
Saat melihat Sandro masuk ke salah satu kamar VIP yang berada di lantai tiga dengan cepat Ando juga ikut masuk ke dalam.
Brak.................
Sandro berbalik ke belakang melihat siapa yang sudah berani mengganggunya dan ia tidak menyangka jika orang yang sudah mengganggunya adalah Ando. Bibirnya tersenyum smirk melihat Ando yang berdiri didepannya dengan wajah dingin dan datar tak takut sama sekali.
"Ah! Ternyata anj**g peliharaan si berengsek itu ya" ucap Sandro sambil tersenyum sinis menatap Ando.
"Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu" ucap Ando to the point.
"Apa kita dekat sehingga kamu ingin berbicara denganku sialan? Bukannya kita ini musuh bebuyutan dan selamanya akan tetap seperti itu" balas Sandro dengan tatapan tajam.
"Aku tidak pernah bermusuhan dengan kalian dan kamu tahu hal itu" ucap Ando dengan tenang.
"Lebih tepatnya kamu itu kaki tangan sialan itu dan rela melakukan apapun demi dia" ejek Sandro dengan sinis.
"Kamu benar karena aku ini hanya binatang peliharaannya dia yang selalu di perintah kapan saja tak pernah kenal lelah" ucap Ando membenarkan ucapan Sandro barusan.
Sandro diam tak membalas ucapan Ando karena apa yang dibilang Ando barusan adalah benar,bkarena selama ini ia sangat tahu jika apa yang dilakukan oleh Ando semata-mata itu adalah perintah dari Kenzo.
"Kamu keluar" ucap Sandro menatap wanita bayarannya dengan tajam.
Perempuan itu bergegas membenarkan pakaiannya dan pergi dari sana tak ingin membantah perintah Sandro, karena ia sangat tahu sifat Sandro yang tak pernah main-main dengan ucapannya barusan, apa lagi jika tidak mematuhi perintahnya seperti sekarang.
"Sebaiknya kamu tutup mulut kotormu itu mengenai kedatangan aku disini" ucap Ando memberi peringatan kepada perempuan itu dengan suara tegas.
"Ba.......ik tuan" jawab perempuan itu dengan terbata-bata karena gugup.
Kini tinggal Sandro dan Ando saja didalam kamar itu membuat keduanya saling menatap satu sama lain dengan tatapan tajam dan dingin. Sandro memilih duduk di sofa sambil menyesap tequilla yang baru ia tuang dari botol sedangkan Ando ia hanya berdiri saja.
"Katakan apa tujuanmu?" tanya Sandro dengan suara dingin.
"Aku ingin bertemu dengan anakku" jawab Ando to the point.
"Cih!" decih Sandro dengan tatapan sinis mendengar ucapan Ando barusan.
"Aku tidak mengijinkan" tambahnya lagi dengan suara tegas.
"Aku mohon ijinkan aku bertemu dengan anakku dan wanita yang sudah melahirkan anakku" pinta Ando dengan memohon.
"Bukannya wanita itu adalah wanita yang sudah menjebak kamu. Buat apa kamu mencarinya lagi?" tanya Sandro dengan suara dingin.
"Karena dia adalah ibu dari anakku" jawab Ando dengan suara tegas.
"Aku awalnya memang sangat marah karena dia sudah berani menjebak aku sebanyak dua kali, tapi aku berpikir mau sampai kapan aku akan membencinya sedangkan dia adalah ibu dari anakku! Tidak mungkin aku hanya menerima anakku saja tanpa ibunya karena aku tidak ingin anakkuย tak bisa mendapat kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya hanya karena ego aku" tambahnya lagi dengan suara tegas dan tatapan tajam.
...๐ผ ๐ผ ๐ผ ๐ผ ๐ผ...
Sandro diam membenarkan ucapan Ando yang menyentuh hatinya barusan, tapi ia dengan cepat menepis semuanya itu karena tidak ingin adik dan keponakannya dalam bahaya.
Apa lagi ia berpikir jika suatu saat pasti Kenzo akan membuat Ando untuk menggunakan adik dan keponakannya untuk membalasnya atau Denis. Karena tahu jika kelemahan Sandro adalah keluarganya, begitu juga dengan Denis yang sudah menganggap mereka sebagai keluarganya.
Jika aku mengijinkannya otomatis Ari dan Ara akan dalam bahaya, batin Sandro.
Sedangkan Ando ia sangat berharap jika Sandro mau mengijinkan ia bertemu dengan anaknya, karena hanya mereka yang sekarang menjadi keluarga dalam hidupnya setelah kematian adik dan ayahnya balasan tahun yang lalu.
Ya Tuhan! Aku memang orang yang sangat berdosa dan jauh dari kata baik. Satu permintaanku tolong pertemukan aku dan anakku dan biarkan kami berkumpul menjadi satu keluarga, batin Ando berdoa dalam hati.
__ADS_1
Tak................
Sandro menaruh gelas minumnya di atas meja dengan kuat sambil menatap Ando dengan tatapan tajam dan dingin, membuat Ando bisa menebak jika ia tidak akan diijinkan bertemu dengan anaknya.
"Dalam mimpimu saja kamu akan bertemu anakku sialan" hardik Sandro dengan suara dingin.
Seperti tebakannya barusan kalau memang ia tidak akan diijinkan dengan gampang untuk bertemu dengan anaknya.
Apa lagi Sandro dan dia adalah musuh yang saling bertentangan karena bos mereka masing-masing, meski Ando akui jika akar permasalahan semuanya ini berasal dari tuannya.
Brugh..............
Seketika Ando berlutut didepan Sandro, membuat Sandro kaget bukan main tak menyangka jika Ando akan melakukan hal itu. Meskipun begitu Sandro menutup hatinya tak ingin mengasihi Ando biarpun Ando sudah berlutut dihadapannya.
Dengan langkah panjang Sandro pergi meninggalkan Ando sendirian didalam sana tak perduli dengan apa yang ia lakukan barusan. Air mata Ando jatuh merasa sangat frustasi dan marah, kenapa ia harus berada di posisi ini dan tidak bisa menemui darah dagingnya sendiri.
Maafkan ayah nak.............hiks hiks hiks, batin Ando dengan perasaan hancur.
Sedangkan Sandro ia memilih pulang karena sudah tidak mood berada disana apa lagi baru saja bertemu dengan Ando. Ada rasa kasihan dihatinya saat melihat Ando seperti itu, tapi dengan cepat ia tepis karena tidak ingin terbawa perasaan dalam hal ini.
Apa aku berdosa memisahkan seorang anak dengan ayahnya, batin Sandro.
1 Minggu kemudian
Hari ini adalah hari dimana Leila akan ikut melakukan kegiatan amal bersama Amira yang tergabung dalam yayasan peduli anak yatim piatu di Indonesia.
Sudah dari subuh Leila datang ke rumah Amira, membantu menyiapkan kotak makan siang yang akan mereka bagikan ke 800 anak yatim piatu bersama seluruh karyawan D&A Resto yang ikut berpartisipasi.
"Apa semuanya sudah siap?" tanya Amira dengan suara lembut.
"Sudah nyonya" jawab semua pekerja D&A Resto dengan serentak.
"Baik nyonya" ucap semuanya dengan serentak.
Semuanya segera bergegas naik ke mobil bus yang akan mengantar mereka ke tempat amal, sedangkan Leila ia akan naik ke mobil pribadinya bersama pak Toni dan Maya bodyguard yang dikirim oleh Arsen 1 minggu yang lalu.
...๐ผ ๐ผ ๐ผ ๐ผ ๐ผ...
"Mama bareng aku saja dengan mobil aku" ajak Leila saat Keysa akan memberitahu Amira kalau mobilnya sudah siap.
"Baiklah nak" jawab Amira dengan cepat membuat Keysa mengepal kedua tangannya dengan kuat menahan amarah.
Sebelum masuk ke dalam mobil Leila tak lupa Amira menyuruh Keysa untuk memberitahu pak Anton jika Amira tidak jadi pergi dengan mobilnya, karena akan pergi dengan mobil Leila.
Keysa tersenyum hangat menjawab perintah Amira dan bergegas pergi menemui pak Anton, tapi dalam hatinya ia sedang mengumpat dan memaki Amira bersama Leila.
Sialan! Awas kamu ja**ng aku akan membalasmu disana nanti, batin Keysa dengan tatapan penuh kebencian melihat mobil Leila yang melaju disamping bus yang dinaikinya.
~ Stadion Merdeka ~
Akhirnya setelah perjalanan 1 jam 20 menit, tibalah rombongan Amira dan lainnya di stadion Merdeka tempat mereka akan melakukan kegiatan berbagi dengan anak yatim piatu.
Amira segera menyuruh pak Roni untuk menyuruh karyawannya segera menurunkan box makanan yang dibawa mereka ke dalam stadion, tempat dimana sudah disiapkan oleh pihak pantia berjejer dengan barang yang akan diberikan kepada anak yatim piatu.
"Wah rame sekali" ucap Leila dengan takjub melihat suasana yang sangat ramai.
Apa lagi ada begitu banyak anak yatim piatu yang sudah tak sabar ingin mendapat bantuan dari mereka.
__ADS_1
"Kamu baru kali ini ikut acara ini ya?" tanya Keysa dengan suara dingin.
"Ya betul" jawab Leila dengan suara lembut.
"Tidak heran karena anak kaya dan manja seperti kamu kan hanya hidup di istana mewah saja dan tinggal memanggil pelayan untuk melayani kamu" balas Keysa sambil tersenyum smirk.
"Maaf tapi maksud kamu ngomong seperti itu ke aku apa ya?" tanya Leila yang tak suka mendengar ucapan Keysa barusan.
"Ckk!! Orang kaya manja tahu apa tentang kehidupan orang miskin" decak Keysa dengan sinis sambil menatap Leila dengan tak suka.
Keysa berlalu pergi begitu saja membuat Leila tak habis pikir akan bertemu dengan orang seperti Keysa,bpadahal keduanya baru berbicara satu sama lain selama ia mengenal mama Amira dan tahu siapa itu Keysa.
"Nona jangan diambil hati ya dengan ucapan bu Keysa tadi. Dia itu emang orangnya seperti itu nona" ucap Anisa yang mendengar ucapan keduanya sedari tadi.
"Apa dia selalu seperti itu ke semua orang?" tanya Leila dengan cepat.
"Bu Keysa memang seperti itu dengan semua orang nona. Ia hanya akan berbicara sopan jika ada nyonya dan asisten tuan muda nona" jawab Anisa.
"Apa dengan Denis juga?" tanya Leila yang ingin tahu jika Keysa berbicara dengan kekasihnya.
"Saya tidak tahu nona karena selama ini tuan muda tidak pernah berbicara dengan kami apa lagi dengan bu Keysa. Saat tuan muda datang ke restoran ia hanya akan berbicara dengan nyonya saja nona" jawab Anisa menjelaskan.
Eeehhh..................
Leila kaget tak menyangka jika kekasihnya itu adalah orang yang sangat dingin dan tidak tersentuh, bahkan dengan pegawai mamanya saja ia tidak pernah berbicara satu katapun dengan mereka.
Pacar aku sifatnya memang sangat aneh, batin Leila sambil menggelengkan kepalanya.
...๐ผ ๐ผ ๐ผ ๐ผ ๐ผ...
Tak beberapa lama acara amal pun akhirnya dimulai dari sambutan ketua yayasan peduli anak yatim hingga pemerintah setempat. Saat acara pembagian bantuan dimulai, semua anak yatim berbaris dengan rapi menerima bantuan sosial yang sudah disiapkan oleh pihak donatur dan panitia acara.
Keysa yang melihat bodyguard Leila tak menjaganya dan malah ikut membagikan box makanan kepada anak yatim, tersenyum menyeringai memikirkan ide licik di kepalanya saat melihat Leila berjalan sendiri ke tenda untuk mengambil box makanan dan membawanya keluar.
"Kamu pergi bantu pak Roni sana" ucap Keysa memerintah Rima yang hendak ke tenda.
"Tapi bu saya di suruh nyonya untuk bertugas disini" ucap Rima dengan cepat.
"Sudah kamu kesana saja gantian dengan aku karena ku lihat kamu sudah capek" titah Keysa dengan suara tegas tidak ingin dibantah.
"Baik bu" ucap Rima dengan senang karena memang dia sudah sangat lelah mondar-mandir dari tadi.
Keysa tersenyum menyeringai melihat Rima yang mudah saja ia bodohi dan bergegas mengikuti Leila yang sudah masuk ke dalam tenda.
Sampainya disana Keysa lalu mengambil dus box makanan dan membawanya keluar, saat di tengah jalan dengan cepat ia menyekal kaki Amir pelayan laki-laki di D&A Resto hingga menabrak Leila sampai jatuh ke tanah.
Brugh......................
Seketika semua makanan berhamburan di tanah, karena Amir yang menabrak Leila hingga keduanya terjatuh membuat semua pasang mata seketika memandang ke arah mereka.
Beruntung mereka belum sampai di tempat acara amal berlangsung sehingga hanya panitia saja yang melihat hal itu. Keysa tersenyum puas melihat Leila yang masih berbaring di tanah dan belum bangun juga, sedangkan Amir sudah panik melihat makanan yang tumpah karena ulahnya.
Amir berbalik menatap Keysa dengan sinis karena tahu kalau orang yang mencekal kakinya hingga ia terjatuh adalah Keysa. Sedangkan Keysa ia hanya menatap Amir dengan tatapan tajam dan dingin, seakan tak bersalah sama sekali membuat Amir tak habis pikir ada orang seperti Keysa di dunia ini.
"Ayo bantu nona Leila" ucap seorang panitia yang mengenali Leila.
Duar......................
__ADS_1
...๐ผ ๐ผ ๐ผ ๐ผ ๐ผ...
To be continue................