Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 117


__ADS_3

Pak Jordi berdiri didepan mansion dengan gelisah menunggu tamu dari pihak kepolisian yang tadi dilaporkan oleh para penjaga didepan pintu gerbang.


Jantungnya berdetak dengan cepat memikirkan maksud kedatangan pihak polisi ke sini, karena selama ini kedatangan para polisi membawa kabar buruk untuk keluarga Baker.


Semoga apa yang aku pikirkan salah, batin pak Jordi penuh harap.


Tak berapa lama 4 orang polisi turun dari kedua mobil polisi dengan pakaian lengkap polisi. Pak Jordi menyambut mereka dengan ramah seperti biasanya.


“Selamat malam tuan” ucap salah satu petugas polisi yang bernama Diego di name taqnya.


“Selamat malam juga pak” balas pak Jordi dengan sopan.


“Kalau boleh tahu ada keperluan apa ya malam-malam begini bapak polisi sekalian datang ke mansion Baker?” tanya pak Jordi dengan cepat.


“Kami dari pihak kepolisian Jakarta Pusat membawa surat penangkapan untuk saudara Arkan Luis Baker karena kasus kekerasan dan penganiayaan di casino Deluxe kemarin malam tuan” ucap Diego dengan suara tegas, sambil memberikan surat penangkapan dari pihak kepolisian kepada pak Jordi.


Pak Jordi menerima surat tersebut dan membacanya, ia lalu mempersilahkan mereka masuk untuk menemui Leila dan Arkan di ruang keluarga.


Sampainya di ruang keluarga Arkan kaget melihat para polisi yang datang ke mansion mereka berbeda dengan Leila yang sudah menebak jika hal ini akan terjadi cepat atau lambat.


“Nona muda” ucap pak Jordi yang ingin memberitahu maksud kedatangan mereka tapi langsung di potong Leila.


“Aku tahu maksud kedatangan mereka pak Jordi” ucap Leila dengan cepat.


“Oh iya nona muda”


“Apa bapak-bapak polisi ingin menangkap adik saya atas kasus kekerasan di Casino Deluxe?” tanya Leila to the point.


“Hah! Aku ka” ucap Arkan dengan kaget.


“Benar presdir Leila. Kami harap anda dan saudara Arkan bisa bekerja sama” ucap Diego dengan suara tegas.


“Baik anda bisa membawa adik saya”


“Ka apa maksudnya ini? Kakak ingin aku masuk penjara ka?” tanya arkan dengan kaget.


“Dek kamu percayakan sama kakak?” tanya balik Leila.


“Ya aku percaya sama ka Leila” jawab Arkan dengan cepat.


“Kalau begitu kamu ikut mereka dan tunggu kakak di kantor polisi. Kakak akan kesana dengan pengacara kita” ucap Leila sambil tersenyum manis mengatakan semua akan baik- baik saja.


“Oke ka” ucap Arkan sambil tersenyum lebar.


Arkan segera dibawa para polisi menuju ke kantor polisi untuk dimintai keterangan, sedangkan Leila ia segera menelpon pengacara mereka untuk bertemu di kantor polisi.


Ia tidak takut sama sekali karena sudah memikirkan jika hal ini akan terjadi dan sudah menyiapkan balasan untuk orang yang melaporkan adiknya ke polisi.


“Aku tidak akan biarkan kalian menjebak adikku” gumam Leila dengan tatapan berkilat tajam.


Leila segera pergi dengan pengawalnya menuju kantor polisi tak lupa mengirim pesan kepada Denis mengenai apa yang terjadi barusan.


~ Rumah Arkana ~


Suasana di meja terasa sangat sunyi hanya ada bunyi dentingan sendok dan garpu disana, karena sesuai peraturan Denis jika selama makan tidak boleh ada yang berbicara.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Seina melirik mommynya dengan wajah cemberut, karena tidak suka dengan suasana seperti ini tapi di balas Clara dengan gelengan kepala memberitahunya untuk tidak membuat masalah.


Roy yang ingin menyampaikan sesuatu harus menahan keinginannya, karena peraturan Denis saat makan tidak boleh ada yang bicara.


Sandro yang merasa hpnya bergetar segera melihatnya karena takut ada berita penting yang di sampaikan oleh anak buah mereka. Matanya terbelak membaca pesan yang dikirim pengawal Leila jika mereka sedang dalam perjalanan ke kantor polisi.


Eheemmm………..


Deham Sandro sehingga Arsen dan Rian meliriknya yang langsung di beri isyarat untuk mengecek hp mereka. Keduanya segera mengambil hp mereka dan juga kaget, saat melihat pemberitahuan yang masuk ke hp mereka.


“Aku sudah selesai” ucap Denis dengan suara dingin dan segera berdiri dari tempat duduknya.


“Loh makananmu belum habis nak” ucap Amira dengan cepat.


“Aku harus pergi ma” ucap Denis dengan suara lembut memberitahunya lewat isyarat mata ke arah Sandro jika ia harus mengurus sesuatu sekarang.


“Baiklah nak. Kamu hati-hati ya dijalan nak” ucap Amira dengan suara lembut paham dengan isyarat mata anaknya.

__ADS_1


Cup……………..


Denis mencium kening Amira dengan lembut dan segera pergi dari sana diikuti ketiga orang kepercayaannya. Saat pergi ia tidak menggubris Roy Martinez dan keluarganya seakan mereka tidak ada disana.


Apa anak itu pikir kami ini patung apa, batin Clara dengan emosi.


Seila melotot tajam saat Sandro mengedipkan matanya sebelah sebelum pergi dan beruntung tidak ada yang melihatnya.


Apa lagi sedari tadi moodnya sangat buruk memikirkan ucapan Sandro yang memaksanya menjadi kekasihnya, barulah ia mendapat gantungan kunci favoritnya. Mau tak mau ia harus menerima Sandro menjadi kekasihnya.


Kenapa pacar pertama aku harus punya sifat pemaksa seperti itu, batin Seila dengan kesal.


Sedangkan didalam mobil Denis, saat ini Sandro dan sopir menelan saliva mereka berkali-kali merasakan aura Denis yang sangat mengintimidasi dari kursi belakang setelah membaca pesan yang dikirim Leila.


“Ke kantor polisi” titah Denis dengan suara dingin dan tegas.


“Baik bos” ucap Sandro.


~ Polres Jakarta Pusat ~


Mobil Denis tiba di kantor polisi diikuti mobil Arsen, Rian, dan juga mobil pengawalnya membuat pihak polisi yang bertugas malam ini kaget, melihat sosok yang selama ini sangat sulit ditemui dan rumor yang beredar jika presdir DA Corp adalah seorang pengusaha yang membantu perekonomian bangsa saat ini.


“Presdir Denis” ucap kepala inspektur dengan kaget saat hendak pulang.


Dengan cepat ia menghampiri Denis yang berdiri dengan sebelah tangan masuk ke dalam saku celana, tak lupa tatapan tajam dan dingin yang membuat semua orang merinding merasakan aura yang sangat mengintimidasi.


“Sandro” ucap Denis dengan suara dingin.


“Kami dengar nona Leila Baker dan Arkan Baker barusan datang kesini” ucap Sandro dengan suara dingin.


“Ah! Iya betul tuan Sandro! Keduanya sedang memberikan kesaksian kepada petugas polisi karena ada laporan tentang kasus kekerasan yang dialami salah satu pengunjung Casino Deluxe kemarin tuan Sandro” ucap inspektur polisi dengan gugup.


Sandro lalu memberi isyarat untuk mengantar mereka ke tempat Leila dan Arkan berada. Sampai disana mata tajam Denis seakan ingin menguliti orang didepan sana yang baru saja menampar Leila.


“BERANINYA KAMU MENAMPAR KEKASIHKU JA**NG!” bentak Denis dengan suara menggelegar didalam sana.


“Denis! Bos!” ucap Leila dan Arkan dengan serentak berbalik ke belakang.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Semua mata seketika memandang ke arah suara dan tak menyangka jika orang yang barusan berbicara adalah Presdir Denis Arkana, yang terkenal dengan sifat kejam dan tidak ada ampun kepada musuh-musuhnya.


Bunyi tamparan kembali menggelegar didalam sana, membuat semua orang kaget tak menyangka jika seorang presdir Denis akan menampar seorang perempuan.


“BANGSAT! BERANINYA KAMU MENAMPAR PUTRIKU ANJ**G” maki Adam Sophia dengan suara tinggi.


Plak…………..


Wajah Adam Sophia menoleh ke samping saat Denis menamparnya, tak perduli dia siapa karena yang ia tahu siapa saja yang berani memakinya harus dimusnahkan.


“Beraninya mulut kotormu itu memakiku” ucap Denis dengan suara dingin dan tatapan membunuh.


Glek……………


Adam Sophia menelan salivanya dengan susah saat ditatap oleh Denis seakan ingin menelannya hidup-hidup saat ini juga.


“K……amu menamparku ana….kku sialan” ucap Adam dengan terbata-bata karena syok.


Bugh…………….brak………………


Kembali semua orang dibuat kaget saat Denis menendang Adam Sophia hingga terpental ke belakang dan menghantam meja di belakangnya hingga patah.


Melihat kekasihnya sudah hilang kendali, dengan cepat Leila memeluk Denis dan memberi isyarat kepada Arsen untuk mengurus Arkan adiknya.


“Sayang ayok kita pergi saja ya” ajak Leila dengan suara lembut.


“Siapapun yang berani menganggu keluarga kekasihku maka akan berhadapan denganku” ucap Denis dengan suara tegas memberi ancaman dengan tatapan tajam mengarah ke Alexa.


Ya ternyata orang yang dijambak dan dipukul oleh Arkan kemarin adalah Alexa Sophia, kekasih Kenzo Arjuna sekaligus orang kedua yang sangat dibenci Denis didunia ini.


“Sandro kamu tahu apa yang harus kamu lakukan” ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.


“Tahu bos. Serahkan semua kepadaku bos” ucap Sandro sambil tersenyum smirk.


“Heemmm”

__ADS_1


Leila dan Denis segera beranjak pergi dari sana menyerahkan semua persoalan disini kepada Arsen dan Sandro. Sedangkan Rian ia ikut pergi bersama dengan Denis, karena pekerjaannya hanya sebatas memantau perusahaan dan hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan dan citra Denis.


Sampainya di depan lobby Denis berbalik melirik Arsen sambil memberinya isyarat untuk mempermalukan Alexa dan keluarganya, hingga mereka tidak bisa mengangkat muka di hadapan orang.


Brugh……………..


“Apa anda tidak apa-apa nona” ucap seseorang sambil memeluk pinggang Leila yang hampir jatuh karena ditabraknya.


Grep…………….krek………………..


Aarrgghh……………


Teriak orang itu bergema saat tiba-tiba saja Denis menarik Leila ke dalam pelukannya dan mematahkan tangan yang sudah berani menyentuh miliknya.


“BERANINYA TANGAN KOTORMU MENYENTUH KEKASIHKU BANGSAT!” hardik Denis dengan suara menggelegar dan tatapan tajam bak monster yang siap menelan mangsanya.


“M….aaf…..kan saya t……..uan. sa…..ya hanya ingin menolong nona ini saja t……..uan” ucap orang itu dengan terbata-bata sambil menahan sakit.


“Sayang jangan buat keributan lagi disini sayang. Aku tidak ingin nama kamu muncul di berita besok sayang” ucap Leila dengan suara lembut sambil memeluk kekasihnya dari depan.


“Ckk!!” decak Denis dengan kesal sambil menatap orang itu dengan tatapan membunuh.


“Rian suruh sopir kesini cepat” ucap Leila dengan mata melotot ke arah Rian karena ia hanya berdiri menonton saja.


“Mobilnya sudah datang nona” ucap Rian dengan santai.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Leila menarik Denis masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana, sedangkan orang yang menabrak Leila barusan menatap mobil Denis dengan tatapan penuh kebencian.


Tapi sesaat matanya melirik ke samping dan mengangguk kepalanya yang juga dibalas anggukan kepala oleh orang yang berada didalam mobil di samping sana.


Sedangkan didalam kantor polisi Sandro menatap Arsen sambil melirik cctv dan dibalas angguk oleh Arsen kalau ia yang akan mengurusnya.


“Aku harap apa yang kalian lihat dan dengar malam ini itu semua kalian simpan rapat-rapat dalam hati kalian! Jika hal ini sampai tersebar di luar sana maka kalian semua akan melihat nama kalian tertera di batu nisan!” ancam Sandro dengan suara tegas memberi peringatan kepada semua orang didalam sana.


“Ka Sandro” ucap Arkan sambil memamerkan giginya.


“Apa laporan tentang adikku?” tanya Sandro dengan suara tegas.


“Kasus kekerasaan dan penganiayaan tuan Sandro” jawab salah satu petugas polisi.


“Alexa Sophia kamu sudah salah memilih lawan kali ini” ucap Sandro sambil tersenyum mengejek.


“Kami juga akan membuat laporan tentang pencemaraan nama baik terhadap saudari Alexa Sophia kepada keluarga Baker dan penganiayaan terhadap pelayan Casino Deluxe” ucap Arsen dengan suara tegas sambil menaruh iPad didepan petugas polisi berisi bukti pelaporan mereka dalam bentuk video.


“Jadi bagaimana nona Alexa? Apa mau melanjutkan gugatan anda?” tanya Sandro sambil tersenyum menyeringai.


“Pak saya cabut laporan saya kepada Arkan Luis Baker” ucap Alexa dengan cepat.


“Hah! Anda yakin nona Alexa?” tanya petugas polisi dengan kaget.


“Yakin pak” ucap Alexa dengan suara tegas.


Arsen dan Sandro tersenyum menyeringai melihat ALexa yang mencabut gugatannya dengan cepat, sedangkan Arkan ia berdecak kesal karena Alexa pasti tidak jadi dilaporkan juga.


Setelah semua urusan di kantor polisi selesai Sandro, Arsen, dan Arkan segera naik ke mobil Arsen dan pergi dari sana. Saat keluar dari kantor polisi Arsen dan Sandro harus sabar mendengar ocehan Arkan yang sangat berisik.


“Ka Sandro kenapa tidak melapor valak itu sih” ketus Arkan dengan kesal.


“Bocah lebih baik kamu diam sebelum aku robek mulutmu” hardik Arsen dengan suara tinggi.


“Ckk!! Kalian memang menyebalkan” sarkas Arkan dengan decak kesal.


Arsen dan Sandro memilih tak mau menggubris ocehan Arkan lagi dan melajukan mobil ke arah berbeda dengan Denis, karena mereka akan melakukan sesuatu kepada keluarga Sophia.


~ Rumah Arkana ~


Setelah selesai makan malam Amira dan keluarga Martinez duduk berbincang di ruang keluarga menceritakan tentang kehidupan mereka selama ini.


“Amira sebenarnya makan malam tadi ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada kamu dan Denis” ucap Roy.


“Apa itu Roy?” tanya Amira dengan penasaran.


“Ini menyangkut janji aku dan Demian saat kami duduk di bangku kuliah dulu” ucap Roy dengan suara tegas.

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue………………..


__ADS_2