
Rasa sakit dan lelah Leila seakan hilang dalam sekejap saat mendengar tangisan anaknya barusan.
"Selamat nyonya dan tuan bayinya laki-laki, tampan, dan sehat" ucap dokter Suci sambil tersenyum manis.
Ia lalu memberikan bayi yang sudah di bersihkan di Denis untuk di gendong. Kedua tangannya kaku saat menerima bayi mereka karena ini adalah pertama kali untuknya.
"Selamat datang di dunia anakku" ucap Denis dengan suara lembut.
Dokter Suci lalu mengambil kembali bayi Denis dan Leila, kemudian menaruhnya di dada Leila agar ia bisa di beri ASI pertama.
"Selamat datang anak mama" ucap Leila dengan suara lemah.
Tak lama ia menutup mata membuat Denis panik takut istrinya kenapa-napa. Dengan cepat dokter Suci memeriksa kondisi Leila karena tidak mau pasiennya kenapa-napa.
"Nyonya hanya pingsan karena kelelahan tuan" ucap dokter Suci.
"Heemmm" deham Denis dengan lega.
Denis lalu keluar dari ruang bersalin agar anak dan istrinya di bersihkan. Sampainya di luar Thomas, Arsen, Sandro, dan Rian mereka segera berdiri ingin mengetahui kondisi Leila.
"Bos" panggil Sandro.
"Anakku sudah lahir dan dia laki-laki" ucap Denis menjawab pikiran keempatnya.
"Selamat bos" ucap keempatnya dengan serentak.
Grep...............
Sandro lalu memberikan pelukan selamat sebagai seorang sahabat kepada Denis, diikuti Arsen dan juga Rian. Sedangkan Thomas ia merasa sungkan untuk memeluk bosnya dan hanya mengucapkan selamat saja.
1 Jam kemudian
Denis menatap putranya di dalam box bayi dengan tatapan penuh kasih sayang. Saat ini mereka sudah berada di ruang VVIP 1 menunggu sang istri sadar.
Tadi dokter Suci juga sudah menjelaskan kondisi keduanya yang baik-baik saja. Tapi ada satu hal yang membuat dia berdecak kesal yaitu harus puasa selama 40 hari.
Meskipun begitu ia tidak akan marah karena memang sudah hukumnya seorang perempuan seperti itu setelah melahirkan.
Keesokan harinya semua keluarga besar mereka berbondong-bondong mengunjungi Leila untuk melihat bayi mereka.
Dari semuanya yang paling antusias adalah Amira dan Arkan. Keduanya sedari tadi berebut ingin mengendong bayi tampan itu.
Denis sendiri membiarkan mereka mengurus anaknya karena ia tengah mengurus sang istri. Sejak istrinya sadar Denis selalu 24 jam membantu semua keperluan Leila, seperti saat ini sedang menyuapinya makanan.
"Minum dulu sayang" ucap Denis memberikan segelas air minum.
"Terima kasih sayang" balas Leila setelah selesai minum.
"Jangan berterima kasih sayang karena memang ini sudah menjadi tanggung jawab aku. Apa lagi kamu sudah berjuang melahirkan putra kita sayang" ucap Denis sambil mengelus pipi Leila dengan lembut.
"Sini sayang" panggil Leila sambil menepuk tempat di sampingnya.
Denis bergegas duduk di samping Leila dan langsung di beri pelukan oleh sang istri. Ia mencium puncak kepala Leila berkali-kali tidak perduli dengan tamu yang sedang menjenguk putra mereka.
Oke.............oek............oek............
Seketika tangis bayi mereka pecah membuat Denis segera mengambil bayinya dari tangan Arkan. Saat berada di gendongan sang papa bayi itu langsung diam merasa nyaman.
"Siapa namanya nak?" tanya Amira.
"Iya bos siapa nama keponakan aku?" tanya Arkan dengan penasaran.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Sebelum menjawab Denis menatap sang istri yang di beri anggukan kepala, sebagai tanda kalau ia menyerahkan pemilihan nama anak mereka kepadanya.
"Kaisar Milano Arkana" ucap Denis dengan suara lantang.
"Nama yang bagus nak" ucap Amira sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
"Baby Kai" ucap semuanya memanggil nama baby Kaisar.
Denis mambawa anaknya menuju brankar lalu menaruh sang anak di tangan Leila. Bayi itu tersenyum saat Denis dan Leila memanggilnya baby Kai.
"Selamat ya buat kelahiran anak kalian" ucap Adrian yang baru saja datang sambil membawa hadiah untuk baby Kay.
"Makasih ya ka Adrian" balas Leila.
"Thank's dude" ucap Denis sambil tersenyum lebar.
"Kapan nih nak Adrian nyusul Denis?" tanya Amira.
Adrian menggaruk kepalanya yang tak gatal tak tahu harus menjawab apa. Pasalnya ia tidak punya pacar, malah sudah ditanya kapan mau punya anak.
"Mama dia tidak punya pacar jadi tidak mungkin dia mau nyusul aku ma" ucap Denis sambil tersenyum mengejek.
"Sialan kamu!" ketus Adrian dengan kesal.
"Benar itu nyonya besar. Adrian sepertinya bakal jadi perjaka tua nyonya besar! Hehehehe" timpal Sandro sambil terkekeh.
"Perjaka apaan! Bukannya dia tiap malam jajan terus di club Zeus ya" ucap Rayen.
"Berarti ka Adrian bukan perjaka lagi dong?" tanya Arkan dengan cepat.
"Hey bocah sialan! Mending kamu diam saja sebelum aku jahit mulutmu itu!" bentak Adrian dengan kesal.
"Hati-hati Ad senjata kamu bisa tumpul karena sering di asa" ucap Denis sambil tersenyum smirk.
"Bangsat" umpat Adrian dengan kesal menatap Denis.
Hahahaha.............
Semua tertawa melihat wajah Adrian yang sudah merah padam karena di goda mereka. Hari itu juga berita tentang pewaris DA Corp menyebar dengan luas di dunia maya.
Saat berita itu keluar kantor pusat dan cabang DA Corp langsung kebanjiran hadiah dari rekan kerja dan pemerintah setempat.
Austin yang membaca tentang kelahiran anak Denis dan Leila, tak tanggung-tanggung mengirim sebuah mobil sport mewah sebagai hadiah untuk baby Kai.
Baby Kai sudah berumur 3 bulan dan bayi itu wajahnya sangat duplikat dengan Denis. Bahkan Leial sendiri tidak kebagian di wajah sang anak.
"Kamu itu sangat persis kayak papa kamu nak. Keturunan bule" ucap Leila yang sedang bercanda dengan buah hatinya di balkon lantai dua.
Baby Kai tertawa memamerkan gusi merahnya mendengar nama sang papa. Ia sangat dekat dengan papanya dan jika Denis sudah menggendongnya ia tidak akan peduli dengan yang lainnya.
"Anak papa udah wangi aja" ucap Denis yang baru pulang dari perusahaan.
"Sayang mandi dulu baru cium baby Kai" ucap Leila dengan cepat sebelum suaminya mencium putranya.
"Iya sayang" balas Denis dengan cepat.
Bukan tanpa alasan karena Leila tidak mau anak mereka terkena virus yang dibawa suaminya dari luar. Saat melihat apanya pergi tanpa menciumnya baby Kai seketika menangis dengan kencang.
"Cup cup cup anak mama jangan nangis ya. Papa cuma pergi mandi kok" ucap Leila menenangkan sang putra yang menangis.
Oek...........oek.........oek.........
Baby Kai terus menangis tak mau mendengar ucapan sang mama. Leila dengan cepat membawa anaknya ke dalam kamar karena bayinya tidak mau diam.
Ceklek..............
Denis keluar dengan handuk sepinggang dan langsung dia sambut tangisan anaknya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Baby Kai kenapa sayang?" tanya Denis sambil mengeringkan rambutnya.
"Dia nangis karena kamu tidak menggendongnya sayang" jawab Leila.
"Bentar ya nak. Papa pakai baju dulu ya baru kita main sama-sama" ucap Denis sambil mengelus kepala sang anak.
__ADS_1
Seketika tangisan baby Kai berhenti membuat Leila merasa lega. Dengan cepat Denis segera memakai baju karena ia tahu istrinya pasti sangat kelelahan hari ini menjaga putra mereka.
"Sini sama papa" ucap Denis sambil mengambil baby Kai dari istrinya.
Baby Kai berceloteh sambil tersenyum lebar saat di gendong sang papa. Melihat rambut suaminya masih basah, dengan cepat Leila mengambil handuk dan mengeringkannya.
"Terima kasih sayang" ucap Denis sambil tersenyum manis.
"Bentar aku buatkan teh hangat untuk kamu ya sayang" balas Leila.
"Tidak usah sayang. Lagian benar lagi udah jam makan malam"
"Iya sayang"
"Kita ambil pengasuh ya sayang biar bantu kamu ngurus baby Kai" usul Denis tidak mau istrinya sampai sakit.
"Dari kamu saja sayang tapi cari yang sudah berpengalaman ya sayang" balas Leila.
"Iya sayang"
"Anak kamu ini tidak mau di gendong sama orang lain selain kamu dan aku sayang. Bahkan saat di gendong mama ia akan menangis" keluh Leila.
"Makanya kita pakai pengasuh biar bisa bantu kamu ngurus anak kita sayang" ucap Denis sambil mencium kening Leila dengan lembut.
"Heemmm" deham Leila sambil mengangguk. kepalanya.
Grep.................
Leila memeluk suaminya sambil menyandarkan kepala di dada sang suami. Melihat sang anak sudah sayup-sayup dengan cepat Leila mengambilnya lalu menimbangnya.
Denis memeluk pinggang Leila dari belakang dengan erat setelah menidurkan baby Kai di box bayi dalam kamar sang anak, yang tepat berada di samping kamar mereka.
"Aku mencintaimu sayang" bisik Denis sambil mengecup leher Leila dengan lembut.
"Aku juga mencintaimu sayang" balas Leila sambil mengelus tangan suaminya dengan lembut.
"Apa kamu sudah selesai sayang?" tanya Denis dengan suara serak.
"Sudah dari kemarin sayang" jawab Leila sambil memamerkan giginya.
"Apa! Kenapa kamu tidak memberitahu aku sayang" pekik Denis dengan kesal.
"Hehehehe! Kan kamu tidak tanya sayang" balas Leila sambil terkekeh.
"Ckk!!" decak Denis dengan kesal.
"Jangan marah sayang. Habis makan malam aku kasi double deh" bisik Leila.
"Ayok kita makan malam sayang" ajak Denis sudah tidak sabar.
Leial menggelengkan kepalanya melihat sang suami yang sudah tidak sabar ingin dapat jatah. Malam itu sesuai janji Leila, ia memberikan jatah double untuk suaminya dan beruntung anak mereka tidak bangun seperti malam biasanya.
~ Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta ~
Saat ini Steven bersama putra Pablo sedang menunggu kedatangan putra tunggal Steven di Bandara.
Steven melirik jam tangannya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan putranya.
"Jam berapa pesawat putramu landing dude?" tanya Pablo yang sedang duduk berpangku kaki di kursi tunggu.
"Pesawatnya sudah landing tapi kenapa dia belum keluar ya" jawab Steven dengan khawatir.
"Mungkin dia masih mengurus visa dan paspornya dude. Kan kamu tahu kalau pakai penerbangan komersial seperti ini biasanya akan ribet" balas Pablo.
"Heemmmm" deham Steven sambil mengangguk kepala menyetujui ucapan Pablo.
Steven mondar-mandi sambil melihat ke arah pintu kedatangan. Ia sudah tidak sabar ingin memeluk putranya yang hampir 3 tahun tidak bertemu karena anaknya kuliah di Inggris.
"Daddy" panggil seorang pria remaja dengan suara berat dan wajah persis seperti Steven di pintu kedatangan internasional.
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue.................