
Setelah kepergian Sandro dari sana tak berapa lama dokter pun keluar dari ruang IGD untuk memberitahu keadaan Arsen.
“Keluarga pasien?” tanya dokter Bima sambil menatap Bella dan kedua putrinya yang duduk di depan ruang IGD.
“Saya ibunya dok. Bagaimana keadaan anak saya dok?” tanya Bella dengan cepat.
“Anak ibu mengalami dehidrasi dan juga terkena asam lambung karena tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh anak ibu dan hanya alkohol saja bu. Untuk pergelangan tangannya yang terluka harus mendapat 6 jahitan karena sangat dalam, beruntung tadi ada yang mendonor darah untuknya jika tidak nyawanya dalam bahaya” jawab dokter Bima menjelaskan.
“Lalu keadaan adik saya sekarang bagaimana dok?” tanya Riana karena Bella sudah syok mendengar penjelasan dokter Bima barusan.
“Keadaannya sudah berangsur membaik, tapi saya anjurkan setelah pasien sadar tolong perhatikan makan minumannya dan jangan membiarkan pasien kembali mengkonsumsi alkohol, karena itu akan membuat lambungnya bengkak dan bisa memicu asam lambung semakin tinggi” jawab dokter Bima memberi peringatan.
“Baik dok” ucap Riana dengan lega.
Setelah memberitahu kondisi pasien dokter Bima segera pergi dari sana, bersamaan dengan suster yang mendorong brankar Arsen keluar dari ruang IGD menuju kamar rawat VIP yang sudah dipesan Isti tadi.
Syukurlah kamu baik-baik saja bocah, batin Sandro yang sedari tadi bersembunyi disamping tembok tidak pulang karena sangat mencemaskan keadaan Arsen.
Ia bergegas pergi dari rumah sakit setelah mengetahui kondisi Arsen baik-baik saja dan tanpa ia sadari, ternyata Rian juga berada disana dan melihat apa yang sedang Sandro lakukan.
“Aku harap kita bisa kembali seperti dulu lagi dan bos memaafkan kesalahan Arsen” gumam Rian dengan suara pelan.
3 Hari kemudian
Kondisi Arsen sudah pulih dan hari ini ia sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Selama di rumah sakit setelah ia sadar, tatapan mata Arsen terlihat kosong dan tidak berbicara satu kata pun, membuat ibu dan kedua kakaknya merasa sangat cemas dengan keadaannya.
~ Kediaman Sanjaya ~
Sampainya di rumah Arsen tak berkata apa-apa dan langsung masuk ke dalam kamarnya, membuat Bella hanya bisa membuang napasnya dengan kasar tidak tahu harus berbuat apa kepada putranya.
“Biar aku yang bicara dengan Arsen bu” ucap Riana sambil mengelus pundak ibunya dengan lembut.
“Tolong bujuk adikmu ya nak” balas Bella dengan tatapan sendu.
“Iya bu. Jangan terlalu pikirkan Arsen ya bu, ingat ibu juga harus jaga kesehatan ibu” ucap Riana dengan suara lembut.
“Iya nak”
Riana berlalu pergi ke kamar adiknya sedangkan Isti membawa ibunya ke kamar agar ia bisa beristirahat, karena selama di rumah sakit ibunya tidak bisa tidur dengan baik karena sangat kepikiran dengan adiknya.
Tok…………..tok……………tok………………
“Boleh kakak masuk dek?” tanya Riana setelah mengetuk pintu dan membuka pintu kamar Arsen.
Arsen melihat kakaknya Riana dan mengangguk kepala sebagai jawaban. Riana menutup pintu kamar Arsen dan berlalu duduk di samping Arsen yang sedang duduk di sofa sambil menatap keluar dengan tatapan kosong.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Ibu sangat kepikiran sama kamu dek dari 2 minggu yang lalu sampai kamu masuk rumah sakit. Ibu setiap malam menangis setelah melihat kamu tidur dan kakak tidak tahu harus berbuat apa supaya ibu tidak sedih lagi dek” ucap Riana dengan suara bergetar.
Arsen melihat kakaknya dengan sendu dan tanpa sadar air matanya menetes membuat Riana seketika ikut menangis menatap adiknya.
“Kakak mohon kembalilah seperti dulu dek. Kakak tidak tahu masalah apa yang kamu alami saat ini, tapi kakak tidak ingin melihat ibu kita jatuh sakit karena mencemaskan kamu dek” pinta Riana dengan memohon.
“Kamu tahu saat kamu di rumah sakit, waktu itu nyawa kamu dalam bahaya karena membutuhkan donor darah sedangkan stok darah di rumah sakit waktu itu kosong. Tapi beruntung Sandro datang tepat waktu dan mendonorkan darahnya untuk kamu padahal kami tidak memberitahunya dek” tambahnya dengan suara lembut.
“Sandro” ucap Arsen untuk pertama kali setelah hampir dua minggu lebih tidak bicara apa-apa.
__ADS_1
“Heemmm! Sandro. Jika kamu ada masalah dengan Sandro maka selesaikanlah jangan menghukum dirimu seperti ini dek”
“Kamu itu sosok yang pemberani dan tidak pernah takut apapun yang selama ini kakak tahu, tapi kakak tidak pernah lihat adek kakak menjadi seorang pecundang seperti ini yang lari dari masalah dan mengurung diri tanpa berbuat sesuatu” seru Riana dengan suara tegas sambil mengelus kepala Arsen dengan lembut.
“Kakak………….hiks hiks hiks hiks” tangis Arsen pecah mendengar ucapan kakaknya barusan.
Grep……………..
Riana memeluk Arsen dengan erat membiarkan adiknya menangis sampai puas dan mengelus punggungnya berkata kalau semua akan baik-baik saja.
“Jika kamu berbuat salah maka bertanggung jawablah dek jangan mengurung dan menyiksa dirimu seperti ini” ucap Riana dengan suara lembut.
“Iya ka. Boleh aku meminta sesuatu ka” pinta Arsen dengan suara serak karena baru habis menangis.
“Katakan kamu mau apa dek? Kakak akan berusaha untuk mengabulkannya dek?” tanya Riana dengan cepat.
Arsen bangun dan mengambil sebuah flashdisk berwarna hitam dari dalam laci meja di samping ranjangnya dan menyodorkan kepada Riana.
“Ini apa dek dan untuk apa?” tanya Riana dengan bingung.
“Tolong berikan itu ke Sandro ka” jawab Arsen dengan memohon.
“Baiklah akan kakak berikan sekarang” ucap Riana tak mau bertanya banyak lagi.
“Terima kasih ka”
“Sama-sama dek”
Riana memeluk Arsen dengan erat lalu berlalu keluar dari kamar Arsen. Setelah melihat kakaknya sudah pergi, dengan cepat Arsen mengambil laptopnya dan berkutat disana entah apa yang ia lakukan hanya ia saja yang tahu.
Benar kata ka Riana kalau ini bukan waktunya aku menyiksa diri aku tapi harus mempertanggung jawabkan kesalahan yang aku buat, batin Arsen dengan penuh tekad.
Liam berkali-kali menelpon Keysa tapi tidak ada jawaban sama sekali darinya, membuat dia bertanda tanya apa yang terjadi dengan Keysa karena hampir dua minggu lebih ia tidak menjawab panggilannya.
“Kamu kenapa?” tanya Kenzo yang sedari tadi melihat sahabatnya mondar-mandir seperti setrika rusak.
“Aku sedang menelpon temanku yang menjadi informan rahasia aku mengenai Denis tapi sudah 2 minggu lebih ia tidak ada kabar sama sekali” jawab Liam dengan cepat.
“Aku penasaran siapa informanmu itu? Apa dia orang yang aku kenal?” tanya Kenzo dengan penasaran.
“Ya kamu mengenalnya” jawab Liam.
“Siapa?”
“Asisten tukang sapu jalan itu” jawab Liam dengan santai.
“APA” pekik Kenzo dengan suara menggelegar kaget mendengar ucapan Liam barusan.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Liam menatap Kenzo dengan tatapan tajam merasa sangat kesal,bkarena pekikan Kenzo yang seperti di hutan saja membuat telinganya sakit.
“Sialan aku tidak tuli bangsat!” maki Liam dengan suara tinggi.
“Kamu sedang tidak membohongi aku kan dude?” tanya Kenzo dengan selidik.
“Apa wajah aku ini kelihatan sedang berbohong sialan” jawab Liam sambil menunjuk wajahnya dengan kesal.
Kenzo menggelengkan kepalanya menjawab ucapan Liam barusan, sedangkan Liam ia hanya mendengus kesal sambil memegang telinganya yang berdengung sakit karena teriakan Kenzo barusan.
__ADS_1
“Katakan info terbaru apa yang kamu ketahui tentang anak tukang sapu itu?” tanya Kenzo dengan cepat.
“Ckk!! Mau dapat informasi bagaimana orang Keysa aja tidak ada kabar selama 2 minggu lebih” jawab Liam dengan kesal.
“Apa dia sudah ketahuan?” tanya Kenzo.
“Bisa jadi ya dan tidak dude. Lagian jika dia ketahuan bukannya kita berdua pasti sudah didatangi anak buah sialan itu?” tanya balik Liam.
“Mungkin mereka sedang merencanakan sesuatu untuk kita” jawab Kenzo dengan pikiran berkelana kemana-mana.
“Ucapanmu ada benarnya juga dude” balas Liam.
“Bagaimana kalau kita pergi mencari tahu dimana keberadaan Keysa” tambahnya lagi.
“Baiklah”
Kring…………….
Bunyi telpon Liam menghentikan keduanya yang baru saja akan pergi mencari Keysa dan saat melihat nama pemanggil di layar hpnya Liam segera menunjukkan ke Kenzo.
“Cepat jawab jangan lupa louspeaker” ucap Kenzo dengan cepat.
Liam mengangkat jarinya tanda oke menjawab ucapan Kenzo dan dengan cepat ia menjawab panggilan Keysa sebelum panggilan itu berakhir.
^^^“Halo Key. Kamu dimana? Kenapa kamu tidak ada kabar selama ini?” tanya Liam beruntun.^^^
“Kamu bisa datang ke rumah aku tidak Liam?” tanya Keysa dari seberang.
^^^“Buat apa? Lebih baik kamu saja yang datang ke apartemen aku” ucap Liam dengan cepat.^^^
“Aku tidak bisa pergi sekarang karena kondisi aku tidak memungkinkan. Lebih baik kamu kesini saja karena ada yang ingin aku bicarakan sama kamu” balas Keysa dengan suara tegas.
^^^“Baiklah aku kesana sekarang”^^^
“Baik aku tunggu ya”
^^^“Oke Key”^^^
Liam lalu mematikan panggilannya dan melihat Kenzo bertanya apa dia ingin ikut atau tidak menemui Keysa.
“Aku tidak ikut. Kamu kesana saja sendiri karena aku tidak mau anak buah sialan itu melihat aku disana” ucap Kenzo dengan cepat.
“Baiklah. Apa kamu akan kembali ke kantor?” tanya Liam.
“No. Aku malas kembali ke kantor biar Ando saja yang mengurus pekerjaan aku” jawab Kenzo dengan malas.
“Cih! Bos sepertimu itu tidak cocok duduk diposisi CEO sialan” ketus Liam dengan sinis.
“Hehehehe! Ada anak buah kenapa tidak pakai. Lagian kita ini bos jadi tinggal perintah saja” balas Kenzo sambil terkekeh.
“Terserah kamu saja” ucap Liam sambil berlalu pergi dari sana menuju rumah Keysa.
Setelah kepergian Liam dengan cepat Kenzo mengambil hpnya dan menghubungi kekasihnya Alexa untuk datang ke apartemen Liam sekarang.
“Sepertinya sudah waktunya aku memakai hotel milik papa kekasihku untuk bisnis haram aku” ucap Kenzo sambil tersenyum penuh arti memikirkan rencana licik di kepalanya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue……………….
__ADS_1