
Jantung Leila berdetak dengan cepat mencium bau parfum wanita di tubuh sang suaminya. Wajah yang tadi tersenyum seketika lenyap berganti dengan wajah panik dan cemas.
Tubuhnya menegang memikirkan berbagai kemungkinan yang terjadi dalam hari ini kepada suaminya meski ia mencoba mengusir semua pikir buruk tentang suaminya.
Tapi ternyata otaknya tidak sejalan dengan hatinya yang saat ini terasa sangat sakit seperti ada pisau yang menancap tepat di jantungnya.
"Sayang" panggil Denis dengan suara lembut saat merasa tubuh istrinya seperti menegang.
"Biarkan seperti ini dulu sayang" ucap Leila dengan cepat saat suaminya ingin melepas pelukannya.
"Kenapa Hem? Apa ada yang menganggu pikiranmu sayang?" tanya Denis seakan tahu jika istrinya sedang memikirkan sesuatu.
"Tidak ada apa-apa sayang. Aku hanya ingin memelukmu lebih lama lagi sayang" jawab Leila dengan suara pelan.
Tidak bertanya lagi Denis malah membalas pelukan istrinya dengan erat. Leila menutup mata menetralkan perasaan gundah didalam hatinya dan mencoba untuk tidak berpikiran negatif kepada suaminya.
"Aku siapkan air buat mandimu ya sayang" ucap Leila dengan cepat setelah melepas pelukannya.
Leila bergegas pergi dari sana menaiki lift tidak menatap suaminya sedikit pun. Denis mengerutkan keningnya melihat tingkah sang istri yang terlihat beda hari ini.
Tidak mau menunggu lift dengan cepat Denis menaiki tangga dengan tergesa-gesa menyusul sang istri. Ia yakin ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh istrinya saat ini.
Brugh...............
"Sayang" pekik Leila dengan kaget saat tangannya di tarik dengan kuat hingga tubuhnya membentur dada sang suami.
"Katakan apa yang terjadi dengan kamu sayang?" tanya Denis dengan tatapan tajam dan mengintimidasi.
"Aku tidak kenapa-napa sayang" jawab Leila dengan suara pelan.
"Sekali lagi aku tanya sayang. Ada apa denganmu dan apa yang kamu sembunyikan" tegas Denis dengan suara menggelegar.
Hiks............hiks.........hiks...........
Tangis Leila pecah mendengar suara suaminya yang menggelegar didalam kamar. Beruntung kamar mereka kedap suara jadi tidak ada pelayan yang bisa mendengar apa yang sedang terjadi didalam kamar utama saat ini.
"Maafkan aku.........hiks hiks hiks.........aku juga tidak tahu kenapa dengan diriku sayang.........hiks hiks hiks.........aku marah, sakit hati, dan sedih dengan diriku sendiri sayang" ucap Leila sambil menangis histeris.
"Jangan menangis sayang. Hati aku sakit melihat kamu menangis seperti ini sayang" ucap Denis dengan suara lembut sambil memeluk istrinya dengan erat.
"Hiks hiks hiks........aku benci dengan perasaan ini.......hiks hiks hiks" lirih Leila dengan suara parau.
"Jangan menyalahkan diri kamu sayang. Kamu tidak ada salah" bisik Denis sambil mengelus punggung sang istri dengan lembut.
Denis membiarkan istrinya menangis didalam pelukannya, biar sebentar baru ia tanya apa yang membuat istrinya punya pemikiran seperti itu.
Setelah melihat sang istri sudah tenang, Denis menariknya menuju sofa dan mendudukkannya di pangkuannya.
"Sekarang katakan apa yang membuat kamu merasa bingung dengan dirimu sendiri?" tanya Denis dengan suara lembut sambil menghapus air mata Leila.
"Siapa perempuan itu sayang" tanya Leila dengan pelan sambil menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.
Ehhh.................
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Kening Denis mengerut mendengar pertanyaan sang istri. Otaknya mulai berpikir siapa yang dimaksud istrinya dan juga ia berpikir siapa saja perempuan yang ia temui hari ini.
"Maksud kamu siapa sayang? Aku hari ini bertemu dan juga berpapasan dengan banyak perempuan sayang?" tanya Denis yang tak menemukan jawabannya.
"Apa" pekik Leila dengan mata melotot kaget.
"Katakan lebih rinci apa maksud kamu sayang?" tanya Denis dengan suara lembut sambil mengelus pipi Leila.
"Siapa perempuan yang berbicara dengan kamu saat aku telpon?" tanya Leila sambil menoleh ke samping.
Hehehehe................
Denis terkekeh melihat wajah cemberut sang istri yang sedang kesal. Ternyata istrinya sangat mengemaskan jika sedang cemburu.
Tuh kan benar dugaan aku. Suamiku pasti bermain mata di belakang aku, batin Leila dengan kesal saat melihat suaminya yang terkekeh tidak menjawab pertanyaannya.
Sedangkan Denis ia menahan tawanya yang akan pecah membaca pikirkan sang istri. Ia menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan jalan pikir istrinya yang menuduhnya bermain perempuan.
"Lihat aku sayang" ucap Denis dengan suara lembut.
"Cih!!" decih Leila tetap menoleh ke samping merajuk.
"Ingat petuah suami istri sayang" ucap Denis dengan suara lembut.
__ADS_1
"Heemm" deham Leila dengan wajah cemberut merasa kalah jika sudah mendengar kata petuah suami istri.
Mau tak mau ia menatap suaminya meski dengan dalam keadaan kesal. Denis memegang dagunya dan melabuhkan ciuman di bibir Leila dengan sangat lembut.
"Dengarkan aku sayang. Sampai aku mati aku tidak akan pernah menduakanmu apa lagi berselingkuh darimu. Hati dan tubuh ini hanya milik Leila Rose Arkana seorang dan akan seperti itu sampai maut menjemput kita" ucap Denis dengan suara tegas.
Leila menatap ke arah mata suaminya mencari kebohongan tapi yang ia dapat hanya ada kejujuran dan tatapan penuh cinta dari suaminya.
Grep................
"Maafkan aku sudah meragukanmu sayang" ucap Leila dengan rasa bersalah sambil memeluk suaminya.
"Tidak apa-apa sayang tapi ingat suami kamu ini orangnya setia dengan satu perempuan saja jadi jangan berpikir aneh-aneh" balas Denis sambil mengelus kepala istrinya dengan lembut.
"Lalu parfum wanita yang menempel di baju kamu itu milik siapa sayang?" tanya Leila sambil menatap suaminya.
Denis lalu menjelaskan dengan jujur kenapa ada parfum wanita yang tertempel di jasnya. Mendengar penjelasan sang suami, Leila kembali merasa bersalah sudah menuduh suaminya tidak-tidak.
"Lain kali jika ada sesuatu yang menganjal di hati kamu langsung beritahu aku sayang"
"Iya sayang"
Denis lalu menyuruh sang istri menyiapkan makan malam untuk mereka karena ia belum makan malam. Sebelum itu Leila sudah menaruh baju ganti untuk suaminya di atas ranjang sebelum keluar menyiapkan makan malam buat mereka.
~ Kediaman Baker ~
Saat ini Leila baru saja sampai di rumah keluarganya karena ingin memberikan kejutan untuk sang kakak. Ia ditemani Lisa dan pengawal karena suaminya pagi-pagi tadi sudah pergi ingin bertemu klien dari markasnya.
"Selamat pagi nona muda" ucap pak Jordi di depan pintu.
"Selamat pagi juga pak Jordi. Apa kakak sudah bangun pak Jordi?" tanya Leila dengan suara lembut.
"Belum nona muda" jawab pak Jordi.
"Oh baguslah. Lalu apa yang aku suruh sudah disiapkan pak Jordi?" tanya Leial dengan cepat.
"Sudah nona muda"
"Kalau begitu ayok kita siap-siap" ajak Leila dengan semangat.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Tak berselang lama Arkan muncul dengan muka bantal dengan pakaian tidur. Meskipun begitu ia terlihat sangat tampan membuat pelayan muda sedari tadi mencuri pandang ke arahnya.
"Kenapa ka Rayen lama sekali sih ka?" tanya Arkan dengan jutek karena masih mengantuk.
"Syuuutt! Itu seperti langkah kaki ka Rayen" ucap Leila sambil menutup mulut adiknya.
Ceklek...............
"Selamat ulang tahun" ucap semuanya dengan serentak mengagetkan Rayen yang baru saja membuka pintu ruang makan.
"Kalian" ucap Rayen dengan kaget mematung karena kehabisan kata-kata.
"Selamat ulang tahun kakakku sayang. Semoga panjang umur, cepat dapat jodoh, dan semua yang terbaik selalu ada buat ka Rayen" ucap Leila dengan suara lembut.
"Happy birthday brother Arkan yang terbaik sedunia" pekik Arkan sambil melompat ke punggung Rayen dan memeluknya dengan erat.
"Terima kasih adik-adik kesayangan kakak" ucap Rayen terharu.
"Ayo berdoa dulu ka sebelum tiup lilin ka" ucap Leila.
Ya Tuhan lindungi aku dan semua orang yang aku cintai dan biarlah kami terus merasakan kebahagiaan ini selama-lamanya, batin Rayen berdoa dalam hati.
Prok...........prok.........prok.............
Semua bertepuk tangan saat Rayen meniup lilin, Rayen lalu memeluk kedua adiknya yang sangat ia sayangi. Hari itu mereka menghabiskan waktu bersama sebelum pergi ke acara ulang tahun Rayen yang diadakan di yatch pribadinya.
~ Pelabuhan Tanjung Priok ~
Sedari tadi begitu banyak mobil mewah yang silih berdatangan untuk menghadiri acara ulang tahun presdir Baker yang diselenggarakan di yatch pribadinya.
Pengawalan ketat dari pihak polisi dan anak buah Rayen sudah di turunkan begitu banyak untuk menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
Leila yang sudah lebih dulu datang bersama kakak dan adiknya sedang menunggu suaminya yang sedang dalam perjalanan kesini.
"Ka aku ke tempat acara duluan ya" pamit Arkan.
"Iya dek" jawab Leila dengan suara lembut.
__ADS_1
"Lisa tolong suruh satu pengawal untuk mengecek suamiku. Jika suamiku sudah datang segera beritahunya kalau aku menunggu disini" titah Leila dengan suara lembut.
"Baik nyonya"
Setelah melihat Lisa sudah keluar, Leila melihat penampilannya di kaca sebelum suaminya datang. Malam ini ia tampil sangat cantik dengan gaun merah panjang tanpa lengan.
Rambutnya ia gerai dengan bagian ujung di buat curly, belum lagi ia mengenakan kalung dan anting-anting pemberian suaminya saat mereka membeli hadiah ulang tahun buat sang mama.
Sedangkan di bawah sana Liliana menatap penampilannya sekali lagi sebelum keluar dari dalam mobil.
Aku yakin malam ini Denis akan terpikat dengan kecantikan aku, batin Liliana dengan percaya diri.
"Nona kita sudah sampai" ucap Claudia setelah tiba didepan pintu masuk dermaga karena tadi mobil mereka harus diperiksa dulu.
"Heemmm" deham Liliana dengan angkuh.
Keduanya segera masuk ke dalam yatch setelah melewati pemeriksaan keamanan yang begitu ketat diluar sana.
"Boleh juga pestanya" ucap Liliana melihat dekorasi pesta yang sangat elegan dan mewah.
"Nona itu presdir Baker berada di arah jam 3" ucap Claudia.
"Ayok kita temui tuan rumahnya" ajak Liliana dengan angkuh.
Keduanya lalu bergegas menuju ke tempat Rayen yang sedang berbicara dengan rekan bisnisnya ditemani Arkan dan Leo.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Selamat ulang tahun presdir Baker" ucap Liliana dengan sopan sambil tersenyum manis.
"Terima kasih nona..." ucap Rayen yang tak mengenali Liliana.
"Liliana Rasyid. Saya putri dari Adam Rasyid pemilik perusahaan YouTech" ucap Liliana dengan cepat memperkenalkan diri.
"Ah! Putri dari Mr. Rasyid ya" ucap Rayen mengingat salah satu rekan bisnisnya dari Turki.
"Benar presdir Baker. Dan maaf daddy saya tidak bisa menghadiri undangan presdir karena beliau sedang sibuk, jadi saya yang mewakilinya menghadiri undangan presdir karena kebetulan saya berada di Indonesia" papar Liliana dengan suara lembut dan ayu.
"Tidak apa-apa nona Rasyid dam saya berterima kasih anda sudah meluangkan waktu anda menghadiri pesta saya" balas Rayen dengan suara dingin dan berwibawa.
"Iya presdir Baker"
Mereka lalu berbincang-bincang membahas seputaran perusahan dan juga hal-hal yang berbau bisnis.
Sedangkan Arkan sedari tadi matanya terus menatap Liliana dengan tatapan menyelidik merasa ada sesuatu yang terlihat aneh dari penampilan Liliana.
Kenapa aku merasa tante ini berpenampilan seperti ka Leila ya? Bahakan dandanan mereka dan juga cara bicara mereka sama, batin Arkan dengan bingung.
Tak lama para tamu didalam sana seketika riuh melihat pasangan paling serasi abad ini masuk ke dalam tempat pesta.
Semua pasang mata berdecak kagum melihat pasangan Mr & Mrs Arkana yang selalu saja bikin semua orang iri melihat keromantisan mereka.
"Selamat ulang tahun Rayen dan semoga kamu cepat menikah sebelum kadaluwarsa" ucap Denis dengan suara dingin sambil tersenyum smirk.
"Sayang" ucap Leila dengan mata melotot.
"Aku berkata benar kan sayang jadi jangan pasang wajah menggoda seperti itu sayang" ucap Denis sambil tersenyum manis.
Phew.............
Leial membuang napas dengan kasar melihat suaminya yang tidak tahu tempat yang selalu menggodanya.
"Terima kasih atas doamu yang sangat-sangat menyentuh hatiku Denis" ucap Rayen sambil tersenyum paksa.
"Heemmm"
"Bos" panggil Arkan sambil menunjuk ke arah Liliana uang sedari tadi menatap kakaknya.
Denis mengerutkan keningnya melirik Liliana yang sedang berdiri disamping Rayen. Entah kenapa ia merasa Liliana seperti berpakaian seperti istrinya dari make up mereka sampai gaya rambut mereka.
Hehehe! Jadi kamu ingin mendekati aku dengan bergaya seperti istriku ya, batin Denis sambil terkekeh setelah menebak apa yang ingin Liliana lakukan.
Bukan hanya Arkan dan Denis saja yang menyadari penampilan Liliana tapi Leila juga. Ia menatap Liliana dari ujung kaki sampai kepala merasa aneh, apa lagi cara bicara Liliana sampai tingkahnya juga sama persis dengan dia.
Apa feeling aku saja ya kalau wanita di sebelah ka Rayen berpenampilan dan berperilaku seperti aku, batin Leila dengan penasaran.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue..............
__ADS_1