
Napas Denis satu-satu terbangun dari tidurnya seperti baru saja dikejar hantu. Ia mengusap wajahnya dengan kasar, karena harus memimpikan kejadian di kehidupan sebelumnya yang membuat dia selama ini tak pernah tidur nyenyak.
“Sial” umpat Denis yang mengingat bulan ini sama dengan bulan kematiannya di kehidupannya sebelumnya.
Ia bangun dan bergegas minum air di atas nakas sebelah ranjang sesudah itu ia masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Saat keluar dari kamar mandi, Denis mengambil hpnya dan melihat ada begitu banyak panggilan dari Sandro dan Adrian.
“Halo bos” ucap Sandro dari seberang saat Denis menelponnya kembali.
^^^“Ada apa?” tanya Denis to the point dengan suara dingin.^^^
“Bos ada dimana? Maaf semalam aku tidak sadar lagi karena kebanyakan minum bos” ucap Sandro meminta maaf.
^^^“Ckk!! Kamu masih di apartemen artis gadungan itu kan” tebak Denis.^^^
“Apa kamu bilang bangsat. Siapa yang artis gadungan berengsek” hardik Adrian dengan emosi dari seberang.
^^^“Baguslah kalau kamu dengar” sinis Denis.^^^
“Awas kamu berengsek” ancam Adrian dengan suara tinggi.
^^^“Bawakan aku serapan dan baju ke apartemen paling atas”^^^
Denis lalu mematikan panggilannya sepihak tak menunggu balasan Adrian, ia bergegas keluar dari kamar setelah mengeringkan rambutnya dan memantau saham perusahaannya lewat iPad.
Ting………..tong………tong………………
Denis berlalu menuju pintu melihat siapa yang datang dan itu adalah Adrian.
Ia yakin Adrian akan datang sendiri lebih dulu, karena ia tidak akan menunggu Sandro dan lainnya karena harus membeli pakaian dan makanan untuknya.
Ceklek………………..
“Tutup pintunya” ucap Denis dengan suara dingin berbalik kembali setelah membuka pintu.
“Heh! Aku itu tamu sialan!” bentak Adrian dengan kesal.
“Heemmm” deham Denis dengan acuh.
Adrian berdecak kesal melihat sifat sahabatnya yang sangat dingin dan tidak memperdulikannya sama sekali. Meski pun begitu ia tetap menutup pintu sesuai ucapan Denis dan menyusulnya masuk ke dalam.
“Gila! Aku tidak tahu kalau kamu adalah pemilik penthouse disini” decak Adrian dengan kaget saat mengetahui kalau Denislah pemilik penthouse di apartemen ini.
“Ckk!! Kampungan” ejek Denis dengan sinis melihat Adrian yang seperti tidak pernah melihat penthouse selama hidupnya.
Tak berselang lama Sandro dan lainnya juga ikut datang ke penthouse Denis. Dan seperti Adrian mereka juga kaget tak menyangka kalau Denislah pemilik penthouse di Athena Kingdom dan sudah bisa dipastikan berapa harganya itu.
“Bos ada pesan dari tuan besar Regans” ucap Rian yang membaca pesan masuk di hpnya.
“Abaikan semua pesan dari dia. Aku tidak sudi bekerja sama dengan tua bangka itu lagi” ucap Denis dengan suara dingin.
“Wow dude kamu tahu kekuasaan tuan besar Regans kan?” tanya Adrian.
“Lalu? Apa aku harus menjilat kakinya dan menempel padanya seperti perangko” hardik Denis dengan suara tinggi.
“Bukan itu maksud aku dude”
“Aku bukan kamu yang menerima apa saja yang orang perbuat dan tidak bisa menolak atau membantah” ejek Denis sambil tersenyum sinis.
“Ya kamu benar dude” ucap Adrian membenarkan hal tersebut.
Adrian diam dengan wajah dingin tak mengatakan satu kata pun membuat Sandro dan lainya saling melirik. Tiba-tiba Adrian tersenyum menyeringai membuat mereka semua menatapnya dengan aneh.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Kamu masih sehat kan dude?” tanya Sandro dengan selidik.
“Apa kalian suka membuat keributan?” tanya Adrian sambil tersenyum penuh arti.
“Apa yang kamu rencanakan Ad?” tanya Denis sambil tersenyum menyeringai.
“Sesuatu yang pastinya membuat orang malu dan mungkin juga marah! Hehehe” jawab Adrian sambil terkekeh.
“Biasanya eike bakal marah kalau bos melakukan hal-hal aneh tapi kalau ini semua berhubungan dengan keempat penyihir itu eike dukung bos 100%” ucap Lola dengan suara tegas.
“Aku suka yang berbaur keributan dude. Jika ada permainan yang gila lainnya aku lebih bahagia lagi” ucap Sandro sambil tersenyum sinis.
“Aku akan ikut selama itu tidak membuat orang-orang terdekatku dalam bahaya” ucap Rian.
“Aku dari belakang layar saja ya” ucap Arsen sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“Ckk!! Penakut” ketus Sandro dengan sinis.
__ADS_1
“Kalau begitu ayok kita pergi sebelum terlambat dengan acara intinya” ajak Adrian dengan semangat.
Entah apa yang akan mereka lakukan, tapi itu semua pasti akan membuat semua orang jadi gempar dan pastinya akan membuat keributan yang sangat besar.
~ Hilton Hotel ~
Arsen, Rian, dan Sandro menatap bangunan didepan mereka dengan kaget tak menyangka mereka akan
membuat keributan di hotel bintang tujuh yang sangat mewah dan sudah terkenal mendunia.
“Kita tidak akan membuat keributan disini kan Adrian?” tanya Rian dengan cepat.
“Menurutmu” jawab Adrian dengan serius.
Mata keempatnya langsung menatap Adrian dengan tatapan kaget, merasa menyesal harus ikut membantu Adrian kali ini. Melihat hal itu Adrian hanya bisa tertawa memamerkan giginya tak bersalah.
“Eike seperti menyesal dukung you tadi” ucap Lola dengan suara gemulai.
“Aku juga” ucap Sandro mendengus kesal.
“Well! Aku tidak mau tahu karena tadi kalian yang mau membantuku dan tidak boleh ada yang mundur lagi” ucap Adrian dengan suara tegas.
“Ayo masuk” ajak Denis dengan suara dingin berjalan lebih dulu masuk ke dalam hotel.
Keenamnya masuk ke dalam hotel Hilton dengan langkah tegap dan pandangan lurus ke depan, membuat semua pengunjung hotel berdecak kagum melihat mereka.
Apa lagi saat ini mereka memaki baju kasual semakin membuat aura ketampanan mereka bertambah.
“Kita kemana Adrian?” tanya Rian dengan suara dingin.
“Ballroom” ucap Adrian sambil membuang napasnya dengan kasar.
Sebelum masuk ke dalam ballroom Sandro menatap Arsen memberi isyarat mengenai cctv untuk memanipulasi semua cctv didalam hotel dari saat mereka tiba disini.
Arsen mengangguk kepalanya mengerti isyarat yang di berikan oleh Sandro barusan.
“Selamat datang di pesta pertunangan aku guys” ucap Adrian sambil tersenyum menyeringai.
Brak………………
Bunyi pintu ballroom yang dibuka dengan kasar membuat semua pasang mata didalam sana kaget bukan main, apa lagi melihat mempelai pria yang baru saja datang dengan penampilan kasual.
“Aku tidak menyangka hari ini adalah hari pertunangan aktor sekaligus penyanyi terkenal kita Adrian Castel” ejek Denis sambil tersenyum sinis.
“Lebih baik kamu tutup mulut sialanmu itu dude” ketus Adrian.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Mohon tidak ada yang merekam jika tidak kalian akan di tuntut dengan pasal pelanggaran privasi” ucap Sandro dengan suara tegas dari atas panggung.
“Siapa kamu? Beraninya merusak acara anak kami!” bentak Ceaser Castel ayah dari Adrian.
“Who am i? You can asking to your son Mr. Castel” (siapa aku? Anda bisa bertanya ke anak anda tuan Castel) jawab Sandro dengan suara dingin.
“Beraninya kalian merusak acara kami!” bentak Helena Castel ibu tiri Adrian.
“Diam kamu perempuan ular. Jangan pernah membentak teman-temanku” hardik Adrian sambil menunjuk ibu tirinya.
“ADRIAN CASTEL!” bentak Ceaser dengan suara menggelegar.
Prang………..prang………………prang……………..
Bunyi pecahan gelas yang jatuh menggema didalam sana membuat suasana disana semakin ricuh. Ceaser menatap orang yang membuat keributan barusan dengan tatapan tajam seakan ingin mengulitinya hidup-hidup.
“Ah! Maaf tanganku keseleo barusan” ucap Denis sambil mengangkat tangan kirinya.
Adrian dan lainnya menatap Denis sambil tersenyum penuh arti karena tahu jika itu hanya akal-akalan Denis saja. Rian menatap bosnya sambil tersenyum penuh arti tahu jika mereka boleh berbuat apa saja didalam sana.
“Kamu memang tukang pembuat keributan dude! Hehehe” ucap Adrian sambil terkekeh.
“Terima kasih atas pujiannya” balas Denis dengan suara dingin.
Ceaser menatap putra semata wayangnya dengan tatapan berkilat tajam seakan ingin menelannya hidup-hidup.
Begitu juga dengan Helena dan kedua putranya yang menatap Adrian dengan tatapan tidak suka dan selalu ingin menjatuhkan Adrian selama ini.
“Jangan membuat papa malu Adrian. Kamu tahukan hari ini hari apa?” tanya Ceaser dengan rahang mengeras.
“Lola kamu tahu hari ini hari apa?” tanya Adrian dengan santai.
“Hari sabtu lah bos memangnya hari apa lagi” jawab Lola dengan suara gemulai.
“Ah! Benar kamu Lola. Hari ini kan hari sabtu papa memangnya papa tidak melihat kalender?” tanya Adrian sambil tersenyum penuh arti.
__ADS_1
“Adrian castel hari ini adalah hari pertunangan kamu dengan Melinda!” bentak Ceaser dengan suara tinggi.
“Pertunangan? Apa aku pernah menjawab akan bertunangan dengan ja***g itu?” tanya Adrian dengan suara tinggi.
“Berengsek berani sekali kamu mengatai anak saya ja***g!” bentak Heru Adam dengan suara tinggi.
“Ckk!! Hey pak tua lebih baik kamu diam saja sebelum aku merobek mulutmu disini” ketus Adrian dengan tatapan tajam.
“Adrian Castel jaga ucapanmu itu!” bentak Ceaser dengan emosi.
“Jangan membentak aku. Kamu pikir aku akan sama seperti mama yang diam saja menerima semua perlakuan kasarmu selama ia hidup” hardik Adrian dengan suara menggelegar.
“Kamu” tunjuk Ceaser dengan wajah merah padam.
“Sampai kapanpun aku tidak sudi bertunangan dengan ja***g itu. Kenapa kamu tidak memilih salah satu dari putra pe****rmu itu untuk bertunangan hari ini tuan Ceaser Castel” ejek Adrian dengan sinis.
“Jangan mengatai mama aku sialan” hardik Aldo adik tiri Adrian dengan suara tinggi.
“Siapa kamu berani meninggikan suara didepanku anak haram!” bentak Adrian dengan emosi.
Adrian dan Aldo saling menatap dengan tatapan permusuhan membuat suasana disana semakin menegangkan saja. Lola sendiri sedari tadi menatap Melinda dengan sinis tak menyukainya.
“JANGAN MENYENTUHKU BANCI MURAHAN” hardik Melinda dengan suara tinggi membuat semua mata menatap keduanya.
“YOU BILANG EiKE APA JA***G HINA!” bentak Lola dengan suara menggelegar.
“Hehehehe! Dia sudah membangunkan singa jadi-jadian” ucap Rian sambil terkekeh.
“Bertaruh 5 juta. Perempuan itu akan jatuh dalam 10 menit” ucap Arsen sambil tersenyum menyeringai.
“Oke. Aku 5 menit” ucap Rian.
“Deal” ucap keduanya serentak.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Prang……………….prang………………prang………………..
Bugh……………..bugh…………………..
Bunyi pecahan dan pukulan terdengar didalam sana dan pada menit kelima Melinda terjatuh karena tendangan Lola di perutnya barusan. Rian menatap Arsen tersenyum penuh arti kalau dialah pemenangnya.
“HENTIKAN” teriak Ceaser menggelegar didalam ballroom hotel.
Matanya menatap tajam Adrian yang sudah merusak acara hari ini apa lagi sudah mempermalukan namanya didepan rekan kerjanya. Sedangkan orang yang menjadi biang pengacau bersedekap tangan di dada sambil tersenyum sinis.
“BAWA PERGI TEMAN SIALANMU ITU DARI SINI JIKA TIDAK AKU AKAN MENCORET KAMU DARI PEWARIS KELUARGA CASTEL” hardik Ceaser dengan suara menggema.
“SIAPA KAMU BERANI MENCORET CUCUKU DARI PEWARIS KELUARGA CASTEL!” bentak suara penuh wibawa dengan tegas dari arah pintu.
“Papa. Kakek” ucap keduanya dengan serentak.
Hans Castel kakek sekaligus papa dari Ceaser Castel yang selama ini berada di Swiss negara kelahirannya, karena ingin menghabiskan masa tuanya disana.
Ia terbang ke Indonesia setelah mendapat informasi dari tangan kanannya mengenai pertunangan cucu semata wayangnya yang tidak ia tahu.
“Kakek i miss you” ucap Adrian dengan suara lembut sambil memeluk Hans.
“Kakek juga merindukanmu boy. Kamu jangan takut lagi karena kakek sudah ada disini” ucap Hans dengan suara tegas.
“Aku tidak takut kek. Seorang Adrian Castel takut itu bukan gaya aku kek” ucap Adrian dengan sombong.
Cih! Tidak takut apanya. Tadi saja minta kami untuk membuat kekacauan di pertunangannya, batin Sandro mengejek.
“SEMUA BUBAR ACARA HARI INI BATAL” ucap Hans dengan suara menggelegar didalam ballroom.
“Papa” hardik Ceaser dengan suara tinggi.
“Diam kamu anak bodoh! Belum giliran kamu!” bentak Hans menunjuk putranya itu.
“Tuan Ceaser kerja sama kita hari ini batal. Kalian akan menerima balasannya karena sudah mempermalukan keluarga kami” ucap Heru Adam dengan emosi.
“Tuan Heru Adam yang terhormat sebaiknya anda tahu posisi anda sebelum mengancam keluargaku” ucap Hans memperingati.
Heru Adam bersama keluarga besarnya pergi meninggalkan ballroom hotel meninggalkan Denis dan lainnnya disana. Tak berselang lama seseorang yang sangat dibenci oleh Denis muncul didepannya.
“Itu kamu Denis Arkana. Aku tidak menyangka akan bertemu kamu disini setelah sekian lama” ucap Kenzo sambil tersenyum penuh arti.
“Heemmm” deham Denis mengepal kedua tangannya dengan kuat menahan emosi dalam hatinya melihat orang yang paling ia benci selama hidupnya.
“Bukannya kamu malam ini akan terbang kembali ke Rusia Denis?” tanya Kenzo sambil tersenyum menyeringai.
Ehhhhh…………………
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue………………..