenzo saja.
Saat mobil Amira akan berbelok ke kiri dengan cepat mobil pengawal Kenzo menyalipnya dan langsung menabrak mobil Amira dengan sangat kuat dari bagian samping.
Brak……………….
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Bunyi tabrakan bergema disana membuat pengendara jalan yang sedang melewati jalan itu, segera menghentikan mobil dan motor mereka agar tidak menabrak mobil Amira dan pengawal Kenzo yang bertabrakan.
Amira yang berada didalam mobil memegang kepalanya karena terbentur di kaca mobil saat kecelakaan barusan dan beruntung ia tidak ada luka hanya memar saja.
Didepan pak Anton sudah tak sadarkan diri dengan darah yang terus keluar dari kepalanya, karena mobil mereka ditabrak dari posisinya sedangkan Anisa mengalami luka di keningnya karena terbentur dasbor mobil.
“Pak Anton, Anisa apa kalian baik-baik saja?” tanya Amira dengan cemas.
“Aku baik-baik saja nyonya. Bagaimana dengan nyonya?” jawab Anisa dan bertanya balik.
“Tante baik-baik saja nak” jawab Amira.
“Pak Anton” panggil Amira sambil membuka seatbelt ingin melihat kondisi pak Anton.
Belum sempat ia melihat kondisi pak Anton tiba-tiba warga disekitar sana sudah mengeluarkan mereka dari dalam mobil dan Amira syok melihat keadaan pak Anton yang sudah berlumuran darah di tubuhnya.
“Apa anda baik-baik saja nyonya? Maafkan pengawal saya yang tidak hati-hati membawa mobil sehingga menabrak mobil anda nyonya” ucap Kenzo dari arah belakang Amira.
Amira berbalik ingin melihat siapa yang berbicara dan seketika ia kaget tak menyangka jika yang berbicara adalah Kenzo mantan sahabat putranya.
“Kenzo” ucap Amira dengan syok.
Kenzo menampilkan raut wajah khawatir dan cemas didepan Amira, karena saat ini banyak pasang mata yang sedang melihat ke arah mereka. Tapi didalam hatinya ia tertawa bahagia karena sudah berhasil memberi pelajaran kepada mama dari orang yang sudah mengagalkan bisnis gelapnya.
~ New York, Amerika ~
Denis menatap Bimo dengan tatapan tajam dan dingin, membuat Bimo menelan salivanya berkali-kali merasa gugup karena sudah hampir 30 menit Denis hanya menatapnya saja tak berbicara apa-apa.
Aura bos sangat mengerikan, batin Bimo dengan gugup.
Bibir Denis tersenyum smirk membaca pikiran Bimo yang terlihat jelas di wajahnya, membuat Bimo semakin keringat karena takut jika Denis akan menghukumnya meski ia tidak tahu dimana letak kesalahannya.
“Jaga dia selama aku pergi dan jika dia sadar katakan padanya CHUCKY” ucap Denis dengan suara dingin dan menekan ucapannya di bagian akhir.
“Baik bos” ucap Bimo dengan sopan meski bingung apa maksud ucapannya Denis barusan.
Denis segera pergi dari sana untuk melakukan misi penting bersama Riki, Arkan, dan anak buahnya, entah dimana dan ini juga sebagai ujian untuk Arkan dimana Denis ingin melihat latihan Arkan selama ini dalam menghadapi musuh-musuh Denis di dunia bawah.
Bimo menatap orang yang sedang tertidur di atas brankar dengan perban di sekujur tubuhnya seperti seorang mummy.
“Kamu beruntung bos memaafkanmu dan menyelamatkan hidupmu dari ambang kematian Arsen” ucap Bimo sambil tersenyum menatap Arsen.
Ya ternyata kemarin saat Arsen sudah tak sadarkan diri dan hampir mati di lantai, Denis segera menyuruh Bimo untuk menyelamatkan Arsen, karena ia sudah memaafkannya setelah melihat pembuktian Arsen yang memilih mati hanya untuk mendapatkan maaf darinya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue………………..
Hay my all readers
Karena banyak komen dari chapter sebelumnya yang ingin sih Arsen diberi hukuman saja, jadi author putuskan untuk menyelamatkan Arsen dan kembali bergabung dengan klan Black Damon ya guys………..
Author cuma minta jangan lupa tinggalkan jejak dan dukungan kalian sebanyak-banyaknya buat author biar author semakin semangat nulisnya ya guys.
__ADS_1
Love you all my readers!!!!