Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 108


__ADS_3

Hah………….


Leila tercengang mendengar ucapan Denis yang seakan tahu jika ia sedang diawasi oleh musuh-musuhnya dan kemunculan dia disini hari ini pasti sudah sampai ke telinga mereka.


“Apa mereka itu musuh kamu sayang?” tanya  Leila dengan cepat.


“Heemmm” deham Denis sambil mengangguk kepalanya menjawab pertanyaan Leila.


“Kalau begitu kita harus pergi dari sini sayang. Aku tidak mau sampai kamu terluka sayang” pekik Leila dengan panik.


“Tenang sayang! Mereka tidak bisa mencelakai aku dan mereka tidak akan berani menyerang aku disini” ucap Denis menenangkan kekasihnya yang sudah panik.


“Hah! Kok bisa sayang?” tanya Leila dengan bingung.


“Karena itu sama saja mereka bunuh diri sayang. Apa kamu pikir mereka akan menyerang kita di pusat kota yang ramai seperti ini sayang?” tanya balik Denis sambil tersenyum menyeringai.


Leila diam membenarkan ucapan kekasihnya, karena saat ini mereka berada di pusat kota dan sangat ramai oleh pejalan kaki dan kendaraan yang melintasi di jalan sekitar sini.


Apa lagi penjagaan di sekitar restoran sangat ketat dan tidak bisa sembarang orang masuk kesini, karena akan diperiksa terlebih dahulu oleh anak buah Denis yang sedang berjaga di bawah sana.


^^^“Katakan” ucap Denis dengan suara dingin saat menjawab telpon dari Tom^^^


“Bos orang yang berada didalam mobil tadi hanya berhenti sebentar karena menunggu temannya yang minta dijemput didekat restoran nyonya” ucap Tom dari seberang.


^^^“Apa kamu sudah konfirmasi ucapannya?” tanya Denis dengan suara dingin.^^^


“Sudah bos dan ucapannya benar tak ada kebohongan sama sekali bos” jawab Tom dengan suara tegas.


^^^“Heemmm”^^^


“Apa kami harus melepaskannya bos?” tanya Tom dari seberang.


^^^“Ya! Lakukan seperti biasa karena feelingku tak pernah salah” jawab Denis dengan suara dingin.^^^


“Baik bos”


Denis mematikan panggilannya sepihak lalu mengirim pesan kepada Sandro dan lainnya, untuk menemui dia di ruangan mamanya guna membicarakan apa yang barusan terjadi.


“Sayang apa sebaiknya aku dan Arkan pulang saja?” tanya Leila dengan cemas.


“Aku akan mengantar kalian pulang sayang. Jangan takut karena aku tidak akan membiarkan kamu terluka” jawab Denis dengan suara lembut sambil mengelus pipi Leila.


Keduanya lalu pergi ke ruangan Amira menunggu Sandro dan lainnya datang. Tak berselang lama Arsen, Sandro, Rian, dan Arkan masuk ke dalam ruangan tante Amira yang sudah ditunggu oleh Denis.


“Ka Leila” ucap Arkan yang kaget melihat kakaknya juga berada didalam sana.


Sedangkan Leila ia menunduk merasa sangat malu didepan adik dan lainnya, karena sifat kekasihnya yang tak pernah perduli dimana pun mereka berada. Bagaimana tidak malu, Denis memeluk perutnya dengan erat dan menyuruhnya duduk di pangkuannya saat ini.


“De…..k” ucap Leila dengan gugup merasa malu di tatap adiknya seperti itu.


“Jaga matamu sialan! Aku tidak perduli jika kamu itu adik kekasihku karena aku tidak suka laki-laki lain menatap kekasihku seperti itu” hardik Denis dengan aura membunuh tak suka Arkan menatap Leila seperti itu.


“Eh! Iya bos” ucap Arkan dengan kaget tak menyangka ternyata Denis sangat posesif kepada kakaknya.


“Mulai sekarang kamu harus membiasakan diri melihat hal seperti itu bocah” bisik Sandro yang tahu apa yang dipikirkan oleh Arkan.


“Iya ka” balas Arkan dengan cepat.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Leila memutar malas matanya tak menyangka sifat posesif kekasihnya akan seperti itu meski dengan adik kandungnya sendiri. Ia yakin mulai besok ia akan mengalami hal yang tidak pernah ia sangka sebelumnya, dan itu semua pasti karena sifat kekasihnya yang sangat aneh.


“Bos ada apa menyuruh kami semua kesini?” tanya Sandro dengan penasaran.


“Mereka sudah mengetahui kepulanganku dan barusan mengirim anjing peliharaan mereka untuk mengintaiku” jawab Denis dengan suara dingin.

__ADS_1


“Apa! Memangnya siapa yang berani mengirim anjingnya bos?” tanya Arsen dengan kaget.


“Menurutmu?” tanya balik Denis sambil tersenyum menyeringai.


“Manusia keparat itu rupanya” jawab Arsen dengan emosi.


“Cih! Apa dia tidak lelah terus mencari gara-gara dengan kita bos?” tanya Sandro dengan kesal.


“Dia akan berhenti setelah berhasil melenyapkan aku dari dunia ini” jawab Denis dengan suara dingin dan tegas.


Semuanya seketika langsung melihat ke arah Denis tak menyangka ia akan berbicara seperti itu, Denis sendiri menatap mereka satu persatu tak perduli dengan tatapan mereka yang seakan memintanya untuk tidak mengatakan tentang kematian.


“Langkahi dulu mayatku sebelum dia melakukan itu semua bos” ucap Sandro dengan suara tegas dan aura membunuh.


“Aku sependapat dengan Sandro bos” ucap Arsen.


“Aku juga bos” ucap Rian dengan suara dingin dan tegas.


“Jika yang bos bicarakan adalan Kenzo Arjuna sialan itu, maka aku sendiri yang akan membunuhnya dengan tanganku sendiri karena sudah berani mengusik keluarga aku” ucap Arkan dengan suara tegas dan tatapan tajam.


“Dek” ucap Leila memperingati adiknya untuk tidak melakukan hal itu.


“Jangan khawatir ka, karena aku bukan Arkan Luis Baker yang dulu lagi ka” balas Arkan dengan tatapan tajam.


Leila dibuat kaget tak menyangka tatapan adiknya akan sama seperti kakaknya Rayen jika sedang serius.


“Sayang” lirih Leila sambil menatap Denis memintanya untuk tidak melibatkan adiknya dalam hal ini.


Cup…………..


Mata Leila seakan ingin copot melihat apa yang dilakukan oleh kekasihnya didepan umum. Denis sendiri terkekeh melihat reaksi kekasihnya yang menurutnya sangat mengemaskan jika melotot seperti itu karena sedang kesal.


“Aku hargai usaha kalian semua dan aku sangat senang ternyata memiliki kalian yang sangat menyayangiku” ucap Denis dengan suara dingin.


“Tapi! Urusan manusia sialan itu adalah bagian aku dan kalian dilarang ikut campur dalam hal itu!” tambahnya dengan suara tegas didalam sana.


“Heeemmm” deham Denis sambil mengangguk kepalanya.


Sandro dan lainnya tersenyum senang karena diijinkan Denis untuk membantunya dalam memberi pelajaran kepada Kenzo musuh terbesar mereka selama ini.


Denis lalu menyuruh mereka semua untuk mengantar keluarga mereka pulang, karena ia yakin kondisi di restoran sudah tidak aman lagi.


Saat ini Denis sedang mengendarai mobilnya sendiri untuk mengantar Leila dan Arkan pulang ke kediaman mereka barulah ia mengantar mamanya pulang.


~ Kediaman Baker ~


Sampainya di kediaman Baker Leila dan Arkan segera turun dari mobil Denis karena mereka sudah sampai.


“Terima kasih sudah mengantar kami sayang. Apa kamu yakin tidak ingin masuk sayang?” tanya Leila dengan suara lembut.


“Aku harus mengantar mama pulang ke rumah sayang” jawab Denis dengan suara lembut.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Amira tercengang tak menyangka jika anaknya akan berbicara dengan sangat lembut kepada Leila dan ia bersyukur karena Denis tidak memperlakukan Leila seperti orang lain.


“Mama hati-hati ya” ucap Leila dengan suara lembut sambil tersenyum manis.


“Iya nak. Sampai ketemu besok di rumah mama ya nak” balas Amira sambil tersenyum.


“Iya ma”


“Bos terima kasih ya sudah mengantar kami dan hati-hati dijalan” ucap Arkan.


“Heemmm”

__ADS_1


“Mama sampai jumpa lagi ya” ucap Arkan sambil menatap Amira dengan senang.


“Iya nak. Besok ikut kakakmu ke rumah mama biar mama masakin makanan enak untuk kamu ya” ucap Amira.


“Oke ma! Besok pasti aku datang” ucap Arkan dengan semangat.


“Iya nak mama tunggu”


“Iya ma”


Denis segera melajukan mobilnya pergi dari sana diikuti oleh 6 mobil pengawal menuju rumah sang mama. Saat di tengah jalan tiba-tiba hpnya berbunyi ada panggilan masuk dari Tom.


^^^“Katakan” ucap Denis setelah memakai earphone di telinganya.^^^


“Feeling bos benar. Orang tadi ternyata bertemu dengan salah satu anak buah geng Ular Cobra barusan di salah satu club malam dan mereka membicarakan tentang situasi di restoran dan juga mengenai bos yang sudah kembali”


^^^“Jadi tebakan aku tentang sialan itu benar ya” ucap Denis sambil terkekeh.^^^


“Iya bos”


^^^“Beri mereka pelajaran seperti biasa dan kirim mereka ke sialan itu sebagai peringatan dariku” titah Denis dengan suara dingin dan tegas.^^^


Denis segera mematikan panggilannya sepihak tak menunggu balasan dari Tom. Amira yang mendengar pembicaraan anaknya sedari tadi entah dengan siapa merasa takut dan cemas jika ada orang yang ingin membunuh anaknya.


“Nak apa ada orang yang ingin mencelakaimu?” tanya Amira memberanikan diri.


“Iya ma” jawab Denis dengan singkat.


“Siapa orang itu Denis?” tanya Amira dengan cepat.


Denis menatap mamanya dengan sekilas sebelum menjawab pertanyaan dari sang mama. Amira dengan sabar menunggu apa yang akan Denis katakan mengenai orang yang berniat ingin membunuhnya.


Brak…………………..


Keduanya tiba-tiba dikagetkan dengan bunyi tabrakan di depan sana yang entah dari mana datang dan langsung menabrak mobil pengawal mereka didepan sana.


“D…..enis” ucap Amira dengan terbata-bata merasa ketakutan.


“Tenang ma. Kita akan baik-baik saja ma” balas Denis dengan suara tegas tak ingin mamanya semakin ketakutan.


Brak………….


Denis menggenggam setir mobil dengan kuat melihat salah satu mobil pengawalnya yang sudah terbalik di belakangnya, karena ditabrak oleh mobil tak dikenal.


^^^“Habisi semua yang mencurigakan” titah Denis dengan suara  dingin lewat earpiece.^^^


“Baik bos” ucap semua anak buahnya dengan serentak dari seberang.


“Bos ada mobil van coklat melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke arah bos” ucap Sean yang tepat berada di belakang Denis tapi jarak mereka sangat jauh karena Denis mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


^^^“Serahkan dia kepadaku. Kalian urus yang lainnya” titah Denis dengan suara tegas.^^^


“Siap bos”


Bibirnya tersenyum smirk saat melihat mobil tersebut yang semakin mendekat ke arahnya, ia lalu melakukan drift sehingga mobilnya berputar membuat mobil van itu kehilangan kandali dan menabrak trotoar hingga mobilnya terbalik berulang kali di jalan.


Duar…………..


Bunyi ledakan besar seketika terjadi membuat kemacetan parah disana, karena pengguna jalan tiba-tiba berhenti mendadak tak ingin terkena ledakan itu.


Dor……………dor………………dor…………..dor……….


Tiba-tiba mobil Denis ditembak dari arah kiri dan beruntung mobil Denis anti peluru jadi tidak sampai menembus ke dalam.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue…………………


__ADS_2