Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 98


__ADS_3

Tak berapa lama Alexa pun datang ke apartemen Liam, beruntung hari ini ia tidak ada jadwal pemotretan dan bisa menemui kekasihnya yang selama ini ia pamerkan ke semua orang dan berlagak sombong karena pacarnya itu seorang CEO di BakerTech.


“Aku merindukanmu beb” ucap Kenzo sambil memeluk tubuh Alexa dan mencium lehernya.


“Aku juga sangat merindukanmu beb. Kenapa semalam kamu tidak menelpon aku beb?” tanya Alexa dengan suara menggoda.


“Semalam aku lagi banyak pekerjaan beb. Kan kamu tahu sendiri jika sekarang sangat sibuk mengurus pekerjaan aku sekaligus perusahaan papa aku, jadi aku tidak sempat menelpon kamu semalam beb” jawab Kenzo dengan suara lembut.


“Kamu tidak membohongiku kan beb?” tanya Alexa dengan selidik.


“Tidak beb. Kamu bisa bertanya ke asisten aku karena dia semalam bersama aku beb” jawab Kenzo sambil menarik Alexa untuk duduk di pangkuannya.


“Aku percaya sama kamu beb” ucap Alexa sambil menutup mata saat Kenzo mulai mencium dadanya.


Kenzo tersenyum smirk dalam hati menertawakan kebodohan kekasihnya yang gampang sekali ia bodohi. Padahal


semalam ia bersama Liam menghabiskan waktu di club Zeus, ditemani wanita penghibur disana setelah ia selesai melakukan transaksi gelapnya.


Dasar perempuan bodoh! Mudah sekali dibohongi, batin Kenzo sambil tersenyum lebar.


1 Jam kemudian


Kenzo berbaring disamping Alexa setelah 1 jam keduanya memadu kasih di apartemen Liam, tidak memikirkan dimana mereka saat ini yang penting bisa memenuhi hasrat masing-masing.


“Beb” panggil Kenzo sambil mengelus punggung telanjang Alexa yang sedang memeluknya merasa kelelahan melayani napsu Kenzo.


“Kenapa beb?” tanya Alexa sambil mendongak melihat Kenzo.


“Bagaimana kalau malam ini kita makan malam bersama keluargamu” ajak Kenzo.


“Yang benar bebe? Kamu tidak sedang bercandakan beb?” tanya Alexa dengan kaget.


“Aku tidak sedang bercanda beb. Menurutku sudah waktunya aku untuk mengenal kedua orang tuamu lebih dekat” jawab Kenzo sambil tersenyum manis.


“Ah! Senangnya beb. Kalau begitu aku kabari papa dan mama dulu ya beb dan aku yakin mereka akan senang mendengar hal ini” pekik Alexa dengan senang.


“Heeemmmm”


Alexa bergegas bangun mengambil hpnya yang berada di ruang tamu, tak perduli jika saat ini tubuhnya polos karena tidak memakai pakaian apapun. Melihat hal itu Kenzo mulai bernafsu dan mengikuti kekasihnya ke ruang tamu.


“Baik pa aku akan memberitahu kekasihku pa” ucap Alexa dengan senang dan mematikan panggilannya.


Ahhhh……………..


Teriak Alexa mendesah saat Kenzo tiba-tiba saja memasuki i**inya dari belakang tanpa pemanasan, membuat ia kesakitan sekaligus merasa nikmat di perlakukan seperti itu oleh Kenzo.


Kenzo sendiri tidak perduli dengan Alexa apa ia merasa nyaman atau tidak dise***i seperti itu sambil berdiri dan memegang sofa agar tidak terjatuh. Ia hanya ingin mencari kepuasannya, tidak perduli dengan lawan mainnya meski Alexa adalah kekasihnya.


Saat keduanya sedang melakukan hubungan badan mereka tak sadar jika sedari tadi Liam sedang menonton mereka seperti siaran langsung didepan pintu.


Ia mendengus kesal melihat sahabatnya yang tidak memperdulikannya sebagai pemilik apartemen dan melakukan hal itu di ruang tamu.


Berengsek si Kenzo buat adik aku jadi tegang saja, batin Liam dengan kesal.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


Liam memilih pergi dari sana untuk menuntaskan hasratnya, apa lagi pikirannya masih terbayang Keysa yang saat ini sudah cacat dibuat oleh Sandro karena ketahuan mencelakai kekasih Denis.


~ BakerTech ~


Leila mengurut keningnya yang berdenyut sakit membaca laporan internal didalam perusahaannya yang semakin hari semakin kacau.


Apa lagi sejak 2 minggu yang lalu saat ia tidak datang ke perusahaan, para petinggi perusahaan berusaha ingin menyingkirkannya dari posisi presdir tapi tidak berhasil.


“Alin masuk ke ruanganku sekarang” titah Leila lewat interkom.


Tok……………tok……………..tok………………


“Masuk” ucap Leila saat mendengar pintu ruangannya diketuk.


Tak berapa lama Alin masuk sambil menunduk dengan sopan didepan Leila menunggu apa yang akan diperintahkan oleh presdir mereka.


“Katakan siapa saja yang mengantar semua laporan perusahaan saat aku tidak masuk?” tanya Leila dengan suara tegas.


“Semua adalah sekretaris dari kepala devisi perusahaan dan juga direktur presdir” jawab Alin dengan jujur.


“Apa semua laporan ini sudah diperiksa oleh ka Leo?” tanya Leila dengan tatapan tajam.


“Belum presdir. Karena tuan Leo selama presdir tidak masuk selalu sibuk menghendel meeting di luar dan juga beberapa masalah di perusahaan cabang presdir” jawab Alin.


“Masalah? Apa maksudmu Alin?” tanya Leila dengan bingung.


"Saat presdir tidak masuk ada kebakaran yang terjadi di gudang kantor cabang di kota B. 1 minggu yang lalu juga ada masalah di hotel Baker karena 3 karyawan kita meninggal tersengat listrik saat membersihkan ballroom hotel presdir, dan 3 hari yang lalu karyawan di perusahaan di kota K berdemo meminta gaji mereka yang belum dibayarkan selama 4 bulan presdir” papar Alin menjelaskan semua permasalahan yang saat ini terjadi di perusahaan.


“APA” pekik Leila dengan kaget.


Ia tak menyangka jika masalah perusahaan akan serumit itu dan hanya Leo yang turun tangan langsung untuk menanganinya. Belum lagi masalah laporan yang kacau balau didalam perusahaan.


“Baik presdir” jawab Alin dengan suara tegas.


Alin bergegas keluar dari ruangan Leila untuk melakukan perintahnya barusan dan hari itu semua karyawan BakerTech dibuat kaget, tak menyangka jika presdir mereka akan memecat semua kepala tim devisi bersamaan dengan tidak hormat.


“Gadis buta kamu mulai tunjukan taringmu!Huh!” ucap Abraham dengan emosi setelah sekretarisnya memberitahu tentang pemecatan yang dilakukan oleh Leila barusan.


Abraham segera mengambil hpnya dan menelpon orang bayarannya yang ia bayar untuk melakukan misi rahasia.


“Halo tuan” ucap orang suruhannya dari seberang.


^^^“Bagaimana apa kamu sudah dapat lokasi keberadaan kakak dan adik gadis sialan itu?” tanya Abraham dengan cepat.^^^


“Maaf tuan tapi kami belum menemukan lokasi keduanya” jawab orang suruhannya dengan gugup.


^^^“Bangsat! Aku membayar kalian dengan mahal dan ini hasilnya sialan” maki Abraham dengan suara tinggi.^^^


“Maafkan kami tuan, kami akan terus mencari keberadaan mereka sampai ketemu”


^^^“Aku tidak mau tahu secepatnya kalian harus dapat lokasi keberadaan mereka!” bentak Abrahan dengan emosi.^^^


“Baik tuan”


^^^“Katakan apa saja yang kalian dapat selama ini?” tanya Abraham dengan suara dingin.^^^

__ADS_1


“Kami mendapat informasi kalau tuan muda kedua Baker ternyata selama ini bersama presdir Denis dari DA Corp dan saat ini keduanya tidak diketahui keberadaannya tuan” jawab orang suruhannya.


^^^“Kamu yakin itu presdir Denis Arkana?” tanya Abraham dengan selidik.^^^


“Yakin tuan karena kekasih presdir Denis adalah nona muda Baker tuan” jawab orang suruhannya dengan suara tegas.


^^^“Sial!” maki Abraham dengan emosi.^^^


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Orang suruhannya diam saja mendengar umpatan dan makian yang Abraham katakan saat mendengar informasi mengenai kekasih dari Leila Baker.


^^^“Lalu bagaimana dengan Rayen Baker?” tanya Abraham lagi dengan cepat.^^^


“Dari hasil penyelidikan kami lokasi terakhir tuan muda pertama Baker berada di salah satu rumah sakit di Amerika, tapi setelah 3 hari jejaknya hilang bagai ditelan bumi dan tidak ada informasi apapun mengenai keberadaannya tuan” jawab orang suruhannya dengan cepat.


^^^“Cari tahu dimana keduanya berada dan aku tidak mau tahu kalian harus mendapat lokasi mereka secepatnya!” bentak Abraham dengan emosi.^^^


“Baik tuan”


Abraham mematikan panggilannya sepihak dan membuang semua benda dia atas meja kerja melampiaskan emosinya, saat mendengar kabar dari orang suruhannya tentang Rayen dan Arkan Baker.


~ New York, Amerika ~


Sudah 2 hari berlalu sejak Arsen keluar dari rumah sakit dan hari ini ia baru saja keluar dari pesawat menginjakan kakinya di New York.


Tanpa mengatakan satu katapun kepada ibu dan kedua kakaknya dan hanya meninggalkan sepucuk surat, menyuruh mereka untuk tidak mencarinya dan menunggu ia sampai ia pulang suatu saat.


“Maafkan anakmu ini bu tapi aku harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku lakukan” gumam Arsen melihat foto ibunya di galeri hp.


Arsen lalu berjalan keluar dari bandara dan menghentikan taksi untuk mengantarnya ke alamat yang sudah berhasil ia dapat saat berada di Indonesia


~ Kingdom Apartment ~


Arsen menatap bangunan tinggi dan mewah didepannya dengan napas kasar, tak tahu apa yang akan ia dapatkan saat bertemu dengan Denis.


Ya ternyata Arsen memilih menyusul Denis ke Amerika untuk meminta maaf atas kesalahan yang sudah ia lakukan, karena sekarang yang ia pikirkan adalah mendapat maaf dari bosnya meski ia tahu itu akan sulit.


“Kamu pasti bisa Arsen” ucap Arsen menyemangati dirinya sendiri.


Arsen segera masuk ke dalam Kingdom apartemen dan menuju ke lantai 65 dimana apartemen Denis berada satu lantai dibawah penthouse di lantai 66.


Ting……….tong……….ting…………tong……………


Tangannya gemetar menekan bel apartemen dan menunggu dengan gugup siapa yang akan membukakan pintu apartemen untuknya.


Ceklek……………..


Tubuh Arsen menegang melihat tatapan dingin dan tajam dari mata coklat didepannya yang menatapnya seakan ingin menelannya hidup-hidup. Berkali-kali ia menelan salivanya dengan susah untuk membasahi tenggorokannya yang terasa sangat kering.


“B……os” ucap Arsen dengan gugup.


“Who are you?” (siapa kamu) tanya Denis dengan suara dingin dan tatapan tajam seakan.


Deg……………

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue…………………


__ADS_2