
“Denis” lirih Leila dengan mata berkaca-kaca menatapnya.
Brugh……………
“Nona muda” pekik Leo dengan suara melengking melihat seorang pelayan menabrak Leila dan menumpahkan minuman ke dressnya.
“Maafkan saya nona muda. Maaf saya tidak sengaja nona muda” ucap pelayan tadi ketakutan.
“Kamu bisa kerja tidak sih! Dimana matamu!” bentak Leo dengan emosi.
“Ka Leo sudah jangan marah-marah terus malu tahu diliatin orang” ucap Leila dengan suara lembut.
“Tapi nona muda” ucap Leo yang langsung di potong Leila.
“Udah ka lagian aku tidak apa-apa. Cuma baju aku aja kok yang kotor kena wiski barusan” potong Leila dengan cepat.
“Nona muda maafkan saya. Saya mohon maaf sudah membuat baju anda kotor” lirih pelayan tadi semakin gemetar ketakutan.
“Tidak apa-apa. Lain kali perhatikan langkahmu” ucap Leila sambil menatap pelayan tadi dengan tatapan lembut.
“Sekali lagi maafkan saya nona muda” ucap pelayan tadi sambil menunduk merasa sangat bersalah.
“Kamu lanjutkan saja pekerjaanmu” titah Leila dengan suara tegas.
“Baik nona muda” ucap pelayan tadi sambil membungkuk dan pergi.
Leila lalu menyuruh Leo untuk mengantikan dirinya untuk memulai acara, karena ia tidak membawa baju ganti dan mau tak mau ia harus pulang lebih dulu. Sebelum pulang ia memilih naik ke kamar private di hotel mereka yang berada paling bagian atas hotel.
“Jadi dari perusahaan mana kamu Denis?’ tanya Kenzo sambil tersenyum menyeringai menatap Denis dengan cemooh.
Arsen ingin sekali merobek mulut Kenzo, tapi ia ditahan oleh Sandro setelah melihat isyarat tangan Denis untuk tidak bertindak. Biarkan dia yang mengurus Kenzo karena hanya dia saja yang bisa menghadapi iblis licik seperti Kenzo Arjuna.
“Memangnya ada peraturan jika aku tidak boleh kesini?” tanya Denis dengan senyum menyeringai.
“Pesta ini tidak cocok untuk anak seorang tukang sapu jalan seperti kamu Denis Arkana. Jadi lebih baik kamu pergi dari sini karena kamu tidak pantas berada bersama kami disini” ucap Kenzo sambil menghina Denis.
“Saya pikir CEO BakerTech adalah orang yang berpendidikan tinggi tapi ternyata saya salah. Anda malah menunjukkan sikap seperti orang yang tidak pernah bersekolah” ucap direktur Steven dengan suara menggelegar membuat semua pasang mata menatap ke arah mereka.
“Direktur Steven” ucap Kenzo dengan kaget.
Mata tajam direktur Steven menatap Kenzo dengan tajam tak suka mendengar ucapannya barusan, membuat Kenzo menelan salivanya dengan susah karena salah bicara saja bisa berimbas ke kerja sama mereka.
“Maaf jika ucapan saya membuat anda tersinggung direktur Steven. Saya hanya ingin memberitahu orang yang saya kenali mengenai posisinya tuan Steven” ucap Kenzo dengan sopan.
Arsen, Sandro, Rian, dan Adrian berdecak kesal dalam hati mengumpat kelakuan Kenzo yang bermulut manis didepan orang yang menurutnya penting.
Padahal ia barusan seperti rubah licik yang mengejek Denis, hanya karena status Denis sebagai anak tukang sapu jalan.
“Maksud anda orang ini tuan Kenzo?” tanya direktur Steven sambil menunjuk Denis.
“Iya direktur Steven. Dia ini orang yang sangat saya kenali dari dulu karena dia ini adalah anak seorang tukang sapu jalan yang statusnya tidak sama dengan status kita disini” ucap Kenzo dengan suara agak keras ingin mempermalukan Denis.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Denis tersenyum menyeringai melihat Kenzo, karena tahu maksud Kenzo berbicara seperti itu dengan suara keras agar semua orang tahu jati dirinya. Ia tidak merasa malu atau apapun karena menurutnya itu pekerjaan halal.
“Apa salah jika saya hanya seorang anak tukang sapu jalan tuan?” tanya Denis dengan suara dingin.
“Lebih baik anak tukang sapu jalan dari pada anak seorang koruptor” ucap Arsen sambil tersenyum smirk menatap Kenzo.
Kenzo menatap Arsen dengan tatapan tajam karena tahu yang ia maksud adalah dirinya, karena ayahnya baru-baru ini terbukti korupsi uang negara demi kepentingan pribadinya.
“Tuan Kenzo jadi menurut anda anak tukang sapu jalan tidak pantas berada disini?” tanya direktur Steven dengan suara tegas.
“Ini khusus untuk dia direktur Steven karena statusnya itu berbeda dengan kita semua disini” jawab Kenzo dengan cepat.
Hahahahaha…………….
Seketika tawa direktur Steven pecah didalam sana, membuat semua orang semakin bingung tak mengerti apa yang dipikirkan oleh direktur DA Corp yang terkenal sangat berwibawa dan tegas selama ini.
__ADS_1
“Tuan Leo tolong sampaikan permintaan maaf saya ke presdir BakerTech karena saya tidak bisa berlama lama ditempat ini karena ucapan karyawan anda yang menghina orang saya” ucap direktur Steven dengan suara tegas.
“Mohon maaf atas kelakuan CEO kami direktur Steven. Saya atas nama presdir meminta maaf atas sikap CEO kami yang sudah menyinggung anda” ucap Leo dengan suara tegas.
“Saya sangat kecewa dengan pelayanan perusahaan kalian tuan Leo”
Leo menggertak giginya menatap Kenzo seakan ingin menelannya hidup-hidup, karena sudah membuat keributan di acara ulang tahun perusahaan apa lagi sampai menyinggung klien penting mereka.
“Asal anda tahu tuan Kenzo dia ini adalah pengawal pribadi saya dan ia juga berpendidikan tinggi bahkan otaknya lebih pintar dari anda” ejek direktur Steven dengan sinis membuat wajah Kenzo merah padam karena malu.
“Ah! Satu lagi tuan Kenzo! Saya ini dulu anak tukang bakso keliling tapi saya tidak malu karena itu pekerjaan mulia dan halal menurut saya” ucap direktur Steven dengan tatapan tajam dan tegas.
Skakmat!
Kenzo tak bisa berkata apa-apa mendengar ucapan direktur Steven barusan dan ia baru saja sadar jika ia sudah membuat kesalahan besar. Leo menunjuk Kenzo dengan mata melotot tajam untuk menemuinya setelah acara ini selesai.
Sebelum keluar dari sana Denis menangkap gelagat aneh Ando yang sedang memberi sesuatu kepada seorang pelayan.
“Kalian pergi duluan jangan menungguku” titah Denis dengan suara tegas.
“Tapi bos” ucap Sandro yang langsung diberi polotan tajam Denis untuk tidak membantah.
Denis kemudian berjalan mengikuti pelayan tadi yang berjalan ke belakang dan menaruh sesuatu ke dalam minuman. Pelayan itu lalu melirik ke kanan dan kiri memantau jika tidak ada yang melihat apa yang ia lakukan barusan.
Setelah melihat tidak ada yang melihatnya ia kemudian bergegas naik ke lift dan dengan cepat Denis lalu mengikutinya masuk ke dalam lift. Pelayan tadi kaget saat melihat Denis merasa gugup sedangkan Denis berdiri seakan tidak ada apa-apa.
Ia lalu menakan tombol 1 lantai dibawah tombol lantai yang ditekan pelayan tadi. Selama dalam lift pelayan tadi merasa gugup dan gemetaran merasakan aura yang sangat mengintimidasi dari Denis.
Ting………….
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Denis keluar dengan santai dari dalam lift membuat pelayan hotel tadi bernapas dengan lega. Ia dengan cepat berlari menaiki tangga darurat ke lantai atas dan mengintip saat sampai disana, ternyata pelayan tadi memberikan minuman itu kamar yang di tempati Leila.
Setelah pelayan tadi sudah pergi dengan cepat Denis berlari menuju ke kamar yang di tempati oleh Leila dan berharap Leila belum meminumnya.
Leila yang hendak minum mengurungkan niatnya saat mendengar bel kamar yang berbunyi. Ia bergegas menuju ke depan lalu membuka pintu kamar untuk melihat siapa yang datang.
“Denis” ucap Leila dengan kaget tak menyangka Denis akan datang ke kamarnya.
Denis menerobos masuk mencari minuman yang baru saja diantar oleh pelayan tadi dan melihat tersimpan di atas meja.
“Kamu belum minum kan?” tanya Denis dengan suara dingin.
“Maksud kamu apa Denis?” tanya balik Leila.
“Itu” tunjuk Denis ke arah minuman diatas meja.
“Oh itu belum sempat aku minum karena bunyi bel barusan” ucap Leila dengan cepat.
Phew……………….
Denis membuang napas dengan lega, karena Leila belum meminumnya entah apa yang ditaruh pelayan tadi hanya dia saja yang tahu. Tak berkata apa-apa Denis lalu menarik Leila ke dalam pelukannya membuat Leila kaget bukan main.
“Denis” ucap Leila dengan kaget.
“Jadi kamu sudah bisa melihat? Huh!” tanya Denis sambil tersenyum smirk.
“Ya dan terima kasih karena kata-katamu waktu itu membuat aku semangat selama operasi” ucap Leila dengan tulus.
Mendengar ucapan Leila barusan entah kenapa Denis merasa bersyukur, karena ucapannya ternyata bermanfaat bagi orang lain meski kebanyakan ucapannya selalu membuat orang kesal dan emosi.
“Aku mencarimu selama ini Denis” ucap Leila sambil tersenyum manis menatap Denis.
Deg…………….
Jantung Denis berdetak dengan cepat melihat senyuman tulus dan manis dari gadis yang sedang ia peluk saat ini. Bukan cuma Denis saja tapi Leila juga merasakan hal yang sama seperti yang Denis rasakan saat ini.
Ceklek………..
__ADS_1
Denis menarik Leila masuk ke dalam kamar saat mendengar suara pintu yang dibuka, keduanya lalu masuk ke dalam lemari dan bersembunyi didalam sana untuk melihat siapa yang barusan masuk.
“Jangan bersuara” bisik Denis dengan suara pelan.
Leila mengangguk kepalanya menjawab ucapan Denis barusan dan melihat siapa yang berani masuk ke dalam kamar pribadinya, karena hanya dia yang memegang kunci kamarnya.
Siapa dia? Kenapa dia bisa masuk ke kamar pribadi aku di hotel ini, batin Leila penuh tanda tanya.
Mata coklat Denis menatap tajam sosok yang sangat dikenalinya yang sedang mencari keberadaan Leila. Sedangkan diluar Kenzo mengumpat kesal, karena Leila tidak berada didalam sana padahal ia sudah membayar mahal pelayan dan manajer hotel.
“Sial! Kemana sih perempuan sialan itu? Gagal sudah rencana aku untuk bisa menguasai BakerTech” teriak Kenzo dengan suara menggelegar didalam sana.
Leila kaget bukan main melihat orang yang berani masuk ke kamarnya dan berniat buruk kepadanya. Otaknya langsung merangkai kejadian saat Denis datang dan menanyakan tentang minuman tadi.
Jangan bilang ada sesuatu di minuman itu, batin Leila dengan syok.
Prang………………..
Bunyi benda pecah diluar sana mengagetkan Leila dari pemikirannya dan hampir saja ia berteriak, tapi dengan cepat Denis menutup mulutnya sehingga ia tidak jadi berteriak.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Tuan” ucap Ando yang masuk ke dalam saat mendengar suara pecahan dari depan pintu.
“Bawa pelayan sialan itu ke basecamp dan beri dia pelajaran karena sudah berani mempermainkan seorang Kenzo!” bentak Kenzo dengan suara tinggi.
“Baik tuan” balas Ando segera berlalu pergi.
Saking emosinya Kenzo tak sadar mengambil minuman disampingnya dan meminumnya hingga tak tersisa. Ia lalu berjalan keluar dari kamar president suit milik Leila untuk menemui Leo dibawah sana.
“Berengsek” maki Kenzo dengan emosi saat menunggu lift.
Denis dan Leila yang sudah keluar dari dalam lemari segera pergi dari sana sebelum Kenzo kembali lagi kesini, mata tajam Denis menatap Kenzo yang sudah berlalu masuk ke dalam lift.
Ia segera membawa Leila bergegas naik ke lift untuk pergi dari hotel ini karena disana sudah tidak aman lagi untuk Leila. Saat sampai di lobby Denis melihat Kenzo yang sedang menarik seorang perempuan yang sangat ia kenali masuk ke dalam lift.
Baguslah jika mereka berdua sudah bertemu, batin Denis sambil tersenyum menyeringai.
Leila diam saja tak bertanya kemana Denis akan membawanya pergi dan saat mereka sampai di lobby hotel tiba tiba limousine Denis berhenti didepan mereka.
“Bos ayok” ucap Sandro.
Keduanya bergegas naik ke dalam limousine Denis dan pergi dari sana. Denis melihat semuanya yang ternyata masih menunggunya dan tidak pergi dari sana.
“Bos” ucap Arsen sambil melirik Leila yang sepertinya sedang syok.
“Ke cafe kamu” ucap Denis dengan suara dingin.
“Baik bos” ucap Arsen segera memberitahu sopir untuk pergi ke cafe AS.
~ AS Cafe ~
Sampainya disana Leila menatap semuanya yang sedang menatapnya penuh tanda tanya membuat dia merasa gugup dan takut ditatap seperti itu.
“Jaga mata kalian jika masih ingin melihat besok” ucap Denis memperingati.
Seketika semuanya memandang ke arah lain membuat Leila semakin penasaran siapa sebenarnya Denis. Bukannya dia itu pengawal direktur Steven, tapi saat ini yang terlihat direktur Steven sangat menghormati Denis dan tunduk kepadanya.
“Jangan terlalu berpikir karena orang yang terlalu banyak ingin tahu biasanya mati muda” bisik Denis sambil tersenyum smirk.
Deg…………….
Leila kaget bukan main mendengar ucapan Denis barusan membuat Denis terkekeh, melihat wajah cantik Leila yang melotot kaget tak menyangka Denis akan mengatakan hal seperti itu dengan santai.
Sepertinya aku sudah masuk ke sarang singa, batin Leila dengan cemas.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue…………….
__ADS_1