Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 105


__ADS_3

Ando diam saja tak perduli dengan apa yang dilakukan oleh Kenzo saat ini karena menurutnya itu tidak penting dan itu juga bukan barang miliknya.


Orang kaya bodoh, batin Ando dengan mencibir kelakuan Kenzo saat ini.


Glek……………


Kenzo meminum tequila langsung dari botolnya setelah puas melampiaskan semua emosinya karena lagi-lagi rencananya untuk menculik Leila gagal.


Padahal ia sudah bekerja sama dengan direktur Abraham untuk menyingkirkan Leila dari posisinya, sebagai presdir sebelum mereka berdua yang akan disingkirkan.


“Hubungi pak tua itu dan beritahu jika rencana kita lagi-lagi gagal” ucap Kenzo dengan suara tinggi.


“Sudah aku sampaikan tuan” balas Ando dengan suara dingin.


“Suruh perempuan sialan itu segera bersiap dengan rencananya” ucap Kenzo sambil tersenyum licik memikirkan rencana untuk membalas Denis.


“Baik tuan” ucap Ando dengan patuh.


“Ah! Dimana ja**ng peliharaanku itu?” tanya Kenzo saat mengingat kekasihnya Alexa.


“Nona Alexa sedang berada di bogor menemani tuan Sergio selama 3 hari tuan” jawab Ando sambil menatap posisi GPS Alexa dari iPad.


“Hehehe! Jangan lupa cek pembayaran mereka” ucap Kenzo sambil terkekeh.


“Pembayaran mereka sudah masuk dari sejam yang lalu tuan” balas Ando memberitahu.


“Good”


“Setelah dia selesai segera kirim dia ke Mr. Liman di hotel AS” titah Kenzo dengan suara tegas.


“Baik tuan”


“Bawakan seorang pelayan kepadaku sekarang” ucap Kenzo dengan suara dingin.


“Baik tuan”


Ando segera turun ke lantai satu dan memberitahu pak Tedi mengenai perintah Kenzo barusan yang sudah dipahaminya. Ia lalu memanggil seorang pelayan yang biasa melayani tuannya jika sedang membutuhkan pelampiasan.


Melihat pelayan itu sudah diantar kepada Kenzo dengan cepat Ando memilih keluar menuju taman di depan untuk duduk disana, karena tidak ingin mendengar suara ******* Kenzo didalam sana.


Ia lalu mengambil hpnya dan menghubungi wanita yang sudah mengisi hatinya padahal dulu ia sangat membenci wanita itu, tapi semenjak 1 bulan yang lalu ia mulai merasakan getaran aneh dihatinya dengan ibu dari anaknya.


“Halo mas” ucap Ara dari seberang dengan suara lembut.


^^^“Kamu ada dimana sayang?” tanya Ando dengan suara tak kalah lembut kepada tunangannya.^^^


Ya Ando tidak mau membuang waktu hanya untuk berpacaran dan langsung meminta Ara kepada Sandro dan Mega untuk menikahinya demi buah hati mereka. Ia juga sudah merasakan jika Ara adalah wanita yang cocok untuknya.


“Baru saja selesai pakaikan Ari baju tidur mas” jawab Ara dari seberang.


^^^“Kita video call sayang” ucap Ando segera mengalihkan panggilan mereka ke panggilan video.^^^


^^^“Dimana Ari sayang?” tanya Ando dengan suara lembut.^^^


“Ari ini ayah lagi nyari kamu nak” panggil Ara kepada anaknya yang sedang bermain diatas sofa didalam kamarnya.


“Ayah” pekik Ari dengan suara melengking saat melihat wajah Ando dilayar hpnya.


^^^“Anak ayah ganteng banget” puji Ando sambil tersenyum manis.^^^


“Ayah apan datan? Ali au main ama ayah?” tanya Ari dengan suara cadel.


^^^“Besok ayah akan kesana buat ketemu sama Ari ya nak” jawab Ando.^^^


“Yeayy!!! Esok ayah datan” pekik Ari dengan senang.


Ari berlari keluar sudah tidak ingin lagi berbicara dengannya dan ingin memberitahu sang oma tentang ayahnya yang akan datang besok untuk menemuinya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Kamu beneran besok bisa datang mas?” tanya Ara dengan cepat.


^^^“Aku usahakan sayang” jawab Ando dengan cepat.^^^


“Jangan dipaksain jika tidak bisa ya mas. Aku takut bos kamu tahu lagi tentang anak kita” ucap Ara dengan cemas.

__ADS_1


^^^“Semua akan baik-baik saja sayang. Kamu jangan takut ya”^^^


“Iya mas”


^^^“Ya sudah nanti aku hubungi lagi ya sayang”^^^


“Iya mas”


Ando segera mematikan panggilannya saat melihat mobil Jason di pintu gerbang, karena tak ingin ada yang tahu apa yang sedang ia lakukan karena bisa saja nyawa keduanya terancam.


“Apa yang kamu lakukan diluar sini dude?” tanya Jason dengan selidik.


“Menikmati angin malam” jawab Ando dengan suara dingin dengan wajah datar seperti biasanya.


“Dimana bos?” tanya Jason.


“Ada di lantai dua” jawab Ando dengan singkat.


Jason segera berlalu ke dalam mansion untuk menemui Kenzo dan melaporkan bisnis mereka yang sudah berhasil mereka kirimkan ke Mr. Fujikama di Jepang.


Sampainya dilantai dua Jason berdecak kesal melihat pemandangan didepannya dimana Kenzo sedang melakukan hubungan badan disana. Ia kembali turun dan menemui Ando ingin memarahinya, karena tidak memberitahunya tentang apa yang sedang dilakukan oleh Kenzo.


“Sialan! Kenapa kamu tidak beritahu aku kalau bos sedang bersenang-senang diatas sana sialan” hardik Jason dengan suara tinggi.


“Kamu kan tanya bos dimana bukan bos sedang melakukan apa” ucap Ando sambil tersenyum menyeringai menatap Jason dengan sinis.


“Ckk!!” decak Jason tak bisa membalas ucapan Ando.


Keduanya lalu duduk disana sambil menghisap rokok menunggu Kenzo selesai dengan kegiatannya dan mereka bisa melaporkan semua pekerjaan mereka lalu pulang ke rumah.


~ Markas Black Damon ~


Crash………………crash……………….crash……………..


Suara cambuk bergema dengan bau anyir darah yang sangat kental menguar didalam sana. Leila yang baru pertama kali melihat adegan seperti itu seketika muntah tak bisa menahan rasa gejolak didalam perutnya.


Hoek………………


Leila memuntahkan semua isi perutnya membuat Arkan segera memapah kakaknya untuk pergi dari sana.


“Iya bentar lagi kita pulang ka” balas Arkan dengan suara lembut.


Aarrgghh………….


Teriakan orang tadi dari dalam ruang interogasi membahana hingga ke lantai dua, dimana Leila sedang berada bersama dengan Arkan yang membantunya meredakan rasa mual.


“Apa mereka semua disana tidak mual atau takut melihat hal seperti itu dek?” tanya Leila dengan cepat.


“Kami sudah terbiasa dengan hal seperti itu ka. Malahan ini tidak terlalu parah jika bos yang turun tangan langsung ka” ucap Arkan menjelaskan.


“Bos? Sejak kapan kamu memanggil Denis bos dek?” tanya Leila dengan selidik.


“Sejak aku datang kesini” jawab Arkan dengan jujur.


Leila menatap adiknya yang berubah total dari Arkan yang ia kenal selama ini dan ia sudah seperti kakak mereka yang kelihatan seperti orang bule, dengan rahang tegas seperti daddy mereka. Apa lagi tinggi Arkan yang ia perkirakan sama tinggi dengan kakaknya atau mungkin lebih tinggi sedikit.


“Apa saja yang kamu makan selama ini dek sampai kamu berubah drastis seperti ini?” tanya Leila dengan cepat.


“Makanan sehat tapi perubahan aku ini karena latihan fisik yang aku lakukan setiap hari ka” jawab Arkan dengan jujur.


“Memang latihan fisik seperti apa yang kamu lakukan setiap hari dek?” tanya Leila dengan penasaran.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Arkan diam tak menjawab pertanyaan kakaknya, karena ia bingung harus menjawab apa dan ia pastikan kakaknya Leila akan syok saat mendengar jawabannya.


“Push up 200 kali, lari keliling markas 10 kali, berlatih tinju 3 jam, mua thay 2 jam, dan angkat beban maksimal 2 jam setiap hari” jawab Denis dengan suara dingin membuat keduanya langsung menoleh ke arah suara.


Leila menutup mulutnya merasa mual melihat badannya Denis yang penuh dengan darah dan seketika ia berlari menuju kamar mandi yang ditunjuk oleh Arkan.


“Bos” panggil Arkan.


“Direktur Abraham dan CEO BakerTech adalah dalang yang mengirim orang-orang itu untuk menculik Leila” ucap Denis dengan suara dingin.


“Lalu apa yang harus kita lakukan kepada mereka bos?” tanya Sandro yang datang bersama Rian dan Arsen.

__ADS_1


Denis diam tak langsung menjawab melainkan duduk di sofa yang biasa ia tempati, sambil memberi isyarat kepada Arsen untuk membawakannya segelas tequila.


Pikirannya memikirkan balasan apa yang tepat untuk kedua orang itu yang selama ini sudah berani mengusik miliknya saat ia tidak ada. Bibirnya tersenyum menyeringai memikirkan ide licik di kepalanya dan hal ditangkap oleh Sandro dan lainnya, tahu jika pasti sebentar lagi mereka akan melakukan hal gila.


“Hukuman yang cocok untuk mereka adalah membalas mereka dengan cara yang sama” ucap Denis sambil tersenyum smirk.


“Aku dengar direktur Abraham sangat menyayangi anak perempuannya” ucap Rian dengan suara dingin.


“Apa kita boleh bersenang-senang dengan dia bos?” tanya Sandro dengan cepat.


“Aku sarankan kamu jangan menidurinya karena dia itu seorang ja***g yang terkenal di Singapura dan berkedok sebagai mahasiswa padahal aslinya dia itu bi**h” jawab Arsen dengan cepat.


“Dari mana kamu tahu bocah empat mata?” tanya Sandro dengan selidik.


“Sebelum berperang lebih baik kamu mencari tahu tentang musuhmu dulu dan bisa kamu gunakan informasi itu sebagai taktik untuk menyerang mereka” jawab Arsen dengan suara dingin.


“Ckk!! Kamu sok pintar” decih Sandro dengan kesal.


“Aku memang pintar dan itu adalah fakta” balas Arsen dengan bangga.


“Ckk!!” decak Sandro dengan tatapan sinis.


“Jadi apa yang harus kita lakukan bos?” tanya Rian yang sedari tadi diam.


“Beri pelajaran kepada direktur Abraham dan antek-anteknya! Jangan lupa bongkar semua kejahatannya selama ini ke publik. Sedangkan untuk Kenzo hancurkan semua bisnis gelapnya biar dia tidak punya dukungan dan kekuatan lagi” ucap Denis dengan suara tegas.


“Baik bos” ucap semuanya dengan suara tegas.


“Jangan bilang kalian semua adalah mafia” ucap Leila dengan syok setelah keluar dari toilet dan mendengar semua pembicaraan mereka.


“Ka Leila” ucap Arkan dengan kaget.


Leila menatap mereka semua dengan selidik dan melihat ke sekelilingnya yang terdapat banyak sekali jenis senjata disana dan orang-orang yang memegang senjata ditangan mereka.


“Ka aku bisa jelaskan” ucap Arkan yang berjalan mendekati Leila.


“Jangan mendekat! Berhenti disana Arkan Luis Baker” hardik Leila dengan suara menggelegar didalam sana.


Langkah kaki Arkan terhenti mendengar ucapan kakaknya dan ia tidak menyangka jika kakaknya akan bertingkah seperti itu setelah mengetahui identitas mereka yang sebenarnya.


“Pergi” usir Denis dengan suara dingin dan tegas.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Semuanya beranjak pergi dari sana meninggalkan Leila dan Denis sendirian disana. Tubuh Leila gemetaran karena syok setelah mengetahui identitas yang sebenarnya dari Denis kekasihnya dan bahkan adiknya juga sudah ikut bergabung bersama mereka.


Grep…………


“Lepaskan aku! Lepaskan aku!” teriak Leila dengan suara tinggi saat tangannya tiba-tiba ditarik oleh Denis.


Denis tidak memperdulikan teriakan kekasihnya dan membawanya dengan paksa masuk kedalam kamar pribadinya disana. Sedangkan Arkan yang mendengar teriakan kakaknya dan pintu yang tutup dengan keras barusan membuat dia sangat cemas.


“Tenang saja bocah kakakmu akan baik-baik saja dengan bos” ucap Sandro sambil merangkul pundaknya dan mengajaknya pergi dari sana.


“Apa kakak yakin?” tanya Arkan yang  masih belum tenang.


“100% yakin” jawab Sandro dengan suara tegas.


Keduanya  bergegas pergi dari sana mengikuti Arsen yang menuju ruangannya untuk melakukan perintah Denis tadi, sekaligus ingin mendengar cerita tentang mereka selama berada di Amerika.


“Kenapa kamu menjadikan Arkan sebagai anggota mafia?” tanya Leila dengan suara tinggi setelah mereka berada didalam kamar.


“Karena aku seorang mafia” jawab Denis dengan santai sambil membuka kemejanya yang ada noda darah.


“Apa hak kamu menjadikan adik aku menjadi seorang mafia Denis Arkana?” tanya Leila dengan emosi.


Deg……………..


Tubuh Leila menegang melihat tato Denis yang penuh di belakangnya membuat dia bergetar ketakutan melihat tato iblis pencabut nyawa bermata merah yang sangat mengerikan.


“BLACK DAMON” ucap Denis dengan suara tegas dan dingin membuat Leila tersentak dari ketakutannya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue……………….

__ADS_1


__ADS_2