Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 61


__ADS_3

“Riana apa ini betul Arsen Sanjaya adik kamu?” tanya Bella dengan syok melihat apa yang dilakukan oleh Arsen barusan.


“Dia memang Arsen Sanjaya ma” jawab Riana.


Bella menatap putranya dengan tatapan sedih, tak menyangka anaknya akan berubah menjadi sangat kejam seperti ini.


Air matanya mengalir dengan deras merasa kalau ia sudah gagal menjadi seorang ibu. Ia tidak tahu jika putranya akan berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan seperti ini.


Arsen tersenyum smirk melihat ayahnya yang kesakitan di lantai karena kaki kanannya yang dipatahkan olehnya. Ia lalu berjongkok didepan ayahnya membuat Surya semakin emosi melihat putranya itu.


“Kamu bukan putra aku lagi!” bentak Surya dengan emosi.


“Well! Sejak anda membawa ja***g itu kesini saya sudah tidak sudi lagi menjadi putra anda tuan Surya Sanjaya yang terhormat! Asal anda tahu, saya itu malu punya ayah seperti anda yang tega menelantarkan keluarganya demi perempuan ja***g itu yang hanya menginginkan harta anda!” bentak Arsen dengan suara tinggi.


“Jaga ucapanmu sialan! Jangan pernah kamu mengejek nama wanitaku!” bentak Surya dengan suara menggelegar.


Nyes………….


Seperti ada pisau yang menancap tepat di jantung Bella, mendengar ucapan suami yang sangat ia cintai mengatakan perempuan selingkuhannya itu adalah wanitanya. Istri mana yang tidak sakit hati mendengar ucapan seperti itu dari mulut suaminya.


Riana memeluk mamanya karena tahu mamanya pasti sakit hati mendengar ucapan sang ayah, sedangkan Arsen menatap mamanya dengan tatapan sendu melihat air mata mamanya jatuh hanya untuk orang berengsek seperti ayahnya itu.


“Buat apa ibu tangisi orang seperti dia? Ini adalah sosok yang selama ini ibu perjuangkan tapi kenyataannya dia tidak menghargai perasaan ibu bahkan tidak menganggap ibu sebagai istri sahnya” ucap Arsen dengan suara lantang.


Bella tak bisa berkata apa-apa dan terus menangis sambil menatap suaminya dengan tatapan penuh kekecewaan, tapi diabaikan oleh Surya karena hatinya sudah dibutakan oleh wanita selingkuhannya saat ini.


“SATPAM” teriak Arsen dengan suara menggelegar didalam sana.


Tak berselang lama dua orang satpam datang dengan tergopoh-gopoh, saat mendengar suara majikan mereka yang memanggil mereka. Arsen menatap kedua satpam itu dengan tatapan tajam membuat keduanya menjadi gugup.


“Perhatikan wajah sialan ini baik-baik” ucap Arsen dengan suara tegas sambil menunjuk tepat didepan wajah ayahnya.


“Singkirkan tangan sialanmu itu dari wajahku berengsek!” bentak Surya dengan emosi.


“DIAM!” bentak Arsen sambil menatap Surya dengan tatapan tajam seakan ingin mengulitinya hidup-hidup.


Surya diam merasa takut melihat tatapan anaknya yang seperti itu, membuat dia gemetar begitu juga dengan kedua satpam yang baru kali ini melihat langsung tuan muda mereka berbicara seperti itu.


Apa lagi tatapan matanya yang sangat menakutkan.


“MULAI DETIK INI JANGAN PERNAH MENGIZINKAN SIALAN INI MASUK KE RUMAH AKU KARENA HARI INI JUGA DIA BUKAN LAGI TUAN BESAR DISINI” ucap Arsen dengan suara tegas menggelegar didalam sana.


“Apa kalian tuli?” tanya Arsen dengan suara tinggi.


“Tidak tuan muda. Kami akan melakukan perintah anda” jawab keduanya dengan serentak.


“Good” (bagus)


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Mas” teriak seorang perempuan dengan suara melengking mengagetkan semuanya didalam sana melihat siapa yang datang.


Mata Arsen berkilat tajam melihat siapa yang datang dan ia tak menyangka jika orang itu berani menginjakkan kakinya di kediaman mereka.


“Mas apa yang terjadi sama kamu? Siapa yang sudah membuatmu seperti ini?” tanya perempuan tadi yang bernama Seina dialah selingkuhan Surya.


“Sayang mas kesakitan” adu Surya dengan suara lembut.


Hahahahaha……………………….


Seketika tawa Arsen pecah didalam sana mendengar ucapan ayahnya yang memanggil selingkuhannya dengan sebutan sayang, sedangkan ibunya ia panggil perempuan tua dan hina. Matanya menatap ke ibunya yang terlihat sangat hancur melihat keduanya.


Ibu aku mohon jangan tunjukin rasa sakit ibu ke mereka, batin Arsen penuh harap.


Sret…………..


“Hey apa yang kamu lakukan sialan! Lepaskan wanitaku” teriak Surya dengan suara melengking.


“Sialan lepaskan rambutku anak berengsek! Beraninya kamu menarik rambutku bangsat!” bentak Seina saat Arsen menjambak rambutnya.


“Beraninya manusia hina seperti kamu menginjakkan kaki rumah saya!” bentak Arsen dengan suara tinggi.


“Rumah kamu?” tanya Seina dengan kaget.

__ADS_1


“Ah! Apa laki-laki tua bangka itu tidak memberitahu kamu jika rumah itu adalah milik saya karena ini adalah pemberian dari kakek saya! Hehehe” ucap Arsen sambil terkekeh.


“APA” pekik Seina dengan mata melotot kaget.


“Ingat ini baik-baik wanita murahan! Bawa pergi sialan itu dan jangan pernah menginjakan kaki kalian disini lagi! Satu lagi jangan pernah memfitnah ibu saya dengan mulut kotormu itu jika tidak saya akan menjahit mulut anda sehingga anda tidak bisa berbicara untuk selamanya” ancam Arsen dengan suara tegas.


Brugh……….


Ia lalu mendorong Seina hingga jatuh ke lantai membuat Seina menatapnya dengan penuh kebencian begitu juga dengan ayahnya.


“Seret kedua orang ini keluar dari rumahku dan jangan pernah mengizinkan mereka masuk kesini lagi” hardik Arsen dengan suara tinggi menggelegar didalam sana.


“Baik tuan muda” ucap kedua satpam dengan serentak.


“Lepaskan aku sialan! Beraninya kamu memegang aku dengan tangan kotormu itu!” bentak Seina saat di seret oleh satpam.


“Sialan kamu Arsen! Aku akan membalas kamu untuk semua ini anak kurang ajar” teriak Surya yang diseret oleh satpam.


Arsen hanya melihat ayahnya dengan sinis tak perduli dengan ucapannya barusan, karena ia tidak takut sama sekali dengan ancaman ayahnya.


Menurutnya ancaman ayahnya itu tidak membuatnya takut berbeda dengan ancaman bosnya yang sangat mengerikan.


Brugh…………..


“Mama” teriak Riana saat mamanya tiba-tiba jatuh pingsan.


Arsen berlari dan langsung mengendong ibu menuju kamar, tak lupa menyuruh kakaknya untuk segera memanggil dokter keluarga mereka untuk datang memeriksa keadaan sang ibu.


“Tante gimana keadaan ibu?” tanya Arsen setelah dokter Rahma tante mereka yang adalah sepupu ayah mereka selesai memeriksa ibu mereka.


“Ibu kamu hanya kurang darah dan syok saja makanya pingsan” jawab tante Rahma setelah memeriksa saudara iparnya.


“Tidak ada penyakit serius atau apapun kan tante?” tanya Riana dengan cepat.


“Tidak ada sayang. Nanti tante resepkan obat dan vitamin buat ibu kalian ya” jawab tante Rahma dengan suara lembut.


“Syukurlah” ucap Rian dengan lega.


Ketiganya lalu keluar dari kamar Bella membiarkannya istirahat dan berbincang-bincang di luar. Riana dan Arsen lalu menceritakan semua yang terjadi hari ini kepada tante mereka dan tante Rahma tak menyangka sepupunya akan melakukan hal itu.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Terima kasih tante” ucap Riana.


“Sama-sama sayang dan ingat jika butuh sesuatu segera hubungi tante karena kita masih keluarga” balas tante Riana sambil tersenyum manis.


“Iya tante”


~ Hilton Hotel ~


Saat ini Denis bersama dengan Sandro dan Rian sedang meeting dengan salah satu klien mereka yang akan bekerja sama dengan mereka asal Amerika.


Kebetulan klien mereka sedang liburan ke Indonesia dan ia mengirim proposal kerja sama ke DA Corp untuk menjalin kerja sama.


“Senang bekerja sama dengan anda Mr. Arkana” ucap Austin Smith klien Denis yang baru saja menandatangani kontrak kerja sama dengan DA Corp.


“Senang juga bekerja sama dengan anda Mr.Smith dan semoga kedepannya kedua perusahaan kita semakin sukses” balas Denis dengan suara dingin.


“Hahahaha! Aku suka bekerja dengan orang seperti anda Mr. Arkana” ucap Austin sambil tertawa.


“Heemmmm” deham Denis dengan wajah datar dan dingin.


“Aku ingin sekali merayakan kerja sama kita dengan makan malam tapi sayangnya aku harus berangkat ke Bali 2 jam lagi” papar Austin dengan rasa bersalah.


“Masih ada waktu kita bisa makan malam bersama Mr. Smith” balas Denis.


“Jujur saja Mr. Arkana aku orangnya tidak mudah percaya dengan orang baru tapi entah kenapa saat bertemu dengan anda aku yakin anda orang yang tepat untuk bekerja sama dengan aku” ucap Austin sambil menyesap wiski didepannya.


“Jangan terlalu percaya begitu saja dengan lawanmu Mr. Smith. Karena bisa saja kamu tertipu dengan apa yang kamu lihat begitu juga dengan anda yang sebenarnya” balas Denis dengan suara dingin dan tegas.


“Anda benar Mr. Arkana dan hal itu juga berlaku buat anda” ucap Austin dengan suara tegas.


Denis tersenyum menyeringai menatap Austin dan juga dibalas dengan senyum menyeringai Austin, ia tak menyangka jika Denis akan mengetahui sifat aslinya yang selama ini selalu menipu kliennya jika ia adalah pribadi yang ramah dan sopan.

__ADS_1


“Apa rencana anda yang sebenarnya karena dengan mudah menerima proposal kami Mr. Arkana?” tanya Austin sambil tersenyum penuh arti.


“Aku ingin masuk ke daratan Eropa dan perusahaan anda menjadi pilihan aku untuk masuk ke dalam pasar Eropa” jawab Denis dengan jujur.


Hahahahaha………….


Tawa Austin seketika pecah didalam sana, tak menyangka jika pemikiran Denis dan akan sama dengannya bahkan tujuan dia memilih perusahaan Denis juga sama seperti Denis.


Rian, Sandro, dan Kenneth asisten Austin menatap bos mereka masing-masing dengan tatapan bingung, karena keduanya saling terbuka memberitahu maksud dan tujuan mereka melakukan kerja sama.


“Aku suka berbisnis dengan orang seperti anda Mr. Arkana” ucap Austin sambil tersenyum lebar.


“Heemmm” deham Denis dengan suara dingin.


Keduanya lalu minum wiski didepan mereka dengan sekali teguk setelah itu saling berjabat tangan tanda mulainya kerja sama mereka.


Austin menatap kepergian Denis dan lainnya dengan wajah dingin dan merasa puas karena kliennya kali ini tidak seperti kliennya yang penuh dengan muslihat.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Bos apa anda yakin dengan orang ini?” tanya Kenneth.


“Aku yakin Kenneth karena penilaianku tidak pernah salah” jawab Austin dengan suara tegas.


“Bagaimana jika dia mengkhianati kita suatu saat?” tanya Kenneth lagi.


“Tidak akan pernah karena dia orang yang sama seperti aku yang benci dengan namanya pengkhianatan” jawab Austin dengan aura mengintimidasi.


“Baik bos”


Denis Arkana aku yakin kamu juga bermain di dunia bawah seperti aku, batin Austin dengan yakin.


Sedangkan di dalam lift Sandro langsung bertanya kepada Denis kenapa ia mengatakan dengan jujur alasan mereka menerima proposal dari Smith Company begitu saja.


“Dia orang yang sama seperti aku” ucap Denis dengan suara dingin.


“Maksudnya bos?” tanya Sandro dan Rian dengan serentak.


“Dia seorang mafia” jawab Denis dengan suara dingin.


“APA” pekik keduanya dengan kaget.


Ting…………..


Lift berhenti tepat dilantai satu dan dengan santai Denis berjalan keluar dari sana, meninggalkan Sandro dan Rian didalam sana yang masih kaget.


Tak berapa lama keduanya tersadar dari pemikiran mereka dan bergegas mengejar Denis yang sudah hampir tiba di pintu masuk hotel.


“Tuan Denis” ucap tuan besar Regans yang hendak masuk ke dalam hotel.


Denis menatapnya dengan tatapan datar dan dingin melihat tuan besar Regans yang memanggilnya, ia berlalu begitu saja tapi tangannya di pegang oleh tuan besar Regans sehingga langkahnya terhenti.


“Lepaskan tangan anda dari tubuhku” sentak Denis dengan aura membunuh.


“Apa kita bisa bicara sebentar tuan Denis?” tanya tanya besar Regans dengan memohon.


“Tuan Denis saya mohon ijinkan kakek saya untuk berbicara dengan anda, karena saya tahu selama ini kakek saya sudah berusaha untuk menemui anda tapi selalu gagal” pinta seorang gadis di samping tuan besar Regans.


Denis menatap gadis itu dengan tak suka karena sudah berani berbicara dengannya padahal ia tidak mengenal gadis itu.


“Maafkan kelancangan cucu saya tuan Denis” ucap tuan besar Regans yang tahu maksud tatapan Denis.


“Baiklah waktu anda 20 menit” ucap Denis dengan suara dingin.


“Terima kasih tuan Denis” ucap tuan besar Regans dengan senang.


Denis memberi isyarat kepada Rian dan Sandro untuk mengikutinya menuju ke restoran hotel untuk berbicara dengan tuan besar Regans. Keduanya yang mengerti isyarat bos mereka segera mengikutinya dari belakang seperti biasa.


Mau apa lagi pak tua ini? Semoga dia tidak menggunakan cucunya untuk bisa mendekati bos lagi, batin Sandro penuh tanda tanya.


Sepertinya aku kenal gadis itu, batin Rian yang melihat wajah cucu tuan besar Regans.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue…………….


__ADS_2