
Arsen tersenyum menyeringai membalas tatapan dingin Rian kepadanya sambil berpangku kaki dan menyesap sebatang rokok lalu membuang asapnya ke atas.
“Sialan jangan merokok didalam sini bangsat” maki Adrian dengan kesal.
“Kenapa? Apa kamu sudah berhenti rokok?” tanya Arsen dengan suara dingin.
“Aku akan bertemu dengan kakek aku sialan. Jika dia tahu aku merokok maka aku akan dihukum” jawab Adrian dengan sinis.
Hehehehe…………….
Arsen hanya terkekeh melihat wajah kesal Adrian dan mematikan rokoknya yang baru dua kali ia hisap. Matanya lalu menatap ketiganya bergantian dan tahu jika mereka pasti sedang menunggu jawaban darinya mengenai Liam Kuncoro.
“Perempuan ja***g itu memberikan informasi mengenai nona Leila yang adalah kekasih bos, dan meminta bantuan Liam untuk membantunya memberi pelajaran kepada nona Leila dan berniat menghancurkan hubungan keduanya” papar Arsen menjelaskan.
“F**k! Dia pikir dia siapa ingin merusak hubungan bos dengan nona Leila” maki Sandro dengan emosi.
“Dia hanya mencari neraka buat dia saja. Entah berapa lama ia akan bertahan di dunia ini” ucap Adrian sambil menggelengkan kepalanya merasa kasihan dengan nasib Keysa.
“Berarti kita harus menjaga nona Leila dengan ketat mulai dari sekarang” ucap Rian.
“Aku sudah menambah 10 anak buah kita untuk mengawal nona Leila dari jauh tanpa ketahuan” ucap Arsen.
“Menurutku kita harus menaruh satu orang untuk menjaga nona Leila selama 24 jam di sisinya” usul Sandro.
“Aku setuju dengan usulan Sandro karena kita tidak tahu apa yang akan dilakukan orang licik itu nanti” tambah Adrian.
Arsen diam memikirkan ucapan Sandro yang ada benarnya juga, ia lalu mengambil hpnya dan menghubungi Max untuk mengirim satu anak buah perempuan mereka untuk menjadi bodyguard Leila selama 24 jam.
“Halo bos Arsen” ucap Max dari seberang.
^^^“Kirim satu anak buah kita yang perempuan untuk menjadi bodyguard nona Leila mulai besok” titah Arsen to the point.^^^
“Baik bos Arsen”
^^^“Ah! Jangan lupa beri hukuman kepada semua pengawal nona Lela hari ini karena sudah lalai menjaga nona Leila” ucap Arsen dengan suara dingin.^^^
“Baik bos Arsen”
Arsen lalu mematikan panggilannya sepihak karena sudah tidak ada lagi yang mau ia katakan kepada Max.
Keempatnya lalu membahas mengenai kasus ayah Kenzo yang sampai sekarang belum tuntas, dan membahas penyerangan Arsen dan Sandro yang sudah berhasil menggagalkan transaksi gelap Riski Akbar dan menjebak Kenzo menjadi dalangnya.
~ Mansion Kenzo Arjuna ~
Brak…………..
Kenzo mengebrak meja kerjanya dengan kuat setelah mendapat laporan dari Ando, mengenai transaksi mereka yang gagal lagi malam ini dan kemarin. Rahangnya mengeras sampai urat tangannya kelihatan menandakan ia sangat emosi.
“Siapa kali ini? Jangan bilang sialan Denis itu lagi?” tanya Kenzo dengan suara tinggi.
“Bukan tuan” jawab Ando dengan suara dingin.
“Lalu siapa orang yang sudah berani menggagalkan transaksi aku lagi?” tanya Kenzo dengan tatapan tajam.
“Orang itu Riski Akbar ketua geng elang putih tuan” jawab Ando.
“APA” pekik Kenzo dengan kaget.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Keningnya mengerut memikirkan apa maksud Riski Akbar menggagalkan transaksi penjualan obat-obatan terlarang miliknya, dan bukannya selama ini ia tidak pernah menyinggung geng elang putih. Malah mereka baik-baik saja dengan kerja sama mereka yang terakhir kali.
__ADS_1
“Bagaimana bisa Riski Akbar yang menggagalkan transaksi kita dan bukannya kita tidak pernah menyinggung kelompoknya?” tanya Kenzo dengan bingung.
“Saya tidak tahu tuan karena anak buah kita belum memberikan hasil penyelidikan mereka mengenai hal itu tuan” jawab Ando.
“Kamu yakin orang itu Riski Akbar bukan Denis anak tukang sapu jalan itu?” tanya Kenzo dengan selidik.
“Bukan Denis dude dan aku bisa menjamin hal itu” ucap Liam mengagetkan Kenzo dan Ando yang tak mendengar suara pintu dibuka.
“Sejak kapan kamu masuk dan bagaimana bisa aku tidak mendengar suara pintu dibuka?” tanya Kenzo dengan bingung.
“Baru saja saat kamu bertanya tentang Denis dan pintu ruang kerjamu itu tidak tertutup jadi pasti kamu tidak bisa mendengar suara pintu bodoh” ejek Liam dengan sinis.
“Diam kamu sialan!” bentak Kenzo dengan tatapan tajam.
Liam hanya membalasnya dengan senyum sinis dan mengambil tempat di sofa sambil berpangku kaki, membuat Kenzo hanya bisa mendengus kesal melihat tingkah sahabatnya yang tidak pernah perduli dengan keadaan disekitarnya.
“Dari mana kamu yakin kalau ini semua bukan rencana anak tukang sapu itu?” tanya Kenzo dengan cepat.
“Dari informan terpercaya aku” jawab Liam dengan santai.
“Who?” (siapa) tanya Kenzo semakin penasaran.
“Rahasia! Hehehehe” jawab Liam sambil terkekeh.
“Ckk!!” decak Kenzo dengan sinis sambil menatap Liam dengan kesal karena Liam tidak menjawab pertanyaannya.
“Yang pasti orang itu bukan Denis karena Denis saat ini berada di Amerika dan sibuk dengan perusahaannya jadi tidak ada waktu menganggu bisnis kamu dude” ucap Liam menjelaskan.
“Jadi benar Riski Akbar orangnya?” tanya Kenzo sambil tersenyum smirk.
“Iya tuan” jawab Ando.
Hahahahaha……………………..
“Cari tahu dimana sialan itu berada sekarang” hardik Kenzo dengan suara menggelegar.
“Kamu ingin menghabisi Riski Akbar sekarang dude?” tanya Liam dengan cepat.
“Ya karena dia sudah berani mengusik aku dan aku akan membalasnya!” jawab Kenzo dengan suara tinggi.
“Bukan dia yang akan hancur melainkan kamu dude”
“Apa maksudmu?” tanya Kenzo dengan kening berkerut menatap Liam dengan tajam.
“Kamu tahu jika orang itu adalah orang yang bermulut licik dan sebelum menghancurkan transaksimu itu ia sudah menyiapkan rencana jika kamu suatu saat akan datang membalas apa yang dia lakukan. Otomatis kamu yang akan kalah karena tidak ada persiapan sebelum menyerang sialan itu” jawab Liam menjelaskan.
“Jadi maksudmu aku harus diam saja sialan!” bentak Kenzo.
“Siapkan rencana matang sebelum membalas dia berengsek” hardik Liam dengan suara tinggi tak terima dibentak.
Kenzo diam memikirkan ucapan Liam yang ada benarnya juga, ia berpikir jika orang seperti Riski Akbar bukanlah lawan yang mudah dijatuhkan dan jika ia melakukan dengan gegabah maka dialah yang akan kalah.
“Aku yakin kamu punya rencana untuk membantuku” tebak Kenzo sambil menatap Liam dengan tajam.
“Kamu memang sangat peka dude” balas Liam sambil tersenyum menyeringai.
“Katakan apa rencanamu?” tanya Kenzo dengan tak sabar.
Liam lalu membisikan rencananya ke telinga Kenzo membuat senyum Kenzo seketika terbit saat mendengar rencana Liam. Wajahnya yang tadi emosi berganti dengan senang bahagia seperti orang mendapat lotre saja.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
__ADS_1
“Perfect! Aku suka rencanamu dude! Hahahaha” ucap Kenzo sambil tertawa menggelegar didalam ruang kerjanya.
Liam hanya tersenyum tipis melihat sahabatnya sedangkan Ando dia diam saja tak ingin perduli dengan rencana Kenzo, karena dipikirannya saat ini hanya ingin bertemu kembali dengan anaknya.
Tunggu ayah nak karena secepatnya ayah akan menemuimu, batin Ando dengan penuh tekad.
~ New York, Amerika ~
Denis menatap pemandangan malam New York dari kamar apartemen kelas atas yang ia tempati selama berada di Amerika dan juga ia akan sering-sering kesini karena perusahaannya yang akan ia bangun disini.
“Bos” panggil Riki dengan suara dingin dari belakang Denis.
“Apa semuanya sudah siap?” tanya Denis dengan suara dingin.
“Sudah bos. Mereka ingin bertemu dengan bos sebagai syarat sebelum melakukan tanda tangan kerja sama” jawab Riki.
“Cih! Beritahu mereka jika ingin bekerja sama dengan perusahaanku maka tanda tangan saja berkasnya karena saku tidak suka diperintah oleh mereka” dengus Denis dengan suara dingin.
“Baik bos”
“Apa markas kita sudah jadi disini?” tanya Denis lagi.
“Sudah bos tinggal beroperasi saja bos” jawab Riki.
“Malam ini juga mulailah untuk beroperasi” titah Denis dengan suara tegas.
“Baik bos”
Riki segera pergi dari apartemen bosnya meninggalkan Denis sendiri disana. Tak lama Denis berjalan menuju kolam berenang melihat Arkan yang sedang melakukan push up sebanyak 200 sebagai latihan untuk memperkuat otot-otot tubuhnya.
“Sudah berapa?” tanya Denis dengan suara dingin.
“108 bos” jawab Bimo yang bertugas mengawasi Arkan.
“Jika dia gagal mulai lagi dari awal”
“Baik bos dan ini sudah kelima kali dia mengulang bos” lapor Bimo.
“Heemmm” deham Denis.
Denis hanya menatap Arkan dengan wajah datar dan dingin lalu berjongkok didepan Arkan, membuat Arkan gugup dan terjatuh di lantai. Denis tersenyum smirk melihat hal itu sedangkan Arkan ia mengumpat kesal dalam hati karena harus mengulang lagi.
“Jika ingin berhasil maka pikirkan orang yang sangat kamu sayangi di dunia ini melebihi hidupmu” ucap Denis dengan suara dingin.
“Baik bos” ucap Arkan dengan suara pelan.
Denis tersenyum penuh arti mendengar cara bicara Arkan yang tidak lagi terbata-bata seperti pertama kali mereka bertemu, meski suaranya masih terdengar lemah tapi setidaknya ia sudah mulai menunjukkan progres.
“Awasi dia dan jangan biarkan dia berhenti sebelum menyelesaikan latihannya” titah Denis sambil menatap tajam Bimo.
“Baik bos” jawab Bimo dengan cepat.
“Jika dia tidak selesai maka kamu harus menemaninya semalaman dan tidak ada jatah makan untuk kalian berdua sebelum dia menyelesaikannya”
Deg……………..
Jantung Bimo berdetak dengan cepat mendengar ucapan Denis barusan dan itu sama saja ia juga harus ikut mengalami apa yang dirasakan oleh Arkan.
Bimo lalu menatap Arkan dengan tajam, seakan memberitahunya untuk menyelesaikan latihannya jika tidak ia akan mengulutinya hidup-hidup.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
__ADS_1
To be continue………………