
Bunyi tamparan bergema dilantai dua membuat Anisa yang baru saja keluar mengantar tamu VIP di ruangan mereka, berdiri mematung melihat tuan muda mereka yang menampar bu Keysa dengan sangat kuat.
Anisa tak menyangka jika Denis akan menampar bu Keysa, yang notabenenya adalah seorang perempuan dan baru kali ini juga ia melihat wajah Denis yang sangat mengerikan.
“Sebaiknya kamu pergi jika tidak ingin terkena masalah” bisik Rian mengagetkan Anisa.
“T….uan Rian” ucap Anisa berbalik ke samping dan kaget melihat wajah Rian yang dekat dengannya.
“Pergi. Apa yang kamu lihat barusan anggap saja tidak pernah terjadi” bisik Rian dengan suara dingin dan tegas.
“Ba…..ik t….uan” ucap Anisa dengan terbata-bata merasa sangat takut.
Rian tersenyum tipis melihat Anisa yang sudah berlalu pergi dari sana sambil ketakutan, sedangkan Sandro dan Arsen yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan Rian yang sudah menakuti Anisa.
Sedangkan Keysa ia gemetar ketakutan sambil memegang pipinya bekas tamparan Denis yang sangat menyakitkan bahkan sampai bibirnya sobek. Ia tak menyangka akan mendapat tamparan dari orang yang selama ia kagumi.
“Jangan pikir mama aku sudah memaafkan kamu jadi kamu bisa lolos begitu saja perempuan sialan. Ingat ini baik-baik berengsek! siapa pun yang menyakiti mamaku maka dia akan berhadapan dengan aku” ancam Denis dengan tatapan berkilat tajam.
“Maaf……kan sa……ya tu…..an m…..uda” lirih Keysa dengan terbata-bata.
“Ckk!!” decak Denis dengan sinis sambil berlalu pergi.
Sampai di depan ruang VIP Denis membuang napas dengan kasar karena moodnya hancur melihat Keysa. Ia lalu melirik Sandro dan memberi isyarat lewat gerakan kepalanya untuk menghendel meeting bersama Regans Company saat ini.
Sandro tercengang tak bisa membantah perintah Denis barusan sedangkan Denis dengan santai berlalu pergi dari sana meninggalkan ketiganya.
Ting……………
Mine
“Sayang apa kamu sudah makan siang? Aku dan adikku sedang makan siang di restoran D&A”
^^^“Kalian dimana sayang” balas Denis dengan cepat.^^^
“Kami di ruang VIP 3 sayang”
Denis mengedarkan pandangannya mencari ruang VIP 3 dan ternyata ia berdiri tepat didepan pintu VIP 3. Ia lalu membuka pintu ruang VIP 3 mengagetkan Leila dan Arkan yang sedang makan siang disana.
“Denis” ucap Leila dengan kaget tak menyangka kekasihnya akan muncul didepannya secepat itu.
Cup……………….
Denis mengecup bibir kekasihnya dengan singkat, membuat Arkan melotot kaget melihat hal itu dan tak menyangka kakaknya akan dicium orang tak dikenal.
“Kakak” panggil Arkan dengan suara pelan membuat Denis berbalik dan menoleh ke arahnya.
Mata coklat tajamnya menoleh ke samping melihat seorang laki-laki sekitar umur 20an sedang menunduk sambil mencuri padang melihatnya. Keningnya mengerut melihat kelakukan laki-laki yang tak dikenalnya seperti melihat Arsen pertama kali.
Jadi dia penakut dan introvert seperti Arsen ya, batin Denis sambil tersenyum penuh arti.
“Arkan” panggil Leila dengan suara lembut membuat yang dipanggilnya langsung mengangkat kepala melihat Leila.
Deg…………….
Jantung Arkan berdetak dengan cepat melihat tatapan mata tajam Denis yang sedang menatapnya seakan ingin menelannya hidup-hidup. Ia langsung menunduk tidak menatap Denis lagi, membuat Leila menghela napas melihat sifat penakut adiknya itu.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Arkan lihat kakak” ucap Leila dengan suara lembut.
Sebelum itu ia sudah meminta Denis untuk duduk disampingnya agar ia ia bisa memperkenalkan keduanya. Arkan mengangkat kepalanya perlahan-lahan sambil mencuri pandang ke arah kakaknya dan ia lega, karena orang yang ia takuti tidak berdiri didekat kakaknya lagi.
Syukurlah orang itu tidak berdiri di dekat ka Leila, batin Arkan dengan lega.
Denis tersenyum smirk menatap Arkan karena tahu apa yang ia pikirkan. Ia lalu bersedekap tangan di dada ingin melihat interaksi keduanya.
“Dia siapa ka?” tanya Arkan dengan suara pelan.
“Arkan kenalin ini pacar kakak namanya Denis Arkana. Sayang kenalin ini adik aku namanya Arkan Luis Baker” jawab Leila memperkenalkan keduanya.
“Pacar?” tanya Arkan dengan kaget.
“Iya dek. Ayok kenalan sama ka Denis” jawab Leila dengan suara lembut.
__ADS_1
“Ha….lo na……ma aku Ark……an B………aker” ucap Arkan sambil menyodorkan tangannya sambil menunduk takut.
“Ckk!! Denis” decak Denis mengambil uluran tangan Arkan tak suka melihat sifat Arkan yang seperti itu.
“Sayang” lirih Leila sambil memohon meminta Denis untuk tidak memperlakukan adiknya seperti itu.
Denis hanya mengangguk kepalanya jika ia tahu apa yang ia lakukan. Leila dan Arkan lalu melanjutkan makan siang mereka, sedangkan Denis hanya minum saja karena tidak terbiasa makan masakan selain buatan mamanya.
“Kamu tidak makan sayang?” tanya Leila dengan suara lembut.
“Aku tidak terbiasa makan makanan orang lain sayang karena lidahku tidak cocok dengan masakan buatan orang lain. Biasanya aku dimasakin mamaku” jawab Denis.
“Apa kamu mau aku masakin sayang. Siapa tahu cocok sama lidah kamu” usul Leila.
“Kamu habiskan makananmu saja sayang. Lain kali saja baru kamu masakin buat aku” tolak Denis dengan halus.
“Baiklah sayang”
Tak lama hp Leila berbunyi ada panggilan dari Leo dan saat mendengar ucapan Leo ia lalu menatap adiknya memikirkan siapa yang harus mengantar adiknya pulang.
“Kenapa sayang?” tanya Denis seakan tahu kekasihnya sedang bingung.
“Aku harus menemui ka Leo sekarang menyangkut hal yang kamu suruh semalam sayang, tapi aku bingung siapa yang harus mengantar Arkan pulang” jawab Leila menjelaskan.
“Kamu pergi saja sayang biar nanti aku yang mengantar Arkan pulang” ucap Denis sambil mengelus tangan Leila dengan lembut.
Arkan menatap kakaknya sambil menggelengkan kepala untuk tidak menyetujui ucapan Denis, tapi Leila tidak punya pilihan karena harus bertemu ka Leo untuk membahas apa yang orangnya temukan di BT mall.
“Aku percayakan Arkan sama kamu ya sayang” ucap Leila dengan memohon.
“Hemmmm”
Cup………….
Denis mengecup bibir Leila dengan singkat sebelum ia pergi meninggalkan Denis dan Arkan berdua saja didalam sana. Arkan menunduk tak berani menatap Denis entah kenapa ia merasa aura Denis sangat mengintimidasi berbeda saat bersama kakaknya tadi.
“Umur?” tanya Denis dengan suara dingin.
“Apa kamu lihat ada orang lain selain kita berdua disini?” tanya Denis dengan suara tegas.
“Ma….af” cicit Arkan dengan takut.
Phew………………………
Denis membuang napasnya dengan kasar mendengar ucapan Arkan yang terbata-bata karena ketakutan. Padahal ia hanya bertanya saja tapi bocah didepannya sudah gemetar ketakutan seakan dia ingin menelannya hidup-hidup.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“U……murku 22 ta….hun” ucap Arkan dengan suara sangat pelan sambil menunduk.
“Introvert huh!” (tertutup) balas Denis sambil tersenyum smirk.
Arkan mengangkat kepalanya sekilas melihat Denis dan menunduk kembali mendengar ucapan Denis barusan yang benar adanya.
“You know! Aku di umur seperti kamu aku sudah membangun perusahaan aku sendiri dengan uang hasil jerih payah aku sendiri” ucap Denis membuat Arkan mengangkat kepalanya tertarik dengan cerita Denis barusan.
“Jangan pernah takut untuk keluar dari zona nyamanmu saat ini karena zonamu itu adalah musuh terbesar dalam hidupmu” ucap Denis dengan suara dingin dan tatapan tajam.
Glek………………
Arkan menelan salivanya berkali-kali merasakan aura yang keluar dari tubuh Denis sangat mengintimidasinya.
Apa lagi ucapannya barusan terdengar seperti titah seorang raja penguasa, yang menyuruhnya untuk keluar dari zona yang selama ini ia bangun untuk menghindari dunia luar.
Denis sendiri dengan santai tersenyum menyeringai menatap Arkan yang mulai paham dengan apa yang ia sampaikan. Tak berapa lama Sandro mengirim pesan jika mereka sudah selesai meeting dan saat ini sedang berlalu keluar dari ruang VIP.
“Ayok kita pergi” ajak Denis dengan suara dingin.
Arkan tak membantah ucapan Denis dan segera beranjak dari duduknya mengikuti Denis dari belakang sambil menundukkan kepala. Sandro, Arsen, dan Rian yang melihat bos mereka bersama seorang bocah mengernyitkan kening bertanya siapa itu.
Sandro yang melihat isyarat Denis untuk mengikutinya bergegas pergi mengajak Rian dan Arsen untuk pergi dari sana menyusul Denis yang sudah berlalu lebih dahulu.
~ BakerTech ~
__ADS_1
Leila kaget mendengar informasi yang disampaikan oleh Leo barusan mengenai hasil kerja anak buahnya yang sudah mengecek sistem kelistrikan di BT mall.
“Bagaimana bisa mereka membuat instalasi listrik yang buruk di BT mall seperti ini?” tanya Leila dengan emosi.
“Sepertinya pekerja dipaksa bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan mereka tepat waktu sebelum mereka selesai mengatur instalasi listrik di BT mall nona muda” ucap Leo mengatakan pemikirannya.
“Ka Leo panggil orang yang bertanggung jawab untuk bagian kelistrikan sekarang” titah Leila dengan suara tegas.
“Baik nona muda”
Leo segera beranjak keluar untuk menyuruh anak buahnya mencari tahu siapa yang bertanggung jawab untuk bagian kelistrikan di BT mall saat dibangun. Setelah 1 jam akhirnya orang yang di tunggu Leila datang juga bersama dengan Leo.
“Nona muda ini orangnya” ucap Leo.
Leila menatap orang didepannya dengan tatapan emosi membuat pria sekitar umur 40 didepannya gugup, karena yang ia tahu mengenai sosok presdir BakerTech yang baru adalah pribadi yang sopan dan hangat berbeda dengan yang ada didepannya saat ini.
“Apa anda tahu kesalahan anda pak Budi?” tanya Leila menatap informasi pribadi pak Budi didepannya yang tadi di kirim Leo ke emailnya.
“Maaf presdir tapi saya tidak tahu” jawab Budi dengan sopan.
“Bagaimana bisa anda asal-asalan mengatur instalasi listrik di mall milikku pak Budi?” tanya Leila dengan suara tinggi.
Mata Budi seakan ingin keluar dari tempatnya mendengar ucapan Leila barusan, ia sekarang paham apa yang menjadi masalahnya sehingga ia dipanggil kesini.
“Maafkan saya presdir. Sebenarnya ini semua bukan keinginan saya karena saya sendiri belum selesai menginstalasi listrik di BT mall dan belum mencobanya juga tapi saya di paksa CEO Kenzo untuk segera menyelesaikannya tanpa harus tes terlebih dahulu presdir” papar Budi menjelaskan.
Brak…………………..
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Leo dan pak Budi kaget bukan main saat Leila mengebrak meja didepannya mendengar penjelasan pak Budi barusan. Matanya berkilat tajam tak menyangka jika CEO Kenzo akan melakukan hal picik seperti itu hanya agar proyeknya selesai tepat waktu.
“Panggil CEO Kenzo kesini” titah Leila dengan suara tegas.
“Baik nona muda” jawab Leo segera menelpon kantor CEO.
Tok………….tok……………tok………………..
Pintu ruangan Leila di ketuk dari luar dan saat Leo membuka pintu ternyata yang datang adalah Kenzo yang tersenyum menatapnya tapi dibalas tatapan datar dan dingin dari Leo.
“Presdir manggil saya” ucap Kenzo dengan sopan.
Matanya melirik ke samping melihat keberadaan pak Budi membuat dia bertanda tanya apa maksudnya ia dipanggil kesini dan kenapa juga ada pak Burhan disana.
“CEO Kenzo” panggil Leila dengan suara tegas.
“Iya presdir” jawab Kenzo sambil tersenyum manis.
“Bisa anda jelaskan ini” ucap Leila sambil menyodorkan sebuah laporan ke Kenzo.
Kenzo menerimanya dan membacanya dengan teliti dan ia kaget ternyata apa yang ia lakukan untuk mengancam pak Budi waktu itu akhirnya ketahuan juga.
“Maafkan saya presdir! Ini memang kesalahan saya karena menyuruh pak Budi menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat tanpa melakukan tes terlebih dahulu. Saya berencana ingin mengatur ulang instalasi listrik setelah acara peresmian BT mall presdir” ucap Kenzo menjelaskan.
“Bisa-bisanya anda berpikir picik seperti itu hanya untuk menyelesaikannya sesuai target waktu!” bentak Leila dengan suara tinggi.
“Maafkan saya presdir. Saya akan melakukan perbaikannya malam ini juga setelah mall di tutup” ucap Kenzo dengan cepat.
“Ka Leo pantau CEO Kenzo untuk melakukan instalasi malam nanti dan jika tidak selesai besok pagi maka pecat dia” titah Leila mengagetkan Kenzo.
“Baik nona muda” ucap Leo sambil tersenyum menyeringai menatap Kenzo.
Kenzo lalu pergi ke ruangannya setelah selesai berbicara dengan Leila dan sampai ruangannya, seperti biasa ia melampiaskan amarahnya yang ia tahan sedari tadi dengan menghancurkan barang didalamnya.
“Perempuan sialan! Beraninya ingin memecatku bangsat!” maki Kenzo dengan emosi.
Kenzo lalu mengambil hpnya dan menelpon anak buahnya memberikan perintah kepada mereka untuk memberi pelajaran kepada Leila setelah pulang kerja nanti.
“Selamat menikmati hadiahku nanti sore perempuan sialan” ucap Kenzo sambil tersenyum smirk sudah tidak sabar ingin melihat Leila yang akan menerima sedikit pelajaran darinya nanti.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue………………
__ADS_1