Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 165


__ADS_3

Mohon perhatian!


Untuk chapter ini ada adegan 21+ mohon kebijakan dari para reader's semuanya ya๐Ÿ˜


Denis tidak mau memikirkan orang itu saat ini karena hari ini adalah hari bersejarah dan paling membahagiakan dalam hidupnya.


Ia akan membahas orang itu dengan anak buahnya nanti setelah acara pernikahannya selesai. Denis lalu mengajak Leila untuk naik ke pelaminan agar bisa menyambut para tamu yang akan memberi ucapan selamat.


"Kamu sangat cantik sayang" bisik Denis sambil mengecup telinga Leila.


"Sayang" ucap Leila dengan malu-malu apa lagi wajahnya merah padam mendapat perlakuan seperti itu.


"Jangan membuat wajah seperti itu sayang" ucap Denis dengan suara serak.


"Loh memangnya kenapa sayang?" tanya Leila dengan wajah polos menatap Denis.


"Karena kamu menggoda aku sayang. Aku tidak jamin akan menahannya lebih lagi" bisik Denis sambil mempererat pelukannya di pinggang Leila.


Mata Leila melotot merasakan benda tajam di pahanya, ia tahu hal itu apa karena selama seminggu ini adiknya Arkan selalu saja berbicara vulgar merasa sangat penasaran dengan hubungan suami istri.


Hehehehe................


Denis terkekeh melihat wajah sang istri yang semakin merah padam. Ia memeluk Leila membenamkan wajahnya didalam dadanya karena tak ingin para tamu melihat wajah istrinya yang sedang tersipu malu.


Malam semakin larut tapi resepsi pernikahan Denis dan Leila belum selesai juga, apa lagi tamu yang diundang malam ini berjumlah ribuan.


"Aku panggilkan Lisa untuk mengantar kamu ke kamar ya sayang" ucap Denis saat melihat wajah sang istri yang terlihat sangat lelah.


"Tapi tamu kita masih sangat banyak sayang" balas Leila tak enak hati.


"Biar aku yang mengurus mereka sayang. Aku tidak mau istriku jatuh sakit karena kelelahan" ucap Denis dengan suara lembut sambil mengelus pipi Leila.


"Baiklah sayang" ucap Leila tak membantah karena memang ia sudah sangat lelah.


Denis lalu memanggil Lisa bersama Anisa untuk mengantar Leila ke kamar pengantin di lantai paling atas.


Amira yang sedang berbicara dengan teman arisannya segera menghampiri Denis saat melihat Leila pergi keluar dari ballroom hotel bersama Lisa, Anisa, dan beberapa pengawal.


"Istrimu kenapa nak?" tanya Amira dengan suara lembut.


"Kelelahan ma jadi aku suruh dia ke kamar kami lebih dulu" jawab Denis.


"Kamu segera menyusul istrimu sayang jangan biarkan dia sendiri. Biar acara ini mama dan Rayen yang mengurusnya" ucap Amira.


"Iya ma. Bentar lagi aku akan menyusul istriku setelah aku berbicara dengan rekan kerjaku yang baru saja datang" balas Denis sambil tersenyum manis.


"Iya nak"


Denis dan Amira lalu membaur dengan tamu hadiran disana.


20 Menit kemudian


Denis lalu pergi dari ballroom hotel setelah memberi perintah kepada Sandro, Arsen, Arkan, dan Rian untuk menghendel acara yang masih berlangsung karena ia ingin menyusul sang istri.


Ting.............


Lift berhenti di lantai 50 tempat kamar presiden suit yang hanya ada dua saja di lantai itu yaitu kamar untuknya dan satunya lagi milik sang mama.


"Selamat datang bos" ucap para pengawal yang berjaga di lantai tersebut.


"Thomas jangan biarkan satu orang pun naik ke lantai ini" titah Denis dengan suara dingin.


"Baik bos" ucap Thomas dengan suara tegas.


Denis berlalu masuk ke dalam kamar presiden suit dengan key card khusus yang hanya di pegang olehnya dan manajer hotel.


...๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ...


Saat masuk ke dalam kamar Denis melihat sang istri yang sedang dibantu MUA membersihkan makeup dan hiasan rambutnya.


"Sayang" panggil Leila dengan suara lembut saat melihat kedatangan suaminya dari cermin.


"Apa masih lama sayang?" tanya Denis dengan suara lembut.


"Iya sayang" jawab Leila sambil tersenyum manis.


"Heeemm"


Denis memilih mandi terlebih dulu apa lagi badannya terasa sangat lengket. Setelah melihat suaminya sudah masuk ke dalam kamar mandi, Leila meminta MUA untuk mempercepat pekerjaannya mereka.


Bukan tanpa alasan karena dia tahu suaminya tidak suka ada orang lain didalam kamar pribadi mereka.

__ADS_1


"Sudah selesai nyonya" ucap MUA.


"Terima kasih ya" balas Leila dengan suara lembut.


"Mari nyonya kami bantu membuka gaun pengantinnya" ajak MUA yang satunya.


"Iya"


Leila tidak menolak ajakan MUA tadi karena memang ia tidak bisa membuka gaun pengantinnya sendiri yang sangat susah jika dibuka sendiri.


"Kalau begitu kamu permisi nyonya" pamit MUA setelah menyelesaikan pekerjaan mereka.


"Terima kasih ya atas bantuan kalian hari ini" balas Leila sambil tersenyum manis.


"Sama-sama nyonya. Lagian ini sudah menjadi tugas kami nyonyaโ€œ


"Iya aku tahu tapi sekali lagi terima kasih ya"


"Iya sama-sama nyonya"


MUA itu lalu pamit pergi dan saat mereka menutup pintu bersamaan dengan pintu kamar mandi yang terbuka.


Glek............


Leial menelan salivanya dengan susah melihat suaminya yang keluar dengan handuk sepinggang yang menutup bagian bawahnya.


Matanya tak berpaling dari tubuh Denis yang sangat menggoda. Apa lagi perut kotak-kotaknya yang terlihat seperti minta di pegang.


Denis tersenyum tipis melihat istrinya yang kedapatan sedang melihat tubuhnya dengan tatapan lapar.


"Kamu boleh memegangnya sayang" ucap Denis dengan suara lembut.


Eehh.................


Leila tersentak kaget tak sadar jika suaminya sudah berdiri tepat didepannya. Wajahnya merah padam merasa sangat malu karena kedapatan terpesona dengan tubuh sang suami.


"Saya......ng" ucap Leila dengan gugup saat Denis memeluk tubuhnya dan mencium lehernya dengan lembut.


"Heemmmm" deham Denis yang sedang menikmati kegiatannya.


"A......ku mau mandi dulu sayang" ucap Leila dengan suara terbata-bata menahan suara desahannya yang hampir keluar saat merasakan napas Denis di lehernya.


"Jangan lama-lama sayang" bisik Denis dengan suara serak.


"Sabar. Sebentar lagi kamu akan masuk ke rumahmu" ucap Denis dengan suara serak menahan gairahnya.


40 Menit kemudian


"Mama, Arkan" umpat Leila dengan kesal.


Bagaimana tidak ia tak kesal saat tak mendapati baju tidur didalam koper dan hanya ada lingrei berwarna merah yang sangat seksi dan terbuka.


Mau tak mau ia harus memakai pakaian kurang bahan itu yang menurutnya seperti jaring ikan.


"Jangan malu Leila kamu bisa" ucap Leila menyemangati dirinya sendiri.


Ceklek.........


Ia membuka pintu perlahan-lahan dan mengeluarkan kepalanya lebih dulu ingin melihat dimana Denis. Tapi sialnya mata keduanya bertatapan karena Denis saat ini sedang duduk di ranjang dan hanya memakai bathrobe saja.


"Kamu kenapa tidak keluar sayang?" tanya Denis dengan kening mengerut.


"Ah! I......tu" ucap Leila dengan terbata-bata.


"Apa mau aku jemput kamu sayang?" tanya Denis sambil tersenyum menggoda.


"TIDAK" pekik Leila dengan suara tinggi.


...๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ...


Denis menatap istinya dengan bingung mendengar jawaban Leila barusan. Leila sendiri mengumpat kesal dirinya karena sudah kelepasan berbicara dengan suara tinggi.


Phew.............


Leila membuang napas dengan kasar menguatkan dirinya untuk tidak malu. Lagian Denis sekarang sudah menjadi suaminya dan berhak atas dirinya.


Kaki putih jenjang itu perlahan-lahan melangkah keluar dengan sangat pelan dari dalam kamar mandi. Denis yang sedari tadi menatap istinya seketika terlonjak kaget melihat penampilan istinya.


Jakungnya naik turun dengan tubuh panas dingin melihat Leila yang memakai lingerie merah padam. Gairahnya yang sedari tadi ia tahan sudah tidak bisa ia tahan lagi.


Dengan gerakan cepat ia melangkah menuju Leila yang berjalan seperti siput dari tadi.

__ADS_1


Cup.............


Denis mencium bibir Leila dengan brutal membuat Leila kaget tak menyangka akan dicium seperti itu. Keduanya saling melu**t dan bertukar saliva meski lebih didominasi oleh Denis.


Ah.............


Des***n Leila bergema saat Denis mencium dan memainkan kedua aset bagian atasnya. Denis n


mengendong Leila seperti koala tanpa melepas ciuman mereka menuju ranjang.


Sret............


Dengan sekali tarikan lingrei Leila dirobek Denis membuat Leila segera menyilang kedua tangan dan kakinya menutup tubuhnya yang polos.


"Sayang" ucap Denis dengan suara serak.


"Aku malu sayang" balas Leila sambil menoleh ke samping merasa sangat malu.


"Lihat aku sayang" ucap Denis memegang dagu Leila sehingga keduanya saling bertatapan.


"Kamu itu sudah menjadi istriku sayang dan jangan pernah malu untuk memperlihatkan dirimu kepadaku sayang" tambahnya dengan suara lembut.


"Heemmmm"


Denis perlahan-lahan menyingkir kedua tangan Leila dari dadanya dan seketika ia dibuat panas dingin melihat keindahan didepannya.


"Ini sangat indah sayang" ucap Denis dengan suara dingin.


Eemmmppp...........


Leila menutup mulutnya menahan suara desahannya yang akan keluar saat Denis memainkan bagian dadanya dengan lidahnya.


"Keluarkan saja sayang" ucap Denis dengan tatapan penuh gairah didepan Leila.


Ah.............


Des***n Leila akhirnya bergema kembali karena tak kuat menahan permainan lidah dan tangan suaminya di tubuhnya.


Sret............aaarrggh...........


Teriak Leila bergema merasa sangat kesakitan saat i**i tubuhnya saat dimasuki benda keras dan besar di bawahnya.


"Sakit sayang............hiks hiks hiks" ucap Leila sambil menangis.


Air matanya mengalir dengan deras merasa sangat sakit dan ngilu di bawah sana. Denis diam tidak bergerak dulu agar istinya merasa nyaman.


"Tahan ya sayang. Aku akan perlahan-lahan" bisik Denis dengan suara lembut.


Denis mencium Leila dengan lembut agar mengalihkan rasa sakitnya. Melihat istrinya yang sudah tidak kesakitan lagi perlahan-lahan ia mulai bergerak mencari kepuasan sekaligus memberikan kepuasan kepada istrinya.


Suara des**an kedua bergema didalam sana sudah tidak ada rasa sakit lagi tapi hanya ada rasa nikmat yang sulit dijabarkan dengan kata-kata.


Berkali-kali Leila membusungkan dadanya saya mendapat pelepasan tapi tidak membuat Denis berhenti bergerak di bawah sana. Ia seperti predator lapar yang tidak akan pernah puas merasakan kenikmatan saat ini.


Ah..............


Kembali terdengar desa**n panjang dari keduanya setelah mendapat pelepasan. Napas Leila satu-satu dengan keringat yang sangat banyak di sekujur tubuhnya bercampur aroma keringat sang suami.


"I love you my wife" ucap Denis dengan tatapan penuh cinta.


"I love you too my husband" balas Leila dengan tatapan sayu.


...๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ...


Denis yang melihat tatapan sayu sang istri kembali melahap istrinya hingga berkali-kali membaut Leila hanya pasrah melayani gairah sang suami yang sangat besar.


~ Roma, Italia ~


Terlihat kedua pria paruh baya sedang berbincang setelah bermain golf bersama.


"Jadi dia sudah menikah ya" ucap Roy Martinez yang membaca berita terbaru tentang Denis barusan.


"Ya dan pasangannya bukan dari keluarga sembarangan" balas Justin Massimo.


"Sepertinya kita harus segera bergerak dengan rencana besar kita" ucap Roy dengan suara tegas.


"Heemm! Malam nanti kita adakan pertemuan darurat bersama dengan mereka di tempat biasa"


"Baiklah"


Entah siapa dan apa yang akan mereka bahas nanti malam, tapi itu semua berhubungan dengan Denis dan rencana besar mereka yang selama ini gagal.

__ADS_1


...๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ...


To be continue..............


__ADS_2