Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 247


__ADS_3

Zeus menelan salivanya berkali-kali merasa tenggorokannya sangat kering, saat merasakan aura yang sangat mengintimidasi.


Apa lagi saat berbalik menatap ke sosok yang baru saja masuk berperawakan seperti uncle Demian. Ia bahkan syok melihat wajah duplikat itu.


"Uncle Demian" ucap Zeus dengan kaget.


Semua mata yang tadinya menatap Denis langsung mengarah ke Zeus mendengar ucapannya. Kening mereka mengerut melihat Zeus yang tampak seperti orang kebingungan.


Alis mata Denis terangkat mendengar ucapan bocah didepan sana yang memanggilnya dengan nama sang papa.


Bibir Denis tersenyum menyeringai melihat wajah Zeus yang sama persis seperti uncle Steven. Ia langsung tahu kalau bocah itu adalah anak uncle Steven.


"Da da da da da" celoteh baby Kai membuat semua orang tersadar.


"Ya ampun tuan muda Kai makin tampan saja kayak den Denis" pekik bi Eda dengan suara melengking.


Suaranya yang melengking barusan membuat baby Kai sampai kaget. Beruntung bayi itu tidak menangis, jika tidak bi Eda pasti akan mendapat hukuman seperti Arkan beberapa waktu yang lalu.


Eehhemm..............


Deham Denis sambil menatap bi Eda dengan tatapan tajam, membuat nyali bi Eda langsung menciut merasa ketakutan.


"Da da da da" celoteh baby Kai membuat Denis langsung menatap putranya.


"Heemmm! Papa tahu son" ucap Denis dengan suara tegas.


"Da da da da"


"Nanti papa belikan buat kamu son"


"Da da da da da" baby Ka ia seketika tertawa kencang.


"Sama-sama son" balas Denis sambil mengecup pipi sang putra.


"Sayang apa yang kamu bicarakan sama anak kita?" tanya Leila dengan penasaran.


"Nanti aku beritahu setelah pulang sayang" jawab Denis dengan suara lembut.


"Nak" ucap Amira menghampiri sang anak dan memeluknya.


Saat akan mencium baby Kai, bayi itu berontak tak mau dicium. Baby Kai memegang baju Denis dengan erat, membuat Denis menatap sang mama sambil menggelengkan kepalanya memberitahu sang anak tak mau di cium.


"Kamu ini kalau sudah sama papa kamu maka akan lupa sama nenek" ucap Amira menggerutu.


Denis lalu duduk di samping istrinya dan menatap Zeus dan uncle Steven dengan tatapan km tajam dan dingin.


Gila tatapannya sangat mengerikan, batin Zeus menelan salivanya dengan susah.


"Jadi ada apa mama menyuruh kami ke sini?" tanya Denis dengan suara dingin dan aura kekuasaan meski ia sudah tahu tujuan mereka kesini.


"Mama mau bahas tentang pernikahan mama sekalian ingin mengenalkan kalian sama anaknya daddy Steven" jawab Amira dengan suara lembut.


"Aku udah kenal kok sama Zeus ma" ucap Leila dengan cepat.


"Kapan kamu mengenalnya?" tanya Denis dengan suara dingin sambil menatap sang istri dengan tajam.


"Waktu aku ke restoran mama sayang. Kebetulan daddy Steven juga ada disana bersama Zeus sayang" jawab Leila menjelaskan tak mau membuat suami posesifnya cemburu.


"Oh" balas Denis dnwban singkat.


Mata Leila melotot mendengar ucapan suaminya yang terlalu singkat. Padahal tadi ia sudah seperti singa lapar yang ingin menerkam mangsanya.


"Zeus kenalkan ini ka Denis anak mommy" ucap Amira dengan suara lembut.


"Hah! Jadi ka Leila bukan anak mommy" pekik Zeus dengan kaget.


Ehh.................

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Leila dan Amira kaget mendengar ucapan Zeus yang menyangka kalau dia adalah anak mama Amira. Sedangkan Steven ia menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang anak yang ternyata sangat bodoh.


"Son apa otakmu terbentur" cibir Steven tak habis pikir.


"Daddy" ucap Zeus dengan kesal sambil menatap daddynya dengan tajam.


"Apa kamu tidak lihat wajah Denis yang sama persis dengan uncle Demian son?" tanya Steven dengan kening berkerut.


"Aku mana tahu kalau anak mommy Amira ternyata laki-laki dad. Lagian saat melihat ka Leila aku pikir dia anak mommy Amira karena mempunyai sifat lembut seperti mommy Amira" jawab Zeus menjelaskan.


"Anak mommy itu Denis nak sedangkan Leila adalah menantu mommy" ucap Amira sambil tersenyum manis.


Zeus menatap Denis sekilas dan mommy Amira seakan sedang memindai mereka. Ia tidak habis pikir ternyata mommy Amira yang sangat lembut dan ayu, memiliki putra yang terlihat angkuh dan arogan.


Aku tidak menyangka orang yang terlihat sangat mengerikan ternyata adalah anak mommy Amira yang memiliki sifat lembut dan ayu, batin Zeus.


"Dari mana kamu tahu aku mengerikan?" tanya Denis dengan suara dingin.


Zeus kaget mendengar ucapan Denis seakan tahu apa yang ia pikirkan barusan. Mata birunya menatap Denis dengan tatapan tajam yang dibalas tajam juga oleh Denis.


Dari mana dia tahu aku mengatainha mengerikan, batin Zeus penuh tanda tanya.


"Sangat jelas di wajahmu" ucap Denis sambil tersenyum smirk.


Eeehheem..................


Steven berdeham agar mencairkan suasana yang sudah terlihat menegang dan mencekam.


"Lebih baik kita makan dulu sebelum makanannya dingin" ajak Amira.


"Sayang berikan baby Kai biar aku tidurkan dia di kamarmu" ucap Leila yang melihat putra mereka sudah tertidur.


Denis segera memberikan baby Kai kepada Leila untuk di tidurkan didalam kamarnya. Bi Erna juga turut ikut ke atas untuk berjaga di depan pintu kamar menjaga baby Kai.


Amira dan Steven lalu beranjak ke meja makan diikuti Denis dsn Zeus.


Deg...................


Jantung Zeus berdetak dengan cepat mendengar bisikan Denis yang terasa sangat mengerikan. Bulu kuduknya meremang merasa seperti sedang diintai oleh monster berdarah yg dingin.


Mereka lalu mulai makan malam setelah Leila bergabung. Malam itu untuk pertama kalinya Zeus merasa gugup saat bertemu dengan orang baru.


~ Kediaman Sandro ~


Malam ini Sandro di buat pusing dengan kedatangan Arsen bersama Geby di rumahnya. Bagaimana tidak saat ini ia sedang berada di dapur di temani Arsen membuatkan nasi kuning lengkap dengan lauk pauk untuk Geby.


"Istrimu itu menang aneh bocah" ketus Sandro dengan kesal.


"Sudah anggap saja kamu sedang berbuat baik untuk keponakanmu" balas Arsen dengan suara dingin.


"Aku lebih pilih berperang dengan musuh dari pada berperang dengan panci dan wajan" protes Sandro sambil menggerutu.


"Heemmm" deham Arsen tak mau membalas ucapan Sandro yang akan semakin panjang ceritanya.


Sedangkan Geby ia sedang mengobrol dengan Seila, tante Mega, dan Anthony anak Sandro dan Seila.


"Apa kamu mengalami mual tiap pagi dek?" tanya Seila.


"Iya ka dan rasanya sangat menyiksa setiap pagi" jawab Geby.


"Sabar ya nak itu memang biasa dialami oleh ibu hamil. Tapi tenang saja itu akan hilang saat kandunganmu berumur 3 bulan" ucap Mega dengan suara lembut.


"Iya tante" ucap Geby sambil mengangguk kepalanya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


Iya juga mengetahui hal itu dari ibu mertuanya di rumah. Geby sangat bersyukur karena mempunyai mertua yang sangat baik dan selalu memberinya nasihat tentang apa saja yang harus dilakuan oleh seorang istri.


Prang............prang..........prang...........


Bunyi benda seperti dipukul dan dibanting bersahutan dari arah dapur. Ketiganya hanya bisa memijit kepala mereka karena atau apa yang sedang terjadi disana.


"Sepertinya aku harus melihat suamiku dan suamimu sebelum mereka membakar dapur kamu" ucap Seila dengan cepat.


"Maaf ya ka" ucap Geby dengan rasa bersalah.


"Jangan dipikirkan dek. Ini kan kemauan dedek bayi" balas Seila ambil tersenyum manis.


"Benar yang dikatakan Seila nak Geby. Ini kan kemauan anak dalam kandungan jadi jangan merasa bersalah ya nak" tambah Mega dengan suara lembut.


"Iya tante" ucap Geby sambil memamerkan giginya.


Seila lalu menuju ke dapur ingin melihat apa yang dilakukan oleh suaminya dan Arsen. Sampai di sana ia menutup mata mengontrol emosinya melihat dapur yang sangat berantakan dan kotor.


2 Jam kemudian


Geby dengan lahap memakan nasi kuning buatan Sandro seperti orang tidak makan 1 minggu.


"Pelan-pelan makannya baby tidak ada yang ambil kok" ucap Arsen dengan suara lembut.


"Heemmm" deham Geby mengangguk kepalanya.


"Gimana rasanya dek?" tanya Seila penasaran masakan suaminya.


"Enak ka" jawab Geby sambil mengangkat kedua ibu jarinya.


"Ibu jadi penasaran dengan rasa masakan Sandro" celetuk Mega dengan cepat.


"Silahkan dicoba masakan Sandro tante. Kebetulan ini sangat banyak tante" ucap Arsen.


Mega dan Seila lalu mengambil nasi kuning buatan Sandro beserta lauknya. Keduanya kaget tak menyangka kalau masakan Sandro akan seenak ini padahal ini pertama kali ia memasak.


"Mas ini enak banget" ucap Siela dengan mata melotot.


"Benar nak. Ini sangat enak bahan mengalahkan masakan ibu" tambah Mega dengan cepat.


"Hehehehe! Mungkin ini adalah bakat tersembunyi aku" ucap Sandro dengan sombong sambil terkekeh.


Arsen memutar malas matanya lihat kelakuan sahabatnya. Meskipun begitu ia akui kalau masakan Sandro memang enak.


~ Mansion Ulrico ~


Zeus kaget bukan main saat mendengar penjelasan daddy dan uncle Pablo mengenai sosok Denis.


Tadi sepulang dari rumah mommy Amira ia segera memberondong daddynya dengan banyak pertanyaan mengenai Denis Arkana.


"Aku tidak menyangka kalau ka Denis adalah mafia yang sangat mengerikan dan kejam" ucap Zeus.


"Kamu belum lihat kan kekejaman ketua Balck Devil kan?" tanya Pablo.


"Belum uncle. Aku selama ia ni hanya mendengar gosipnya saja di dunia bawah" jawab Zeus.


"Apa yang kamu dengar itu semuanya benar. Denis memang kejam dan tak berperasaan melebihi daddynya" ucap Pablo dengan suara tegas.


"Yang benar uncle?" tanya Zeus dengan cepat.


"Semua yang uncle Pablo bilang benar son" jawab Steven yang sedari tadi diam.


"Daddy harap kamu jangan pernah membuat Denis marah atau melakukan kebiasaan kamu yang ingin menguji kemampuan musuhmu, seperti yang selama ini kamu lakukan son" ucap Steven memperingati sang anak.


Phew...............


Zeus membuang napas dengan kasar karena daddy tahu apa yang ia pikirkan sedari tadi. Memang benar kalau Zeus tadi berpikir ingin mengukur kemampuan Denis, semua itu hanya ingin mengetahui kehebatannya saja.

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue..................


__ADS_2