
Semua keluarga Rasyid kaget saat mendengar Adam Rasyid berteriak saat membaca pesan masuk. Satu yang mereka tangkap yaitu ini semua berhubungan dengan Denis Arkana.
"****Daddy**** kenapa?" tanya Onur anak pertama Adam Rasyid dengan bingung.
"Pembunuh bayaran yang kita sewa gagal membunuh Denis Arkana dan istrinya" jawab Adam dengan tatapan berkilat emosi.
"Apa! Sial padahal kita sudah mengeluarkan uang banyak" ucap Salim kakak kedua Liliana dengan emosi.
"Jadi orang-orang itu gagal semuanya ****daddy****?" tanya Liliana dengan cepat.
"Ya malah mereka yang terbunuh" jawab Adam sambil memperlihatkan pesan foto yang ia terima tadi.
"Berengsek!" umpat Onur dengan kesal.
"Jadi bagaimana daddy. Aku tidak akan tenang sebelum membalas perbuatan mereka waktu itu" ucap Emira penuh dendam.
"Daddy akan menyewa pembunuh bayaran yang lebih hebat lagi. Daddy tidak akan berhenti sebelum membalas semua yang mereka lakukan kepada keluarga kita" ucap Adam dengan tatapan penuh kebencian.
"Sebaiknya kita sewa mafia saja daddy" usul Onur.
"Aku setuju usulan ka Onur daddy" tambah Salim.
"Tapi bukannya mafia itu bayarannya lebih mahal dan juga mereka itu sangat licik dan kejam" ucap Emira kurang setuju.
"Mommy tenang saja kebetulan aku punya teman seorang mafia yang sangat terkenal di dunia bawah. Aku rasa mereka akan dengan mudah melenyapkan Denis Arkana dan istrinya itu" ucap Salim dengan cepat.
"Apa kamu yakin dia sangat hebat?" tanya Adam selidik.
"Yakin daddy kalau perlu daddy bisa bertemu dengan dia dulu baru daddy tentukan mau menyewa dia atau tidak" jawab Salim dengan suara tegas.
"Baiklah kamu hubungi dia dan kalau perlu suruh dia datang ke Indonesia secepatnya"
"Oke daddy"
"Daddy aku mau sebelum mereka dibunuh kita menemui mereka dan membalas semua tamparan yang kita dapatkan waktu itu" ucap Liliana dengan sinis.
"Baiklah sayang. Kamu tenang saja daddy yang akan mengurus mereka dan setelah mereka tertangkap kita akan membalas mereka sampai puas sebelum mereka dibunuh" ucap Adam dengan suara tegas.
"Oke daddy"
Mereka lalu berdiskusi tentang rencana setelah Denis dan Leila ditangkap. Sedangkan Onur ia sibuk memeriksa pekerjaannya yang dikirim sekretarisnya tak lupa menyuruh asistennya untuk membeli apartemen untuk mereka tempati selama di Indonesia.
"Daddy ternyata istri Denis Arkana sedang hamil" ucap Emira saat membaca gosip terbaru.
"Wah sepertinya kalau kita berhasil membunuh anak didalam kandungan perempuan sialan itu pasti akan menjadi pukulan besar buat mereka berdua Daddy" ucap Liliana sambil tersenyum smirk.
"Kita habisi saja ketiganya biar mereka bertiga bisa jadi penghuni neraka sama-sama" ucap Salim sambil tersenyum lebar.
"Boleh juga ide ka Salim" ucap Liliana.
"Fokus dulu untuk menyewa mafia baru setelah itu kita jalankan rencana kita" ucap Adam dengan suara tegas.
"Oke daddy" ucap mereka semua dengan serentak.
Tanpa Adam dan lainnya sadari ternyata ada penyedap suara dibawah sofa yang diduduki Adam. Mereka tidak menyadari hal itu dan terus sibuk membuat rencana.
~ Markas Black Damon ~
Mark kaget mendengar rencana dari Adam Rasyid sekeluarga. Mulutnya sedari tadi terus mengumpat dan memaki keluarga itu yang berniat menghancurkan keluarga bosnya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Keluarga berengsek! Lihat saja apa yang akan bos lakukan kepada kalian" umpat Mark dengan emosi.
"Ihhh! Rasanya aku pengen jambak rambut mereka semua sampai botak" kesal Mark.
Tangannya berkutat di atas keyboard laptop dengan mulut komat-kamit memaki seluruh keluarga Rasyid.
Arsen yang masuk ke dalam ruang pribadi Mark menatapnya dengan bingung. Ia terkekeh melihat bibir Mark yang seperti bebek sedang mengamuk.
"Itu bibir sudah persis seperti bebek! Hehehe" ejek Arsen sambil terkekeh.
"Ckk!! Lebih baik bos Arsen jangan mendekati bebek ini jika tidak ingin di gigit" decak Mark dengan tatapan sinis.
"Memangnya kamu berani" ejek Arsen.
"Ckk!!" decak Mark sambil memanyunkan bibirnya ke depan dengan kesal.
Arsen lalu membereskan laptopnya karena akan pulang menuju mansion Denis untuk merayakan. kehamilan Leila.
"Bos udah mau pulang?" tanya Mark sambil menatap Arkan sekilas.
"Heemmm"
"Aku akan mengirim sesuatu ke bos Arsen dan jangan lupa beritahu bos ya" ucap Mark sambil tersenyum menyeringai.
"Oke" ucap Arsen dengan singkat.
Setelah Arsen pergi Mark segera mengirim rekaman suara tadi ke Arsen. Ia yakin jika Denis mendengar rekaman tersebut pasti akan mengamuk dan menghabisi seluruh keluarga mereka.
"Ah! Aku sudah tidak sabar ingin melihat keluarga sombong itu hancur" pekik Mark dengan tak sabar.
__ADS_1
~ Mansion Denis Arkana ~
Saat ini suasana di mansion Denis terasa hangat karena berita tentang kehamilan Leila.
"Selamat ya buat anak-anak mama" ucap Amira sambil memeluk Leila dan Denis.
"Terima kasih ma" ucap keduanya dengan serentak.
"Dek selamat ya. Kakak sudah tidak sabar ingin melihat keponakan kakak" ucap Rayen yang ingin memeluk Leila tapi langsung ditahan Denis.
"Ckk!! Posesif!" decak Rayen dengan kesal.
"Peluk sana wanitamu" ketus Denis dengan suara dingin.
"Cih!"
Keluarga dari Arsen, Sandro, dan Rian juga turut memberikan selamat untuk keduanya. Tidak hanya itu semua pelayan dan penjaga di mansion turut memberikan ucapan selamat dan doa kepada keduanya.
Malam itu Denis dan Leila sangat bahagia karena mendapat ucapan dan doa dari orang-orang terdekat mereka dan keluarga mereka.
Setelah makan malam bersama, masing-masing segera pamit pulang tersisa Arsen, Arkan, Rayen, Rian, Sandro, Leo, dan Amira disana.
Amira dan Leila sudah masuk ke kamar tersisa para laki-laki yang sedang berbincang di taman samping dekat air terjun buatan.
"Oh iya aku lupa tadi Mark ada mengirim informasi penting ke aku katanya untuk bos" ucap Arsen yang mengingat ucapan Mark tadi di markas.
"Informasi apa?" tanya Arkan dan Sandro dengan cepat.
"Bentar aku lihat" jawab Arsen.
Arsen membuka pesan yang dikirim Mark tadi berupa rekaman suara. Ia lalu memutar rekaman itu dengan suara besar biar semuanya bisa mendengar apa yang dikirim Mark.
Prang...............
"Berengsek!" maki Denis sambil membanting gelas wine yang sedang ia pegang.
"Biarkan aku yang mengurus mereka Denis" ucap Rayen dengan emosi.
"Tidak! Aku sendiri yang akan menghabis mereka" ucap Denis dengan aura membunuh.
"Oke. Jangan lupa buat mereka menderita dulu baru singkirkan mereka" balas Rayen dengan suara dingin.
"Heemmm"
"Aku penasaran siapa mafia yang ingin mereka sewa kali ini" ucap Sandro sambil memutar gelas minum ditangannya.
"Siapapun dia yang pasti aku tidak akan membiarkan dia menyentuh keluargaku" balas Denis sambil tersenyum seperti iblis.
Glek..............
Semuanya menelan saliva dengan susah merasakan aura Denis yang terasa sangat mencekam. Bahkan bulu kuduk mereka sampai berdiri.
"Rian buat semua klien YouTech membatalkan kerja sama mereka dengan perusahan sialan itu" titah Denis dengan suara dingin.
"Uhm! Maaf bos tapi menurutku lebih baik kita mengambil klien penting mereka saja untuk bekerja sama dengan kita. Pasalnya banyak perusahaan yang tidak kompeten yang bekerja sama dengan perusahaan itu bos" usul Rian menjelaskan.
"Lakukan seperti yang kamu ucapkan dan yang terpenting aku mau perusahaan itu perlahan-lahan bangkrut"
"Baik bos"
"Arsen cari tahu siapa mafia yang dihubungi mereka kali ini" ucap Denis sambil menatap Arsen dengan tatapan tajam.
"Oke bos"
"Arkan kamu teror keluarga itu selama berada di Indonesia. Buat mereka tidak tenang agar fokus mereka terpecah" ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.
"Serahkan padaku bos" ucap Arkan dengan semangat.
"Rayen aku butuh kamu untuk mencari tahu tentang kecurangan perusahaan mereka selama ini" titah Denis sambil menatap Rayen dengan tajam.
"Heemmm" deham Rayen sambil mengangguk kepalanya.
"Sandro terus pantau pak tua itu di Italia cari tahu apa mereka berhubungan dengan Adam Rasyid"
"Oke bos" jawab Sandro.
Denis lalu bergegas pergi dari sana sebelum menghancurkan semua barang disana melampiaskan emosinya.
Melihat Denis sudah naik ke lantai dua akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, karena yakin jika Denis susah masuk ke dalam kamar dia tidak akan keluar lagi.
Sampainya didalam kamar Denis mengelus kepala sang istri dengan lembut dan mencium keningnya.
Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh kamu dan anak kita sayang, batin Denis dengan tatapan membunuh.
1 Minggu kemudian
Tidak terasa 1 minggu berlalu dengan sangat cepat. Seperti biasa Leila selalu mengalami morning sicknes setiap bangun pagi tapi setelah mencium bau tubuh suaminya ia tidak akan mual lagi.
"Ingat jangan keluar kemana-mana sayang dan segera hubungi aku jika kamu menginginkan sesuatu" ucap Denis didepan pintu mansion sebelum berangkat kerja.
"Iya sayang" ucap Leila sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Cup..............
Denis mencium kening dan bibir istrinya sebelum berangkat kerja. Leila melambaikan tangannya saat mobil suaminya sudah pergi.
Baru saja ia akan masuk tiba-tiba mobil milik Amira masuk ke dalam mansion. Leila tersenyum bahagia sudah tidak sabar ingin mencicipi masakan mama mertuanya karena pagi ini ia ngidam ingin makan masakan mertuanya.
"Mama" ucap Leila dengan senang sambil memeluk Amira.
"Bagaimana kamar kamu sayang?" tanya Amira membalas pelukan menantunya.
"Baik ma. Ayok ma aku sudah tidak sabar ingin makan masakan mama" ucap Leila dengan tak sabar.
"Iya nak. Ayo kita masak jangan buat cucu mama kelaparan" ajak Amira sambil tersenyum manis.
~ Sky Cafe ~
Saat ini Adam Rasyid dan putra keduanya Salim Rasyid sedang menunggu seseorang. Keduanya terlihat sangat tidak sabar sambil melihat jam tangan karena orang yang mereka tunggu belum juga datang.
Brak..................
Adam dan Salim kaget tiba-tiba saja ada yang duduk di depan keduanya. Mereka mengerutkan kening melihat penampilan orang didepan mereka yang berpakaian serba hitam dan tertutup.
"Ada apa kamu menghubungiku?" tanya orang didepan dengan suara dingin dan berat.
"Akhirnya kamu datang juga Steven" ucap Salim dengan senang mengenali suara tersebut.
"Katakan apa maksudmu" ucap Steven to the point.
"Sabar Steven. Apa kamu tidak ingin memesan sesuatu?" tanya Salim basa-basi.
"Katakan atau aku pergi" ucap Stevan dengan suara berat dan mengintimidasi.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Adam yang sedari tadi diam saja menatap Steven dengan tatapan tajam dan selidik. Ia akui aura orang didepannya terasa sangat berbahaya khas seorang mafia.
Sedangkan Steven tak kalah tajam membalas tatapan Adam yang sedang menatapnya dengan selidik.
"Turunkan matamu jika kamu masih ingin melihat" ucap Steven dengan aura membunuh.
"Daddy" ucap Salim menyenggol daddynya untuk melakukan apa yang disuruh Steven.
Adam menoleh ke samping melakukan apa yang diminta Steven karena ia tahu orang didepannya tidak bercanda dengan ucapannya.
"Aku ingin kamu membunuh dua orang yang sudah berani kurang ajar kepada keluargaku" ucap Salim dengan suara tegas.
Beruntung mereka duduk paling ujung sehingga tidak ada yang mendengar apa yang diucapkan Salim barusan. Apa lagi suasana cafe yang sedang ramai jadi tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
"Kamu tahu harganya?" tanya balik Steven sambil tersenyum menyeringai dari balik masker.
"Ya aku tahu dan aku akan memberikan dua kali lipat asalkan kamu bisa membunuh mereka berdua" jawab Salim dengan tegas.
"Deal" ucap Steven sambil menjulurkan tangannya.
"Deal" balas Salim menjabat uluran tangan Steven.
"Kapan kamu mau aku menghabis i mereka?" tanya Steven dengan cepat.
"Secepatnya lebih bagus tapi sebelum kamu bunuh mereka berdua aku dan keluarga ku ingin bertemu dengan mereka dulu" jawab Adam yang sedari tadi diam.
"Baiklah"
"Ini foto target kamu" ucap Salim sambil menyodorkan foto Denis dan Leila.
Deg............
Steven terkejut melihat foto orang yang menjadi targetnya kali ini. Tapi dengan cepat ia merubah raut wajahnya sebelum Salim dan Adam melihatnya.
"Kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan sebelum aku bekerja" ucap Steven dengan suara dingin.
"Tentu Steven. Aku akan mengirim 20% uang mukanya" ucap Salim dengan suara tegas.
"Aku tunggu"
Steven berlalu pergi dari sana tidak pamit lagi. Setelah Steven pergi Salim lalau memberitahu siapa Salim sebenarnya kepada daddynya dan berapa jumlah yang mereka harus bayar.
"Semoga kerjanya sebanding dengan bayarannya" ucap Adam.
"Daddy tenang saja karena daddy tidak akan kecewa"
"Heemmm"
~ Baker Mall ~
Saat ini Pablo sedang menemani kedua anaknya ke mall untuk membeli keperluan sekolah mereka dan juga barang yang akan mereka pakai selama acara berkemah dari sekolah.
Saat sedang melihat keperluan sekolah Gaby tiba-tiba ada seseorang yang berbisik di telinganya.
"Temui aku di basemant parkiran sekaran" bisik orang itu di telinga Pablo.
Ia berbalik melihat siapa yang berbicara tapi orang itu sudah tidak ada. Ia lalu memberi perintah kepada Vito untuk membawa kedua anaknya pulang takut jika mereka diikuti musuh kesini.
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue..............