
Setibanya di kandang peliharaannya, Denis berdiri di depan jendela yang langsung mengarah ke dalam kandang buaya peliharaannya yang berjumlah 5 ekor dengan tatapan datar dan dingin.
Meski didalam sana sangat gelap karena sudah malam, tapi mata coklat Denis dengan jelas bisa melihat apa yang sedang dilakukan oleh Sandro. Ia mengendap-endap, membersihkan kandang peliharaannya dengan pelan agar tidak membangunkan peliharaannya yang sedang tidur.
Sepertinya seru jika sedikit pertunjukan, batin Denis sambil tersenyum smirk.
Ia lalu melirik Sean memberinya isyarat untuk menyalakan lampu dan menjatuhkan 1 ekor sapi ke dalam kandang Sita dan lainnya.
Brugh………………..Klek……………….
“Son of bi**h you Sean” maki Sandro dengan suara menggelegar didalam sana saat lampu tiba-tiba menyala.
Crash…………crash……crash…………crash…………
Sandro berlari dengan cepat menghindari tebasan ekor buaya peliharaan Denis yang ukurannya 7 kali lipat darinya. Sean dan Denis yang menonton pertunjukan di bawah sana tersenyum smirk, melihat Sandro yang seperti sedang main kejar-kejaran didalam sana.
Sedangkan Arkan ia berdiri dengan gemetar melihat apa yang sedang dilakukan oleh Sandro didalam sana. Arsen yang melihatnya hanya tersenyum getir, tidak tahu apakah Arkan bisa melewati tesnya malam ini atau tidak.
2 Jam kemudian
Denis mengangkat tangannya memberi isyarat untuk membuka pintu di bawahnya karena ia ingin masuk ke dalam sana.
Ceklek…………..
Pintu masuk menuju kandang Sita tiba-tiba terbuka membuat Arsen dan lainnya bergegas menuju kaca penghubung, ingin melihat apa yang akan dilakukan bos mereka kali ini didalam sana.
“BERHENTI” teriak Denis dengan suara menggelegar didalam sana membuat ke lima ekor buaya ganas itu berhenti mengejar Sandro.
Hosh………..hosh………….hosh………..hosh…………….
Napas Sandro satu-satu setelah 2 jam berlari tak henti menghindar dari kejaran buaya-buaya itu, yang seakan ingin menghancurkan tubuhnya dengan gigi tajam mereka.
Brugh…………….
Sandro terjatuh di tanah tepat di samping Denis mengatur napasnya yang satu-satu dan mengambil tempat tepat di samping Denis agar menghindar dari kelima predator ganas di depan Denis.
“Keluar” usir Denis dengan suara dingin.
“Baik bos” ucap Sandro segera berdiri dan keluar dari sana sebelum Denis berubah pikiran.
Sampainya di luar Arsen segera membantu Sandro untuk duduk di kursi tak lupa memberinya sebotol air minum.
“Bagaimana olahraga larinya? Apa seru dude?” tanya Arsen sambil tersenyum smirk.
“Ckk!! Berengsek kamu bocah mata empat” hardik Sandro dengan ketus.
Hehehehe…………………
Arsen terkekeh melihat tatapan kesal Sandro kepadanya seakan tidak perduli dengan tatapannya itu. Sandro lalu melirik Sean dan menatapnya dengan tatapan membunuh, karena ia menyalakan lampu tepat disaat yang tidak tepat.
“Sorry bos itu perintah dari bos besar” ucap Sean sambil mengangkat kedua jarinya tanda peace.
“Cih!” decih Sandro dengan sinis.
Sedangkan Arkan matanya sedari tadi tak lepas dari sosok Denis yang sedang berjongkok dan mengelus kepala buaya-buaya itu, seperti sedang mengelus kepala seekor anjing yang penurut.
“Sebaiknya kamu persiapkan dirimu” bisik Arsen mengagetkan Arkan dari pemikirannya.
“Hah! M…..aksud kakak?” tanya Arkan dengan terbata-bata.
Arsen hanya tersenyum menyeringai tak menjawab pertanyaan Arkan, membuat Arkan semakin bingung memikirkan maksud ucapan Arsen barusan.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Sedangkan didalam kandang Sita, saat ini Denis sedang memberi perintah kepada 5 peliharaannya tentang Arkan yang akan bermalam disana dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh 5 peliharaannya itu.
“Kalian paham” ucap Denis dengan suara tegas dan aura mengintimidasi.
Crash…....crash…..crash………cras……….crash…
Kelima buaya itu mengibaskan ekornya menjawab ucapan Denis dan Denis tersenyum sangat tipis karena mereka mengerti ucapannya.
Tak beberapa lama Denis memberi isyarat kepada peliharaannya untuk masuk ke dalam danau, agar kandang mereka bisa dibersihkan oleh anak buahnya. Ia lalu berlalu keluar menunggu kandang peliharaannya dibersihkan karena ada hal penting yang harus ia sampaikan.
“Tersisa berapa hari hukumanmu?” tanya Denis dengan tajam menatap Sandro.
“4 Hari bos” jawab Sandro.
__ADS_1
“Mulai sekarang kamu tidak perlu membersihkan kandang Sita lagi” titah Denis dengan suara dingin.
“Yang benar bos?” tanya Sandro dengan senang.
“Heemmmm”
“Wow! Terima kasih bos” pekik Sandro dengan senang.
Denis tersenyum menyeringai menatap Sandro dan hal itu ditangkap oleh Arsen jika pasti ada sesuatu yang direncanakan bosnya kepada Sandro.
Sepertinya kamu akan mendapat hukuman yang lain lagi dude, batin Arsen sambil tersenyum penuh arti.
“Apa peliharaanku yang lain sudah datang?” tanya Denis dengan suara dingin.
“Sudah bos” jawab Sean.
“Bos punya peliharaan lain?” tanya Sandro dengan cepat.
“Sisa hukumannya dia akan membersihkan peliharaanku yang baru itu” ucap Denis memberi perintah ke Sean tak menjawab pertanyaan Sandro.
“Baik bos” balas Sean dengan sopan.
Sean tersenyum menyeringai menatap Sandro, membuat Sandro yakin jika ada sesuatu yang akan terjadi kepadanya. Entah kenapa ia yakin sekali jika peliharaan bosnya yang baru tidak jauh berbeda dengan yang sekarang.
“Arkan” panggil Denis dengan tatapan dingin dan tajam.
“I….ya bo…s” jawab Arkan dengan terbata-bata kerena gugup.
“Matikan lampunya” titah Denis ke Sean.
“Siap bos” ucap Sean segera menuju ruang kontrol di bagian atas.
Denis lalu masuk kembali ke dalam kandang peliharaan Sita diikuti oleh Arkan dengan langkah pelan, merasa akan ada sesuatu yang besar terjadi kepadanya.
Sebelum masuk ke dalam, Arkan berbalik ke belakang menatap Arsen dan Sandro yang dibalas semangat dan semoga ia beruntung didalam sana lewat ekspresi keduanya.
Apa ini kenapa mereka seakan sedang mengasihani aku, batin Arkan dengan penuh tanda tanya.
“Mulai malam ini kamu akan tidur disini selama seminggu dan kamu tidak diijinkan keluar dari sini” ucap Denis dengan suara dingin dan tegas.
“APA” pekik Arkan dengan kaget.
“Bos i…..ni ber…..canda ka…..n?” tanya Arkan dengan gemetaran.
“Apa wajahku kelihatan seperti sedang bercanda?” tanya balik Denis dengan suara dingin.
Glek……………..
Arkan menelan salivanya dengan susah melihat wajah dingin dan datar Denis yang tidak sedang bercanda dengan ucapannya.
“Cobalah untuk bertahan hidup sebisa mungkin! Anggap saja kamu sedang terdampar di hutan terlarang! Heehehe” bisik Denis sambil terkekeh di telinga Arkan.
Brugh……………….
Arkan terjatuh di tanah mendengar bisikan Denis yang terdengar seperti iblis yang tidak punya belas kasihan kepada mangsanya. Denis berlalu pergi dari sana meninggalkan Arkan yang syok berat, karena dikurung bersama kelima predator ganas.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Matanya menangkap mata kuning yang sangat menyeramkan sedang mengintipnya dari dalam danau, dan ia tahu kalau saat ini ia sedang diintai oleh hewan-hewan tersebut.
“Kamu pasti bisa Arkan. Ingat kedua kakakmu yang menunggu kamu pulang dari sini” ucap Arkan menyemangati dirinya sendiri.
Denis tersenyum smirk mendengar ucapan Arkan lewat earpiece yang ia gunakan agar bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Arkan selama didalam sana.
“Bos apa bocah itu bisa selamat selama seminggu?” tanya Sandro.
“Lihat saja nanti” jawab Denis dengan acuh dan berlalu pergi dari sana.
Arsen dan Sandro segera mengikuti Denis dan tak lupa menyuruh Sean untuk memantau Arkan selama 24 jam dan segera beritahu mereka jika ada sesuatu yang terjadi kepada Arkan.
~ D&A Resto ~
Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan saat ini Arsen sedang menuju ke lantai dua untuk menemui seseorang yang kemarin Denis perintahkan.
“Tuan Arsen” ucap Anisa dengan suara lembut membungkuk sopan saat melihat kedatangan Arsen di pintu VIP 2.
“Sudah berapa lama dia didalam?” tanya Arsen dengan suara dingin.
__ADS_1
“15 menit 21 detik tuan” jawab Anisa sambil melihat jam tangannya.
“Jangan menggangguku sebelum aku memanggil kamu” titah Arsen dengan tatapan tajam.
“Baik tuan”
Ceklek…………………
Arsen lalu masuk kedalam setelah Anisa membuka pintu untuknya dan sesaat Arsen tersenyum menyeringai melihat kekagetan di wajah orang yang menunggunya.
“Apa anda sudah menunggu lama detektif Gilang?” tanya Arsen sambil tersenyum smirk.
“Aku tidak menyangka jika orang yang mengajakku bertemu adalah seorang Arsen Sanjaya” jawab detektif Gilang sambil tersenyum penuh arti.
Hehehehe…………….
Arsen terkekeh tak membalas ucapan detektif Gilang, membuat detektif Gilang menyipitkan matanya memikirkan apa tujuan Arsen mengajaknya bertemu.
Apa dia sudah tahu jika aku sedang menyelidiki firma hukum ayahnya, batin detektif Gilang dengan penuh tanda tanya.
“Sebelumnya maaf jika aku menyita waktu berharga anda detektif Gilang” ucap Arsen basi-basi sambil berpangku kaki menatap orang didepannya dengan wajah datar dan dingin.
“Langsung saja ke intinya tuan Arsen. Apa maksud anda mengajakku bertemu disini dan hal penting apa yang ingin anda bahas” ucap detektif Gilang to the point.
“Ah! Aku suka orang yang tidak bertele-tele seperti anda detektif Gilang” balas Arsen sambil tersenyum penuh arti.
“Jika anda mengajakku bertemu untuk membujuk aku tidak melanjutkan penyelidikan aku dengan firma hukum ayah anda, lebih baik anda lupakan saja tuan Arsen!” ucap detektif Gilang dengan suara tegas.
Hahahahaha………………..
Seketika tawa Arsen menggelegar didalam sana, membuat detektif Gilang semakin yakin jika tebakannya pasti benar mengenai pertemuan mereka saat ini.
“Anda orang yang sangat lucu dan terbuka detektif Gilang! Hehehehe” ucap Arsen sambil terkekeh.
“Aku tidak punya waktu untuk mendengar ocehan omong kosong anda tuan Arsen” sarkas detektif Gilang dengan suara tinggi.
“Ckk!! Jika itu yang anda pikirkan tentang pertemuan ini maka anda salah besar detektif Gilang” decak Arsen dengan tatapan tajam.
“Sebaliknya aku akan membantu anda untuk menyelidiki kasus itu dan aku juga akan memberikan bukti yang selama ini anda cari detektif Gilang” tambahnya lagi dengan suara tegas.
“Hehehehe! Apa imbalannya jika aku menerima bantuan anda tuan Arsen karena aku tahu tidak ada yang gratis di dunia ini” balas detektif Gilang sambil terkekeh.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Arsen tersenyum menyeringai sambil menatap detektif Gilang dengan tatapan tajam karena orang didepannya ternyata tidak mudah dikecoh.
“Keluarkan surat penangkapan kepada orang itu tepat minggu depan setelah sidang putusan perceraian kedua orang tua keluar” ucap Arsen dengan suara tegas.
“Apa perceraian?” tanya detektif Gilang dengan kaget.
“Bagaimana bisa kedua orang tua anda bercerai? Bukannya selama ini rumah tangga mereka baik-baik saja dan jauh dari gosip?” tanya detektif Gilang lagi dengan penasaran.
“Anda akan tahu mengenai alasannya lewat bukti yang akan aku berikan nanti. Tapi anda harus menyetujui syaratku tadi” jawab Arsen dengan suara dingin.
“Baik aku setuju” ucap detektif Gilang dengan cepat tak ingin melewatkan kesempatan emas.
“Kalau begitu kita masuk ke tujuan utama pertemuan ini” ucap Arsen sambil tersenyum menyeringai.
“Hah! Jadi tadi itu bukan tujuan pertemuan ini?” tanya detektif Gilang dengan kaget.
Arsen hanya tersenyum smirk menjawab ucapan detektif Gilang yang kaget. Sedangkan detektif Gilang sudah sangat penasaran apa sebenarnya tujuan Arsen yang sebenarnya mengajaknya bertemu.
“Kasus Marcel Arjuna dan kedua anaknya bukanlah kasus yang sederhana” ucap Arsen dengan suara tegas.
“Maksud anda kasus hilangnya mereka selama 2 bulan dan akhirnya di temukan di pulau tak berpenghuni?” tanya detektif Gilang dengan cepat.
“Heemmm! Akan ada banyak pihak penting di negeri ini yang akan terlibat setelah anda menemukan siapa dalangnya, tapi anda harus tahu kalau penyelidikan itu akan membawa anda ke tersangka yang dijebak oleh otak ini semua” papar Arsen menjelaskan.
“Jangan bilang ada orang berpengaruh di balik kasus ini?” tanya detektif Gilang dengan selidik.
“Seperti yang anda pikirkan” jawab Arsen dengan cepat.
“Siapa orang itu? Aku yakin anda sudah tahu otak kasus ini tuan Arsen?” tanya detektif Gilang dengan suara tegas.
Arsen tak menjawab pertanyaan detektif Gilang dan hanya menyodorkan selembar kertas kepadanya yang langsung diambil oleh detektif Gilang. Alisnya terangkat sebelah melihat nama yang tertera didalam sana.
“Apa maksudnya ini?” tanya detektif Gilang dengan bingung.
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue…………………..