Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 168


__ADS_3

Sudah 4 hari Denis dan Leila berbulan madu di Italia dan selama 4 hari Arsen sibuk mencari apa yang Denis perintahkan dan akhirnya usahanya pun membuahkan hasil.


"Kamu kenapa dude?" tanya Sandro yang melihat Arsen sepeti sedang bahagia.


"Aku tidak apa-apa hanya senang aja udah berhasil mendapat apa yang bos suruh" jawab Arsen sambil tersenyum lebar.


"Siapa dia?" tanya Sandro dengan penasaran karena sudah mengetahui apa yang dicari Arsen selama beberapa hari terakhir.


"Kamu baca aja sendiri" ucap Arsen sambil memberikan iPadnya.


Sandro mengambil iPad Arsen dan mulai membaca informasi orang yang mereka maksud didalam sana. Keningnya mengerut melihat informasi orang tersebut yang sangat sedikit.


"Just this?" (hanya ini) tanya Sandro dengan bingung.


"Yeah! Dia bukan orang sembarang dude dan aku yakin dia seperti kita" jawab Arsen.


"Mafia" terka Sandro.


"Heemmm" deham Arsen sambil mengangguk kepalanya.


"Aku penasaran ada hubungan apa dia dengan bos. Apa lagi namanya terdengar sedikit aneh" ucap Sandro dengan penasaran.


"Well suatu hari nanti kita akan tahu tujuannya. Apa lagi informasi pribadinya yang hanya memuat tentang nama, tanggal lahir, dan juga informasi akademiknya" balas Arsen dengan wajah datar.


"Bisa saja informasi itu adalah informasi palsu dude" ucap Sandro dengan cepat.


"Semua informasinya asli"


"Are you sure?" ( apa kamu yakin) tanya Sandro dengan tatapan menyelidik.


"Ckk!! Kamu kira aku akan memberikan informasi palsu kepada bos sialan!" bentak Arsen dengan kesal.


"Aku hanya tanya saja bocah. Tidak perlu bentak segala" ketus Sandro dengan wajah cemberut.


"Dasar bocah empat mata sialan" gumam Sandro dengan ketus.


"Aku dengar sialan!" sarkas Arsen dengan suara dingin.


"Ckk!!" decak Sandro kesal.


Ia memilih pergi melihat pekerjaan Max dari pada berdebat dengan Arsen disana. Arsen sendiri hanya menatap kepergiannya dengan acuh tak perduli.


Arsen lalu mulai memeriksa beberapa laporan yang masuk serta melihat sistem keamanan perusahaan dan juga markas, tak lupa ia mengirim informasi tadi kepada Denis.


Kring................


Mata Arsen menoleh ke hpnya yang berbunyi di atas meja dimana tertera nama Riki disana.


^^^"Halo" ucap Arsen segera menjawab panggilan Rian.^^^


"Halo bos Arsen" balas Riki dari seberang.


^^^"Ada apa?" tanya Arsen dengan suara dingin.^^^


"Bos apa bisa melacak keberadaan Rea mata-mata kita. Sudah seminggu ia tidak ada kabar dan juga dia tidak muncul di pertemuan kemarin dulu bos Arsen" jawab Riki dari seberang.


^^^"Dimana dia menyamar?" tanya Arsen dengan suara dingin.^^^


"Dia tidak ada tugas menyamar bos Arsen tapi sudah seminggu jejaknya seperti ditelan bumi. Aku sudah mengirim anak buahku memeriksa di apartemennya tapi dia tidak ada bos Arsen" jawab Riki menjelaskan.


^^^"Baiklah aku akan mencarinya"^^^


"Terima kasih bos Arsen"


^^^"Heeemmm"^^^


Arsen lalu mematikan panggilannya dan mulai berkutat dengan laptop didepannya mencari keberadaan salah satu anggota mereka yang berada di markas Amerika.


Jari tangannya bergerak dengan lincah di atas keyboard melacak keberadaan Rea lewat cctv, hpnya dan semua media sosial yang ia gunakan.


Tak...............


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Arsen menunggu proses pencarian dimana ia sudah memasukkan beberapa bahasa pemrograman di laptop tinggal menunggu hasilnya saja.


15 Menit kemudian


Selang 15 menit kemudian hasil pencariannya sudah berhasil ia dapatkan. Rahangnya seketika mengeras melihat apa yang terjadi dengan anak buah mereka.


"An**ng sialan kalian semua!" maki Arsen dengan emosi.


Bagaimana tidak ia sangat emosi melihat informasi tentang Rea dan apa yang terjadi kepadanya. Dengan cepat ia segera menelpon balik Riki untuk memberitahu hasil yang ia dapat.


Pada panggilan kedua panggilannya langsung di jawab oleh Riki dari seberang sana.


"Halo bos Arsen" ucap Riki dari seberang.


^^^"Segera ke lokasi yang aku kirim sekarang" ucap Arsen dengan suara tinggi.^^^


"Memangnya kenapa bos Arsen? Apa Rea susah ditemukan bos Arsen?" tanya Riki dengan cepat.


"Kamu akan tahu setelah sampai disana. Aku akan mengirim informasinya ke kamu sekarang" jawab Arsen dengan suara tegas.

__ADS_1


Ia lalu mematikan panggilannya sepihak dan mengirim lokasi keberadaan Rea serta informasi mengenai apa yang terjadi dengan Rea.


~ Markas Black Damon A ~


Riki menatap hpnya dengan bingung setelah panggilannya dimatikan sepihak oleh Arsen.


Ting............


Ia bergegas membuka pesan yang dikirim oleh Arsen tentang lokasi Rea. Tak menunggu lama dia mengajak 5 orang anak buahnya menuju ke lokasi yang dikirim oleh Arsen.


Saat dalam perjalanan Riki membuka pesan berisi informasi mengenai Rea dan membacanya. Rahangnya mengeras melihat beberapa foto Rea dan video, ternyata dia dilecehkan saat bertugas di pelabuhan waktu pengiriman barang kepada klien mereka asal Meksiko.


"Fu*k you" maki Riki dengan suara tinggi mengagetkan anak buahnya.


"Ada apa bos?" tanya Leo tangan kanannya.


"Apa sudah dekat lokasinya?" tanya balik Riki tak menjawab pertanyaan Leo.


"10 menit lagi kita sampai bos" jawab Leo.


Riki diam tidak berbicara apa-apa karena pikirannya hanya berisi foto Rea yang dilecehkan oleh 4 orang anak buah mafia Crown.


Bangsat kalian semua. Aku akan membunuh kalian semua jika saudara aku kenapa-kenapa, batin Riki dengan penuh dendam.


Cekiit...........


Mobil mereka akhirnya tiba di lokasi Rea dimana disana adalah sebuah gudang yang sudah tidak terpakai lagi jauh dari pelabuhan.


Brak...............


Riki menendang pintu didepannya dengan kuat hingga terlepas. Saat mereka masuk mereka langsung disambut dengan bau busuk yang sangat menyengat.


Riki dan anak buahnya segera menyalakan senter ingin melihat dari mana asal bau bangkai didalam sana.


"Bos ada mayat disini" ucap Leo yang berhasil menemukan asal bau busuk.


Jantung Riki berdetak dengan cepat mendengar ucapan Leo dan bergegas ke sana. Sampai disana ia lalu meneliti dengan saksama mayat tersebut dan seketika mereka semua kaget melihat sosok mayat tersebut.


"REA" pekik mereka semua dengan kaget.


"Bangsat! Rea kenapa kamu bisa seperti ini........hiks hiks hiks" teriak Riki sambil menangis histeris.


"Rea.......hiks hiks hiks hiks" ucap Leo sambil menangis tersedu-sedu karena Rea adalah kekasihnya.


"Berengsek! Aku akan membunuh kalian semua sialan!" teriak Riki dengan suara menggelegar.


"Hiks hiks hiks........apa maksudmu bos.......hiks hiks.......siapa yang sudah membunuh kekasihku bos?" tanya Leo dengan suara tinggi sambil menangis.


Riki berteriak meluapkan rasa sedih dan emosi didalam dirinya. Ia berjanji akan membalas perbuatan mereka semua yang sudah melakukan hal ini kepada saudara mereka.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Malam itu juga Riki membawa jenazah Rea untuk dimakamkan di pemakaman setempat. Kabar tentang Rea dengan cepat sampai ke telinga Arsen dan Sandro yang berada di Indonesia.


~ Kediaman Sanjaya ~


Saat ini Arsen, Sandro, Rian, dan Juga Arkan sedang membahas perihal tentang Rea. Mereka berembuk apa yang harus mereka lakukan karena orang yang membunuh Rea adalah anak buah Austin Smith.


"Kita serang saja markas mereka ka" ucap Arkan dengan emosi.


"Aku tidak setuju. Apa kamu lupa jika Austin adalah rekan bisnis kita disana" ucap Sandro tak setuju.


"Lalu apa ka Sandro mau biarkan saja hal ini berlalu begitu saja. Ingat motto kelompok kita Dibunuh Atau Membunuh" balas Arkan dengan suara tinggi.


"Aku tahu bocah. Tapi saat ini kita harus mendapat persetujuan dari bos dulu jangan asal bergerak saja karena ini menyangkut dua kelompok mafia" hardik Sandro dengan suara tinggi.


"Ckk!!" decak Arkan dengan kesal.


"Menurutku kita bicarakan hal ini terlebih dahulu dengan Mr. Austin barulah kita mengambil langkah selanjutnya" usul Rian.


"Aku setuju dengan usulan Rian tapi tetap keempat orang itu harus mati" tambah Arsen dengan tatapan berkilat tajam.


"Kalau begitu aku akan melapor hal ini kepada bos sekarang" ucap Sandro.


"Ya" jawab ketiganya dengan serentak.


Phew............


Sandro membuang napasnya dengan kasar karena harus menelpon Denis diseberang sana. Apa lagi saat melihat jam sudah menunjukan pukul 01:00 dini hari disana.


~ Roma, Italia ~


Denis menatap istrinya yang sudah terlelap setelah selesai melakukan hubungan suami istri. Ia mengecup kening dan bibir Leila dan segera memeluk istrinya untuk tidur.


Baru aja matanya tertutup ia kembali membuka mata saat mendengar hpnya yang berbunyi. Selama 4 hari mereka disini baru kali ini ada panggilan masuk.


Keningnya mengerut melihat nama Sandro yang tertera dilayar hpnya. Ia dengan cepat segera menjawab panggilan tersebut karena yakin ada sesuatu yang penting yang ingin disampaikan Sandro.


^^^"Heemmm" deham Denis dengan suara dingin.^^^


"Halo bos maaf sudah menganggu bulan madu bos" ucap Sandro dari seberang.


^^^"Ada apa?" tanya Denis to the point.^^^

__ADS_1


"Aku ingin memberitahu bos kalau Rea mata-mata kita di markas Amerika kemarin ditemukan tewas setelah 1 Minggu menghilang tanpa jejak bos" jawab Sandro.


^^^"Apa yang terjadi dengannya?" tanya Denis dengan suara dingin.^^^


"Aku sudah mengirimkan informasinya ke email bos barusan" jawab Sandro yang bingung ingin menjelaskan dari mana.


Denis tidak mematikan panggilannya dan beranjak mengambil iPad di atas meja untuk membuka email yang dikirim Sandro.


Saat membuka email rahangnya mengeras melihat Rea yang diperlakukan seperti binatang oleh rekan kerja mereka sendiri saat ia bertugas.


^^^"Fu*k! Bunuh keempat orang itu" titah Denis dengan emosi.^^^


"Baik bos tapi bagaimana dengan Austin Smith bos?" tanya Sandro.


^^^"Itu akan menjadi urusanku"^^^


"Baik bos"


^^^"Berikan santunan yang besar kepada keluarga Rea"^^^


"Baik bos"


Denis lalu mematikan panggilan sepihak dan segera mengirim pesan berisi foto dan video itu ke Austin.


Austin Smith


"Aku tidak mengetahui hal ini dude"


^^^"Serahkan mereka ke anak buahku dan jangan berani menghalangi mereka"^^^


"Baiklah. Aku harap tidak ada masalah diantara kita karena kejadian ini"


^^^"Cukup kamu diam saja untuk masalah ini"^^^


"Aku serahkan mereka ke kalian terserah kalian mau apakan mereka"


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Denis tidak membalas pesan Austin dan hanya membacanya saja. Ia tidak akan melepaskan orang yang sudah membunuh anggotanya karena semua anggota Denis sudah ia anggap seperti keluarganya sendiri.


"Kalian sudah salah memilih lawan" gumam Denis dengan tatapan berkilat tajam.


4 Hari kemudian


Saat ini Leila dan Denis sedang menunggu sang mama di hotel Royal yang sedang dalam perjalanan kesini bersama dengan Sandro.


"Sayang memangnya kita akan kemana dengan mama?" tanya Leila dengan penasaran.


"Menemui nenek aku sayang" jawab Denis dengan suara lembut.


"Hah! Kamu masih punya nenek sayang?" tanya Leila dengan kaget.


"Heeemmm" deham Denis.


Ia lalu menceritakan tentang sang nenek kepada istrinya tanpa ada yang ditutupi. Leila kaget tak menyangka jika nenek dari suaminya ternyata saat ini sedang koma dan itu sudah puluhan tahun.


"Semoga nenek kamu cepat sembuh sayang" ucap Leila dengan tulus.


"Iya sayang"


Tok........tok.......tok..........


"Masuk" ucap Denis dengan suara dingin saat mendengar pintu kamarnya diketuk.


Ceklek...........


Saat pintu terbuka masuklah dua orang yang sedari tadi sudah ditunggu oleh mereka. Leila bergegas bangun dan menyambut mertuanya dengan pelukan.


"Mama" panggil Denis dengan suara lembut.


"Bagaimana bulan madu kalian sayang?" tanya Amira dengan suara lembut menatap anak dan menantunya.


"Lancar ma" jawab Denis sambil tersenyum lebar.


"Baguslah jadi secepatnya mama bisa gendong cucu" ucap Amira dengan senang.


Blush...........


Pipi Leila merah seperti tomat mendengar ucapan mertuanya. Melihat hal itu Denis merangkul pinggang istrinya dan memeluknya dengan posesif.


"Kamu dengan sendirikan ucapan mama sayang. Jadi kita harus sering-sering melakukannya" bisik Denis sambil tersenyum smirk.


"Sayang" ucap Leila dengan mata melotot tajam.


Hehehehe.............


Denis terkekeh melihat wajah kesal istrinya dan malah kembali memeluknya dengan erat. Sandro dan Amira yang melihat keduanya juga ikut tersenyum bahagia karena akhirnya Denis bisa menemukan kebahagiaannya.


Ting..............


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue............

__ADS_1


__ADS_2