
“Ehh! Presdir?” tanya direktur Steven dengan bingung.
“Sandro, Arsen kalian berdua lacak keberadaan putri direktur Steven dan selamatkan dia” titah Denis dengan suara tegas.
“Oke bos” ucap keduanya dengan serentak.
“Suruh Max kirimkan anak buahku untuk membantu kalian berdua” ucap Denis dengan suara dingin.
“Lalu bagaimana dengan pesta kali ini bos? Apa bos yakin ingin kesana sendiri?” tanya Sandro dengan cepat.
“Aku akan bertemu dengan bos penculiknya disana” ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.
“Sampaikan salamku untuknya bos” ucap Sandro sambil tersenyum penuh arti.
“Maaf presdir. Tapi ucapan anda barusan yang mengatakan akan bertemu dengan penculik anak saya di pesta nanti maksudnya apa presdir?” tanya direktur Steven dengan bingung.
“Kenzo Arjuna orang di balik penculikan anak anda direktur Steven” jawab Rian mewakili Denis.
“APA” pekik direktur Steven dengan kaget.
Denis tersenyum penuh arti melihat wajah direktur Steven yang sudah merah padam, menandakan saat ini ia sangat emosi mendengar siapa dalang di balik penculikan putrinya.
“Kontrol emosi anda jika ingin anak anda selamat” ucap Denis dengan suara dingin dan tatapan tajam menatap direktur Steven.
“Maafkan saya presdir. Saya hanya tidak menyangka jika orang yang menculik anak saya adalah manusia rendahan itu” ucap direktur Steven dengan gigi gemeletuk.
“Aku tidak perduli kamu emosi kepadanya tapi jangan membuat kekacauan disana tanpa perintah dariku” ucap Denis memperingati.
“Saya bisa mengontrol emosi saya di sana presdir”
“Good” (bagus)
Sebelum sampai di tempat acara Sandro dan Arsen sudah turun dan naik ke mobil pengawal di belakang mereka, untuk mencari keberadaan putri direktur Steven.
Denis menatap jam tangan mahalnya yang menunjukkan pukul 19:00 malam jadi tersisa 5 jam sebelum tengah malam.
Max
^^^“Kirim anak buah ke markas B Ular Cobra dan hancurkan semua disana sampai rata dengan tanah”^^^
“Apa kami juga harus melenyapkan semua anggota Ular Cobra bos” balas Max dengan cepat dari seberang.
^^^“Patahkan kaki dan tangan mereka semua jangan dibunuh”^^^
“Baik bos”
^^^“Lakukan sekarang sebelum tengah malam dan suruh Mark kirim video itu ke bos bangsat mereka”^^^
“Siap bos”
Selamat menikmati hadiahku karena berani mengusik orang-orangku berengsek, batin Denis sambil tersenyum smirk.
~ BT Mall ~
Limousine milik Denis tiba disana dan seperti biasa kedatangan mereka langsung disambut dengan bunyi blitz yang bersahutan dari wartawan yang meliput acara hari ini.
Setelah keluar dari dalam mobil, Denis melirik anak buahnya yang sudah tahu jika bos mereka sedang menyamar dan tidak mendekatinya. Direktur Steven lalu keluar dan setelah itu diikuti oleh Rian yang langsung dikawal Denis dari belakang menuju tempat berlangsung acara hari ini.
“Selamat datang direktur Steven” ucap pelayan di pintu masuk setelah melakukan scanning undangan.
Saat masuk kedalam ketiganya langsung menuju ke tuan rumah pesta yaitu presdir BakerTech, yang didampingi oleh asistennya sedang berbicara dengan gubernur Jakarta yang juga di undang menghadiri acara peresmian mall tersebut.
“Selamat malam presdir dan selamat atas pembukaan mall terbaru anda” ucap direktur Steven dengan berwibawa.
__ADS_1
“Selamat malam juga direktur Steven dan terima kasih sudah menghadiri undangan kami” balas Leila dengan sopan sambil tersenyum manis menatap direktur Steven.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Matanya melirik ke arah belakang melihat Denis kekasihnya, yang datang juga kesini dan seperti biasa bertugas mengawal direktur Steven. Rian dan Leo yang sempat melihat lirikan mata Leila ke Denis hanya diam saja.
Leo sendiri menatap Denis dengan tajam, karena belum menerima jika ia adalah kekasihnya nona mudanya dan tidak percaya begitu saja kepadanya.
Denis membalas tatapan Leo sambil tersenyum menyeringai, membuat dia melototkan matanya ke Denis memperingati Denis untuk tidak macam-macam dengan Leila.
Tuan Leo sebaiknya anda turunkan pandangan anda dari bos kami jika masih ingin melihat dunia besok, batin Rian sambil menatap Leo dengan tajam.
“Kamu tahu orang yang menatap aku lebih dari 10 menit biasanya besok mereka akan kehilangan penglihatan mereka untuk selamanya” bisik Denis mengancamnya dengan suara dingin.
“Kamu” ucap Leo dengan suara pelan tak menyangka akan diancam oleh Denis.
Glek…………………
Leo menelan salivanya menatap mata coklat tajam Denis yang sangat mengerikan seperti tatapan tuannya. Leila yang melihat keduanya mengerutkan keningnya penuh tanda tanya, memikirkan apa yang sedang terjadi diantara mereka.
Tiba-tiba tamu undangan riuh melihat siapa yang baru saja datang dan membuat mata Denis dan lainnya juga ikut memandang ke arah pintu masuk. Denis tersenyum sinis melihat kedatangan Kenzo yang datang bersama dengan Alexa.
“Ah! Sepertinya mereka berdua sudah jadian setelah kejadian di hotel” gumam Denis dengan suara sangat pelan.
“Selamat malam presdir dan maaf atas keterlambatan saya” ucap Kenzo sambil tersenyum manis.
“Tidak apa-apa CEO Kenzo lagian acaranya belum akan dimulai tanpa kehadiran anda” balas Leila dengan suara tegas sambil tersenyum manis.
“Hehehehe! Saya tahu hal itu presdir” ucap Kenzo sambil terkekeh.
“Seharusnya tuan rumah itu datang lebih awal dari tamunya” sindir direktur Steven.
“Ah! Direktur Steven anda hadir juga ya” balas Kenzo sambil tersenyum lebar.
“Perkenalkan dia kekasih saya Alexa Sophia” jawab Kenzo memperkenalkan Alexa.
“Selamat malam semuanya. Mungkin anda semua sudah mengenal saya karena saya seorang model tapi biar saya perkenalkan diri saya lagi. Nama saya Alexa Sophia” ucap Alexa dengan sombong.
“Kami sangat tahu siapa anda nona Alexa. Seorang model yang terlibat keributan saat di lokasi syuting dengan rekan kerja model anda” ucap Leo sambil tersenyum smirk.
“Itu hanya perdebatan kecil saja antar sesama model tuan….” Ucap Alexa menggantung karena tak mengenal Leo.
“Ah! Maafkan saya nona Alexa yang belum memperkenalkan diri karena biasanya saya hanya memperkenalkan diri kepada rekan bisnis saya saja” ucap Leo sambil tersenyum manis.
Pufftt…………..
Rian dan lainnya menahan tawa mendengar ucapan Leo barusan yang sengaja mengejek Alexa, karena ia bukan rekan bisnis disini dan orang tidak penting disana.
Alexa menggenggam tangan Kenzo dengan erat melampiaskan emosinya karena dipermalukan oleh Leo barusan. Kenzo melirik kekasihnya untuk mengontrol emosinya karena mereka sedang didepan umum.
“Presdir sudah waktunya” ucap Leo dengan sopan.
“Baik” ucap Leila sambil mohon pamit undur diri.
Rian menatap Kenzo dan Alexa bergantian sambil tersenyum mengejek membuat Kenzo menatapnya dengan tatapan tajam. Apa lagi saat melihat Denis yang tersenyum sinis menatapnya, membuat ia seakan ingin meninju orang-orang didepannya saat ini.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Selamat malam tamu hadiran sekalian” ucap Leila dari atas panggung membuat semua mata tertuju kepadanya.
“Terima kasih atas kehadiran kalian semua sudah memenuhi undangan dari kami. Saya selaku presdir BakerTech mengucapkan terima kasih sebanyak-sebanyaknya, kepada pihak kontraktor dan supplier yang sudah mendukung pembangunan mall ini dari awal hingga selesai dan bisa menjadi salah satu mall terbesar di Indonesia dan masuk jajaran mall terbesar di Asia” tambahnya lagi dengan suara lantang.
Prok…………..prok………………prok…………….
__ADS_1
Riuh tepuk tangan menggema didalam sana saat Leila menyampaikan pidatonya di atas panggung. Sedangkan Denis yang melihat kekasihnya disana tersenyum bangga, karena kekasihnya bisa berbicara dengan suara tegas diatas sana.
“Untuk semua ini saya ucapkan juga terima kasih kepada CEO BakerTech tuan Kenzo Arjuna sebagai pemimpin proyek pembangunan mall ini. Dengan ini saya nyatakan mulai besok BT Mall akan mulai beroperasi” ucap Leila dengan suara lantang.
Prok……………..prok………………prok……………….
Riuh tepuk tangan kembali bergema didalam sana, dan banyak sekali tamu hadirin yang mengucapkan selamat kepada Kenzo karena sudah berhasil membangun mall semewah ini.
“Selamat atas keberhasilan anda tuan Kenzo” ucap Rangga dengan sopan.
“Terima kasih direktur Rangga” balas Kenzo sambil tersenyum lebar.
“Jangan lupa tanggal pengembalian pinjaman anda tuan Kenzo” bisik Rangga dengan suara pelan.
“BakerTech tidak akan pernah melanggar janjinya direktur Rangga” bisik Kenzo sambil tersenyum manis.
Rangga tersenyum lebar menatap Kenzo dan berlalu pergi dari sana. Kenzo yang sedang tersenyum lebar ternyata sedang mengumpat direktur Rangga didalam hati karena bisikannya tadi.
Rangga yang melihat kehadiran presdir mereka disana melotot kaget dan ingin menghampiri mereka, tapi dengan cepat Rian menggelengkan kepalanya untuk jangan datang yang dipahami olehnya.
Kenapa presdir bisa berdiri di belakang direktur Steven? Apa presdir sedang menyamar, batin Rangga penuh tanda tanya.
Ting…………..
Max
“Misi berhasil bos”
Denis tersenyum penuh arti melihat pesan WhatsApp Max tentang misi yang tadi ia suruh sebelum datang. Tak berselang lama Arsen mengirim posisi putri direktur Steven yang berhasil mereka lacak.
“10 menit lagi kalian pergi dari sini dan tunggu aku di mobil” bisik Denis kepada Rian.
Rian mengangguk kepalanya dan memberitahu direktur Steven, sedangkan Denis ia sudah pergi lebih dahulu entah kemana. Denis berjalan dengan langkah cepat dan tiba-tiba menarik tangan Leila masuk ke ruangan disamping toilet.
“Denis” pekik Leila dengan mata melotot kaget karena tiba-tiba ditarik.
“Jangan pernah pergi kemana pun sendiri apa lagi ke toilet” ucap Denis dengan suara dingin.
“Kenapa?” tanya Leila dengan bingung.
“Kita tidak tahu siapa saja yang berniat buruk kepada kita. Lebih baik ditahan saja jika ingin ke toilet sayang” ucap Denis dengan suara lembut.
“Heemm”
“Besok suruh orang kepercayaanmu untuk mengecek ulang sistem kelistrikan di mall ini sebelum dibuka kalau perlu malam ini juga sayang” titah Denis dengan suara tegas.
“Loh memangnya kenapa sayang?” tanya Leila dengan penasaran.
“Nanti kamu akan tahu setelah selesai mengeceknya sayang”
“Baiklah sayang”
“Sebentar lagi aku akan pulang sayang dan usahakan kamu pulang bersama asistenmu itu”
“Iya sayang”
Cup………………….
Denis mencium bibir Leila dengan lembut sambil memeluk erat tubuh kekasihnya. Sebelum pergi ia mengecup kening Leila dengan lembut membuat Leila merasa sangat nyaman dan berdebar-debar.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue……………..
__ADS_1