Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 123


__ADS_3

Panggilannya tiba-tiba dimatikan sepihak oleh Denis dari seberang sana membuat Amira menatap hpnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


“Nyonya mari saya antar nyonya pulang” ajak Rasya mengagetkannya dari pemikirannya.


“Tapi Leila belum ketemu nak” ucap Amira dengan tatapan memohon untuk tidak membawanya pulang dulu.


“Ini perintah bos nyonya” ucap Rasya memberitahu.


Mau tak mau Amira harus mengikuti Rasya untuk pulang meski ia masih ingin mencari Leila hingga ketemu. Dalam hatinya Amira berharap Leila segera ditemukan sebelum anaknya semakin menggila.


Semoga kamu baik-baik saja nak, batin Amira dengan penuh harap.


~ DA Corp ~


Arsen menelan salivanya merasa gugup dan gemetar saat masuk ke dalam ruangan Denis setelah mendapat kabar dari Rasya pengawal Amira yang memberitahunya tentang Leila yang di culik saat berada di supermarket.


Matanya terbelak melihat ruangan Denis yang selalu rapi tapi saat ini seperti baru habis diterpa badai. Aura Denis terasa sangat menakutkan saat ini bahkan Rian yang berada di meja kerjanya tepat didepan pintu Denis merinding merasakan aura sang bos.


Apa yang sebenarnya terjadi, batin Rian dengan penasaran.


Sedangkan didalam ruangan Denis saat ini Arsen berdiri dengan gemetar merasa ketakutan melihat tatapan mata Denis yang seperti laser apa lagi wajahnya yang menghitam seperti ada awan mendung.


“B……..os” panggil Arsen dengan gugup.


“1 jam!” ucap Denis dengan suara dingin dan berat.


“Eh! Apa bos?” tanya Arsen dengan bingung.


Denis diam dengan mata berkilat tajam menatap Arsen seakan memberitahunya jika kamu tidak paham lebih baik kamu mati saja. Arsen memikirkan apa maksud Denis dan setelah beberapa akhirnya ia paham.


“Baik bos” ucap Arsen dengan suara tegas sudah tahu maksud Denis.


Denis menaruh kedua tangannya diatas meja dengan pikiran berkelana memikirkan Leila dan mengontrol jiwa monsternya yang ingin keluar. Arsen sendiri segera kembali ke ruangannya dan berkutat dengan laptop mencari keberadaan Leila tak lupa menelpon Rasya menanyakan cerita detailnya.


~ Rumah Arkana ~


Setibanya di rumah Amira segera dibantu Rasya masuk ke dalam rumah karena tubuh Amira sangat lemah memikirkan Leila saat ini.


“Mama kenapa?” tanya Arkan dengan kaget melihat wajah Amira yang pucat.


“Tante baik-baik saja kan?” tanya Adrian dengan cepat.


Amira diam tidak menjawab pertanyaan keduanya membuat keduanya saling melirik bertanya satu sama lain. Arkan yang tak melihat kakaknya bergegas keluar pikir Leila masih didepan tapi sampai didepan ia tidak menemukan sang kakak.


“Ma ka Leila dimana?” tanya Arkan kembali masuk ke dalam.


“Hiks hiks hiks……………Leila diculik Arkan” jawab Amira sambil menangis.


“APA” ucap Arkan dan Adrian dengan kaget.


“Apa maksud mama? Bagaimana bisa ka Leila diculik ma? Siapa yang menculiknya ma?” tanya Arkan beruntun dengan panik.


“Nona muda menghilang didalam supermarket SevenEleven dan saat kami mencarinya nona Leila tidak ada disana. Bahkan cctv di sana tidak merekam nona Leila keluar dari supermarket jadi kami menebak kalau nona Leila pasti diculik” papar Rasya menjelaskan.


“Fuk*” maki Arkan dengan emosi.


“Mau kemana kamu bocah” teriak Adrian yang melihat Arkan berlari keluar.

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Dengan langkah cepat ia pun menyusul Arkan takut bocah itu kenapa-napa karena pikirannya saat ini sedang kalut dan tidak bisa berpikir dengan benar.


Amira menangis di ruang tengah membuat Seila yang hendak ke taman samping menghentikan langkahnya dan segera memeluk Amira untuk menenangkannya. Thomas lalu menyuruh bi Eda untuk menjaga sang nyonya karena dia harus pergi untuk mencari Leila.


~ Puncak, Bogor ~


Mobil Kenzo akhirnya berhenti didepan vila miliknya yang berada di Puncak, Bogor tempat Alexa biasanya memuaskan kliennya disini dan jauh dari kota. Kenzo melirik Dio memberinya isyarat untuk membawa Leila masuk ke dalam vila.


“Ikat tangan dan kakinya” titah Kenzo dengan suara dingin.


“Baik bos” ucap Dio dengan patuh.


Ia segera mengikat kedua tangan dan kaki Leila lalu pergi dari sana meninggalkan Leila di lantai yang masih dalam keadaan pingsan. Kenzo tersenyum menyeringai menatap Leila dibawah sana dengan pikiran mesum melihat Leila dari ujung kepala hingga kaki.


“Aku penasaran apa anak tukang sapu itu masih tetap mau dengan kamu setelah kamu jadi bekas aku nanti nona muda Baker” gumam Kenzo sambil tersenyum smirk.


Kring……………….


Ia lalu mengambil hpnya dan melihat nama Liam yang tertera di layar dan segera menjawabnya sekaligus ingin memperlihatkan apa yang ada didepannya saat ini.


“Kamu dimana dude?” tanya Liam dari seberang.


^^^“Di vilaku yang ada di Puncak” jawab Kenzo.^^^


“Buat apa kamu disana? Jangan bilang kamu ingin mengadakan pesta sek seperti biasa disana?”* tanya Liam dengan cepat.


^^^“Untuk kali ini aku hanya akan berpesta dengan satu perempuan saja dude” jawab Kenzo sambil tersenyum menyeringai.^^^


“Siapa dia?” tanya Liam dengan penasaran


“APA KAMU SUDAH GILA KENZO? BAGAIMANA BISA KAMU MENCULIK PRESDIR LEILA SIALAN! KAMU INGIN MENCARI MATI DARI ANAK TUKANG SAPU ITU BERENGSEK!” bentak Liam dengan suara tinggi setelah melihat siapa perempuan yang dimaksud oleh Kenzo.


^^^“CKK!! TUTUP MULUTMU SIALAN! AKU AKAN MEMBALAS SEMUA PERBUATAN ANAK TUKANG SAPU ITU KE KEKASIHNYA SEKALIGUS AKU JUGA INGIN MEMBERIKAN PELAJARAN KEPADA PEREMPUAN SIALAN INI KARENA SUDAH BERANI MENGANGGAP REMEH AKU” hardik Kenzo dengan suara tak kalah tinggi.^^^


“Fuk you! Kamu tidak pikir apa konsekuensi yang akan terjadi jika Denis sampai tahu kalau kamu orang yang menculik kekasihnya sialan!”* ucap Liam dengan emosi.


^^^“Dia tidak akan pernah tahu. Malahan dia akan tahu setelah aku mendapatkan apa yang aku mau dan menikmati tubuh kekasihnya” balas Kenzo dengan yakin.^^^


“Terserah kamu tapi aku sudah memperingatimu sialan. Jika terjadi sesuatu kamu urus sendiri” ucap Liam memperingatinya.


Liam mematikan panggilannya sepihak tak menunggu balasan Kenzo karena kesal dengan kelakuan sahabatnya yang bertindak gegabah tanpa rencana yang matang. Kenzo yang melihat panggilannya sudah terputas memaki dan mengumpat Liam dengan suara tinggi didalam sana.


2 jam kemudian


Setelah 2 jam akhirnya Ando tiba disana sambil membawa map merah berisi surat pelepasan saham yang diminta Kenzo tadi. Meski ia bingung kenapa Kenzo membutuhkan surat itu tapi ia tidak bertanya dan hanya melakukan apa yang diperintahkan Kenzo.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Tuan” sapa Ando saat masuk ke dalam vila mendapati Kenzo sedang merokok di ruang tengah.


“Mana berkasnya?” tanya Kenzo dengan suara arogan.


Ando segera memberikan map merah tersebut kepada Kenzo dan lansung dibuka Kenzo melihat isi surat tersebut dengan senyum lebar sudah tak sabar mendapat semua harta keluarga Baker yang saat ini dikelola oleh Leila.


Mata Ando melotot saat menoleh ke samping melihat Leila yang terikat dilantai dan masih dalam keadaan pingsan. Ia tidak menyangka jika Kenzo akan menculik Leila dan membawanya kesini.

__ADS_1


Jadi tujuan manusia sialan ini meminta surat kuasa karena dia sudah menculik nona Leila, batin Ando.


“Tuan kenapa nona Leila disini?” tanya Ando dengan penasaran.


“Menurutmu?” tanya balik Kenzo sambil tersenyum menyeringai.


Ando diam tak bertanya lagi takut membuat Kenzo curiga kepadanya karena sedari dulu ia tidak pernah banyak bertanya. Dalam hatinya ia ingin segera keluar dan mengirim pesan kepada Sandro karena ia yakin pasti mereka saat ini sedang panik mencari keberadaan Leila.


“Jam berapa rapat dengan pemegang saham besok?” tanya Kenzo dengan tatapan tajam.


“Jam 09:00 pagi tuan” jawab Ando dengan suara dingin.


“Siapkan helikopterku besok pagi tepat jam 07:00 karena malam ini aku akan menginap disini untuk menikmati tubuh perempuan sialan ini” titah Kenzo dengan suara dingin.


“Baik tuan” ucap Ando dengan patuh.


Ando segera pergi dari sana dan menyuruh anak buah Kenzo membelikan makanan dan minuman untuknya karena tidak ada makanan apapun didalam vila. Sampai diluar ia segera mengirim pesan kepada Sandro berupa lokasi mereka dan menghapusnya takut Kenzo curiga.


Semoga kamu paham dengan pesan yang aku kirim kakak ipar, batin Ando.


~ DA Corp ~


“Siapa?” tanya Denis dengan aura membunuh.


“Orang itu adalah anak buah Kenzo bos” jawab Arsen setelah mendapat orang yang menculik Leila saat memasukannya ke dalam mobil lewat pintu belakang supermarket.


Brak…………….


Meja kerja Denis tiba-tiba patah bagi dua karena dihantam olehnya dengan satu tangan, Arkan, Adrian, dan Sandro yang baru saja datang menelan saliva mereka merasakan aura Denis yang sangat mengerikan apa lagi saat melihat Denis mematahkan meja kerjanya.


Sepertinya bos sudah sangat emosi, batin Sandro.


Kekuatan yang sangat mengerikan, batin Adrian bergidik ngeri.


“Cari manusia keparat itu sekarang” hardik Denis dengan suara menggelegar.


“Lokasinya mati di pinggiran kota bos begitu juga dengan mobil yang membawa nona Leila mereka hilang saat memasuki hutan terlarang di pinggiran kota bos” lapor Arsen dengan cepat.


“Aku tidak perduli pokoknya cari manusia sialan itu sampai dapat bangsat!” benntak Denis dengan emosi.


“Aku sudah menyuruh semua anak buah menyusuri hutan itu bos”


“Suruh mereka cari ke luar kota karena aku yakin sialan itu tidak berada disana” titah Denis dengan suara dingin.


“Baik bos”


“Lebih baik kamu sebarkan skandal sialan itu sekarang dude karena aku yakin dia akan muncul setelah melihat berita tentangnya” usul Adrian.


“Arsen” ucap denis sambil melirik Arsen.


“Aku akan menyebarkannya sekarang bos” ucap Arsen yang paham tatapan Denis.


“Pihak polisi akan segera bergerak saat skandalnya muncul bos” ucap Sandro.


“Bukannya lebih baik kita melapor ka Leila yang hilang ke polisi saja ya” ucap Arkan dengan santai.


Seketika semua mata memandangnya dengan tatapan tajam membuat dia menelan salivanya dengan susah karena ditatap seperti itu.

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue…………………


__ADS_2