
Amira menelan salivanya berkali-kali melihat wajah anaknya yang merah padam menandakan ia sangat emosi mendengar ucapannya barusan. Begitu juga dengan Adrian dan Arsen yang berada didalam sana.
“Dude tenangkan diri kamu” ucap Adrian yang tahu temannya ini sedang emosi.
“Bagaimana bisa dompet mama hilang?” tanya Denis dengan suara dingin.
“Itu mama tidak tahu bagaimana bisa hilang nak. Saat mama ingin membayar belanjaan mama ternyata dompet mama tidak ada didalam tas mama” jawab Amira dengan jujur.
“Mungkin tante lupa bawa dompet” ucap Adrian.
“Benar kata Adrian nyonya. Bisa jadi nyonya menaruh di restoran atau ketinggalan di rumah” tambah Arsen.
“Tante yakin udah taruh dompet didalam tas waktu pergi dari restoran nak Arsen. Dan sampai di pasar sebelum turun dari mobil tante masih sempat lihat dompet tante ada dalam tas pas taruh hp tante” papar Amira menjelaskan.
“Berarti ada yang nyuri dompet tante waktu di pasar” tebak Adrian.
“Mungkin juga nak, tapi kok tante tidak merasa saat ada yang membuka tas tante ya” ucap Amira dengan bingung.
“Orang itu pencuri yang profesional” ucap Denis dengan suara tegas dari kursi kebesarannya.
“Benar dude aku setuju sama ucapanmu” timpal Adrian.
Semuanya diam memikirkan bagaimana bisa dompet milik tante Amira dicuri, begitu juga dengan Amira yang memikirkan bagaimana dompetnya bisa dicuri tanpa ia sadari.
Ia berpikir jika mungkin pencuri itu mengambil kesempatan saat ia memilih ikan dan udang, atau saat mencari penjual ikan karena kebetulan saat itu pasar sangat ramai.
“Mama ke pasar sama siapa?” tanya Denis dengan suara dingin.
“Sama pak Anton dan Keysa nak” jawab Amira.
“Who are they?” (siapa mereka) tanya Denis dengan bingung.
“Serius dude? Kamu itu amnesia atau pura-pura lupa ingatan” ketus Adrian dengan kesal karena sahabatnya itu tidak tahu kedua orang yang disebut oleh tante Amira.
Brugh…………..
“Berengsek kamu Denis! Kamu tahu wajah aku aset yang paling bernilai tinggi!” hardik Adrian dengan suara tinggi saat Denis melempar bolpoin tepat di keningnya.
“Ckk!! Kamu pikir aku perduli” ketus Denis dengan suara dingin.
“Kamu memang sahabat menyebalkan yang pernah aku kenal sialan!” bentak Adrian dengan kesal.
“Terima kasih atas pujiannya” balas Denis sambil tersenyum mengejek.
Adrian menggerutu kesal sambil melihat keningnya di camera hp, melihat apa ada memar atau bengkak tidak. Sedangkan Amira yang melihat keduanya hanya menggelengkan kepalanya melihat sifat mereka yang tidak pernah berubah sejak dulu.
“Pak Anton itu sopir nyonya besar dan Keysa adalah asisten nyonya besar di restoran bos” papar Arsen menjelaskan saat melihat isyarat mata Denis.
“Oh” balas Denis dengan singkat.
“Ckk!! Bosmu itu memang orang paling menyebalkan sedunia” dengus Adrian dengan tatapan sinis menatap Denis.
“Siapa yang menemani mama saat masuk ke dalam pasar?” tanya Denis tak menggubris ucapan Adrian.
“Keysa nak” jawab Amira.
“Arsen kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?” tanya Denis dengan tatapan tajam.
“I know bos” (aku tahu)
“Heemmm”
Amira lalu pulang karena akan menghadiri arisan bersama ibu-ibu yang bergabung dalam komunitas amal kota Jakarta.
Saat menunggu lift tiba-tiba ia dikagetkan oleh orang yang baru saja keluar dari lift dengan penampilan tertutup seperti Adrian barusan.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Ia mengelus dadanya yang hampir copot, sedangkan orang itu menunduk memberi hormat kepada Amira karena tahu siapa orang didepannya itu. Ia lalu berlalu keluar membuat Amira menatapnya dengan takut karena aura orang itu sangat mengerikan.
Dia memang mengerikan sih tapi tidak mengerikan seperti anakku jika sedang emosi, batin Amira bergidik ngeri.
“Silahkan nyonya besar” ucap Tom dengan sopan sambil membukakan pintu mobil untuk Amira di depan lobby perusahaan.
“Terima kasih banyak ya nak Tom” balas Amira dengan suara lembut.
“Iya sama-sama nyonya besar”
Sedangkan didalam ruangan Denis, saat ini ia sedang mendengar laporan Arsen mengenai panti asuhan yang ia suruh cari tahu beberapa hari yang lalu.
“Jadi dia memakai semua uang amal panti untuk bisnis putrinya” ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.
“Tidak aku sangka ternyata ada orang seperti itu yang memanfaatkan anak panti untuk kepentingannya sendiri” ucap Adrian dengan emosi.
“Jadi apa yang harus aku lakukan bos?” tanya Arsen dengan suara dingin.
“Kirim semua bukti-bukti itu ke polisi dan usahakan polisi mengusut kasus ini sampai tuntas” jawab Denis dengan suara dingin.
“Lalu bagaimana dengan anak-anak panti itu dude?” tanya Adrian.
__ADS_1
“Kalau tuan Adrian Castel sedikit dermawan mungkin bisa membangun panti asuhan yang layak untuk mereka” ejek Denis dengan sinis.
“Ckk!! Kamu pikir aku semiskin apa sih tidak bisa membangun satu panti untuk mereka” hardik Adrian dengan kesal.
“Buktikan kalau kamu itu tidak miskin” balas Denis sambil tersenyum menyeringai.
“Kamu lihat saja nanti bangsat” maki Adrian dengan kesal.
Hehehehe…………………..
Denis terkekeh melihat wajah kesal Adrian, karena itu membuatnya ingin terus menggodanya agar semakin menjadi kesal. Sedangkan Adrian ia segera mengambil hpnya dan menelpon Erwin tangan kanan kasinonya.
“Halo bos” ucap Erwin dari seberang.
^^^“Kamu cari lahan yang bagus dan bangun sebuah panti asuhan yang sangat besar sekarang” titah Adrian dengan suara dingin.^^^
“Hah! Panti asuhan bos?” tanya Erwin dengan kaget.
^^^“Kamu tidak tuli kan berengsek” maki Adrian dengan kesal.^^^
“Maafkan aku bos”
^^^“Pokoknya aku tidak mau tahu! Besok kamu harus sudah mendapat tanah untuk panti asuhan yang aku maksud” titah Adrian dengan santai.^^^
“Bos kalau boleh tahu apa nama panti asuhannya?” tanya Erwin dengan cepat.
^^^“Tunggu aku tanya dulu” jawab Adrian.^^^
“Hey sialan apa nama panti asuhan tadi?” tanya Adrian dengan sinis ke Denis.
“Arsen” ucap Denis dengan singkat.
“Panti asuhan Harapan Adrian dan lokasinya di Jakarta Barat” ucap Arsen menjawab.
^^^“Kamu dengar kan?” tanya Adrian.^^^
“Dengar bos. Bos bagaimana kalau kita renovasi saja panti asuhan itu. Lagian tanah bangunan mereka kan bisa kita gunakan” usul Erwin.
^^^“Boleh juga idemu. Tapi kamu beli tanah itu atas nama aku biar tidak ada masalah ke depannya”^^^
“Baik bos”
Adrian segera mematikan panggilannya sepihak dan menatap Denis dengan kesal, sedangkan Denis hanya tersenyum penuh arti menatap sahabatnya itu.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Puaskan?” tanya Adrian dengan kesal.
“Ckk!!” decak Adrian dengan kesal.
“Kamu bisa pakai pantai asuhan itu untuk menaikan citramu Adrian” ucap Arsen.
“Maksudmu?” tanya Adrian dengan bingung.
“Setelah selesai renovasi kamu bisa melakukan kegiatan amal disana dan unggah foto amal kamu biar semua orang tahu apa yang kamu lakukan diluar kegiatan artismu” papar Arsen menjelaskan.
“Aku tidak mau memakai kegiatan amal aku hanya untuk mendapat perhatian publik dude. Menurutku itu hanya ingin pamer dan mencari ketenaran saja dan melupakan inti dari amal yang sebenarnya” ucap Adrian dengan suara tegas.
Adrian lalu pamit pergi karena akan melakukan pemotretan, untuk brand terbaru parfum yang dikeluarkan oleh salah satu perusahaan parfum yang terkenal di Indonesia. Setelah kepergian Adrian barulah Max masuk ke dalam ruangan Denis.
“Bos” ucap Max dengan sopan sambil membuka masker dan topi yang ia pakai.
“Apa kamu sudah melakukan perintahku semalam?” tanya Denis dengan suara dingin.
“Sudah bos” jawab Max dengan suara tegas.
“Good. Perketat penjagaan hotel saat acara nanti dan turunkan anak buah kita dari radius 10 kilometer hotel. Aku tidak mau sampai acara aku kali ini gagal atau berantakan” titah Denis dengan suara dingin.
“Baik bos”
“Arsen perketat pintu masuk dan periksa semua tamu undangan dan ingat untuk mengecek undangan mereka sebelum mereka masuk” ucap Denis memberi perintah ke Arsen.
“Baik bos” jawab Arsen dengan suara dingin.
“Max kirim anak buahmu untuk menyelidiki usaha gelap Austin Smith di Amerika”
“Berapa lama mereka harus menyelidikinya bos?" tanya Max.
“2 Minggu” jawab Denis.
“Satu lagi suruh anak buahmu untuk kawal mamaku, keluarga Arsen, keluarga Rian, dan keluarga Sandro saat acara pesta ulang tahun perusahaan nanti”
“Baik bos”
“Arsen atur kamar hotel buat mamaku dan lainnya” titah Denis dengan suara tegas.
“Baik bos”
“Max kamu yang akan mengawasi keamanan selama acara berlangsung” ucap Denis dengan tatapan tajam.
__ADS_1
“Siap bos” jawab Max dengan suara dingin.
~ Mansion Denis ~
Hari ini adalah hari peresmian mall milik BakerTech yang dikerjakan oleh Kenzo selama 8 bulan terkahir. Denis melihat penampilannya di cermin yang jauh berbeda dari biasanya karena harus menyamar lagi hari ini.
Ting………………
Mine
“Sayang apa kamu akan ke peresmian mall milik perusahaan aku?” tanya Leila.
^^^“Iya sayang”^^^
“Baiklah sampai jumpa disana sayang”
^^^“Jaga dirimu disana sayang”^^^
“Iya sayang”
Denis tersenyum manis membaca pesan dari kekasihnya, yang entah kenapa membuat dia semangat untuk kesana. Meski sampai disana ia harus berakting, tapi itu tidak masalah karena setidaknya ia bisa melihat wajah kekasihnya.
Tok…………….tok…………...…tok………………
Denis berlalu menuju pintu dan membukanya saat mendengar ketukan dan ternyata itu adalah pak Liam yang mengetuk pintu kamarnya.
“Tuan Sandro dan lainnya sudah datang tuan” ucap pak Liam memberitahu.
“Heemmm” deham Denis sambil berlalu keluar.
Pak Liam yang melihat penampilan tuannya terlihat berbeda dari biasanya mengerutkan keningnya tak mengerti.
Bukannya tuannya akan menghadiri pesta rekan kerjanya, kenapa setelan yang ia pakai adalah setelan murahan yang harganya tidak lebih dari 200 ribu.
Kenapa semuanya memakai pakaian mahal dan tuan memakai pakaian murah, batin pak Liam dengan bingung.
“Jangan terlalu ingin tahu dengan urusan orang lain pak Liam” ucap Denis dengan suara dingin mengagetkan pak Liam.
“Maaf tuan” ucap pak Liam sambil menunduk.
Ia tidak mengatakan apa-apa dan berlalu keluar diikuti oleh Sandro dan lainnya menuju limousine milik Denis yang sudah terparkir didepan pintu mansion.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Lakukan seperti waktu kita di acara ulang tahun BakerTech” ucap Denis dengan suara tegas didalam mobil.
“Baik presdir. Bos” jawab direktur Steven, Rian, Sandro, dan Arsen dengan serentak.
Didalam mobil Denis tersenyum menyeringai memikirkan rencananya, yang akan membalas Kenzo 3 hari lagi saat acara ulang tahun perusahaannya sekaligus perkenalan kantor DA Construction kepada publik.
Aku sudah tidak sabar ingin melihat wajah kagetmu nanti jika tahu siapa aku yang sebenarnya, batin Denis sambil tersenyum seperti iblis.
Sandro dan lainnya bergidik ngeri merasakan aura yang keluar dari tubuh Denis yang membuat mereka merinding. Sandro melirik Arsen bertanya apa yang terjadi dengan bos mereka, tapi dibalas gelengan kepala oleh Arsen tanda ia tidak tahu.
Begitu juga dengan Rian yang menatap Denis dengan penuh tanda tanya besar melihat senyuman bosnya yang seperti sedang merencanakan sesuatu. Denis yang melihat direktur Steven seperti sedang berpikir keras mengerutkan keningnya dengan bingung.
“Kenapa?” tanya Denis dengan suara dingin mengagetkan mereka semua.
“Bos tanya siapa?” tanya Sandro dengan bingung.
“Direktur Steven” jawab Denis dengan suara dingin.
“Tidak ada apa-apa presdir” jawab direktur Steven dengan cepat.
“Hemmmm! Aku bukan orang yang mudah dibohongi” ucap Denis dengan tatapan tajam.
“Maafkan aku presdir”
“Katakan” titah Denis dengan suara dingin.
“Sudah 2 hari putri saya diculik presdir dan penculik itu mengancam akan memperkosa putri saya dan membunuhnya jika saya melapor ke polisi” ucap direktur Steven dengan sendu.
“Apa! Kenapa anda tidak beritahu kami?” tanya Sandro dengan kaget.
“Maafkan saya tuan Sandro tapi saya tidak tahu harus berbuat apa. Penculik itu memaksa saya untuk memberitahu pembicaraan saya dengan tuan Sandro di Singapura waktu itu jika ingin anak saya selamat” jelas direktur Steven dengan lirih.
“Lalu anda sudah mengatakannya?” tanya Rian dengan selidik.
“Tidak tuan Rian. Sampai kapanpun saya tidak akan mengkhianati atasan saya, tapi saya tidak tahu harus berbuat apa dan saya diberti waktu sampai tengah malam nanti jika tidak video anak saya yang digilir mereka akan dikirim ke dunia maya” ucap direktur Steven dengan cemas.
“Apa putri anda sudah diperkosa mereka?” tanya Arsen dengan cepat.
“Saya tidak tahu tuan Arsen…………..hiks hiks hiks hiks” jawab direktur Steven sambil menangis.
Semuanya diam mendengar ucapan direktur Steven yang mengatakan yang sebenarnya dan ini semua menyangkut dengan Sandro. Denis melirik Arsen dan memberinya isyarat untuk melacak keberadaan putri direktur Steven.
“Putrimu akan selamat” ucap Denis dengan suara tegas.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
__ADS_1
To be continue…………………