Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 248


__ADS_3

Setelah mendengar cerita daddynya dan uncle Pablo tentang Denis Arkana tadi, tidak membuat Zeus mengurungkan niatnya untuk mencari lebih jauh lagi tentang sosok tersebut.


Meski sudah di peringati oleh daddynya tapi Zeus ingin sekali melihat kekejaman seorang Denis. Bukan itu saja ia juga sangat penasaran dengan kehebatan pemimpin Black Devil yang sangat terkenal kejam di dunia bawah saat ini.


"Kenapa aku sangat penasaran sekali ya dengan sosok kakak tiriku itu" ucap Zeus sambil memainkan pistol kesayangannya.


Dengan cepat ia langsung mengambil hpnya dan menghubungi tangan kanannya di Inggris.


"Halo bos" ucap suara berat dan dingin dari seberang.


^^^"Kapan kalian datang?" tanya Zeus dengan suara tak kalah dingin.^^^


"Minggu depan bos karena kami harus menyelesaikan semua bisnis disini dan mengirim sebuah barang markas kita ke sana lebih dulu" ucap Lexi tangan kanan Zeus.


Meski masih 17 tahun tapi Zeus sudah mempunyai tangan kanannya. Ia seumuran dengan Zeus dan juga orang selama ini berada disisinya saat membangun markas mereka di Inggris.


^^^"Jangan bawa semua barang di markas. Biarkan markas di sana tetap beroperasi dan jadikan markas itu sebagai markas cabang" titah Zeus dengan suara tegas.^^^


"Baik bos"


^^^"Oh satu lagi suruh Viko mencari video apa saja tentang kekejaman ketua Balck Devil" ucap Zeus dengan suara tegas.^^^


"Hah! Pemimpin Balck Devil bos?" tanya Lexi dengan kaget.


^^^"Kamu dengar ucapan aku Lexi" sarkas Zeus dengan suara dingin.^^^


"Maafkan aku bos"


^^^"Heemmm"^^^


"Tapi bos apa anda yakin ingin mencari tahu tentang pemimpin Balck Devil? Bukannya saat ini kelompok mereka sangat di takuti bos?" tanya Lexi dengan ragu.


^^^"Kerjakan saja perintahku sialan!" bentak Zeus dengan suara tinggi.^^^


"Baik bos" ucap Lexi tak mau membuat bosnya semakin emosi.


Zeus lalu mematikan panggilannya sepihak sambil menutup mata menetralkan emosinya. Moodnya sedari tadi tidak bagus, setelah mengetahui sosok asli kakak tirinya yang ternyata adalah paling mafia paling di takuti.


"Berengsek" umpat Zeus dengan kesal.


Ia berlalu masuk ke dalam kamar mandi ingin mendinginkan pikirannya dengan air dingin. Sekaligus mengalihkan semua pikirannya dari sosok Denis.


Inilah pribadi Zeus yang tidak diketahui orang lain Selian daddynya. Ia sangat terobsesi dengan sesuatu dan akan mencari tahu hal itu sampai ia menjawab rasa penasarannya.


Sedangkan didalam kamar Steven saat ini ia sedang menelpon calon istrinya ingin membicarakan sesuatu.


"Halo" ucap suara lembut dari sebenab.


^^^"Apa kamu sudah tidur sayang?" tanya Steven dengan suara tak kalah lembut.^^^


"Apa orang yang sudah tidur bisa menjawab telpon?" tanya balik Amira dari seberang dengan nada kesal.


Hehehehe..............


Steven terkekeh mendengar ucapan Amira yang balik bertanya kepadanya. Ia memang salah memberikan pertanyaan yang tidak masuk akal barusan.


^^^"Maaf sayang. Aku hanya takut menganggu tidurmu" ucap Steven.^^^


"Tidak apa-apa Steven. Memangnya ada apa kamu menghubungi aku tengah malam begini?" tanya Amira dengan penasaran dari seberang.


^^^"Aku tadi lupa bicara mengenai rumah yang akan kita tempati setelah menikah nanti" jawab Steebm.^^^


Hening..............


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Amira tidak langsung menjawab ucapan Steven karena ia juga lupa akan hal itu. Apa lagi ia belum membahas hal ini dengan putranya.


^^^"Halo Amira apa kamu masih disana?" tanya Steven yang tidak mendengar suara Amira.^^^


"Ya aku masih disini Steven. Uhm! Apa kita bisa membicarakan hal ini besok?" tanya Amira.


^^^"Bisa sayang. Nanti besok aku akan menjemputmu sebelum berangkat kerja" jawab Steevn.^^^


"Jangan Steven. Lebih baik kita bicara saja hal ini setelah ketemu dengan pihak WO" usul Amira.

__ADS_1


^^^"Baiklah sayang"^^^


"Kalau begitu aku tidur dulu Steevn. Kamu juga jangan bergadang lagi dan cepat tidur"


^^^"Baik calon istriku"^^^


"Selamat malam Steven"


^^^"Selamat malam juga sayang"^^^


Setelah panggilan mereka berakhir Steven bergegas naik ke tempat tidur. Ia tidak bergadang seperti malam biasanya dan mengikuti perintah calon istrinya tadi.


~ DA Corp ~


Hari Senin adlah hari tersibuk di DA Corp karena setelah libur weekend, maka semua karyawan akan dihadapkan dengan pekerjaan yang sangat banyak di hari baru dalam setiap minggu.


Didepan lobby Amira bergegas turun dari mobil setelah pengawal membukakan pintu untuknya. Amira dan Anisa bergegas masuk ke dalam perusahaan.


Sepanjang jalan para karyawan memberi hormat dan menyapanya saat bertemu dengan nyonya besar Arkana.


Ting...............


"Nyonya besar" ucap Rian kaget melihat kedatangan Amira dan istrinya.


"Apa anakku ada Rian?" tanya Amira dengan suara lembut.


"Presdir sedang meeting di lantai bawah nyonya besar" jawab Rian dengan suara dingin.


"Oh baiklah. Aku akan tunggu Denis didalam ruangannya"


"Baik nyonya besar"


Rian lalu membukakan pintu ruangan Denis untuk Amira. Sedangkan ia kembali ke meja kerjanya di temani sang istri, tak lupa menyuruh OB untuk membuatkan minum buat nyonya besar.


"Bagaimana anak kita sayang?" tanya Rian dengan suara lembut sambil mengelus perut buncit sang istri.


"Aku dan dedek bayi baik-baik saja mas" jawab Anisa sambil tersenyum manis.


"Ingat jangan sampai kelelahan sayang. Aku tidak mau kamu dan anak kita kenapa-napa" ucap Rayen dengan tatapan penuh cinta.


"Iya mas"


"Mas" panggil Anisa dengan suara lembut.


"Heemmm" deham Rian tak mengalihkan pandangannya dari komputer.


"Kalau aku berhenti dari kerjaan aku bagaimana mas?" tanya Anisa dengan pelan.


Gerakan tangan Rian yang sedang mengetik seketika terhenti. Keningnya mengerut melihat sang istri tak menyangka akan mengatakan hal itu, padahal ia selama ini sangat berharap istrinya berhenti dari pekerjaannya.


"Kita bicarakan hal ini di rumah ya sayang" ucap Rian dengan suara tegas.


"Iya mas"


Rian kembali berkutat dengan pekerjaannya dengan serius. Sesekali tangannya mengelus perut buncit sang istri dan memberinya kecupan hangat di bibirnya sesekali.


"Mas" panggil Anisa dengan suara mendesah.


"Jangan memancingku sayang" ucap Rian saat tangan sang istri di mengelus bagian tengahnya dengan lembut.


Anisa terkekeh melihat wajah sang suami yang sudah merah padam menahan gairahnya. Tiba-tiba tangannya di pegang Rian sambil menatapnya dengan tatapan tajam.


"Sepertinya kamu harus di hukum sayang" ucap Rian dengan suara serak.


"Aku sudah tidak sabar menerima hukumannya mas" bisik Anisa dengan sensual.


Glek...............


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Rian menelan salivanya dengan susah mendengar ucapan sang istri dan dengan cepat ia segera menarik istrinya pergi dari sana, tak lupa ia mengabari Sandro ia akan kembali 3 jam lagi.


Anisa tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat kelakuan sang suami. Entah kenapa ia tiba-tiba sangat ingin berci**a dengan suaminya sekarang.


2 Minggu kemudian

__ADS_1


Waktu berlalu dengan sangat cepat dan tinggal 1 minggu lagi acara pernikahan Amira dan Steven. Selama 2 minggu Amira yang ingin membahas tentang tempat tinggal setelah ia menikah dengan Steven belum juga mereka bahas.


Oleh sebab itu Amira mengajak Steven dan Zeus ke mansion Denis ingin membahas hal ini bersama putranya.


~ Mansion Denis Arkana ~


Leila menghampiri mama mertuanya dan langsung memeluknya. Ia kaget melihat mertuanya yang datang bertamu di mansion mereka hari ini.


"Mama kok tidak bilang sih kalau mau kesini" ucap Leila.


"Mama memang tidak kasih kabar karena tahu pasti kalian ada di mansion" ucap Amira dengan suara lembut.


"Iya ma"


"Hay daddy Steven, Zeus selamat datang di kediaman kami" sapa Leila dengan suara lembut.


"Hay nak Leila" balas Steven dengan suara dingin.


"Hay juga ka" ucap Zeus dengan suara tak kalah dingin.


"Baby Kai dimana nak?" tanya Amira.


"Sedang bermain di taman belakang ma" jawab Leila.


"Mama ingin bicara sama Denis nak. Apa kamu bisa memanggilnya" ucap Amira dengan suara lembut.


"Suamiku masih meeting di ruang kerjanya bersama Arsen, Sandro, Arkan, dan Max ma" ucap Leila.


"Ya sudah kita tunggu saja"


Amira dan lainnya lalu menuju ke teman belakang bermain bersama baby Kai sambil menunggu Denis selesai meeting.


Sedangkan Leila ia bergegas naik lift menuju ruang kerja suaminya.


Ceklek...................


Semua mata didalam sana langsung menatap ke arah pintu, saat pintu dibuka tanpa diketuk. Hanya satu orang saja yang bisa melakukan hal itu dan itu adalah sang nyonya rumah.


"Sayang" panggil Leila dengan suara lembut.


"Keluar" ucap Denis dengan suara dingin menatap Sandro dan lainnya.


Leila menepi ke samping memberi jalan kepada Sandro dan lainnya untuk keluar. Ia lalu menghampiri suaminya dan duduk di pangkuan Denis saat melihat isyarat tangan Denis menyuruhnya mendekat.


"Ada apa sayang?" tanya Denis dengan suara lembut.


Tak biasanya istrinya mengganggunya saat sedang berbicara dengan orang kepercayaannya. Ia tahu pasti ada hal penting atau mendesak sehingga sang istri datang.


"Ada mama, daddy Steven, dan Zeus di bawah sayang. Mereka ingin berbicara dengan kamu sayang" jawab Leila memberitahu.


"Buat apa mereka kesini?" tanya Denis dengan suara dingin tak menyukai kedatangan uncle Steven dan Zeus.


"Mana aku tahu sayang. Kata mama ada sesuatu yang ingin dibicarakan sama kamu sayang" jawab Leila dengan cepat.


"Beritahu mereka aku masih meeting dengan Sandro dan lainnya sayang"


"Aku sudah beritahu dan mama bilang ingin menunggu kamu sampai selesai meeting"


"Heemmm"


Cup................


Denis mencium bibir istrinya dengan lembut sebelum Leila keluar. sampainya di luar Leila segera menyuruh Sandro dan lainnya untuk masuk kembali.


2 Jam kemudian


Denis berlalu keluar dari ruang kerjanya setelah selesai meeting dengan orang kepercayaannya. Saat turun ke lantai satu, Denis menatap Zeus dengan tatapan tajam dan membunuh.


Aura di sekitar mereka tiba-tiba berubah menjadi sangat mencekam saat Denis sampai di ruang santai.


Bugh....................


"Denis" pekik Amira dengan suara melengking.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue.....................


__ADS_2