Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 102


__ADS_3

Waktu pun berlalu dengan sangat cepat dan matahari sudah berganti dengan bulan menandakan sudah waktunya berhenti dari segala aktifitas kita seharian.


Tapi tidak dengan Kenzo yang sedang menonton pergulatan panas kekasihnya sendiri dengan rekan kerjanya asal Jepang didalam salah satu kamar president suit AS hotel.


Ada rasa marah didalam hatinya melihat kekasihnya bersetubuh dengan laki-laki lain, meski itu semua ulahnya yang


memberikan obat perangsang dengan dosis tinggi ke Alexa, tapi ia tepis saat mengingat apa yang sudah ia dapatkan.


“Kedepannya kamu akan sangat berguna untuk aku beb” ucap Kenzo sambil tersenyum menyeringai.


Ando yang berdiri dibelakang Kenzo hanya diam saja, tapi dalam hatinya tak habis pikir dengan pikiran Kenzo yang mengijinkan orang lain untuk menikmati tubuh kekasihnya sendiri.


Ayah dan kakaknya sendiri ia tidak segan-segan membuat mereka hancur apa lagi anda yang hanya seorang kekasih. Sungguh sial nasib anda berhubungan dengan seorang Kenzo Arjuna nona Sophia, batin Ando dengan tak habis pikir.


“Bawakan aku jal**ng dari club ku kesini sekarang” titah Kenzo dengan suara dingin.


“Baik tuan” jawab Ando dengan suara dingin.


“Ah! Jangan lupa bawakan yang masih bersegel”


“Maaf tuan tapi yang masih perawan sudah dijual semuanya ke Singapura kemarin” ucap Ando dengan cepat.


“Kalau begitu bawa yang menjadi primadona disana dan pastikan dia bersih” sarkas Kenzo dengan suara tinggi.


“Baik tuan”


Ando berlalu keluar dari kamar president suit yang ditempati Kenzo untuk melakukan perintah Kenzo barusan. Sampai di luar ia segera menelpon Jason, membawa primadona club mereka ke sini sekarang tak lupa memberikan nomor kamar Kenzo.


Baru saja ia mematikan panggilan mereka tiba-tiba hpnya kembali berdering panggilan masuk dari Jason.


^^^“Ada apa?” tanya Ando dengan suara dingin.^^^


“Apa bos belum tahu soal gudang club yang terbakar?” tanya balik Jason.


^^^“Belum” jawab Ando dengan suara dingin.^^^


“Kenapa kamu belum memberitahu bos?” tanya Jason dengan penasaran.


^^^“Jika aku memberitahu tuan maka saat ini kamu sudah tidak bernapas lagi di dunia ini. Seharusnya kamu tahu konsekuensinya jika tuan mengetahui hal ini” jawab Ando.^^^


Phew…………….


Ando mendengar suara helaan napas Jason dari seberang dan ia tahu pasti Jason sangat kepikiran hal ini, karena jika diberitahu ia akan mendapat hukuman berat dari Kenzo tapi jika tidak diberitahu suatu saat ia pasti akan dihukum juga.


^^^“Setidaknya sebelum tuan tahu kamu sudah menganti semua kerugian yang di alami tuan agar tuan tidak membunuhmu saat tuan mengetahui hal ini” ucap Ando memberi masukan.^^^


“Benar juga ucapanmu”


^^^“Heemmm! Segera bawakan yang tuan minta sekarang”^^^


“Oke aku kesana sekarang”


Ando lalu mematikan panggilannya sepihak tak menjawab ucapan Jason dan berlalu masuk ke dalam lift ingin membeli kopi di cafe hotel.


Baru saja sampai di lobby langkahnya terhenti melihat sosok Sandro yang baru saja keluar dari restoran hotel bersama presdir Leila dan juga pengawalnya.


Sandro yang melihat keberadaan Ando yang sedang menatapnya dengan tatapan memohon, segera menyuruh pengawal Leila untuk mengantarnya pulang. Ia lalu berjalan menghampiri Ando dan saat sampai disebelahnya ia membisikan sesuatu kepada Ando.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Temui aku di rooftop hotel dan jangan sampai ketahuan” bisik Sandro dengan suara pelan.


Ando tak bereaksi apa-apa dan segera menuju ke cafe sesuai tujuan awalnya, karena ia tidak ingin ada satu orang pun yang mencurigai mereka.


Apa lagi anak buah Kenzo yang sedang berkeliaran di sekitar hotel dan itu akan membuat mereka mencurigainya jika ia berbicara dengan musuh mereka.


Sandro berdiri di rooftop hotel sambil mengumpat dan memaki Ando, karena tidak muncul juga dan sudah 30 menit ia berada disana dengan cuaca yang sangat dingin.


Haciuu………….


“Fu*k” maki Sandro saat ia bersin.


Tak berselang lama ia berbalik ke belakang mendengar suara pintu yang dibuka dan ternyata itu adalah Ando yang datang sambil membawa 2 buah minuman hangat di tangannya.

__ADS_1


“Apa kamu ingin membuatku mati kedinginan disini bangsat!” maki Sandro dengan suara tinggi.


“Maafkan aku. Aku harus mengelabui anak buah tuan Kenzo sebelum datang kesini” ucap Ando dengan jujur.


“Cih! Kamu memang an***g setianya yang paling bodoh” ketus Sandro dengan sinis.


Ando tak membalas ucapan Sandro dan memberikannya segelas minuman hangat yang ia bawa tadi. Dengan cepat Sandro mengambilnya dan langsung meminumnya untuk mengurangi rasa dingin di tubuhnya.


“Kamu masih ingat juga dengan kesukaanku sialan” ucap Sandro sambil tersenyum smirk.


“Ya” jawab Ando dengan singkat.


“Mau sampai kapan kamu akan melayani sialan itu?” tanya Sandro dengan suara dingin.


“Aku tidak tahu”


“Apa kamu bahagia melayani orang yang sudah membunuh semua keluargamu itu?” tanya Sandro dengan penasaran.


“Apa maksud kamu? Bukannya kamu sudah tahu alasan aku tetap melayani tuan Kenzo?” tanya balik Ando dengan bingung.


Sandro tak berkata apa-apa dan malah memberikan iPad miliknya kepada Ando untuk membaca informasi yang diberikan oleh Arsen waktu itu.


Mata Ando melotot seakan ingin keluar dari tempatnya merasa syok membaca setiap kata dan melihat foto yang tertera didalam sana. Tangannya bergetar setelah membaca semua informasi yang ada didalam sana.


“Bagaimana mungkin?” tanya Ando dengan kaget.


“Selama ini kamu sudah dibohongi dan dimanfaatkan oleh keluarga Arjuna bodoh! Mereka adalah orang dibalik kematian ayah dan adikmu balasan tahun yang lalu dan mereka jugalah yang membayar mucikari untuk membawa adikmu itu. Aku yakin kamu sudah bisa menebak siapa orang yang meniduri adikmu pertama kali!” jawab Sandro menjelaskan.


“Hehehehe! Jadi selama ini aku sudah dimanfaatkan oleh keluarga sialan itu dengan mengatas namakan balas budi ayahku” ucap Ando sambil terkekeh menertawakan dirinya sendiri yang sudah dibohongi selama ini.


“Jadi apa rencanamu sekarang?” tanya Sandro.


“Aku akan membalas kematian ayah dan adikku” jawab Ando dengan tatapan penuh dendam.


“Lalu bagaimana dengan anak kamu? Aku tidak ingin keponakanku kenapa-napa?” tanya Sandro lagi.


Ando diam tak bisa menjawab pertanyaan Sandro dan menatap Sandro dengan memohon untuk diijinkan bertemu dengan anaknya.


“Kamu boleh bertemu dengan anak kamu mulai sekarang” ucap Sandro dengan suara dingin.


“Ya! Tapi ingat jangan sampai sialan itu tahu” ucap Sandro memperingatinya.


“Aku tahu” balas Ando dengan suara tegas.


Selesai berbicara Sandro memilih untuk pergi dari sana karena sudah tidak punya kepentingan apa-apa lagi disana, sedangkan Ando sedari tadi bibirnya tersenyum lebar sudah tidak sabar untuk bertemu dengan anaknya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


1 Bulan kemudian


Tak terasa waktu pun berlalu dengan sangat cepat dan sudah 1 bulan berlalu sejak pertemuan Ando dan Sandro di rooftop hotel AS.


Selama 1 bulan ini Leila dan Amira dibuat pusing oleh musuh-musuh mereka yang menyerang mereka silih berganti, tapi beruntung ada anak buah Denis yang mengawal mereka 24 jam nonstop saling bergantian.


“Nona Leila mobilnya sudah siap” ucap Maya dengan suara dingin memberitahu Leila kalau mobilnya sudah siap di depan perusahaan.


“Terima kasih ya Maya” ucap Leila dengan suara lembut.


“Sama-sama nona”


Leila segera mengambil tasnya dan keluar dari ruangannya karena sudah jam pulang. Sandro hari ini pulang terlebih dahulu karena harus menghendel meeting mengantikan Rian, karena Rian juga harus menghadiri meeting dengan klien mereka asal Korea.


Saat didalam mobil Leila menatap ke arah luar melihat suasana Jakarta yang tak pernah sepi apa lagi di jam pulang kantor seperti ini.


Meski pandangannya mengarah keluar tapi pikirannya sedang berkelana memikirkan adik, kakak, dan kekasihnya yang tidak ada kabar sama sekali 1 bulan ini.


Denis kamu bilang hanya 2 bulan saja tapi ini sudah hampir 3 bulan kamu tidak ada kabar sama sekali sayang, batin Leila dengan sedih.


Apa lagi sudah 1 bulan ka Leo belum memberitahu tentang kondisi kakaknya, setelah ia pergi waktu itu dan ia juga tidak tahu dimana mereka sekarang. Nomor Leo sudah tidak aktif saat ia sampai di Jerman dan mengatakan jika kakaknya sudah dioperasi.


Entah operasinya berhasil atau tidak ia tidak tahu karena semua akses tentang kakaknya disana tidak bisa diakses.


“Nona Leila sepertinya didepan ada kecelakaan. Apa kita mengambil jalan memutar saja?” tanya Maya yang melihat kecelakaan truk tronton didepan sana.

__ADS_1


“Terserah kamu saja Maya” jawab Leila dengan lesu.


Maya lalu menyuruh pak Toni untuk memutar mengambil jalan lain saja, karena ia yakin kecelakaan itu akan membuat macet parah dan bisa sampai berjam-jam.


Tanpa Leila dan para pengawalnya sedari ternyata saat mereka berbelok mengambil jalur lain disamping kanan, ada 6 mobil van yang juga mengikuti mereka dan 2 lainnya sudah mendahului mereka menyisahkan 4 di belakang mereka.


Maya yang sangat peka karena sudah didik Max untuk selalu peka dan waspada dalam situasi apapun, mengalihkan pandangannya lewat kaca mobil dan kaget melihat ada mobil van yang mengikuti mereka.


“Red code! Rode Code di belakang” (kode merah! Kode merah) ucap Maya dengan suara dingin lewat earpiece.


Leila dan pak Toni yang tak mengerti dengan ucapan Maya langsung melihatnya ingin tahu apa maksud ucapannya barusan.


“Red code berarti bersiaga nona Leila. Aku lihat ada beberapa mobil van yang mencurigakan dari belakang mobil pengawal nona” ucap Maya dengan suara tegas sambil berbalik melihat Leila.


“Mungkin itu cuma pengendara lain yang kebetulan akan lewat jalan ini juga Maya. Kamu jangan terlalu over thinking Maya” (berpikir berlebihan) ucap Leila merasa tak ada yang aneh dan juga bisa saja tebakan Maya salah.


“Benar yang dikatakan nona muda non Maya” tambah pak Toni mendukung ucapan Leila.


Maya tak menggubris ucapan keduanya dan segera mengambil hpnya untuk menghubungi Sandro memberitahu apa yang sedang terjadi.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Halo” ucap Sandro dari seberang.


^^^“Halo bos. Bos ada 4 mobil van yang mencurigakan mengikuti kami dari belakang” ucap Maya to the point sambil melirik kaca spion.^^^


“Apa kamu yakin itu musuh kita bukan pengendara lain yang melalui jalan itu juga?” tanya Sandro dengan suara dingin dari seberang.


^^^“Yakin bos” jawab Maya dengan suara tegas.^^^


“Suruh pak Toni melajukan mobil kalian dengan kecepatan tinggi dan lihat reaksi mereka” titah Sandro.


^^^“Baik bos”^^^


Kebetulan Maya membuat loudspeaker di panggilan mereka sehingga pak Toni dan Leila bisa mendengar pembicaraan mereka. Pak Toni melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi seperti yang disuruh Sandro.


Maya tersenyum menyeringai melihat mobil van dibelakang mereka yang juga melajukan mobil mereka mengikuti mereka.


^^^“Bos mereka memang mengikuti kami” ucap Maya.^^^


“Berengsek!” umpat Sandro dengan emosi dari seberang.


“Kirim lokasi kamu sekarang dan kamu ambil kemudi mengantikan pak Toni. Ingat jangan melewati jalanan sepi karena mereka akan menghadang mobil kalian disana” titah Sandro dengan suara tegas dari seberang.


^^^“Baik bos”^^^


“Suruh pengawal nona Leila untuk melumpuhkan mobil mereka”


^^^“Baik bos”^^^


Maya segera mengirim lokasi mereka setelah panggilan mereka terputus, Leila dan pak Toni yang baru kali ini mengalami hal seperti merasa takut dan panik.


“Pak Toni bergeser ke sini dan biar aku yang mengemudi” ucap Maya dengan suara dingin.


“Hah! Sekarang non?” tanya pak Toni dengan kaget.


“Iya pak. Ayok cepetan pak kita tidak punya banyak waktu pak” hardik Maya dengan suara tinggi.


Pak Toni tidak bertanya lagi dan melakukan seperti yang Maya suruh. Leila sendiri sangat takut dan gemetaran saat mendengar bunyi tembakan bersahutan di belakangnya sana.


“Maya apa kita akan mati?” tanya Leila dengan tubuh gemetaran.


“Tidak akan nona. Saya tidak akan membiarkan kita semua mati hari ini” jawab Maya dengan suara tegas.


Dor…………..dor………….dor………..dor………….


Duar…………….


Bunyi tembakan dan ledakan bergema disana dan saat Maya melihat ke belakang, ternyata itu adalah salah satu mobil van yang terbalik dan meledak karena ditembak oleh teman-temannya.


Kerja bagus guys, batin Maya sambil tersenyum puas.


Druummm……………

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue…………….


__ADS_2