Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 259


__ADS_3

Kening Sandro mengerut melihat Seina yang berada di rumahnya. Tak lama ibu dan mommy mertuanya pun muncul membuat Sandro menatap sang istri dengan tajam.


"Mas aku bisa jelasin" ucap Seila dengan gugup karena tahu maksud tatapan suaminya.


"Sandro kamu sudah pulang" ucap Mega dengan kaget.


"Iya bu" ucap Sandro dengan suara dingin.


"Kenapa kalian selalu berisik sih setiap pagi" ucap Riana dengan ketus.


"Mommy" ucap Seila dengan mata melotot memperingatinya untuk tidak berbicara seperti itu.


"Ini nih mom. Masa Seila marah sih kalau aku mau masak sarapan buat kita" adu Seina dengan ketus.


"Aduh Seila kamu itu apa-apaan sih. Biarkan saja kakakmu masak sarapan buat kita, toh kamu juga tidak rugi kan" hardik Riana dengan kesal.


"Aku tidak marah kalau Seina buatin sarapan untuk kita mom tapi yang aku marah itu karena Seina memecahkan semua barang di dapur setiap pagi ma" keluh Seila.


"Ckk!! Hanya itu saja kok kamu perhitungan sih Seila. Kan kamu bisa beli lagi apa susahnya sih" protes Riana dengan sinis.


"Denger thu yang di bidang mommy Seila. Jadi orang jangan terlalu pelit dan perhitungan sama saudara sendiri" ketus Seila.


"DIAM!" bentak Sandro dengan suara tinggi.


Semuanya diam saat mendengar bentakan Sandro barusan. Mega dan bi Ida yang sedari tadi disana hanya diam saja, karena mereka tidak mengerti apa yang mereka katakan sedari tadi.


Apa lagi mereka berbicara dengan bahasa Italia, tapi keduanya tahu apa yang menjadi permasalahan saat ini yaitu benda yang dipecahkan kembar dari Seila.


"Mas" ucap Seila dengan gugup.


"Siapa yang mengijinkan kalian datang ke rumah aku?" tanya Sandro dengan suara dingin.


"Jadi kamu tidak suka kalau kami menginap di rumah kamu?" tanya Riana dengan mata melotot.


"Aku rasa anda tidak lupa dengan apa yang kalian lakukan kepada aku dan keluargaku saat ke Italia nyonya Martinez" ucap Sandro sambil tersenyum smirk.


"Kamu" tunjuk Riana dengan wajah merah padam.


"Seila ikut aku" ucap Sandro dengan suara tegas tak mau di bantah.


"Iya mas"


Sebelum mengikuti suaminya Seila memberitahu mertua, mommy, dan kembarannya untuk sarapan terlebih dulu tidak usah menunggu mereka.


Keduanya lalu masuk ke dalam kamar mereka tak lupa mengunci pintu kamar. Sandro juga menyalakan peredam suara agar tidak ada orang yang mendengar pembicaraan mereka.


"Bisa kamu jelaskan kenapa mereka berada di rumah kita?" tanya Sandro dengan suara dingin dan tegas.


"Maaf mas" ucap Seila sambil menunduk.


"Apa wajah aku ada di lantai?" tanya Sandro.


Seila langsung mengangkat kepala menatap suaminya dengan takut. Terlihat sekali wajahnya pucat dengan tubuh gemetar merasa takut melihat wajah dingin dan datar suaminya.


"Katakan kenapa keluargamu ada di sini dan sejak kapan?" tanya Sandro tegas dan terdengar memaksa.


"Dari seminggu yang lalu mas" jawab Seila dengan pelan.


"Fu*k" maki Sandro dengan suara tinggi.


Prang....................


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Seila gemetar sambil menutup mata ketakutan saat suaminya menendang kursi di meja hias sampai patah.


"Kenapa kamu tidak memberitahu aku tentang kedatangan mereka!" bentak Sandro dengan suara tinggi.


"Maafkan aku mas..........hiks hiks hiks.........maaf tidak memberitahu kamu tentang kedatangan keluarga aku........hiks hiks hiks" ucap Seila sambil menangis.


"Kamu tahu kan kalau aku sangat membenci mereka" hardik Sandro dengan suara tinggi.


"Aku tahu mas............hiks hiks hiks"


"Aku kepala keluarga di dalam rumah tapi aku seperti tidak di anggap" lirih Sandro sambil tersenyum getir.

__ADS_1


"Mas maafkan aku........hiks hiks hiks.........tolong jangan omong seperti itu mas" ucap Seila semakin menangis.


Sandro menutup mata mengontrol emosinya melihat sang istri berdiri gemetar sambil menangis. Ia memang sedang dalam keadaan emosi, tapi tak sanggup melihat istrinya menangis sepeti itu.


"Sini" ucap Sandro dengan suara lembut.


Hiks.............hiks...........hiks.............


Tangis Seila pecah didalam pelukan suaminya. Ia terus meminta maaf karena tidak memberitahu kedatangan keluarganya.


"Jangan diulangi honey. Siapapun yang datang tolong beritahu aku" ucap Sandro dengan suara lembut.


"Iya mas" ucap Seila sambil sesegukan.


"Untuk apa mereka kesini honey?" tanya Sandro sambil menghapus air mata di pipi istrinya.


"Katanya mereka kangen sama aku makanya datang mas" jawab Seila.


"Hanya itu" ucap Sandro selidik.


"Iya mas. Mereka datang juga tidak kasih kabar dan tiba-tiba saja nelpon suruh jemput di bandara" papar Seila menjelaskan.


"Heeemmm. Beritahu mama dan kembaranmu untuk tidak buat masalah disini dan tolong jaga sikap selama disini honey" ucap Sandro dengan suara tegas.


"Satu lagi! Kamu itu sebagai nyonya di rumah ini, jadi kamu berhak melakukan apa saja dan jangan biarkan mereka ikut campur dalam rumah tangga kita" tambahnya lagi.


"Iya mas"


Cup.................


Sandro mencium bibir istrinya dengan lembut dan menuntut. Pagi itu keduanya kembali bergumul di atas ranjang melewatkan sarapan, melepas semua rasa rindu selama 2 mnggu.


Tepat pukul 09:00 pagi barulah keduanya kelaut dari kamar. Saat sampai di lantai satu mereka berpapasan dengan Seila yang hendak menuju ke dapur.


"Tuan rumah tak tahu diri. Ada tamu tapi tidak menghargai tamunya" cibir Seina dengan suara pelan menatap ke duanya.


Plak.....................


Bunyi tamparan bergema disana mengagetkan Seila dan Seina saat Sandro menampar Seila. Mata Seila melotot tajam menatap Sandro dengan amarah.


"Mas udah dong. Kontrol emosimu" ucap Seila mengelus lengan suaminya agar tidak marah lagi.


Seila lalu menarik suaminya menuju meja makan untuk sarapan karena tidak ingin suaminya kembali emosi, dan berbuat lebih kasar kepada suara kembarnya.


~ Rumah Arkana ~


Amira, Steven, dan Zeus sarapan sambil berbincang mengenai kegiatan yang mereka lakukan kemarin. Steven menggunakan waktu sarapan dan makan malam untuk bisa berbincang mengenai kegiatan mereka.


Bukan tanpa alasan karena ketiganya mempunyai kesibukan masing-masing dan tidak mempunyai waktu luang setiap saat untuk bisa mengobrol.


"Hari ini kita semua akan ke mansion Denis" ucap Steven.


"Tapi aku ada latihan basket jam 10:00 pagi dad" ucap Zeus.


"Aku juga hari ini harus ke restoran mas" ucap Amjra yang ingat untuk briefing dengan Maya asistennya yang baru untuk membahas pesanan katering 1 minggu lagi.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Steven mengangguk kepalanya mendengar ucapan putra dan istrinya. Ia berpikir untuk mencari waktu yang tepat untuk ke mansion anak tirinya.


"Kalau begitu sore saja baru ke sana" usul Steven.


"Ya aku bisa kalau sore daddy" ucap Zeus.


"Kamu sayang?" tanya Steven.


"Bisa sayang. Kebetulan sore aku tidak ada kerjaan penting di restoran juga mas" jawab Amira.


"Baiklah kalau begitu nanti kita sore kesana. Zeus nanti kamu ke restoran mommy baru kita ke sana sama-sama" ucap Steven.


"Uhm! Daddy bisa tidak aku ke sana sendiri saja soalnya sehabis latihan aku diajak ka Arkan ke mall"


"Heemm! Baiklah tapi ingat hati-hati dan jangan diri kamu son"


"Iya daddy"

__ADS_1


"Mas memangnya kita mansion Denis mau ngapain?" tanya Amira.


"Aku ingin membahas rencana kerja sama aku dan Denis sayang sekali kita jenguk Kaisar" jawab Stevan.


"Ah! Iya mas kebetulan aku sudah kangen sama cucuku juga"


"Hah! Aku malas ketemu bocah itu" keluh Zeus dengan wajah cemberut.


"Jangan begitu son. Lagian itu juga keponakan kamu, kan kamu uncle jeyeknya dia" goda Steven.


"Ckk!! Daddy menyebalkan" decak Zeus dengan kesal.


Hahahaha.............


Tawa Steven dan Amira pecah melihat wajah cemberut Zeus saat menyebut nama Kaisar. Sedari dulu bocah itu tidak menyukai Zeus sama sepeti papanya.


~ Mansion Denis Arkana ~


"Ayo papa enang" ucap Kaisar menarik-narik tangan Denis di dalam ruang kerjanya.


"Sabar son papa masih cek pekerjaan papa dulu" ucap Denis dengan suara lembut.


"Pat papa! Ayo enang" pekik Kaisar dengan suara melengking.


"Iya iya son. Kamu itu tidak sabar banget" keluh Denis sambil menutup laptop.


"Pat papa" ucap Kaisar sambil menatap Denis dengan tajam.


Mau tak mau Denis segera mengendong putranya keluar untuk berenang, sebelum jagoan kecilnya mengamuk dan menghancurkan barang didalam ruang kerjanya.


Byur.................


Leila yang baru saja selesai membuat cemilan sore untuk mereka menggelengkan kepalanya melihat keduanya yang sudah berenang.


Kaisar memang sejak kecil sangat menyukai berenang apa lagi jika bersama papanya. Sejak bangun pagi, anaknya itu tidak mau lepas sedikit pun dari sang papa.


Hahahahaha..........


Tawa Kaisar menggema didalam kolam renang merasa sangat senang berenang bersama papanya.


"Mama ayo enang" ajak Kaisar.


"Tidak son. Mama tidak mau berenang kamu sama papa aja ya" ucap Leila dey suara lembut.


"Papa" ucap Kaisar dengan bibir mengerucut.


"Sayang tolong berikan aku air" pinta Denis dengan suara lembut.


Leila mengambil segelas air yang tadi ia bawa lalu menghampiri suaminya. Denis menerimanya dan langsung menghabiskannya, melihat istrinya yang mengelus kepalanya putranya dengan lembut membuat Denis tersenyum smirk.


Byur................


"SAYANG" teriak Leila dengan suara tinggi saat pinggangnya ditarik hingga jatuh ke dalam kolam renang.


Hahahaha............


Tawa Denis dan Kaisar pecah membuat Leila menatap keduanya dengan kesal. Ia menatap suaminya dengan horor karena ulah sang suami ia jadi basah kuyup.


"Yeay! Mama enang" pekik Kaisar dengan suara melengking.


"Kamu keterlaluan sayang" ketus Leila dengan kesal.


"Jangan marah sayang. Lagian ini permintaan putra kita jadi apa salahnya kita berenang bersama" ucap Denis memeluk pinggang sang istri dengan sebelah tangannya.


Cup...............cup............


Wajah Leila yang tadi kesal seketika tersenyum manis saat mendapat ciuman dari suami dan anaknya di pipi.


Mereka bertiga lalu berenang bersama menghabiskan waktu hari ini. Tak berselang lama Arkan datang dengan wajah berantakan bersama Zeus.


"Bos tolong aku" ucap Arkan dengan panik.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue................

__ADS_1


__ADS_2