Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 86


__ADS_3

Semua mata seketika memandang ke arah mereka membuat Liam sangat malu, karena menjadi pusat perhatian tapi tidak dengan Keysa yang terus mempolotinya dengan tajam seakan ingin menelannya hidup-hidup.


“Kamu itu bikin malu aja Key” ucap Liam dengan kesal.


“Malu! Lalu muka aku begini apa aku tidak malu sialan!” hardik Keysa dengan suara tinggi.


Melihat Keysa yang tidak akan pernah tenang dengan cepat Liam menyeretnya pergi dari sana, karena sudah sangat malu menjadi pusat perhatian pengunjung cafe yang sangat ramai saat ini.


“Kamu mau bawa aku kemana sih Liam?” tanya Keysa dengan kesal.


“Ke tempat yang lebih sepi yang tidak akan membuatku malu” jawab Liam dengan kesal.


“Gimana kalau kita ke apartemen kamu saja” usul Keysa.


“Oke”


Liam segera melajukan mobilnya membelah jalanan malam menuju apartemen miliknya yang berada di Imperial Kingdom.


~ Imperial Kingdom ~


Sampainya di apartemen Keysa segera masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang lengket, karena expresso dan beruntung expresso tadi tidak panas sehingga wajahnya tidak melepuh.


“Wine” tawar Liam setelah Keysa keluar dari kamar mandi.


“Ya” ucap Keysa.


Keduanya lalu meminum wine sambil melihat pemandangan malam kota Jakarta dari jendela apartemen. Liam yang penasaran dengan pacarnya Denis segera menyuruh Keysa untuk memberitahunya.


“Kamu tidak akan sangka siapa pacarnya tuan muda” ucap Keysa sambil tersenyum menyeringai.


“Siapa pacarnya? Apa dia itu orang penting di negara ini atau hanya seorang gadis miskin?” tanya Liam dengan sinis.


“Presdir BakerTech pacarnya tuan muda Denis” jawab Keysa dengan suara tegas.


“APA” pekik Liam dengan kaget.


“Maksud kamu nona muda keluarga Baker Leila Rose Baker?” tanya Liam dengan selidik.


“Ya”


“Kamu tidak sedang membohongi aku kan?” tanya Liam lagi.


“Apa wajah aku ini kelihatan sedang berbohong sialan” ketus Keysa dengan kesal.


Liam menggelengkan kepalanya menjawab ucapan Keysa dimana wajahnya terlihat sangat serius, menandakan apa yang ia katakan barusan itu adalah fakta dan tidak ada kebohongan sama sekali.


“Aku harus memberitahu hal ini kepada Kenzo” ucap Liam sambil tersenyum menyeringai.


“Terserah kamu tapi aku ingin kamu membantu aku memberi pelajaran kepada perempuan ja**ng itu” balas Keysa dengan tatapan tajam.


“Oke aku akan membantumu. Tapi apa yang akan aku dapatkan?” tanya Liam sambil tersenyum lebar.


“Apa yang kamu inginkan?” tanya balik Keysa.


“Kamu” jawab Liam dengan sensual.


“I’m yours baby” (aku milikmu sayang) ucap Keysa sambil tersenyum lebar.


Liam dengan cepat membawa Keysa menuju kamarnya, menghabiskan malam ini bersama dengan Keysa didalam sana. Ia tidak menyangka jika dialah orang pertama untuk Keysa dan hal itu semakin membuat Liam tertarik untuk menikmati tubuh Keysa terus menerus.


~ Markas Black Damon ~


Arsen tiba bersamaan dengan Sandro dan Rian yang juga tiba dengan mobil mereka masing-masing di markas. Ketiganya bergegas masuk ke dalam markas untuk segera menemui Denis.


“Dimana bos?” tanya Sandro kepada Max.


“Bos besar sedang berbicara dengan dokter Bimo di ruangannya bos” jawab Max dengan suara dingin.


Sandro segera pergi dari sana tapi baru dua langkah ia berbalik kembali memanggil Max, membuat Arsen dan Rian menatapnya dengan bingung untuk apa memanggil kembali Max.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


“Bagaimana hasil tes bocah itu?” tanya Sandro yang ingat jika kemarin adalah hari terakhir Arkan berada didalam kandang Sita.


Mendengar hal tersebut Arsen dan Rian segera menatap Max ingin mendengar jawaban Max tentang tes yang dilakukan oleh Arkan.


“Bos bisa menonton hasil tesnya di rekaman cctv” jawab Max dengan suara dingin sambil berlalu pergi.


Eeehh…………….


Rahang Sandro seperti ingin terlepas dari tempatnya mendengar jawaban Max, yang menyuruhnya untuk menonton rekaman cctv di kandang Sita agar bisa tahu hasil tes Arkan kemarin. Ingin rasanya ia mengejar Max dan memberinya pelajaran, tapi ia ditahan oleh Arsen dan Rian untuk tidak bertindak gegabah.


“Jangan pedulikan Max mungkin dia sedang sibuk sehingga tidak punya waktu untuk memberikan penjelasan kepada kita” ucap Rian dengan suara dingin.


“Ckk!! Awas kamu Max” decak Sandro dengan kesal.


Sedangkan Arsen segera mengirim pesan kepada Mark untuk mengirim rekaman cctv Arkan kemarin.


Sepanjang jalan menuju ruangan Denis ia menonton dengan serius rekaman tersebut dan tak menyangka jika Arkan akan berhasil melewati tesnya, bahkan dia mengalahkannya dengan bertahan melebihi waktu batasnya.


Aku yakin kamu akan menjadi orang yang berbeda setelah kembali dari Amerika nanti, batin Arsen dengan tulus.


Tok……………tok……………..tok………………..


Sandro mengetuk pintu ruangan pribadi Denis dan tak lama Bimo membukakan pintu buat mereka bertiga dan bergegas keluar, karena sudah tidak ada lagi yang harus ia bahas dengan Denis.


“Bos kenapa manggil kami kesini?” tanya Sandro dengan cepat setelah berada didalam ruang Denis.


“Cari tahu rencana licik Liam dan Keysa dan semua informasi mengenai keduanya kenapa bisa saling mengenal” titah Denis dengan suara dingin.


“Aku sudah mendapat informasi mengenai kedekatan keduanya  bos” ucap Arsen dengan suara dingin.


“Katakan” ucap Denis.


“Keduanya ternyata teman sekolah dari SD hingga SMP bos dan putus komunikasi saat masuk SMA, karena Liam melanjutkan sekolahnya di Amerika. Mereka baru bertemu kembali sehari setelah acara ulang tahun perusahaan bos di Zeus club dan sejak itu keduanya selalu menghabiskan waktu bertemu. Saat ini mereka berdua berada di apartemen Liam di Imperial Kingdom sedang memadu kasih bos” papar Arsen menjelaskan.


“Ckk!! Bi**h” dengus Sandro dengan sinis.


“Lalu apa kamu sudah dapat informasi tentang apa yang sedang mereka rencanakan?” tanya Rian.


“Aku yakin Liam pasti menyuruh Keysa untuk memberikan informasi mengenai bos kepadanya. Apa lagi Keysa bekerja di restoran nyonya besar dan menjadi asisten nyonya besar bos” ucap Sandro.


“Bisa jadi apa lagi sekarang keduanya sudah menjadi teman tidur” tambah Rian yang sepemikiran dengan Sandro.


“Apa yang harus kita lakukan bos? Keysa sudah banyak mengetahui tentang bos dan nyonya besar apa lagi ia bisa memanfaatkan nyonya besar untuk melakukan rencana liciknya?” tanya Arsen dengan cepat.


“Suruh mama aku untuk tidak mengijinkan perempuan sialan itu ke rumah lagi dan bereskan semua masalah restoran di restoran saja” titah Denis dengan suara tegas.


Semuanya diam dengan pemikiran masing-masing memikirkan apa yang harus mereka lakukan dengan Keysa, karena ia sudah menjadi daftar orang yang tidak bisa dipercayai lagi.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Bos bagaimana kalau kita pecat saja dia” usul Sandro.


“Itu tidak bisa dude karena nyonya besar tidak akan mengijinkan kita melakukan hal itu” potong Arsen.


“Loh kan kita bisa menjelaskan semuanya kepada nyonya besar”


“Mama aku orangnya sangat baik hati dan lembut dan tidak akan memecat Keysa, karena ia memikirkan Keysa yang sudah bersamanya sejak ia membuka warung” ucap Denis dengan suara dingin.


“Benar kata bos dan aku yakin nyonya besar akan menentang hal itu” ucap Arsen.


“Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita tidak mungkin memelihara ular didalam rumah?” tanya Sandro dengan suara tegas.


“Jinakkan ularnya maka dia tidak bisa mematuk kita” ucap Rian dengan suara dingin.


“Jangan kasi kata-kata kiasan karena aku tidak paham sialan” decak Sandro dengan kesal.


“Kamu yang duluan memberikan kiasan makanya aku ikut juga” balas Rian dengan santai.


“Ckk!! Jelaskan saja apa maksud kamu” decak Sandro dengan kesal.


“Jangan pecat Keysa dan biarkan dia bekerja di restoran nyonya besar, tapi batasi semua pergerakannya dan beritahu nyonya besar untuk tidak mempercayai Keysa dan berhati-hati dengannya. Kita bisa memakai Keysa untuk mengorek informasi musuh kita juga darinya” papar Rian menjelaskan maksudnya.

__ADS_1


“Ide Rian boleh juga bos” tambah Sandro.


“Lakukan. Tapi ingat selalu pantau mama dan kekasihku selama aku tidak ada” ucap Denis dengan suara tegas.


“Baik bos” jawab ketiganya dengan serentak.


“Rian beritahu direktur Steven untuk pergi lebih dulu ke Amerika dan pantau semua rencana kita” titah Denis dengan suara dingin.


“Baik bos” ucap Rian dengan sopan.


“Sandro, Arsen kalian berdua malam ini gagalkan transaksi Riski Akbar di pelabuhan B dan tinggalkan jejak yang mengarah ke sialan itu” ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.


“Siapa bos” ucap keduanya dengan serentak.


Kring………………


Kening Denis mengerutkan keningnya melihat nomor baru yang tertera di layar hpnya, memikirkan siapa yang menelponnya dan dapat dari mana nomornya itu.


“Lacak siapa pemilik nomor ini” titah Denis dengan suara dingin sambil menunjukkan layar hpnya ke Arsen.


Dengan cepat Arsen berkutat dengan iPadnya melacak nomor yang barusan menelpon Denis dan masih terus menelpon.


“Dia tuan Leo asisten nona Leila bos” ucap Arsen setelah mengetahui siapa pemilik nomor tersebut.


Denis segera menjawab panggilan itu setelah mengetahui siapa yang menelponnya, karena ia takut jika ada sesuatu yang terjadi kepada kekasihnya.


“Halo selamat malam presdir Denis” ucap Leo dengan sopan dari seberang.


^^^“Heemmm” deham Denis dengan suara dingin.^^^


“Maaf jika aku menganggu waktu istirahat anda presdir”


^^^“Get to the point” (langsung ke intinya) ucap Denis dengan suara dingin.^^^


“Aku ingin meminta bantuan dari anda. Ini menyangkut keselamatan nona Leila presdir Denis” ucap Leo to the point.


^^^“Katakan” titah Denis dengan suara dingin.^^^


“Nona muda bersih keras ingin menyelidiki sendiri masalah korupsi di perusahaan dan aku takut nona muda akan mengalami hal yang sama seperti tuan ketika menyelidiki hal tersebut presdir. Aku ingin anda mengirimkan beberapa anak buah anda untuk terus berada disisi nona muda, kerena aku tidak selalu berada 24 jam bersama nona muda” papar Leo menjelaskan maksudnya.


^^^“Apa kamu sudah tahu siapa dibalik semua ini?” tanya Denis dengan suara dingin.^^^


“Sudah presdir. Dia adalah direktur utama BakerTech orang kepercayaan mendiang tuan besar” jawab Leo dengan cepat.


^^^“Apa yang kamu ketahui tentang dia?” tanya Denis lagi.^^^


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Saya dan tuan sudah menyelidiki semuanya tapi selalu saja mengalami jalan buntu karena mereka berhasil menghilangkan bukti-bukti. Terakhir kali kami mengetahui jika direktur Abraham Kein terlibat dengan kecelakaan tuan dan nyonya besar tapi naas tuan muda dan sopirnya mengalami kecelakaan saat pulang dari rumah orang suruhan direktur Abraham yang menyabotase rem mobil tuan dan nyonya besar presdir” ucap Leo menjelaskan semuanya.


Denis diam mencerna semua ucapan Leo dan berpikir jika kejadiannya seperti itu berarti nyawa kekasihnya sedang dalam bahaya.


^^^“Mulai sekarang jangan beri tugas keluar atau meeting diluar kepada Leila dan usahakan dia hanya berada terus didalam ruangannya jika di perusahaan” titah Denis dengan suara dingin.^^^


“Baik presdir”


^^^“Satu lagi saat ini Leila sedang di jaga anak buahku dari jauh dan kamu bisa melihat mereka di arah jam 9” ucap Denis mengagetkan Leo di seberang sana.^^^


Denis hanya menatap datar cctv di kediaman kekasihnya yang ia tonton dari laptop didepannya, melihat Leo yang sedang melihat ke arah yang diberitahu oleh denis dan kaget saat melihat anak buah Denis menunjukkan diri mereka.


“Terima kasih presdir kalau begitu saya tidak perlu khawatir lagi” ucap Leo dengan tulus.


^^^“Heemmmm”^^^


Denis segera mematikan panggilannya sepihak dan menyuruh Sandro dan lainnya untuk pergi melakukan perintahnya.


Sedangkan Denis menatap rekaman cctv di laptopnya melihat Leila yang sedang memeluk foto keluarganya, begitu juga dengan di rumah mamanya yang sedang memeluk foto papa dan dia waktu kecil.


Aku akan menjaga kalian selama aku masih hidup batin Denis.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue…………………


__ADS_2