
Denis tersentak kaget saat ada yang memeluknya tiba-tiba. Tapi sedetik kemudian ia memegang tangan lentik itu dengan erat saat mencium aroma tubuh yang sangat dikenalinya.
"Sayang" panggil Denis dengan suara lembut.
"Jangan menangis sayang. Ini semua bukan salahmu" ucap Leila dengan suara lembut.
Leila memeluk kekasihnya dengan sangat erat merasa sangat sedih melihat kekasihnya yang biasa terlihat kuat tapi saat ini ia terlihat sangat rapuh.
Tes.............
Air matanya jatuh merasa sangat sedih melihat kekasihnya yang seperti ini. Denis yang merasakan pundaknya basah dengan cepat berdiri dan menatap kekasihnya dengan tatapan penuh cinta.
Ia menghapus air mata Leila dengan sangat lembut dan berkata jangan menangis lewat tatapan matanya.
"Aku tidak suka melihat air matamu jatuh sayang" ucap Denis dengan suara lembut.
"Begitu pula dengan aku sayang. Rasanya sakit melihat kamu menangis seperti tadi" balas Leila dengan tatapan sedih.
Grep............
Denis memeluk kekasihnya dengan sangat erat, menenggelamkan kepalanya di lehernya melepas semua beban di pikirannya.
"Semua baik-baik saja sayang. Ini bukan salahmu jadi jangan menyalahkan dirimu sayang" ucap Leila dengan suara lembut sambil mengelus pundak Denis dengan pelan.
"Aku sangat takut mama kenapa-napa tadi sayang" ucap Denis dengan sedih.
"Aku tahu sayang tapi aku mohon jangan menyalahkan dirimu atas kejadian ini sayang" ucap Leila dengan tegas.
"Ini semua bukan keinginan kamu sayang. Kamu itu sudah memberikan yang terbaik buat mama selama ini dan kita juga tidak bisa mengetahui kejadian di masa depan sayang" tambahnya lagi.
"Iya sayang"
Denis merasa lebih tenang saat mengutarakan apa yang ia rasakan kepada kekasihnya. Entah kenapa saat ia punya beban pikiran yang sangat berat ia akan merasa tenang jika sudah memeluk kekasihnya.
Aku sangat bahagia memilikimu di hidup aku sayang, batin Denis yang sangat bahagia.
Leila lalu melepaskan pelukan mereka dan mengajak Denis untuk istirahat.
Meski awalnya Denis bersih keras tidak ingin meninggalkan mamanya tapi akhirnya ia luluh juga setelah di ancam Leila yang tidak akan makan jika Denis tak mengikuti keinginannya.
Keesokan harinya Amira sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya setelah Bimo memeriksa keadaannya.
Denis yang masih sangat khawatir dengan keadaan sang mama, menyuruh Bimo untuk stand by di rumah mamanya selama 24 jam.
Bimo yang mendengar perintah sang bos mau tak mau harus melakukannya karena perintah Denis adalah mutlak untuknya.
"Terima saja dude. Ibumu biarkan perawat yang menjaganya" ucap Sandro menepuk pundak Bimo dengan pelan.
"Benar yang dibilang Sandro. Kamu bisa mengawasi ibumu dari sana selama 24 jam lewat hpmu itu" ucap Arsen yang setuju dengan ucapan Sandro.
"Oke" ucap Bimo.
Bimo segera menyiapkan peralatannya tak lupa mengecek kondisi sang ibu dan pamit dengan ibunya yang saat ini kondisinya sudah mulai berangsur pulih.
"Sayang kamu tidak ke perusahaan?" tanya Leila.
"Tidak sayang. Hari ini aku akan menjaga mama di rumah saja" jawab Denis sambil memeluk pinggang Leila dengan posesif.
"Baguslah" ucap Leila dengan senang.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Denis mengangkat alisnya sebelah mendengar ucapan kekasihnya yang seperti sedang bahagia. Leila yang tahu arti tatapan Denis segera memberitahunya apa yang sedang ia pikirkan.
"Aku sangat senang karena aku bisa menghabiskan waktu yang sangat banyak dengan kamu sayang" papar Leila menjelaskan.
"Heeemmm"
Cup..............
__ADS_1
"Sayang" pekik Leila dengan mata melotot saat Denis tiba-tiba saja mencium bibirnya.
Denis terkekeh melihat wajah kekasihnya yang terlihat mengemaskan jika sedang kesal.
Sedangkan Leila ia sangat malu saat ini, apa lagi saat ini mereka berada di tengah-tengah markas dimana ada bnyak sekali orang disana.
Gila! Kenapa sih Denis selalu buat aku malu didepan umum, batin Leila sambil memanyunkan bibirnya dengan kesal.
"Lihat bibirmu seperti itu membuat aku sangat tergoda sayang" bisik Denis dengan suara serak.
"Jangan macam-macam ya sayang" ancam Leila dengan tatapan tajam.
"Hehehe..........coba saja kamu buat bibirmu seperti itu sayang. Aku dengan senang hati akan mencium bibirmu sampai aku puas" balas Denis sambil tersenyum smirk.
"Sayang!" sarkas Leila dengan mata melotot tajam.
Amira dan Arkan yang sedari tadi di belakang mereka, hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya.
Bukan rahasia lagi mereka tahu sifat lain seorang Denis Arkan yang sangat posesif dan bucin kepada kekasihnya.
Meski begitu mereka sangat senang dengan pasangan tersebut. Tak lama Amira mengajak mereka untuk segera pulang ke rumahnya karena ia tidak betah berada disana.
~ Singapura ~
Seorang pria paruh baya saat ini sedang duduk berpangku kaki, menghisap cerutu sambil mendengar laporan dari anak buahnya.
"Jadi calon istri ketiga aku berada di Indonesia?" tanya Hito dengan cepat.
"Benar tuan. Nona Seila tertangkap kamera cctv di salah satu mall yang berada disana tuan" jawab anak buahnya yang bernama Mark dengan cepat.
"Apa kamu sudah tahu dimana ia tinggal sekarang?" tanya Hito dengan cepat.
"Sudah tuan" jawab Mark.
"Katakan!" titah Hito dengan suara dingin.
"Nona Seila saat ini tinggal di rumah tuan Sandro asisten sekaligus tangan kanan presdir Denis Arkan tuan" papar Mark menjelaskan.
"Aku tidak tahu bos. Saat aku ingin bertanya kepada orang-orang disekitar sana tapi keburu pengawal di rumah Sandro mendapati aku tuan" jawab Mark dengan suara tegas.
"Sialan!" umpat Hito dengan kesal.
"Siapkan anak buahku untuk menjemput calon istriku" titah Hito dengan suara tegas.
"Tapi bos, lawan kita saat ini bukan lawan yang mudah" ucap Mark keberatan.
"Lakukan saja apa yang aku suruh sialan! Jangan membantah perintah aku bangsat!" bentak Hito dengan suara tinggi.
"Maafkan aku bos"
"Enyah dari hadapanku sialan!" usir Hito dengan kesal.
"Baik bos"
Mark bergegas pergi dari hadapan Hito karena tak ingin mendapat amukan darinya. Meski didalam hatinya ia sedang memaki dan mengumpat Hito karena memperlakukannya seperti binatang.
"Aku sudah peringatkan bos tapi bos tidak mau dengar. Jangan salahkan aku jika kita akan kalah di Indonesia nanti" gumam Mark sambil menatap Hito dengan kesal.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Sepeninggalnya Mark, dengan cepat Hito mengambil hpnya dan menelpon Roy Martinez untuk memberitahu tentang keberadaan putrinya.
"Halo" ucap suara dingin dari seberang.
^^^"Aku sudah menemukan putrimu" ucap Hito to the point.^^^
"Dimana Seila sekarang?" tanya Roy dengan cepat.
^^^"Indonesia" jawab Hito dengan singkat.^^^
__ADS_1
"Apa! Bagaimana bisa dia sampai ke sana? Bukannya kamu sudah mengambil paspor dan indentitasnya saat dia sampai disana?" tanya Roy dengan kaget.
^^^"Dia dibantu oleh musuh kamu sendiri yaitu Denis Arkana!" jawab Hito dengan suara tegas.^^^
"F**k you son of bi**h" maki Roy dengan suara tinggi dari seberang.
Hito diam ingin mendengar pendapat sahabatnya tentang apa yang akan ia lakukan saat ini.
"Aku akan kirim anak buahku kes sana. Aku yakin anak sialan itu sudah memberi pengawalan ketat kepada putriku" ucap Roy dengan suara dingin dari seberang.
^^^"Baiklah. Kalau begitu aku bisa memakai anak buahmu untuk mengambil kembali calon istriku" balas Hito.^^^
"Ya gunakan saja sepuasmu"
^^^"Oke Roy"^^^
"Jangan lupa beri pelajaran kepada anak kurang ajar itu untukku sesuai kesepakatan kita" ucap Roy dengan emosi dari seberang.
^^^"Tenang saja kawan. Aku tahu apa yang akan aku lakukan"^^^
"Baguslah. Aku tunggu kabar kehancuran sialan itu"
^^^"Oke"^^^
Hito mematikan panggilannya dan mulai menyusun rencana untuk menjemput calon istrinya. Ia akan melakukan segala cara untuk mengambil kembali apa yang sudah menjadi miliknya.
"Jangan pernah berpikir untuk pergi dari aku gadis kecil karena kamu itu sudah ditakdirkan untuk menjadi milikku" ucap Hito dengan tatapan berkilat tajam.
1 Minggu kemudian
Saat ini Arsen, Sandro, dan direktur Steven sedang membahas meeting tentang proyek pembangunan hotel Denis di Korea didalam ruangan direktur Steven.
Saat ketiganya sedang serius berbicara dengan serius tiba-tiba hp Arsen berbunyi ada pesan masuk.
Buat apa Mike mengirim pesan kepadaku, batin Arsen dengan penuh tanda tanya.
Arsen segera membuka pesan Mike karena sangat penasaran. Seketika matanya melotot kaget membaca pesan yang dikirim Mike, ia bergegas menatap Sandro karena pesan ini berhubungan dengan Sandro.
"Ada apa bocah? Kenapa kamu melihat aku seperti itu?" tanya Sandro dengan alis sebelah terangkat.
"Apa sudah tidak ada lagi yang mau dibahas?" tanya balik Arsen.
"Tidak ada lagi tuan Arsen" jawab direktur Steven.
"Kalau begitu ayok kita pergi" ajak Arsen sambil menatap Sandro dengan tatapan tajam.
Sandro tak bertanya apapun dan segera menyusul Arsen yang sudah lebih dulu pergi. Saat didalam lift ia menatap Arsen dengan selidik ingin mengetahui apa yang sedang terjadi.
"Aku tahu aku tampan" ucap Arsen dengan suara dingin.
"Ckk!! Menyebalkan" decak Sandro dengan ketus.
Arsen tak menggubris apa yang dikatakan Sandro dan malah sibuk dengan iPad. Saat lift berhenti ia mengerutkan keningnya dengan bingung karena mereka datang ke ruangan Denis.
"Hey bocah empat mata! Kenapa kita ke ruangan bos?" tanya Sandro dengan cepat.
"Bocah sialan!" umpat Sandro dengan kesal karena pertanyaannya diabaikan Arsen.
Keduanya segera masuk ke dalam ruangan Denis setelah menyuruh Rian memberitahu kedatangan mereka.
"Ada apa?" tanya Denis dengan suara dingin dan datar.
"Roy Martinez sudah mulai bergerak bos. Saat ini anak buahnya sudah berada di Indonesia bersama Hito dan pasukannya bos" jawab Arsen melaporkan pesan dari Mike tadi.
"Apa ini tentang istriku?" tanya Sandro dengan cepat setelah mengetahui ke arah mana pembicaraan mereka.
"Ya. Mereka ingin mengambil istrimu kembali" jawab Arsen.
"Bangsat! Langkahi dulu mayatku jika mereka ingin mengambil istriku!" hardik Sandro dengan suara tinggi.
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue..............