
Rayen yang mendengar cerita dari Leila sore itu juga langsung terbang pulang ke Jakarta bersama Leo asistennya.
Sebelum itu ia sudah menyuruh Leila dan semua keluarga serta mama Amira untuk menginap di rumah mereka. Ia ingin membahas masalah adik bungsunya setelah sampai di Jakarta.
Sebelum pergi ke rumah Rayen, Denis dan papa tirinya terlebih dahulu membahas rencana kerja sama mereka di ruang kerja Denis.
~ Kediaman Baker ~
Saat ini bukan hanya Denis bersama keluarga mamanya yang berada disana, tapi Arsen, Sandro, dan Rian berserta keluarga kecil mereka juga berada disana.
"Aku tidak menyangka akhirnya si playboy lepas masa lajangnya juga" ucap Sandro sambil tersenyum menyeringai.
"Biar dia tobat tidak celup-celup sana" ketus Leila dengan kesal mengingat pengakuan sang adik tadi sore.
"Ka udah deh" kesal Arkan dengan risih.
Bagaimana tidak risih, sedari tadi siapa saja yang datang dan mengatakan dia akan menikah pasti ujung-ujungnya akan di mendapat sindiran dari sang kakak.
Tidak cukup tadi selama 4 jam sudah mengomel aku panjang lebar, batin Arkan menggerutu.
"Aku penasaran loh siapa gadis yang akan jadi istrinya ka Arkan" ucap Geby sambil memeluk pinggang Arsen yang sedang mengendong putra mereka.
"Yang pastinya dia masih anak sekolah baby" ucap Arsen sambil tersenyum mengejek menatap Arkan.
"Jangan bilang ka Arsen udah tahu identitasnya" tebak Zeus.
"Beneran itu ka?" tanya Arkan dengan mata melotot.
"Heemm! Bahkan bos juga udah tahu identitasnya" jawab Arsen.
"Wah ka Arsen memang keterlaluan nih. Kakak aja yang bukan calon suaminya udah tahu informasi gadis itu, beda banget sama calon suaminya yang tidak tahu apa-apa" cibir Zeus dengan tatapan mengajak.
"Bahkan namanya saja dia tidak tahu" tambahnya lagi.
"Diam kamu bocah sialan" hardik Arkan dengan kesal.
"Kenapa kamu tidak tanya ke Mark saja tenang identitas gadis itu" ucap Rian yang sedari tadi diam.
"Ka Mark tidak akan beritahu karena sudah di ancam oleh ka Arsen untuk tutup mulut ka" jawab Zeus dengan cepat.
"Sepertinya kalian bertiga sangat dekat ya" tebak Sandro dengan mata memicing.
"Oh jelas ka dong ka Sandro" balas Zeus dan Arsen dengan serentak.
"Uncle Steven sebaiknya uncle pantau semua kegiatan Zeus mulai hari ini deh. Jangan sampai dia terjerumus ke dunia malam" ucap Sandro sambil melirik Arkan.
"Sialan! Ka Sandro pikir aku bakal bawa Zeus ke jalan tidak benar apa!" bentak Arkan dengan mata melotot tajam.
"Ya siapa tahu aja bocah" ucap Sandro.
"Tanpa aku ajak, dia udah kenal tentang dunia malam ya ka" ucap Arkan dengan kesal.
Eheemmm..................
Deham Zeus dengan mata melotot seakan ingin menelan Arkan hidup-hidup. Bagaimana tidak saat ini ia sudah membuka kartunya di depan daddynya, meski ia tahu kalau daddynya tahu tentang kehidupan malamnya.
__ADS_1
"Coba saja dia berbuat ulah disini. Uncle tidak segan-segan meminta Denis untuk mengurung Zeus bersama buaya peliharaan nya selama seminggu tanpa makan minum" ucap Steven dengan suara dingin.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Zeus menelan salivanya susah melihat tatapan sang daddy yang tidak main-main dengan ucapannya barusan. Sebelum ia datang ke sini, Steven sudah memperingatinya untuk meninggalkan kehidupan dunia malamnya.
Bukan tanpa alasan Steven melarangnya, karena ia tidak mau anaknya jatuh dalam pergaulan bebas. Apa lagi selama di London Zeus sering keluar masuk club, bahkan ia juga sudah mengenal tentang surga dunia.
"Makan malam sudah siap. Ayok kita makan malam" ajak Devina yang tadi membantu mama Amira di dapur.
Leila bergegas mencari suaminya di luar yang sedang berbicara dengan Max mengenai markas.
"Sayang" panggil Leila dengan suara lembut.
Denis tidak menjawab panggilan istrinya dan malah memeluk pinggang Leila dengan posesif. Ia masih berbicara dengan Max, tentang pesanan senjata pemerintah Irlandia dan juga ada sedikit masalah di markas mereka di Amerika.
^^^"Ya kamu atur pengiriman kali ini"^^^
"........"
^^^"Pastikan tidak ada kesalahan"^^^
"......."
^^^"Beritahu Jeki untuk terbang ke Amerika dan bantu Sean disana. Suruh Jeki bereskan siapa saja yang menghalanginya"^^^
Denis lalau mematikan panggilannya sepihak tak menunggu balasan Max. Melihat suaminya yang terlihat sedang emosi, Leila lalu mengelus rahangnya denah lembut.
Cara Leila berhasil karena wajah emosi Denis akhirnya perlahan-lahan kembali tenang seperti semula.
"Ka Devina mengajak kita makan malam bersama sayang" jawab Leila sambil tersenyum manis.
"Apa Kai terbangun sayang?" tanya Denis.
"Tadi hanya bangun minum susu saja lalu kembali tidur sayang" jawab Leila.
"Heemm"
Keduanya lalu segera masuk ke dalam untuk makan malam bersama. Setelah makan malam bertepatan dengan kedatangan Rayen dan Leo, malam itu mereka langsung membahas masalah tentang Arkan.
~ Gereja Kalvari ~
Entah bagaimana caranya, besoknya tepat jam 15:00 sore Arkan sudah resmi menjadi seorang suami. Rayen dengan kekuasaannya tak tanggung-tanggung menyiapkan pernikahan sang adik dengan sangat cepat.
Bianca Safitri nama gadis itu yang baru saja menyandang gelar nona muda kedua Baker. Arkan dan Bianca bersama-sama baru mengetahui nama pasangan mereka saat menikah tadi.
"Selamat ya dek buat pernikahan kalian. Semoga rumah tangga kalian langgeng sampai maut memisahkan" ucap Leila sambil memeluk Arkan dengan erat.
"Teriak kasih ya ka" ucap Arkan dengan suara lembut.
"Selamat datang di keluarga kamu adik ipar" ucap Leila sambil memeluk Bianca.
"Terima kas......ih ka" balas Bianca dengan gugup.
"Kamu sekarang sudah jadi seorang suami jadi kakak harap tinggalkan kebisaaan kamu selama ini. Mulailah menata kehidupan rumah tangga kalian dan ingat sekarang dia sudah menjadi tanggung jawab kamu" ucap Rayen sambil memeluk adik bungsunya.
__ADS_1
"Terima kasih ya ka" baals Arkan dengan tulus.
Satu persatu tamu undangan langsung memberikan selamat kepada Arkan dan Bianca. Setelah dari gereja mereka langsung menuju ke hotel Baker untuk melaksanakan resepsi pernikahan Arkan dan Bianca dengan sangat mewah.
"Ternyata istri ka Arkan itu teman satu sekolah aku" ucap Zeus sambil menatap kedua mempelai di depan sana.
"Berarti bos yang akan menjaga dia selama di sekolah nanti" ucap Lexi sambil tersenyum menyeringai.
"Ckk!! Aku bukan pengawalnya" decak Zeus dengan kesal.
Hehehehe................
Lexi terkekeh melihat wajah bos sekaligus sahabatnya yang sedang kesal. Padahal keduanya satu sekolah dan satu kelas.
~ Kediaman Sandro ~
Setelah dari acara pernikahan Arkan dan Bianca, Sandro lalu memboyong keluarganya pulang ke rumah karena sudah sangat lelah.
Sampainya di rumah Sandro mengendong anak dan istrinya masuk ke dalam rumah, karena keduanya sudah tertidur pulas setelah pulang dari hotel.
"Kalian memang selalu membuat aku kewalahan setiap pulang tengah malam" ucap Sandro sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istri dan anaknya yang tak pernah berubah.
Sandro lalu membersihkan tubuhnya sebelum tidur, tapi saat akan tidur tiba-tiba hpnya berbunyi ada pesan dari Max yang memintanya untuk mengirim laporan dari markas mereka di Jepang.
Mau tak mau dia harus pergi ke ruang kerja meski matanya sudah sangat berat. Sebelum itu ia menuju dapur untuk membuat kopi karena ia harus mencari laporan yang diinginkan Max.
"Aku tidak menyangka kalau tubuh Sandro begitu menggoda" ucap Seina dengan tatapan lapar.
Tadi ia keluar ingin mengambil air minum karena air didalam kamar habis, tapi siapa sangka ia akan melihat pemandangan indah yang membuat intinya berkedut.
Oh my God aku ingin sekali merasakan hujaman dari tubuh atletis iparku, batin Seina penuh hasrat.
Seina lalu berjalan dengan langkah pelan menghampiri Sandro yang sedang membuat kopi di dapur.
Grep.................
Ia langsung memeluk tubuhnya Sandro dengan erat dari belakang sambil mengelus perut kotak-kotaknya dengan sensual. Sandro yang melirik siapa yang memeluknya tersenyum manis.
Apa lagi ia membelakangi lampu jadi tidak bisa dengan jelas melihat wajah orang yang memeluknya secara keseluruhan, sehingga berpikir itu adalah istrinya.
"Kamu kenapa bangun lagi honey?" tanya Sandro dengan suara berat.
Ya ampun suaranya seksi banget. Aku sudah tidak sabar ingin berada di bawah kunkungannya, batin Seina sambil menutup mata merasakan gairahnya yang mulai bangun.
Deg..............
Jantung Sandro berdetak dengan cepat mencium bau aroma tubuh sang istri yang berbeda. Setahunya istrinya itu memiliki harum buah-buahan bercampur madu, tapi ini harumnya berbau bunga mawar.
Brugh..................
"BERANINYA KAMU MENYENTUH TUBUHKU PEREMPUAN JA**NG" teriak Sandro dengan suara menggelegar.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue..................
__ADS_1