Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 199


__ADS_3

Suara tamparan bergema didalam sana membuat Leila kaget, karena penasaran ia bergegas masuk ke dalam ruang rawat Liliana.


Lisa yang hendak masuk juga seketika menghentikan langkahnya saat hpnya berbunyi dan tertera nama Bos dilayar hpnya.


^^^"Halo bos"^^^


"Dimana istriku sekarang sialan?" tanya Denis dengan suara menggelegar dari seberang.


^^^"Nyonya berada di ruang rawat VIP 3 di rumah sakit kota bos" jawab Lisa dengan gugup.^^^


"Buat apa istriku disana dan kenapa istriku tidak menjawab panggilanku berengsek!" bentak Denis dengan suara tinggi.


^^^"Saya tidak tahu bos. Saya masih di luar ruang VIP 3 karena menjawab telpon dari bos"^^^


"Apa! Kenapa kamu biarkan istriku sendiri didalam sana sialan! Cepat temani istriku bangsat!" hardik Denis dengan suara menggelegar.


Belum juga Lisa membalas ucapan sang bos panggilan mereka sudah di matikan sepihak oleh Denis. Saat ia akan masuk tiba-tiba Adrian berlari menuju ke arahnya.


"Dimana Leila! Hosh.......hosh.......hosh?" tanya Adrian dengan napas ngos-ngosan karena berlari.


"Nyonya ada didalam tuan Castel" jawab Lisa dengan suara dingin sambil menunjuk ruangan didepannya.


Ceklek..................


Adrian langsung menerobos masuk ke dalam ruangan dan syok melihat kekacauan didalam sana. Matanya mencari keberadaan Leila dan mendapatinya sedang berdiri didepan seorang perempuan yang terduduk di lantai.


"Siapa kamu?" tanya seorang wanita paruh baya yang bernama Emira sambil menatap Adrian dengan tajam.


Emira Rasyid dia adalah istri dari Adam Rasyid sekaligus mommy dari Liliana Rasyid, orang yang sedang terbaring di atas brankar.


"Tidak penting siapa aku! Aku datang bersama Leila" jawab Adrian dengan suara tegas.


"Oh jadi kamu kenalan perempuan sialan ini yang sudah membuat putriku terluka seperti ini ya" tunjuk Emira dengan emosi ke Leila.


"Singkirkan tanganmu dari nyonya saya!" bentak Lisa dengan suara tinggi.


"Beraninya kamu membentak istriku manusia rendahan!" bentak Adam tersulut emosi.


"Siapapun yang berlaku kasar dan menyakiti nyonya tidak akan saya lepas begitu saja" balas Lisa dengan tatapan membunuh.


"Perempuan sialan! Kamu pikir aku takut dengan ucapanmu itu! Hah. Detik ini juga aku bisa membunuhmu sialan!" bentak Adam dengan suara menggelegar.


"DIAM!" bentak Leila dengan suara menggelegar didalam sana.


"Dasar perempuan sialan! Beraninya kamu berbicara dengan suara tinggi di hadapan kami! Apa kamu tidak tahu siapa kami sialan?" tanya Emira dengan emosi.


"Aku memang tidak mengenal kalian karena aku hanya mengenal putri anda. Karena dia yang sudah menelpon aku kesini" jawab Leila dengan tenang tidak takut sama sekali.


"Mommy ayo beri dia pelajaran karena dialah aku seperti ini mom" adu Liliana dengan tatapan sinis.


"Perempuan berengsek! Aku akan membalas kamu seperti apa yang sudah kamu lakukan kepada putriku!" bentak Emora dengan emosi.


"Memangnya apa yang sudah aku lakukan nyonya? Aku tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi dengan putri anda jadi jangan coba memfitnah aku!" balas Leila dengan suara tegas.


"Ckk!! Penampilanmu saja yang terlihat seperti orang berada tapi ternyata kamu tidak mengakui kesalahan yang sudah kamu perbuat ya. Kamu itu seperti anak yang tidak berpendidikan dan ibaratnya seekor anjing lebih baik dari kamu" hina Emira sambil tersenyum mengejek.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Plak................


Semua orang disana kaget tak menyangka Leila akan menampar Emira. Wajahnya sampai menoleh ke samping karena tamparan Leila yang begitu kuat.


"Anda bilang saya anjing nyonya? Apa anda punya otak nyonya? Jika iya maka anda pasti bisa membedakan anjing dan manusia karena anjing tidak akan pernah bisa menampar orang seperti yang saya lakukan!" hardik Leila dengan suara menggelegar.


Wow Denis kamu harus lihat istrimu, batin Adrian yang berdecak kagum dengan apa yang dilakukan oleh Leila saat ini.


"Kamu berani menampar aku?" tanya Emira dengan syok.


"Iya saya berani karena memang anda perlu di beri pelajaran" jawab Leila dengan suara tegas.


"Aku akan membunuhmu sialan!" teriak Emira dengan suara menggelar.


Emira ingin menjambak rambut Leila untuk memberinya pelajaran tapi dengan cepat Lisa berdiri didepan Leila.


Ia memegang tangan Emira yang berontak ingin menghajar Leila. Melihat hal itu Leila bukannya menghindar tapi maju dan menjambak rambut Emira.


"Mommy" pekik Liliana dengan kaget melihat apa yang dilakukan Leila.


"Lepaskan aku perempuan sialan! Lepas!" teriak Emira kesetanan.


"Kamu ingin menghajar aku perempuan tua! Jangan panggil aku Leila Rose Arkana jika aku hanya diam saja!" bentak Leila.


Bugh..............bugh............bugh...........


Leila memukul kepala Emira sambil menjambak rambutnya dengan kuat. Lisa yang ingin melerai keduanya bingung harus melakukan apa.


"Lepaskan rambut istriku sialan!" bentak Adam dengan emosi.

__ADS_1


"Perempuan kurang ajar lepaskan mommy aku!" bentak Liliana dengan suara tinggi.


Adrian yang mendengar ucapan Liliana merasa tidak senang dan tak berkata apa-apa langsung menampar Liliana berkali-kali.


Sedangkan Claudia yang syok di lantai dengan tubuh penuh lebam dan bekas tamparan di kedua pipinya, diam saja tidak tahu harus melakukan apa.


"Sialan! Wanita ja**ng lepaskan rambutku berengsek!" teriak Emira sambil menahan rasa sakit di kepalanya.


"Beraninya kamu mengatai aku jal**g perempuan tua!" hardik Leila dengan suara tinggi.


Bugh..........bugh...........bugh............


Aaarrgghhh.............


Teriakan Emira melengking didalam sana merasa kepalanya sangat sakit. Ia yakin pasti rambutnya sudah banyak yang tercabut dari kepalanya.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN" bentak Denis dengan suara menggelegar didalam sana.


Ia kaget melihat kekacauan didalam sana apa lagi melihat semuanya saling berkelahi satu sama lain seperti di sirkus. Sedangkan mereka semua yang didalam sana berdiri mematung merasakan aura Denis yang sangat mencekam didepan pintu.


Denis memijit kepalanya melihat sang istri yang sedang menjambak rambut seorang wanita paruh baya, sedangkan Adrian yang ia suruh mengikuti sang istri malah asyik menampar seorang pasien di atas brankar.


"Suamiku" ucap Leila dengan kaget sambil melepas jambakannya.


"Bos" panggil Lisa dengan gugup sambil menunduk.


"Perempuan sialan! Aku akan membunuhmu hari ini" teriak Emira yang tak terima di perlakukan seperti itu.


Emira maju ingin menampar Leila tapi tiba-tiba tubuhnya terpental ke belakang dengan kuat karena tendangan Denis.


Brak............


"Mommy! Istriku!" teriak Liliana dan Adam dengan histeris kaget melihat tubuh Emira yang menghantam meja di belakangnya sampai patah.


Adam berlalu menghampiri istri dan membantunya untuk berdiri. Mata ambernya menatap Denis dengan tatapan berkilat tajam tapi tidak dipedulikan oleh Denis.


Dengan santai Denis menghampiri istrinya dan melihat apa istrinya terluka. Leila sendiri menegang melihat raut wajah sang suami yang tidak ada senyum sama sekali.


Mati aku pasti suamiku akan menghukumku, batin Leila dengan takut.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Glek................


Leila menelan salivanya dengan susah melihat sang suami yang tersenyum menyeringai menatapnya. Sedangkan Denis ia menahan emosinya yang akan meledak disana karena sang istri yang keluar tidak memberitahunya.


"Pulang aku akan mendisiplinkan istriku" bisik Denis dengan suara dingin.


Duar..............


Seperti di sambar petir tubuh Leila menegang mendengar bisikan suaminya. Denis melirik Lisa memberi perintah untuk menjaga istrinya.


"Berengsek! Beraninya kamu menendang istriku!" bentak Adam dengan emosi.


Grep...............


Denis mencekik leher Adam membuat semuanya kaget tak menyangka ia akan melakukan hal itu. Adam memukul tangan Denis untuk melepas cekikannya tapi Denis tidak melepasnya.


Melihat wajah Adam yang sudah merah padam dengan napas satu-satu membuat Denis tersenyum menyeringai.


Brugh..............


Ia melepas Adam begitu saja sehingga terjatuh di lantai sambil meraup oksigen sebanyak mungkin. Jantungnya berdetak dengan cepat tak menyangka ada orang yang berani berbuat seperti itu kepadanya.


"Jadi kamu yang sudah menghubungi istriku" ucap Denis dengan suara dingin dan tatapan tajam menatap Liliana.


"A......ku" ucap Liliana dengan gugup.


"Seharusnya kamu tahu karena siapa anda berada disini. Jika semalam itu aku maka aku akan membunuhmu karena sudah mengatai istriku ja**ng!" bentak Denis dengan suara menggelegar.


"Apa!" ucap Leila dengan kaget.


Ia baru mengetahui akar permalasahan yang sebenarnya. Entah kenapa emosi Leila tidak bisa ditahan dan rasanya ingin menampar mulut Liliana yang mengatainya jal**g.


Plak............plak.........plak.......plak.......


"Bangsat! Siapa yang kamu katai jal**g perempuan sialan!" bentak Leila dengan emosi.


Denis kaget melihat istrinya yang seperti singa betina sedang mengamuk. Ia syok baru kali ini melihat sifat sang istri yang seperti itu, setahunya istrinya adalah orang yang lemah lembut dan pemaaf.


Kenapa istriku bisa berubah seperti singa betina, batin Denis dengan bingung.


"Hey dude cepat bawa istrimu sebelum wanita ular itu mati" ucap Adrian dengan cepat.


"Itu lebih baik" balas Denis dengan santai.


"Sialan ini di rumah sakit berengsek!" hardik Adrian dengan kesal.

__ADS_1


"Ckk!!" decak Denis dengan kesal.


Meskipun begitu ia dengan cepat memeluk istrinya untuk tidak menampar Liliana lagi. karena yang dibilang Adrian betul, saat ini mereka sedang berada di tempat umum dan ia tidak ingin berurusan dengan polisi.


"Lepaskan aku sayang! Aku ingin merobek mulut kotor itu!" bentak Leila berontak dalam pelukan suaminya.


"Tenangkan dirimu sayang. Ingat kita sedang berada di rumah sakit" bujuk Denis dengan suara lembut.


Dada Leila naik turun menahan rasa marah dan kesal didalam dirinya. Ia berbalik memeluk tubuh suaminya mencari kenyamanan.


"Aku peringatkan kalian! Sekali lagi kalian mencari masalah dengan keluargaku maka aku akan melenyapkan keluarga kalian dari muka bumi ini" ancam Denis dengan suara membunuh.


Denis langsung menarik istrinya pergi dari sana tapi sebelum itu Leila meminta untuk membawa Claudia juga.


Lagian Claudia juga sudah di pecat mereka tadi karena menganggap tidak bisa menjaga Liliana. Padahal itu semua adalah kesalahan Liliana sendiri.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Aarrgghhh...............


Liliana berteriak kesetanan setelah kepergian Denis dan lainnya dari sana. Ia sangat marah karena Denis dan Leila sudah memperlakukannya seperti itu.


"Siapa mereka? Beraninya mereka berbuat seperti itu kepada keluarga kita?" tanya Adam dengan emosi di sofa.


"Denis Arkana Presdir dari DA Corp daddy****" jawab Liliana.


"Ckk!! Lihat saja daddy akan membalas mereka karena sudah mencari masalah dengan keluarga kita" ucap Adam dengan amarah menggebu-gebu.


"Aku setuju daddy. Tunjukkan kepada mereka kita ini siapa daddy" tambah Liliana dengan penuh kebencian.


"Pasti sayang" jawab Adam dengan berapi-api.


Adam lalu menghubungi kedua putranya yang berada di Turki dan menceritakan semuanya. Tak lupa ia juga menyuruh asistennya untuk memutus kerja sama dengan perusahaan DA Corp beserta cabangnya.


~ Roma, Italia ~


Roy dan anggota perkumpulannya sedang membaca laporan yang diberikan anak buah mereka tentang Liliana.


"Dasar perempuan bodoh" umpat William dengan emosi.


"Semua jejak anda dan perempuan itu sudah anda hilangkan kan Mr. Martinez?" tanya Sanches dengan cepat.


"Ya. Mereka tidak akan tahu jika kita berhubungan dengan Liliana Rasyid" jawab Roy dengan suara tegas.


"Baguslah"


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Yuri.


"Biarkan Adam Rasyid berurusan dengan anak sialan itu. Saat mereka lengah kita masukan orang kita untuk mengambil darah dan kornea matanya" jawab Roy sambil tersenyum licik.


"Lalu bagaimana dengan sidik jarinya?" tanya Henry.


"Ya benar jangan lupakan kita butuh sidik jarinya juga" tambah William dengan suara tegas.


"Aku sudah mendapatkannya. Berterima kasihlah kepada Martin Massimo yang mendapat sidik jari Denis saat ia ke mansion utama Massimo" jawab Roy sambil tersenyum lebar.


"Bagus. Ada gunanya juga si Martin Massimo! Hehehehe" ucap Yuri sambil terkekeh.


"Lalu dimana dia? Kenapa dia tidak datang ke pertemuan hati ini?" tanya Sanchez dengan penasaran.


"Indonesia. Ia ingin membalas Denis Arkana karena susah menghancurkan semua bisnisnya dengan tangannya sendiri" jawab Roy.


"****! Cari mati si bodoh itu?" maki Sanchez dengan kesal.


"Dia memang bodoh menyerahkan dirinya sendiri ke sarang monster" balas Henry sambil tersenyum menyeringai.


"Biarkan saja dia. Lagian itu pilihan dia bukan kita yang memaksanya" ucap William dengan santai.


"Heemmm"


"Jadi siapa kali ini yang akan anda kirim Mr. Martinez?" tanya Henry dengan suara dingin.


"Kalian akan tahu nanti" jawab Roy sambil tersenyum menyeringai.


~ Mansion Denis Arkana ~


Brak...............


Leila melonjak kaget saat suaminya membuka pintu mansion dengan kuat. Bukan hanya Leila saja yang kaget tapi pak Tio dan semua pelayan juga dibuat kaget.


Mereka menunduk melihat wajah Denis yang menghitam dengan rahang mengeras menandakan ia saat ini sangat emosi.


"KAMU KESINI!" bentak Denis dengan suara menggelar sambil menunjuk Lisa.


Glek.................


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue.................


__ADS_2