Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
Ekstra Part 1


__ADS_3

Prang……..prang……..prang……….


Bunyi pecahan bergema didalam ruang tengah rumah Arkana atau lebih tepatnya rumah Steven Smith dan Amira Smith – Salma.


Zeus menutup mata melihat kekacauan yang dilakukan oleh keponakan-keponakannya yang dipimpin oleh Kaisar Milano Arkana.


Kebetulan mulai hari ini ia sudah libur kuliah


jadi dia tidak perlu kampus, oleh karena hal itu dia di suruh daddynya untuk menjaga 3 keponakannya.


Sudah 4 tahun berlalu dengan cepat dan setiap kali ia libur perkuliahan adalah hari yang paling menyebalkan dalam hidup Zeus. Bagaimana tidak, ia yang seorang bad boy di kampus sekaligus mafia di dunia bawah harus menjadi pengasuh dari 3 bocah naka.


“Kai stop it! Stop it Kaisar Milano Arkana!” hardik Zeus dengan suara tinggi.


“Who are need to stop me” (siapa kamu ingin menghentikan aku) balas Kai dengan suara dingin dan tatapan tajam.


“Arrghh! Aku akan melapor perbuatanmu ke papa dan mama kamu Kai” ancam Zeus dengan mata


melotot tajam.


“I don’t care. Go tell them” (aku tidak perduli. Katakan saja kepada mereka) balas Kai dengan santai.


Sialan! Bocah setan, batin Zeus dengan kesal.


Kai tersenyum smirk membaca pikiran uncle Zeus dan ia tidak takut sama sekali jika perbuatannya di laporkan ke papa dan mamanya. Kaisar seperti Denis yang bisa membaca pikiran orang lain dan itu adalah bakat alami sejak ia lahir.


Di umurnya yang baru saja 5 tahun, Kai termasuk anak yang sangat pintar dan ia bahkan sudah bisa membaca dan menghitung. Kepintaran dari Denis dan Leila menurun kepadanya membuat dia menjadi bocah yang sangat pintar.


“Ka Kai look what i get” (kakak Kai lihat apa yang aku dapat) pekik Milan Enzo Baker anak pertama Rayen Baker dan Claudia Baker.


“Oh Milan. Itu bunga kesayangan grandma” keluh Zeus sambil berkacak pinggang.


“Aku idak suka unganya jadi aku abut mua uncle” ucap Milan dengan bibir mengerucut.


“Apa” pekik Zeus dengan suara tinggi.


AArrghh………………


Teriak bi Eda dari luar membuat Zeus langsung tahu apa yang terjadi dan ini semua pasti berhubungan dengan apa yang dikatakan Milan barusan.


Huaawaa………………


Tiba-tiba suara tangisan bergema didalam sana dan pelakunya tak lain adalah Aron Stefano Baker, anak dari Arkan Baker dan Bianca Baker yang baru berumur 2 tahun lebih. Zeus memijit keningnya yang tiba-tiba berdenyut sakit dengan ulah 3 bocah ini.


Kai dengan wajah datarnya dan dingin berlalu menuju taman samping diikuti Milan. Sedangkan Zeus bergegas mengendong Aron dan mengantikan popoknya karena ia buang air besar sehingga membuat dia menangis karena tidak nyaman.


“Udah jangan nangis lagi. Duduk disini biar uncle ambil celanamu dulu” ucap Zeus setelah membersihkan kotoran Aron.


“cle mimi” ucap Aron dengan suara cadelnya yang belum jelas bicara.


“Iya nanti uncle buatkan sekalian ambil celana dan popok kamu” ucap Zeus.


“Iya” jawab Aron.


Zeus berlalu pergi ke kamar tamu untuk mengambil popok dan celana buat Aron tak lupa juga mengambil susunya. Entah bagaimana semua pengasuh 3 bocah itu tidak ada, seperti mereka sengaja di liburkan orang tua mereka serentak saat ia libur kuliah.


Buk………buk…..…….buk…………..


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Aron yang mendengar suara berisik dari arah samping bergegas turun dari sofa ingin melihat apa yang terjadi. Sampai disana matanya melotot


kaget melihat kedua kakak sepupunya sedang melempar ikan koi peliharaan Steven di kolam samping.


“Alon sini” panggil Milan sambil tersenyum lebar.


Dengan kaki kecilnya Aron berlari menghampiri kedua kakak sepupunya sambil tertawa lebar. Sampainya disana Kai tak berkata apa-apa dan


terus melanjutkan kegiatannya melempar ikan koi yang sangat banyak di dalam sana dengan batu.


“Ka ai batu dak ada agi” ucap Milan dengan suara cadel.


“Pakai ini” ucap Kai memberikan buah apel hias yang sedang bermekaran di samping kolam.


Milan dan Aron dengan antusias mengambil buah apel tersebut dan melempar ikan-ikan didalam kolam dengan senang. Ketiganya dengan semangat


melempar ikan-ikan cantik itu dengan bahagia, seakan itu adalah permainan yang sangat seru.

__ADS_1


Tanpa mereka tahu kalau ikan-ikan yang mereka lempar adalah koleksi Steven yang sangat ia jaga selama ini.


Apa lagi satu ekor ikan itu harganya sangat mahal, belum lagi apel hias milik Amira yang ia beli dengan


harga 500 juta per pohon kecil.


“YA GUSTI MATILAH KITA” teriak bi Eda dengan suara melengking.


Zeus yang mendengar teriakn bi Eda bergegas menuju asal suara, apa lagi 3 bocah nakal itu tidak ada dalam rumah saat ini. Sampainya di pintu menuju taman samping matanya seakan ingin keluar dari tempatnya melihat apa yang dilakukan ketiga bocah nakal itu.


“KAISAR MILANO ARKANA! MILAN ENZO BAKER! ARON STEFANO BAKER!” teriak Zeus dengan suara menggelegar.


“Uncle jelek berisik” balas Kai dengan tatapan tajam.


“Ya uncle belisik” ucap Milan.


“Cle lisik” ucap Aron.


Phew………….


Zeus membuang napasnya dengan kasar sambil menutup mata mengontrol emosinya mendengar ucapan ketiga bocah nakal didepannya.


Ia berkali-kali membuang napasnya dengan kasar menahan emosi, sedangkan bi Eda hanya bisa


mengelus dadanya melihat apa yang dilakukan oleh 3 cucu dari tuan dan nyonyanya.


Aku yakin tuan dan nyonya akan syok melihat semua ini, batin bi Eda dengan yakin.


~ DA Corp ~


Denis sedang melakukan meeting bulanan dengan semua jajaran direktur kantor cabang dan direktur kantor pusat. Meeting kali ini membahas semua proyek yang akan dilakukan untuk 6 bulan ke depan.


“Apa wisata taman laut di Lombok sudah selesai?” tanya Denis dengan suara dingin.


“Sudah 90% selesai presdir. Saat ini kita sedang dalam tahap pengecekan akhir dan juga uji coba untuk menjaga keselamatan pengunjung presdir” lapor direktur Steven Kaito.


“Siapa penanggung jawabnya?” tanya Denis lagi.


“Saya presdir” jawab Jems Miller direktur konstruksi DA.


“Pastikan uji cobanya mecapai tingkat 100% dan  aku juga pastikan semuanya benar-benar aman


“Baik presdir” jawab Jems.


“Tingkatkan kinerja kalian untuk bulan ini agar presentasi kesuksesan perusahan kita tahun ini naik


menjadi 400%” ucap Denis dengan suara tegas.


“Baik presdir” jawab semua peserta meeting dengan serentak.


“Direktur Steven kumpulkan semua laporan bulan ini ke meja aku sampai jam pulang kantor” ucap Denis sambil menatap direktur Steven dengan tatapan tajam.


“Baik presdir” jawab direktur Steven.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Denis bergegas pergi dari ruang meeting diikuti Arsen, Sandro, dan Rian meninggalkan ruang meeting. Semua peserta meeting menghela


napas dengan lega karena presdir mereka sudah keluar dan kali ini meeting berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan seperti biasa.


“Sebelum bubar dari sini, saya ingatkan kembali untuk mengumpulkan laporan bulan lalu ke meja sekertaris saya sesuai perintah presdir tadi” ucap direktur Steven dengan suara tegas.


“Batas waktunya 1 jam sebelum jam pulang” tambahnya lagi menatap jam di tangannya.


“Baik direktur Steven” ucap semuanya dengan serentak tidak protes.


Mereka tahu jika laporan itu harus dicek dulu oleh direktur Steven sebelum di berikan ke presdir. Makanya batas waktunya 1 jam sebelum jam pulang kantor dan itu berarti 4 jam dari sekarang.


“Apa Bimo sudah pergi memeriksa istriku?” tanya Denis saat sudah berada didalam ruangannya.


“Nyonya menolak di periksa dokter BImo bos” jawab Sandro melapor sesuai informasi dari pak Liam.


Denis menatapnya dengan alis sebelah terangkat bertanya kenapa istrinya menolak untuk diperiksa. Sandro lalu memberitahu alasannya sesuai informasi dari dokter Bimo dan pak Liam.


“Nyonya sendiri yang tidak mau di periksa katanya nyonya hanya kelelahan dan butuh tidur bos” ucap Sandro menjelaskan.


Mungkin memang benar istriku kelelahan melayani aku semalam karena kita melakukannya sampai 4 kali, batin Denis mengingat pergulatan mereka semalam.

__ADS_1


“Beritahu Bimo untuk menyiapkan vitamin dan  suplemen penambah tenaga untuk istriku” titah Denis dengan suara tegas.


“Baik bos” jawab Sandro.


“Jangan lupa beritahu koki untuk menyiapkan  makanan sehat dan bergizi untuk istriku” ucap Denis dengan tatapan tajam.


“Oke bos”


“Arsen kamu beritahu mama aku untuk mengirim makan siang untuk aku” titah Denis.


“Presdir biar aku saja yang pesanan makan siang untuk presdir karena kebetulan istriku ada di restoran nyonya saat ini, jadi biar sekaIian istriku membawanya kemari” usul Rian dengan cepat.


“Heemmm” deham Denis sambil mengangguk kepalanya.


Denis lalu menyuruh mereka untuk keluar dari ruangannya karena ia ingin menyelesaikan pekerjaannya supaya bisa pulang lebih awal.


Ting………..


Mata Denis menatap kearah hpnya saat mendengar bunyi pesan masuk. Keningnya mengerut melihat nama Bocah Gila yang tak lain adalah Zeus di layar hpnya.


Bocah Gila


“Aku sudah tidak sanggup lagi ka😣😮‍💨”


Mata Denis melotot melihat foto yang di kirim oleh Zeus tentang anaknya yang sedang menghancurkan seisi rumah sang mama. Bukan hanya satu foto saja, karena ada juga foto saat anaknya merusak tanaman apel hias mamanya dan juga ikan peliharaan uncle Steven.


“Anak itu” ucap Denis mengurut keningnya yang tiba-tiba sakit.


Denis segera mengerjakan pekerjaannya agar bisa menjemput putranya karena istrinya sedang sakit. Belum lagi pengasuhnya juga sedang ijin


pulang kampung jadi terpaksa putranya ia titipkan di Zeus.


~ BakerTech ~


Sama seperti Denis saat ini Rayen juga di buat pusing dengan pesan foto yang dikirim oleh Zeus barusan. Istrinya kebetulan sedang pergi amal bersama mama Amira di Bandung jadi putranya di titipkan ke Zeus seperti biasanya.


“Kakak juga dapat pesan dari Zeus?” tanya Arkan yang kebetulan juga berada di sana.


“Heemm! Putraku itu memang sangat nakal kalau bersama dengan Zeus” jawab Rayen tak habis pikir.


"Mungkin karena mereka suka menganggu bocah itu kak” ucap Arkan sambil tersenyum menyeringai.


“Mungkin juga” balas Rayen setuju dengan ucapan Arkan.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Kamu pergi cek sana anak-anak karena kakak ada meeting penting 1 jam lagi” titah Rayen.


“Tidak bisa ka. Aku juga akan bertemu dengan klien 30 menit lagi di dekat sini makanya aku nunggu disini tahan sebelum ke sana” tolak Arkan dengan cepat.


“Lalu bagaimana dengan anak-anak?” tanya Rayen.


“Sudah biarkan saja Zeus mengurus mereka ka. Lagian ini bukan pertama kali Zeus menjaga mereka” jawab Arkan.


“Semoga putraku tidak membuat aku mengeluarkan uang seperti biasanya” ucap Rayen penuh harap.


“Aku pikir itu tidak mungkin ka” balas Arkan sambil


menunjukkan foto Milan yang memetik semua kelopak bunga mama Amira.


Hehehe…………..


Arkan terkekeh melihat wajah sang kakak yang tiba-tiba menjadi lesu tak bertenaga lagi. Ia tahu pasti uang yang akan mereka keluarkan sebentar bukan jumlah sedikit, apa lagi daddy Steven dan mama Amira sering mengoleksi barang yang bernilai ratusan juta rupiah bahakan sampai miliar.


Kalau Bianca tahu Aron jadi nakal seperti ini pasti


ujung-ujungnya aku yang disalahkan karena terlalu memanjakannya, batin Arkan dengan kesal.


Sebenarnya kamu itu mirip siapa sih Milan, batin  Rayen memikirkan kenakalan putranya jika bersama Zeus.


Ia akui kalau sifat Milan seperti dirinya sangat keras


kepala dan apa yang ia mau harus di penuhi tapi tidak dengan kenakalannya.


Meskipun begitu anaknya tumbuh menjadi anak yang sangat pintar seperti dirinya yang sudah bisa membaca dan fasih berbicara bahasa inggris.


Phew…………

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


__ADS_2