
Arkan kaget saat Sandro tiba-tiba datang dan menyuruhnya mengikutinya. Melihat orang yang ia suruh hanya diam saja di tempat membuat emosi Sandro memuncak, karena ia harus segera berada di tempat Denis jika tidak ingin mendapat masalah.
“Apa kamu tuli bocah!” bentak Sandro dengan suara tinggi.
Arkan terlonjak kaget dan langsung menunduk saat dibentak oleh Sandro dengan suara tinggi. Para pengunjung hotel yang mendengar bentakan Sandro lalu menatap ke arah mereka bertanya apa yang sedang terjadi.
"Fu*k” maki Sandro saat melihat Arkan yang sudah menangis hanya karena dibentak.
“Lebih baik kamu segera ikut aku sebelum aku menarikmu dengan paksa bocah” ucap Sandro memperingatinya dengan suara tegas.
“Ma……af” cicit Arkan dengan takut.
“Jangan memancing emosiku bocah. Ayok ikut aku sekarang” ajak Sandro dengan suara dingin dan tegas.
Arkan lalu mengikuti Sandro dari belakang sambil menunduk, karena gugup dilihat orang banyak apa lagi baru kali ini ia memberanikan diri untuk datang sendiri tanpa di antar sopir atau di temani sang kakak seperti biasa.
Ting…………….
Lift berhenti di lantai 56 dimana disana hanya ada 3 kamar president suit yang disediakan oleh pihak hotel. 2 diantaranya sudah di pesan untuk Denis dan mamanya sedangkan 1 di pesan untuk Sandro untuk stand by jika Denis membutuhkan sesuatu dari dia.
Ting………..tong…………ting…………tong………….
Sandro dan Arkan bergegas masuk setelah menekan bel kamar dan melihat pintu yang tidak tertutup rapat menandakan isyarat untuk segera masuk jika mereka datang.
“30 menit 23 detik” ucap Denis dengan suara dingin yang terasa sangat menakutkan.
“Maafkan aku bos” ucap Sandro menunduk mengakui kesalahannya.
Bugh………………
Mata Arkan hampir keluar dari tempatnya saat melihat Denis menendang Sandro dengan kuat hingga terpental ke belakang dan mengenai tembok.
Sepertinya aku sudah membuat keputusan salah, batin Arkan dengan gemetar ketakutan.
“Kamu tahu. Aku paling benci orang yang tidak becus melakukan perintahku” ucap Denis dengan suara tegas.
“Maafkan aku bos. Ini semua kesalahan aku” ucap Sandro dengan sopan.
“Selama seminggu kamu yang harus membersihkan kandang Sita dan lainnya” ucap Denis dengan suara dingin.
“Baik bos” ucap Sandro dengan patuh.
Padahal dalam hatinya Sandro sedang menangis merutuki nasibnya, yang harus mendapat hukuman membersihkan kandang Sita dan ia yakin itu tidak mudah mengurus kelima hewan peliharaannya.
Denis lalu memberi isyarat kepada Arkan untuk duduk di sofa yang berhadapan langsung dengannya. Arkan menelan salivanya dengan susah merasakan aura Denis yang sangat mengintimidasi didalam sana.
“Jadi kamu sudah membuat pilihanmu?” tanya Denis sambil tersenyum smirk.
“Iya ka. Aku ingin melindungi ka Leila dan tidak ingin menjadi beban buat kedua kakak aku” jawab Arkan dengan suara tegas.
“Pilihan yang bagus! Hehehehe” ucap Denis sambil terkekeh.
Arkan berkali-kali menelan salivanya saat berbicara dengan Denis dan selalu menunduk tak berani menatap Denis, karena takut dengan tatapan Denis yang sangat menakutkan baginya.
“Kamu sudah memutuskannya jadi tidak bisa mundur Arkan Luis Baker” ucap Denis dengan tatapan tajam.
Deg……………..
Jantung Arkan berdetak dengan cepat mendengar ucapan Denis, mau tak mau ia sudah memilih jalan ini dan tidak bisa kembali lagi. Apa pun yang terjadi ini adalah pilihannya untuk merubah dirinya menjadi lebih kuat dan berguna untuk kedua kakaknya.
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Jadi dia adalah tuan muda kedua Baker ya, batin Sandro yang menatap Arkan dengan tatapan tajam memindainya dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“Hal pertama yang harus kamu tahu tentang aku. Aku sangat membenci pembohong dan pengkhianat!” seru Denis dengan suara tegas.
“Jika kamu melakukan kedua hal itu maka nyawa kamulah sebagai taruhannya” tambahnya lagi dengan aura membunuh.
Glek………………….
Arkan kembali menelan salivanya dengan susah merasa merinding merasakan aura Denis yang menguar didalam sana, seperti ia sedang di awasi oleh monster berdarah dingin dan kejam.
“Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah tatap lawan bicara saat kalian berbicara” hardik Denis dengan suara menggelegar mengagetkan Arkan.
Seketika Arkan mengangkat kepalanya mendengar ucapan Denis barusan yang terdengar seperti perintah untuknya untuk menatap lawan bicaranya.
“Kamu paham?” tanya Denis dengan suara dingin.
“Pa……ham ka” ucap Arkan dengan terbata-bata dan langsung menunduk kembali.
Plak………………
Bunyi tamparan bergema didalam sana membuat Arkan seketika menoleh ke samping dan kaget tak menyangka akan mendapat tamparan dari Denis. Sedangkan Sandro yang tahu kebiasaan bosnya hanya menatap iba, berdoa agar bocah itu bisa bertahan jika ingin di didik langsung oleh bosnya.
“Sekali lagi kamu menunduk saat sedang berbicara maka kamu akan mendapat tamparan yang sama seperti tadi” bisik Denis tepat di telinga Arkan.
“I….ya ka” ucap Arkan dengan terbata-bata sambil gemetar ketakutan.
“Sandro akan mengantarmu pulang dan mengambil barangmu dan kamu akan diantar ke rumah kamu yang baru. Beritahu Leila jika mulai sekarang kamu akan tinggal bersama denganku selama 2 bulan” titah Denis dengan suara dingin.
“Baik k….a” jawab Arkan dengan gugup.
Tak beberapa lama ketiganya sudah datang menemui Denis dan membahas perihal acara besok, dan juga penjagaan yang ketat selama acara berlangsung.
Selesai membahas semua itu Denis segera pergi bersama dengan Arsen menuju BakerTech karena ia ingin membahas perihal Arkan dengan kekasihnya.
~ BakerTech ~
Setibanya di BakerTech Denis menyuruh Arsen untuk berjalan lebih dahulu, karena ia tidak ingin Kenzo mencurigai mereka sebelum ia mengenalkan dirinya ke publik besok.
“Di lantai berapa ruangan kekasihku?” tanya Denis dengan suara dingin.
“Di lantai 65 bos” jawab Arsen sambil menatap hpnya setelah berhasil meretas sistem keamanan di BakerTech.
Keduanya lalu bergegas masuk ke dalam perusahaan dan tidak menemui resepsionis lagi. Sepanjang jalan Denis menatap sekelilingnya melihat keamanan di BakerTech yang tidak ketat seperti di perusahaannya.
Jika ada tamu yang datang harus melapor dulu ke bagian resepsionis dan melakukan pengecekan oleh tim keamanan sebelum masuk.
“Wah lihat siapa ini yang datang” ucap Kenzo dengan tatapan mencemooh saat bertemu dengan Denis dan Arsen saat keluar dari lift.
Denis dan Arsen menatap Kenzo dengan wajah datar tak menggubris ucapannya, membuat Kenzo mengepal tangannya ingin sekali menghajar kedua orang didepannya yang seperti menganggap remeh dia
“Beb kamu kenal dengan mereka?” tanya Alexa dengan suara menggoda yang sedang bergelayut manja di tangan Kenzo.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Ckk!! Wanita ja***g, batin Denis sambil menatap Alexa sekilas dengan jijik.
“Dia ini adalah anak seorang tukang sapu jalanan yang bekerja sebagai pengawal paman orang ini beb” ucap Kenzo sambil menunjuk Denis dan Arsen memberitahu Alexa.
__ADS_1
“Really beb? Ishh! Pasti dia penuh dengan kuman karena terlahir dari seorang tukang sapu jalan beb” ucap Alexa dengan wajah jijik.
Denis mengepal kedua tangannya dengan erat ingin sekali memukul mulut sialan keduanya, tapi ia tahan karena saat ini bukan waktu yang tepat.
“Lebih baik terlahir sebagai anak tukang sapu jalan dari pada terlahir sebagai anak perempuan perusak rumah tangga orang dan perebut suami orang! Sebutan yang tepat itu apa ya namanya?” tanya Denis sambil tersenyum menyeringai menatap Alexa dengan tajam.
“Namanya PELAKOR bos” jawab Arsen menekan kata pelakor.
Alexa melotot kaget mendengar ucapan Denis barusan yang ia tahu itu adalah sindiran untuknya, entah bagaimana Denis bisa mengetahui rahasia keluarganya yang selama ini tersimpan rapat dari publik dan keluarga besar mereka.
Dari mana dia tahu rahasia keluarga aku, batin Alexa dengan penasaran.
Rasain kamu perempuan ja***g! Jangan berani kamu mengusik aku atau mengejek mamaku sialan karena akan ada waktunya untuk pembalasan dari aku untuk kamu, batin Denis sambil menatap Alexa dengan tatapan membunuh.
“Siapa yang kamu maksud berengsek?” tanya Kenzo dengan emosi.
“Kalau kamu pintar kamu bisa mencari tahunya sialan” jawab Arsen dengan sinis.
“Kamu” tunjuk Kenzo ke wajah Arsen dengan tatapan tajam.
“Kenapa? Ingin memukulku tuan Kenzo Arjuna? Atau kamu ingin mengirim anak buahmu untuk menyerang aku di jalan sepi seperti biasa?” tanya Arsen sambil tersenyum menyeringai.
Kenzo bungkam tak bisa berkata apa-apa karena apa yang dibilang oleh Arsen benar adanya. Arsen dan Denis memilih pergi dari sana, tapi saat Denis tiba di samping Kenzo ia menunduk dan berbisik di telinga Kenzo.
“Di atas langit masih ada langit jadi jangan pernah merasa sombong berada diatas, karena tanpa kamu tahu ada orang lain yang lebih tinggi dari kamu” bisik Denis sambil tersenyum penuh arti.
Mata Kenzo melotot tajam mendengar ucapan Denis yang sangat ia paham betul. Alexa yang sedari tadi memperhatikan penampilan Denis mengerutkan keningnya dengan bingung pasalnya ia sangat tahu tentang fashion.
“Beb kamu yakin dia seorang anak tukang sapu jalan?” tanya Alexa.
“Maksud kamu beb?” tanya balik Kenzo.
“Pakaian yang dia kenakan itu adalah merek terkenal buatan desainer asal Italia dan hanya 3 setelan jas saja yang dikeluarkan oleh desainer itu beb” jawab Alexa dengan serius.
“Kamu yakin beb?” tanya Kenzo dengan cepat.
“Yakin beb. Kamu kan tahu aku ini seorang model dan wajar kalau aku itu tahu tentang fashion beb” jawab Alexa dengan suara tegas.
“Mungkin dia di pinjami oleh temannya beb. Karena temannya itu adalah anak orang kaya pemilik firma hukum Sanjaya beb” balas Kenzo tak yakin jika Denis bisa membeli pakaian semahal itu.
“Oh mungkin juga beb”
Keduanya lalu bergegas pergi dari sana menuju restoran langganan mereka untuk makan siang bersama seperti biasa.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Sedangkan Denis yang sudah sampai di lantai 65 segera masuk ke dalam ruangan Leila, tak menggubris sekretaris yang menyuruhnya untuk jangan masuk ke dalam.
Ceklek……………………
Leila dan Leo seketika memandang ke arah pintu saat mendengar pintu dibuka tanpa diketuk terlebih dahulu. Leila kaget melihat kedatangan kekasihnya yang baru saja ingin ia telpon untuk menanyakan tentang ucapan adiknya barusan.
“Denis” ucap Leila berdiri dari kursi kebesarannya menghampiri Denis.
Mata Denis berkilat tajam melihat kening kekasihnya yang di perban. Ia lalu memegang dagu Leila dan menatapnya dengan tajam, membuat Leila yang ingin bertanya mengenai adiknya mengurungkan niatnya karena aura Denis yang sangat menakutkan.
“Siapa? Siapa yang melakukan ini?” tanya Denis dengan suara dingin dengan tatapan membunuh.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
__ADS_1
To be continue………………..