
Entah apa yang akan terjadi besok pagi hanya Denis saja yang tahu dan mungkin juga Arsen.
"Ka Sandro memangnya apa yang dilakukan ka Arsen sih?" tanya Arkan dengan penasaran.
"Mana aku tahu bocah! Kalau kamu ingin tahu sana tanya aja sendiri sama bos dan Arsen" jawab Sandro dengan ketus.
"Ckk!! Dasar tua menyebalkan" decak Arkan dengan kesal.
Pasalnya Sandro tahu kalau Arkan pasti tidak akan berani bertanya langsung ke Arsen atau bosnya, jika tidak ingin mendapat bogem mentah.
Sandro yang dibilang tua menyebalkan menatap Arsen dengan tajam seakan memberitahunya jika sekali lagi ia mengatakan seperti tadi maka ia akan di hajar.
"Orang yang banyak ingin tahu biasanya mati muda loh" ucap Denis sambil tersenyum smirk menatap Arkan.
"Hehehehe! Ka Sandro yang penasaran bos bukan aku" balas Arkan sambil terkekeh.
Bugh...............
"Ka Sandro sakit tahu!" pekik Arkan dengan suara melengking.
"Biarin! Siapa suruh kamu berbohong dan menjual namaku" ketus Sandro dengan kesal.
"Cih!" decih Arsen sambil mengerucut bibirnya ke depan.
Sandro menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Arkan yang seperti anak kecil saja. Pablo dan Vito yang baru pertama kali melihat kelakuan Arkan dibuat tercengang.
Mereka tak menyangka jika seorang Arkan Baker yang terkenal kejam dan angkuh selama ini, ternyata memiliki sifat seperti bocah remaja.
Beda banget dia sama presdir Rayen, batin Pablo.
"Apa tidak ada lagi yang ingin kamu katakan?" tanya Denis sambil menatap Steven dengan tatapan tajam.
Steven tersenyum smirk melihat Denis yang tahu kalau ada hal penting lainnya yang ingin ia sampaikan.
Tak mengelak ia langsung menceritakan tentang hubungannya dengan mantan bosnya yang adalah papa Denis.
Semua ia ceritakan tanpa ditutupi dan bagaimana kisah seorang Demian Arkana Massimo di dunia bawah, selama mereka membangun perkumpukan mereka dari nol hingga menjadi perkumpulan yang sangat ditakuti di dunia bawah.
Bukan itu saja Steven juga menceritakan tentang harta karun milik papanya dan bagaimana cara membuka brankas tersebut.
Brak................
Denis mengebrak meja didepannya dengan kuat mengagetkan mereka semua. Auranya menguar membuat semuanya merinding ketakutan.
"Jadi mereka butuh sidik jari, darah, dan kornea mataku ya" ucap Denis tersenyum seperti seekor monster berdarah dingin.
"Ya karena brankas itu didesain oleh bos Demian sendiri" ucap Steven dengan suara dingin.
"Tujuan Demian membuat brankas itu pasti tidak ingin ada yang mengambil hartanya selain putranya sendiri" ucap Pablo sambil mengetuk jarinya di dagu.
"Aku penasaran kalau darah bos di ambil memangnya butuh berapa liter?" tanya Arkan dengan polos.
"Bocah sebaiknya kamu diam saja!" bentak Sandro dengan suara tinggi.
"Loh memangnya kenapa? Aku kan cuma penasaran saja" protes Arkan.
"Arkan" desis Denis dengan tatapan tajam.
"Uhm! Oke bos" balas Arkan sambil menunduk tak bertanya lagi.
"Dimana letak harta karun itu?" tanya Denis dengan suara dingin.
"Padang kedamaian" jawab Steven dengan suara tegas.
Deg................
Jantung Pablo berdetak dengan cepat mendengar nama tempat itu. Wajahnya kaget tak menyangka jika tempat itu adalah letak harta karun sahabatnya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Om kenapa menangis?" tanya Arkan melihat Pablo yang menangis dalam diam.
"Aku bukan om kamu!" ketus Pablo dengan sinis.
"Memang situ bukan om aku. Om kan udah tua jadi harus di panggil om atau mau dipanggil kakek saja" balas Arkan tak kalah sinis.
"Tidak usah dengar ocehan bocah labil ini. Sebaiknya anda beritahu kami alasan anda menangis" potong Sandro sebelum Pablo membalas ucapan Arkan.
Phew..............
Pablo menghela napas dalam mengingat tempat yang sangat bersejarah buatnya selama ini. Di tempat itu Pablo biasanya menghabiskan waktu bersama Demian dan Steven melepas lelah setelah menjalankan misi.
"Itu adalah tempat yang biasa aku, Demian, dan Steven melepas lelah setelah menjalankan misi. Biasanya kami akan bercerita tentang hal apa saja disana untuk mengenal satu sama lain" papar Pablo menjelaskan dengan penuh kerinduan mengingat kenangannya bersama sang sahabat.
"Di tempat itu juga bos melamar nyonya Amira dan memutuskan keluar dari mafia" ucap Steven dengan sendu.
"Sejak itu kami tidak pernah mendengar kabarnya lagi karena kami sudah diburu oleh polisi. Dan itu semua karena perkumpulan Nine Cloud yang mengkhianati Demian" ucap Pablo dengan emosi mengingat masa itu.
Kring...............
Hp Denis tiba-tiba berbunyi ada panggilan masuk dari Bimo. Ia mengerinyitkan keningnya dengan bingung melihat nama Bimo di layar hpnya, karena tidak biasanya Bimo menelponnya.
^^^"Heemmm"^^^
__ADS_1
"Bos ada dimana?" tanya Bimo dengan panik dari seberang.
^^^"Ada apa?" tanya balik Denis.^^^
"Barusan bi Eda menelpon aku memberitahu nyonya besar pingsan bos" jawab Bimo.
^^^"APA!" pekik Denis dengan suara melengking.^^^
"Aku sedang dalam perjalanan menuju ke sana bos"
Denis lalu mematikan panggilannya sepihak dan berlari naik menuju lantai dua. Ia segera mengendong istrinya untuk pergi ke rumah mamanya.
"Bos" panggil Sandro saat melihat Denis mengendong Leila yang masih tertidur.
"Siapkan mobil kita ke rumah mamaku" titah Denis dengan suara menggelegar.
"Oke bos" jawab Sandro tak banyak bertanya.
"Sayang" panggil Leila yang terbangun karena suara suaminya.
"Kita akan ke rumah sama sayang. Barusan Bimo menelpon mama pingsan didalam kamar" ucap Denis dengan cemas.
"Apa" ucap Leila dengan kaget.
Mereka semua lalu masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana. selama perjalanan Leila menggenggam tangan suaminya mengatakan semua pasti akan baik-baik saja.
~ Rumah Arkana ~
Denis keluar dari dalam mobil sambil menggenggam tangan istrinya masuk ke dalam rumah.
Keduanya bergegas menuju ke kamar sang mama yang berada di samping ruang keluarga.
"Tuan muda. Nona muda" ucap bi Eda yang melihat kedatangan keduanya.
"Bagaimana keadaan mama?" tanya Denis dengan cemas.
"Nyonya besar sepertinya kurang tidur dan capek sehingga pingsan bos. Tekanan darah nyonya juga rendah" jawab Bimo.
"Apa yang terjadi dengan mamaku?" tanya Denis dengan suara tinggi menatap bi Eda dengan tatapan membunuh.
"Sayang tenangkan dirimu. Jangan terbawa emosi sayang" ucap Leila mengelus dada suaminya menenagkannya.
Sedangkan bi Eda sudah gemetaran mendapat pertanyaan seperti itu dari Denis. Ia sangat ketakutan melihat wajah Denis yang sangat menakutkan.
"Bi Eda menemukan nyonya besar sudah pingsan saat mengantar minum untuk nyonya besar bos" papar Bimo menjelaskan.
Phew..............
Denis membuang napasnya dengan kasar sambil mengusap wajahnya. Emosinya tidak stabil jika berhubungan dengan mama dan istrinya.
"Baik nyonya" ucap keduanya dengan serentak.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Leila menuntun suaminya duduk di sofa sambil memeluknya. Ia tahu saat ini suaminya pasti sangat mencemaskan sang mertua dan beruntung tidak ada penyakit serius.
Waktu pun berlalu dengan sangat cepat dan keesokan harinya dunia maya di kagetkan dengan berita tentang Salim Rasyid.
...Video panas Salim Rasyid putra seorang Milioner asal Turki Adam Rasyid melakukan hubungan badan dengan kekasihnya beredar luar di dunia maya...
~ Medika Hospital ~
Prang..............
Adam melempar vas bunga hingga pecah berserakan di lantai membaca berita tentang putranya yang beredar luas.
Ia tidak menyangka kalau putranya itu ternyata penyuka sesama jenis. Dan lebih parahnya mereka melakukan hubungan badan di rumah sakit.
Sedangkan Salim ia terbaring syok dengan tatapan kosong mengingat kejadian semalam. Ia yang semalam tidur tiba-tiba saja diberi obat perangsang dengan dosis tinggi oleh seseorang.
Karena obat itu ia tidak sadar saat tubuhnya di jamah oleh laki-laki yang ada dalam video tersebut. Bukan itu saja ia juga mendapat kekekarasan setelah melakukan hubungan se*s.
Tubuhnya penuh dengan luka sayatan dan ukiran pisau. Semalam ia berteriak kesakitan tapi tidak ada satu orang pun yang datang, padahal ada banyak pengawal yang menjaganya semalam.
"Hiks hiks hiks.........anakku" teriak Emira dengan histeris.
Ia syok melihat keadaan anaknya apa lagi tubuhnya penuh dengan luka sayatan. Belum lagi saat dokter memberitahu tentang video tersebut benar adanya, karena dibagian pa***tnya terdapat cairan ****** yang sudah mengering.
"Sialan! Siapa yang berani melakukan hal ini ke adikku!" bentak Onur dengan emosi.
"Tuan" ucap Sergio asistennya dengan panik.
"Ada apa berengsek! Beraninya kamu menggangguku sialan!" bentak Onur dengan suara tinggi.
"Saham perusahan kita menurun drastis tuan. Banyak klien kita yang membatalkan kerja sama mereka sepihak karena berita tuan muda Salim" papar Sergio menjelaskan.
"Apa!" pekik Adam dan Onur dengan serentak.
"Onur kamu kembali ke Turki dan selesaikan masalah ini" titah Adam dengan suara tegas.
"Iya daddy"
Onur dan Sergio segera pergi dari sana menuju apartemen untuk mengambil barangnya. Sedangkan Adam segera mengambil hpnya dan menghubungi Steven.
__ADS_1
"Halo"
^^^"Lakukan sekarang apa yang aku suruh" ucap Adam dengan suara dingin.^^^
"Anda tahu peraturannya Mr. Rasyid" balas Steven dengan snatai.
^^^"Ya sebentar lagi aku akan mengirim 20% upahmu"^^^
"Oke aku tunggu Mr. Rasyid dan senang berbisnis dengan anda"
^^^"Sebaiknya kamu jangan mengecewakan aku" ^^^
"Tenang saja Mr. Rasyid anda akan puas dengan hasilnya nanti"
^^^"Oke"^^^
Adam mematikan panggilannya sepihak dan segera mengirim uang sesuai kesepakatan mereka ke Steven. Ia yakin apa yang dialami Salim adalah perbuatan Denis.
Daddy akan membalas dendammu ke anak sialan itu son, batin Adam dengan penuh kebencian.
Sedangkan Liliana ia belum mengetahui tentang berita kakaknya. Ia saat ini sedang bersiap-siap akan pergi ke mansion Denis bersama asistennya untuk menjalankan rencana mereka.
~ Mansion Denis Arkana ~
Hahahaha.............
Tawa Denis pecah didalam ruang kerjanya membaca berita tentang Salim pagi ini.
"Kerja bagus Arsen" puji Dens.
"Terima kasih bos" balas Arsen sambil tersenyum lebar.
Keduanya lalu keluar untuk bergegas ke perusahaan karena ada meeting yang harus dihadiri langsung oleh Denis.
"Kamu mau kemana sayang?" tanya Leila saat baru kelaur dari kamar.
"Perusahan sayang. Ada meeting yang harus aku hadiri sayang" ucap Denis dengan suara lembut.
"Tapi jangan lama-lama ya sayang" ucap Leila dengan memelas.
"Aku akan pulang setelah selesai meeting sayang"
"Iya sayang"
Keduanya lalu naik ke lift bersama Arsen menuju ke bawah. Sebelum pergi Denis menyuruh pak Tio untuk menjaga istrinya dan memerintahnya untuk mengawasi Adrian yang sebentar lagi datang.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Pagi ini Leila ngidam ingin makan nasi uduk yang harus dibeli oleh Adrian di taman kota. Meski Denis tidak suka istrinya bertemu laki-laki lain tanpa dirinya, tapi ia harus sabar karena ini semua demi anak mereka.
Tenang Denis ada banyak pasang mata di mansion jadi kamu jangan khawatir, batin Denis dengan gusar.
Setelah kepergian Denis tak berselang lama mobil Adrian memasuki halaman mansion.
"Selamat datang tuan Adrian" ucap pak Tio dengan sopan.
"Dimana Leila?" tanya Adrian dengan suara dingin.
"Nyonya sudah menunggu anda di ruang keluarga tuan" jawab pak Tio.
"Heemmmm" deham Adrian sambil melangkah masuk ke dalam mansion.
"Akhirnya ka Adrian datang juga" ucap Leila dengan senang.
"Pak Tio tolong siapkan pesanan bumil" titah Adrian dengan kesal.
Bagaimana tidak pagi-pagi ia harus membeli nasi uduk di taman kota dengan penampilan rapi seperti ini. Apa lagi ia harus melayani semua fans yang minta tanda tangan dan foto disana.
Leila beranjak pergi ke meja makan tidak perduli dengan Adrian yang masih berdiri di ruang keluarga.
"Terima kasih Leila buat nasi uduknya" sindir Adrian dengan kesal.
"Sama-sama ka Adrian. Nasi uduknya enak banget" balas Leila dengan santai.
"Ckk!! Aku yakin sifat anak itu akan persis sama papanya yang menyebalkan itu" decak Adrian dengan kesal.
"Nanti ka Adrian minta uangnya sama suamiku ya" ucap Leila dengan cepat.
"Tidak perlu anggap saja itu hadiah buat calon keponakanku" balas Adrian dengan cepat.
"Oke"
Leila makan dengan senang membuat Adrian segera memotretnya dan mengirim ke Denis dengan emoticon marah.
Ia protes sudah capek-capek antri dan harus foto dengan fansnya tapi tidak mendapat ucapan terima kasih sedikit pun dari istri sahabatnya.
"Nyonya itu ada tamu didepan yang ingin bertemu dengan nyonya" ucap pak Tio memberitahu Leila setelah penjaga memberitahunya.
"Siapa?" tanya Leila dengan cepat.
"Katanya dia Liliana Rasyid nyonya" jawab pak Tio.
Deg..............
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue...........