Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 243


__ADS_3

Stevan dan Pablo berbalik saat mendengar suara berat dan serak dari belakang mereka. Steven kaget melihat sosok yang sangat ia rindukan selama 3 tahun terakhir.


"Anakku" pekik Steven dengan bahagia bergegas menghampiri putranya.


Dengan cepat ia memeluk sang putra dengan erat tidak perduli dimana mereka berada saat ini. Sedangkan Pablo ia kaget melihat anak Steven yang di luar ekspektasinya.


Ini beneran dia baru berumur 17 tahun, batin Pablo dengan syok.


Ia seperti seorang detektif yang menatap anak Steven dari ujung kaki hingga ujung kepala. Ia pikir anak Steven akan sama seperti Geby karena umur mereka tidak jauh berbeda hanya selisih satu tahun.


"Makan apa dia selama ini sehingga tinggi seperti itu" gumam Pablo dengan penasaran.


"Kamu apa kabar son?" tanya Steven setelah melepas pelukan mereka.


"Aku baik-baik saja daddy" jawab Zeus dengan suara berat sambil tersenyum tipis.


"Kenapa kamu tidak pernah pulang menemui daddy anak nakal?" tanya Steven sambil berkacak pinggang.


"Ckk!! Apa daddy lupa kalau daddy yang memberi aku tugas untuk membangun klan kita di Inggris, sampai aku tidak punya waktu luang" decak Zeus dengan kesal menatap daddynya.


"Oh iya daddy lupa son. Hehehehe" balas Steven sambil terkekeh.


"Cih"


"Ayok daddy kenalkan sama sahabat daddy" ajak Steven dengan antusias.


"Heemmm" deham Zeus dengan suara dingin.


Keduanya lalu menghampiri Pablo yang sedari tadi menatap mereka dengan penasaran. Apa lagi saat melihat keduanya berjalan beriringan, mereka seperti pinang di belah dua tidak ada beda sedikit pun dan mungkin hanya di usia saja.


"Dude kenalkan putraku Zeus Smith" ucap Steven dengan. suara dingin.


"Halo uncle aku Zeus. Senang berkenalan dengan uncle" ucap Zeus dengan suara tak kalah dingin.


"Apa kamu benar anak 17 tahun?" tanya Pablo yang sudah sangat penasaran dari tadi.


Ehh...........


Zeus mengangkat sebelah alisnya menatap Pablo dengan bingung. Ia menatap daddynya bertanya apa maksud ucapan PanLo barusan, tapi di balas gelengan kepala oleh Steven.


"Maksud uncle?" tanya Zeus setelah lama terdiam.


"Hey sialan! Kalau kamu mau tanya aneh-aneh lebih baik kamu diam saja" ketus Steven dengan kesal.


"Sialan! Aku itu tanya sama anak kamu bukan sama kamu sialan" hardik Pablo dengan tatapan sinis.


"Apa yang di bilang daddy benar uncle. Aku tidak akan menjawab pertanyaan uncle jika itu pertanyaan yang tidak penting" ucap Zeus mendukung daddynya.


"Ayah sama anak sama saja" ketus Pablo menatap keduanya bergantian.


"Sudah lebih baik kita segera pulang jika kamu tidak ingin berkenalan dengan anakku" ucap Steven dengan suara tegas.


"Ckk!! Siapa yang bilang kalau aku tidak aku berkenalan dengan putramu sialan!" bentak Pablo dengan kesal.


"Ckk!!" Steven berdecak kesal menatap sahabatnya.


Pablo tak memperdulikan sahabatnya lagi dan segera berkenalan kembali dengan Zeus. Mesk ia sangat penasaran kenapa pertumbuhan Zeus berbeda jauh dengan putrinya Geby.


Aku harus tanya rahasia bocah ini bisa memiliki tubuh berotot dan tinggi seperti ini, batin Pablo menatap Zeus dengan tajam.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Zeus tahu sedari tadi uncle Pablo terus mencuri pandang kepadanya, tapi ia hiraukan saja karena menurutnya tidak penting.


Ia saat ini sangat penasaran ingin bertemu dengan wanita yang sudah mencuri hati daddynya. Apa lagi baru kali ini ada perempuan yang bisa menggetarkan hati beku sang daddy, dan ia tahu kalau selama ini hati daddynya itu beku dan tidak tersentuh.


Semoga perempuan yang sudah mencuri hati daddy adalah perempuan baik dan tulus, batin Zeus penuh harap.


Ia tahu kalau kedua orang tuanya dulu menikah karena sebuah kecelakaan. Apa lagi daddynya tidak mencintai sang mommy, mereka juga menikah karena dirinya.


Meskipun begitu Zeus sangat bangga dengan daddynya yang tidak pernah bermain perempuan selama pernikahannya. Bahkan sampai mommynya harus meninggal dunia meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.


~ Mansion Ulrico ~


Karena semalam Zeus tiba dini hari jadi Pablo belum mengenalkan putranya dengan Zeus. Paginya saat sarapan barulah Pablo mengenalkan keduanya.


"Jadi kamu baru berumur 17 tahun?" tanya Gio dengan kaget.


"Heemmm" deham Zeus sambil mengangguk kepalanya.


Gio syok tak menyangka bocah didepannya baru berumur 17 tahun. Padahal kalau di lihat dari fisik ia seperti anak umur 20 tahun, apa lagi tinggi mereka sama dan postur tubuh mereka pun sama.


"Kamu kelas dua SMA saat ini?" tanya Gio dengan cepat.

__ADS_1


"Naik kelas 3. Kebetulan sedang libur semester jadi aku datang ke sini" jawab Zeus tegas.


Hah................


Gio syok mendengar ucapan Zeus kalau dia masih anak SMA. Matanya menatap ke arah uncle Steven dan Zeus bergantian seakan sedang memindai keduanya.


Pantas saja dia sudah sebesar ini orang postur daddynya saja sudah seperti itu, batin Gio.


"Jangan liatin uncle terus Gio" ucap Steven dengan suara dingin sambil menyesap kopi pahit didepannya.


Eehheemm............


Deham Gio mengalihkan pandangannya karena ketahuan melihat uncle Steven. Zeus sendiri seperti daddynya, dengan santai menuju meja makan untuk sarapan.


"Beda banget ya sama Geby son. Padahal Geby lebih tua dia setahun" ucap Pablo sambil menepuk pundak sang anak.


"Ya bedalah daddy. Orang daddynya seperti itu pasti anaknya juga seperti itu" ucap Gio dengan santai.


"Jadi maksudmu daddy itu lemah" ketus Pablo dengan sinis.


"Bukan aku yang omong tapi daddy" balas Gio segera menjauh dari daddynya.


"Dasar anak durhaka kamu Gio" hardik Pablo dengan suara tinggi.


~ D&A Resto ~


Sesuai tujuan Zeus datang ke Indonesia, kalau dia akan dikenalkan dengan wanita pilihan daddynya yang akan menjadi mommy tirinya.


Steven memarkirkan mobilnya di parkiran restoran milik Amira. Sebelum turun ia melihat penampilannya di kaca spion membaut Zeus berdecak kesal melihat daddynya yang seperti anak ABG sedang kasmaran.


"Ckk!! Daddy bukan anak ABG lagi" decak Zeus dengan kesal.


"Diam kamu! Ini urusan orang dewasa bukan anak kecil seperti kamu" ketus Steven dengan tatapan tajam.


"Anak kecil ini juga sudah bisa membuat anak kecil loh dad" balas Zeus sambil tersenyum menyeringai.


"Jangan macam-macam kamu son. Daddy memang membebaskan kamu di luar sana tapi daddy belum mengijinkan kamu untuk punya anak" ucap Steven dengan suara tegas.


"Yeah i know dad" (ya aku tahu pa) balas Zeus sambil memutar malas matanya.


Keduanya lalu keluar dari mobil sudah tidak sabar ingin menemui Amira. Zeus tersenyum tipis melihat daddynya yang kelihatan grogi, apa lagi baru kali ini ia melihat daddynya membawa bunga untuk perempuan.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Steven melirik mobil tersebut dengan tajam dan langsung mengetahui siapa pemilik mobil itu setelah melihat lambang di depan mobil.


"Wow! aku tidak menyangka akan melihat secara langsung mobil sport keluaran terbaru Porsche" ucap Zeus dengan decak kagum.


"Jaga sikapmu son. Pemilik mobil ini adalah kakak tirimu" ucap Steven dengan suara tegas.


"Hah! Beneran daddy?" tanya Zeus dengan kaget.


"Heeemmm" deham Steven sambil mengangguk kepalanya.


Gila aku tidak menyangka kakak tiri aku sangat kaya, batin Zeus tak percaya.


Apa lagi ia tahu kalau mobil yang didepannya ini adalah mobil limited yang hanya di produksi sebanyak 5 unit saja.


"Uncle Steven" ucap Leila saat keluar dari dalam mobil.


"Apa kabar Leila?" tanya Steven dengan suara dingin.


"Baik uncle. Apa uncle mau ketemu mama?" tanya Leila.


"Iya benar Leila" jawab Steven dnebs cepat.


"Kalau begitu ayok kita sama-sama masuk uncle soalnya aku juga ingin bertemu mama dan ka Claudia di sini uncle" ajak Leila dengan suara lembut.


"Heemmm"


"Nyonya sebaiknya kita segera masuk karena di luar sangat panas kasihan baby Kai" ucap Lisa dengan suara dingin.


"Ah! Benar kamu Lisa. Uncle aku masuk duluan ya" ucap Leila.


"Iya Leila"


Apa dia kakak tiri aku, batin Zeus dengan penasaran.


Steven lalu mengajak putranya masuk ke dalam restoran. Saat masuk ke dalam Zeus berdecak kagum melihat desain interior restoran yang sangat mewah dan nyaman.


Siapa saja tidak akan pernah bosan berlama-lama jika berada di dalam sana. Apa lagi saat masuk mereka sudah disambut pelayan yang sangat ramah dan sopan.


Sepanjang jalan Zeus tak henti-hentinya memuji orang yang sudah merancang desain restoran ini.

__ADS_1


"D&A Resto" gumam Zeus membaca sekilas nama restoran di dinding.


"Silahkan tuan. Nyonya menyuruh tuan dan tuan muda untuk menunggu di bagian indoor restoran karena nyonya masih membantu koki di dapur" ucap Anisa membuka pintu ruangan indoor kepada Steven dan Zeus.


"Heemmm" deham Steven.


Sampainya di bagian indoor restoran yang terletak di samping ruangan Amira, ternyata Rayen bersama istrinya, dan Geby juga berada disana.


"Uncle disini juga" ucap Geby melihat kedatangan Steven.


"Heemm! Uncle ada perlu sama aunty Amira" balas Steven dengan suara dingin.


"Oh"


"Rayen kamu disini juga?" tanya Steven.


"Iya uncle nemenin istriku yang ngidam rujak buatan mama Amira" jawab Rayen dengan suara dingin.


"Oh"


Mereka lalu mengobrol disana meski hanya para wanita saja yang berbicara, sedangkan para pria diam saja karena memang sifat mereka memang dingin dan irit bicara.


Kring................


Hp Leila berbunyi membuat semua pasang mata disana menatap ke arahmya. Saat melihat nama Suamiku❤️ dengan cepat Leila segera menjawab panggilan video sang suani.


^^^"Sayang"^^^


"Kamu sudah sampai sayang?" tanya suara bariton dari sebrang.


^^^"Sudah sayang" jawab Leila dengan suara lembut.^^^


Baby Kai yang melihat wajah tampan papanya langsung berceloteh dengan sang papa. Entah apa yang ia katakan hanya Denis saja yang mengerti.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Papa tidak bisa ke sana baby karena papa masih banyak kerjaan"


^^^"Da da da da"^^^


"Heemmm! Nanti suruh mama singgah ke perusahaan papa setelah dari sana"


^^^"Da da da da"^^^


^^^"Kamu mengerti apa yang anak kita ucapakan sayang?" tanya Leila dengan cepat.^^^


"Heemm! Nanti dari restoran mama kamu dan baby Kai kesini ya sayang" ucap Denis dengan suara lembut.


^^^"Baiklah sayang"^^^


"Beritahu kakakmu kalau aku menolak proposal kerja samanya sayang"


^^^"Apa! Jangan bercanda kamu sialan" hardik Rayen dengan suara tinggi langsung mengambil hp dari tangan Leila.^^^


"Siapa suruh kamu suruh asisten kamu mewakili rapat kita" balas Denis dengan suara dingin dan langsung mematikan panggilannya sepihak.


"Adik ipar sialan kamu Denis" hardik Rayen dengan kesal.


"Da da da da da" celoteh baby Kai denga tatapan tajam menatap Rayen.


"Kenapa baby? Papa kamu itu memang menyebalkan" ketus Rayen dengan kesal.


Rayen mengembalikan hp Leila dan langsung di beri pukulan kecil tangan baby Kai. Matanya melotot melihat wajah baby Kai yang menatapnya dengan tajam.


"Kakak sih ganggu anak aku yang lagi telponan sama papanya" kesal Leila menatap sang kakak.


"Suamimu itu menyebalkan dek" kesal Rayen.


"Da da da da da" celoteh baby Kai seakan sedang protes dengan ucapan Rayen.


"Mas udah dong jangan marah-marah lagi. Lihat tuh baby Kai tidak terima kamu menjelekkan papanya" ucap Claudia dengan tatapan tajam menatap sang suami.


"Iya sayang" balas Rayen tak mau membuat istrinya marah.


Siapa orang yang tadi bicara? Kenapa suaranya sangat menyeramkan dan mengintimidasi ya, batin Zeus bergidik ngeri.


"Maaf semuanya sudah membuat kalian menunggu lama" ucap Amira dengan suara lembut.


Hah.................


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue...............

__ADS_1


__ADS_2