
Tak berapa lama Mark datang menghadap Denis setelah diberitahu dokter Bimo barusan, saat bertatapan dengan Denis entah kenapa ia merasa sangat takut dan gugup merasakan aura Denis yang sangat mengintimidasinya didalam sana.
“Cari keberadaan kekasihku sekarang” titah Denis dengan suara dingin.
“Baik bos” jawab Mark dengan sopan.
Mark segera berkutat dengan laptop di ruang pribadi Denis mencari keberadaan Leila sesuai perintah Denis barusan. Tak berapa lama, ia dibuat kaget melihat apa yang terjadi kepada nona Leila saat ini.
“Bos you must see this” (bos anda harus melihat ini) ucap Mark sambil menaruh laptopnya didepan Denis.
Rahang Denis mengeras melihat apa yang terjadi kepada Leila saat ini sampai urat tangannya kelihatan menandakan saat ini ia sangat emosi.
Prang…………………
Mark tersentak kaget saat melihat laptopnya sudah hancur di lantai karena di lempar oleh Denis barusan, melampiaskan emosinya saat melihat rekaman cctv di rumah sakit, dimana Leila sedang terbaring lemah di atas brankar dengan kepala di perban.
“Bangsat kalian semua! Beraninya kalian tidak becus menjaga kekasihku!” bentak Denis dengan suara menggelegar didalam sana.
“30 Menit. Dalam 30 menit bawakan semua informasi tentang kejadian yang menimpa kekasihku” titah Denis dengan aura membunuh.
“Baik bos”
Mark segera keluar dari dalam sana untuk melakukan perintah Denis mencari tahu apa yang terjadi kepada Leila di Indonesia. Sedangkan Denis ia menutup mata mengontrol emosinya agar tidak kelepasan didalam sana.
~ Markas Utama Black Damon ~
Sampainya di markas utama, Leo kaget melihat gedung tinggi dan sangat besar di pagari tembok tinggi sekitar 30 meter dan di bagian atasnya terdapat aliran listrik berkekuatan tinggi, sehingga tidak bisa dimasuki oleh musuh mereka.
“Ini dimana dan kenapa aku dibawa kesini?” tanya Leo dengan bingung.
“Orang yang terlalu ingin tahu biasanya mati cepat” jawab Max yang baru saja pulang setelah menyelesaikan misinya.
“Siapa kamu?” tanya Leo dengan suara dingin menatap Max.
Max tak berkata apa-apa dan segera masuk ke dalam markas ingin menemui Arsen dan Sandro yang sedang berdiri didepan pintu masuk melihat ke arahnya.
“Apa bos Arsen yang membawa dia kesini?” tanya Max dengan suara dingin.
“Ya aku yang bawa dia kesini karena ada sesuatu yang ingin kami bicarakan” jawab Arsen dengan suara tak kalah dingin.
“Silahkan usir dia pergi sebelum aku menyuruh anak buahku membunuhnya! Apa anda lupa dengan peraturan bos besar jika kita tidak boleh sembarang membawa orang luar kesini!” bentak Max dengan suara dingin.
“Dia bukan orang luar karena dia adalah tangan kanan kekasih bos berengsek!” bentak Arsen dengan emosi.
“Ya aku tahu tapi tanpa seijin bos besar anda tidak bisa membawa siapa pun ke sini seenaknya” balas Max dengan tenang.
“Kamu” tunjuk Arsen dengan mata melotot tajam ke Max.
“Jangan membuat saya memakai kekerasan kepada bos Arsen. Seharusnya bos Arsen tahu jika saya adalah ketua di markas ini dan orang yang bertanggung jawab disini” ucap Max memperingati Arsen.
Sandro segera membawa Arsen pergi dari sana, karena memang apa yang dibilang oleh Max benar dan ia tadi melupakan peraturan markas mereka dan tidak melarang Arsen.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Didalam mobil Leo diam saja mendengar perdebatan keduanya yang membahas kejadian barusan dan ia tahu jika itu semua karena dia.
“Apa kamu itu bodoh sialan! Bisa-bisanya kamu melupakan semua peraturan bos!” bentak Sandro dengan suara tinggi.
“Bukannya kita ini juga bos disana! Kenapa kita tidak bisa membawa siapa pun kesana? Kita juga punya hak di tempat itu bukan hanya bos saja sialan” balas Arsen dengan suara tinggi.
__ADS_1
Ceekiiitt……………..
Seketika Sandro mengerem mobilnya mendadak, membuat tubuh mereka semua terpental ke depan beruntung ketiganya memakai seatbelt.
“Apa yang kamu lakukan sialan? Apa kamu ingin membunuh kita semua berengsek?” tanya Arsen dengan suara tinggi.
“Ulangi ucapanmu tadi bocah” titah Sandro dengan suara dingin dan tegas.
“Maksudmu?” tanya Arsen dengan bingung.
“Karena kamu dipanggil bos jadi kamu menganggap diri kamu itu pemilik asli disana dan ini semua sialan! Apa kamu lupa siapa kamu sebelum ini dan siapa yang membangun ini semua dari awal hingga seperti ini anj**g!” bentak Sandro dengan suara tinggi menjawab ucapan Arsen.
Duar………………
Tubuh Arsen bagai disambar petir mengetahui dimana letak kesalahannya dan ia baru sadar dengan ucapannya tadi.
“KELUAR!” bentak Sandro dengan suara tinggi.
“Dude” panggil Arsen dengan lirih karena baru menyadari kesalahannya.
“Mulai detik ini kamu bukan bagian dari kami lagi! Aku akan beritahu bos mengenai ini semua jadi besok kamu tidak perlu datang ke perusahaan lagi dan jangan pernah menghubungi kami lagi” ucap Sandro dengan suara tegas sambil menatap Arsen dengan tatapan tajam tidak seperti biasanya.
Arsen diam tak berkata apa-apa, karena ia yakin percuma saja berbicara dengan Sandro yang sedang emosi saat ini. Ia lalu keluar dari dalam mobil sesuai perintah Sandro tadi dan hanya bisa menatap kepergian Sandro dengan perasaan hancur.
“Hiks hiks hiks…………..maafkan aku……………..hiks hiks hiks………….aku salah dude! Jangan mengusir aku pergi dari hidup kalian dude………..hiks hiks hiks………….kalian itu keluarga aku dude…………..hiks hiks hiks” teriak Arsen dengan suara melengking sambil menangis dengan pilu merutuk kebodohannya sendiri.
Sedangkan didalam mobil Sandro juga menangis dalam diam harus melakukan itu semua kepada Arsen.
Padahal ia sudah menganggap Arsen seperti adiknya selama ini, tapi ia tidak bisa membiarkan Arsen menganggap semua yang mereka miliki selama ini miliknya sendiri dengan egois.
Kamu memang sudah aku anggap seperti adikku sendiri tapi aku tidak akan membiarkan orang egois seperti kamu berada disisi bos, batin Sandro.
~ Kediaman Baker ~
Brak……………
Leo mengebrak meja didepannya setelah membaca informasi yang dikirim oleh anak buah Sandro tadi, mengenai apa yang terjadi dengan nona mudanya.
“Jadi mereka sudah mulai bergerak ya” ucap Leo dengan suara tinggi.
“Sebaiknya untuk saat ini nona Leila jangan bekerja dulu karena aku takut mereka akan menargetkannya disana” usul Sandro.
“Itu tidak bisa karena biar bagaimanapun nona muda tetap harus masuk ke perusahaan” bantah Leo tak setuju.
“Lalu apa kamu ingin nona Leila terbunuh disana berengsek”
“Ini memang tujuan dari rencana mereka yang tidak ingin nona muda pergi ke perusahaan, dengan begitu mereka bisa menggesernya dari posisi presdir berengsek!” bentak Leo dengan suara tinggi.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Sandro diam memikirkan ucapan Leo barusan, tak menyangka jika tujuan orang itu adalah ingin membuat Leila turun dari kursi presdir dan dengan begitu dia bisa mengambil alih jabatan presdir.
“Apa orang ini yang menjadi dalang di balik kecelakaan tuan muda pertama Baker?” tanya Sandro.
“Ya dia adalah paman Abraham Kein tangan kanan tuan besar dulu. Dia juga adalah dalang di balik kecelakaan mobil tuan dan nyonya besar waktu itu” jawab Leo sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
“Dimana tuan muda pertama Baker sekarang?” tanya Sandro dengan penasaran.
“Tuan berada di Jerman salah satu rumah sakit kepunyaan keluarga Baker yang selama ini tidak ada yang mengetahuinya karena rumah sakit itu adalah milik nenek dari tuan” jawab Leo.
__ADS_1
“Berarti kita harus perketat penjagaan nona Leila dari sekarang, karena nona Leila sudah menjadi target dari musuh bos kami dan juga kalian” titah Sandro dengan suara tegas.
“Ya aku setuju dengan kamu”
“Apa anak buah kalian berhasil mendapat pelaku yang sudah menembak nona muda tadi?” tanya Leo dengan penasaran.
“Dia sudah mati saat anak buah kami tiba disana. Sepertinya direktur kalian sudah merencanakan ini dengan matang” jawab Sandro.
“Bisa juga. Aku tidak tahu harus bilang apa kepada musuh kalian karena kalau tanpa dia yang mencekal kaki rekan kerjanya, bisa saja nona muda saat ini sudah tak ada lagi di dunia ini” ucap Leo sambil membuang asap rokok ke udara.
“Tetap saja dia bersalah karena sudah mencelakai kekasih bosku dan dia harus di beri pelajaran” ucap Sandro sambil tersenyum menyeringai.
“Aku serahkan semuanya ke kamu” balas Leo dengan suara dingin.
“Heeeemmmm” deham Sandro.
Keduanya lalu bergegas pergi dari kediaman Baker menuju ke rumah sakit untuk mengecek keadaan Leila.
~ Kediaman Sanjaya ~
Arsen pulang dengan penampilan sangat berantakan, membuat mama dan kedua kakaknya kaget melihat penampilannya yang tidak seperti biasa.
“Nak kamu kenapa?” tanya Bella dengan cemas.
“Ibu………………hiks hiks hiks hiks” ucap Arsen sambil menangis dengan histeris.
Melihat anaknya menangis histeris seperti itu, dengan cepat ia memeluk Arsen sambil mengelus punggung anaknya dengan lembut untuk menenangkannya.
Kedua kakaknya yang baru pertama kali melihat adik mereka seperti itu bergegas mendekatinya dan memeluknya, seakan berkata kamu tidak sendiri karena kami akan selalu ada buat kamu.
Bella tak bertanya kenapa putranya itu menangis seperti itu dan membiarkan Arsen menangis hingga ia puas barulah ia bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
~ Markas A Black Damon ~
“F**k” maki Denis dengan suara tinggi setelah membaca informasi yang didapat oleh Mark mengenai Leila.
Ia tidak menyangka direktur Abraham akan berbuat seperti itu dan ia berjanji setelah urusannya selesai disini ia akan memberi pelajaran kepada Abraham Kein.
“Kirim pesan private ke Arsen untuk menjaga kekasih dan mamaku dengan ketat mulai sekarang” titah Denis dengan suara dingin.
“Bos sebaiknya anda menonton ini” ucap Mark yang tadi sempat mendapat cctv didalam mobil Sandro dan setelah berhasil mengedit video itu ia kaget bukan main mendengar apa yang terjadi didalam mobil.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Kening Denis mengerut mendengar ucapan Mark, tapi tetap menonton video yang baru saja diberikan oleh Mark. Rahangnya mengeras dengan aura membunuh setelah selesai menonton video tersebut dan ia tidak sangka Arsen akan berpikir seperti itu.
“Sepertinya aku sudah terlalu baik sama kamu selama ini sialan” ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.
“Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan” ucapnya lagi sambil menatap Mark dengan tatapan membunuh.
“Iya bos aku tahu” jawab Mark yang paham dengan ucapan Denis.
Denis lalu memberi isyarat kepadanya untuk keluar dan saat Mark sudah keluar ia torlonjak kaget mendengar suara pecahan dari dalam sana, ia yakin saat ini pasti bosnya sedang melampiaskan emosinya.
“Anda itu orang yang sudah dekat dengan bos sangat lama tapi anda masih berpikir seperti itu bos Arsen” ucap Mark tak sangka Arsen akan mempunyai pemikiran seperti itu.
Hari itu semua anggota mafia Black Damon dibuat kaget dengan pengumuman yang dikirim oleh Mark mengenai Arsen, yang bukan lagi menjadi bagian dari keluarga mereka.
Tak hanya itu Mark juga menunjukkan video didalam mobil Sandro agar mereka semua bisa tahu apa yang menjadi alasan Arsen di keluarkan dari kelompok mereka.
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue…………