Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 96


__ADS_3

2 Minggu kemudian


Sudah 2 minggu berlalu dari kejadian Leila masuk ke rumah sakit dan sudah 1 minggu yang lalu ia sudah diijinkan keluar dari rumah sakit karena keadaannya sudah pulih.


Dalam 2 minggu terakhir banyak hal yang sudah terjadi dari Amira yang memecat Keysa dari restorannya, hingga Sandro yang memberi hukuman kepada Keysa setelah ia dipecat dari restoran milik tante Amira.


~ Deluxe Casino ~


Saat ini Sandro baru saja selesai menyelesaikan misi jual beli senjata dengan salah satu mafia asal Filipina yang ingin membeli senjata buatan mereka, karena bisa diselundupkan ke negera mereka dalam jumlah yang sangat banyak.


“Aku tidak sangka kamu itu orang yang pandai juga berbisnis di dunia bawah” ucap Adrian yang mendengar tentang keberadaan Sandro dan Max di kasinonya.


“Karena kamu belum mengenal aku lebih dalam dude” balas Sandro sambil tersenyum menyeringai.


“Ckk!! Kamu itu persis seperti bos gunung esmu itu” ketus Adrian dengan sinis.


Hehehehe…………………


Sandro hanya terkekeh mendengar ucapan Adrian dan tidak memperdulikannya. Sandro lalu menyuruh Max dan anak buah mereka untuk kembali ke markas dan merayakan keberhasilan mereka tadi di markas.


“Aku kangen sama bocah itu. Bagaimana kabar dia sekarang?” tanya Adrian.


Sandro terdiam sambil memainkan gelas ditangannya mendengar pertanyaan Adrian barusan, dan ia akui kalau ia juga sangat merindukan Arsen. Sudah 2 minggu mereka hilang kontak karena ia sudah melarang Arsen untuk tidak menghubunginya.


“Aku tidak tahu” jawab Sandro dengan suara dingin.


“Apa dia tidak bisa dimaafkan sekali ini saja? Beri dia kesempatan untuk menebus kesalahannya itu dude, lagi pula kita sudah berteman lama?” tanya Adrian dengan cepat.


Phew………….


Sandro membuang napasnya dengan kasar tak bisa menjawab pertanyaan Adrian, karena memang ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang kepada Arsen dan hatinya masih merasa kecewa kepada Arsen hingga detik ini.


Adrian yang melihat Sandro seperti itu tak bertanya lagi, karena ia tahu pasti Sandro juga bingung harus melakukan apa saat ini kepada Arsen, karena semua perintah Denis adalah mutlak untuk mereka.


“Apa yang kamu lakukan kepada ja***g mantan asisten tante Amira?” tanya Adrian dengan selidik mengalihkan pembicaraan mereka mengenai Arsen.


“Kamu ingin tahu?” tanya balik Sandro sambil tersenyum menyeringai.


“Tentu saja sialan” jawab Adrian dengan kesal.


Sandro tersenyum menyeringai mengingat kejadian dua minggu lalu yang ia lakukan kepada Keysa di markas utama Black Damon.


#Flashack On


Sandro memperhatikan Keysa yang baru keluar dari rumahnya dari dalam mobil dengan penampilan sangat terbuka, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 00:25 dini hari dan ia yakin Keysa pasti akan pergi ke club Zeus tempat ia biasa nongkrong selama ini.


“Kalian bersiap mangsa sudah menuju kesana” ucap Sandro sambil tersenyum licik lewat earpiece.


“Siap bos” ucap anak buahnya dari seberang.


“Malam ini kamu akan merasakan hukuman yang tidak akan pernah kamu duga selama ini bi*ch” ucap Sandro sambil tersenyum smirk.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Keysa yang mengendarai mobilnya tiba-tiba menghentikan mobilnya saat melihat ada mobil van yang parkir menghalangi jalannya. Ingin putar balik tapi jalan di belakangnya sangat sempit, sedangkan disampingnya hanya ada gang kecil yang bisa dilewati motor saja.


“Sial! Siapa sih yang parkir mobilnya seperti itu? Apa dia pikir ini jalan milik nenek moyangnya apa?” tanya Keysa dengan emosi.


Ia bergegas keluar dari dalam mobil dengan emosi, karena hari ini sungguh ia sangat sial. Tadi pagi ia baru dipecat dari tempat kerjanya dan sampai rumah harus mendengar omelan dari kedua orang tuanya yang tidak diberi uang hari ini.


Di tambah lagi mobilnya dihalangi oleh mobil van didepannya, membuat ia semakin kesal ingin sekali memaki orang yang sudah parkir dengan sembarang.


Tok………………tok…………….tok…………….


“Hey keluar sialan! Kamu bisa bawa mobil tidak sih bangsat!” maki Keysa dengan suara tinggi sambil mengetok kaca mobil mobil van disampingnya.


“Keluar berengsek! Apa kalian tuli? Hah!” teriak Keysa dengan emosi.


Ceklek…………….


Keys mundur saat pintu mobil terbuka dan keluarlah beberapa orang bertampang sangar dengan tubuh penuh tato membuat Keysa takut. Baru saja ia ingin berbalik pergi, tiba-tiba mulutnya di bekap oleh orang tadi hingga membuat dia pingsan.

__ADS_1


“Bawa dia ke markas” ucap Nino anak buah Denis.


Mereka bergegas membawa Keysa masuk ke dalam mobil van dan membawanya pergi ke markas Black Damon, sedangkan mobil Keysa di bawa oleh salah satu teman Nino kembali ke rumah Keysa tak lupa menghapus semua jejak mereka disana.


~ Markas Utama Black Damon ~


Sandro duduk di kursi di dalam ruang interogasi melihat Keysa yang diikat berbentuk huruf X oleh anak buahnya didalam sana. Tak lama ia memberi isyarat kepada Nino untuk membangunkan Keysa dari pingsannya.


Byur……………..


Keysa seketika terbangun saat tubuhnya disiram air dingin, membuat ia mengerjab matanya berkali-kali menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.


Matanya seakan ingin keluar melihat tangan dan kedua kakinya yang ikat dengan rantai, apa lagi melihat sekelilingnya yang penuh dengan laki-laki bertubuh kekar dan berwajah sangar.


“Siapa kalian? Kenapa kalian menculikku sialan?” tanya Keysa dengan suara tinggi.


“Cih! Suaramu itu seperti tikus kejepit pintu ja**ng” hardik Sandro dengan suara tinggi membuat Keysa langsung menatap ke arah suara.


“Kamu” ucap Keysa dengan mata melotot melihat siapa yang duduk didepan sana sambil berpangku kaki.


Sandro tersenyum menyeringai melihat wajah kaget Keysa sambil membuang asap rokok ke udara lalu mematikan rokoknya di asbak dan berjalan menghampiri Keysa dengan kedua tangan disaku.


“Apa kamu senang bertemu denganku bi**h?” tanya Sandro dengan tatapan tajam saat sudah berhadapan dengan Keysa.


“Apa maumu? Kenapa mencu…..likku?” tanya Keysa dengan terbata-bata.


“Mauku ya? Aku mau kamu harus merasakan apa yang dirasakan oleh nona Leila saat ini karena perbuatanmu itu” jawab Sandro dengan suara dingin.


Glek……………….


Keysa menelan salivanya dengan susah melihat tatapan Sandro yang sangat menakutkan, dan ia yakin pasti Sandro sudah tahu jika dia adalah orang di balik kecelakaan yang dialami Leila kemarin.


Sret……………………aarrgghh……………


Jeritan Keysa bergema saat Sandro menggores pipinya dengan pisau yang ia ambil didalam saku celana. Sandro sendiri tertawa melihat pipi putih Keysa yang sudah berubah warna menjadi merah dengan luka sayatan yang panjang dan dalam.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Hiks hiks…………..am….pun…………hiks hiks hiks……………aku mohon ampun” pinta Keysa sambil menangis merasa sangat sakit di bagian pipinya.


“Ini belum seberapa bi**h! Tenang saja kamu tidak akan mati hari ini! Hehehehe” balas Sandro sambil terkekeh.


Bugh……………Krek…………..


Arrrrgghhh……………..


Keysa berteriak kesakitan saat kaki kanannya tiba-tiba dipukul dengan tongkat bisbol hingga patah. Tak hanya itu Sandro lalu menyuruh anak buahnya untuk menyetrum Keysa dengan listrik berkali-kali, hingga membuat Keysa berteriak kesakitan didalam sana.


#Flashback Off


“Gila kamu sialan! Apa kamu itu manusia berengsek” hardik Adrian setelah mendengar cerita Sandro barusan.


“Kalau aku bukan manusia aku pasti tidak akan duduk bersama denganmu disini bodoh” sarkas Sandro dengan sinis.


“Dia itu perempuan sialan dan bisa-bisanya kamu memberi dia hukuman setrum listrik!” bentak Adrian dengan suara tinggi.


“Aku tidak perduli mau dia perempuan atau lak-laki karena dia sudah berani mengusik milik bos yang sangat berharga” balas Sandro dengan tatapan tajam.


“Terserah kamu! Semoga tante Amira tidak mengetahui hal ini jika tidak kamu tahu sendiri akibatnya”


“Aku tahu dan nyonya tidak akan tahu jika mulut embermu itu tidak bicara” ketus Sandro dengan sinis.


“Cih! Sialan kamu bajingan” maki Adrian dengan kesal.


~ Kediaman Sanjaya ~


Bella, Riana, dan Isti berdiri didepan pintu kamar Arsen dengan cemas mendengar bunyi benda pecah didalam sana. Sudah 2 minggu berlalu Arsen tak pernah keluar dari kamarnya, bahkan ia juga tidak makan dan minum membuat keluarganya sangat khawatir.


Prang…………….prang……………….prang……………


“Riana sebenarnya apa yang terjadi dengan adikmu?” tanya Bella dengan cemas.

__ADS_1


“Aku tidak tahu bu” jawab Riana yang juga tidak tahu apa yang terjadi kepada Arsen.


Ketiganya diam mendengar suara pecahan yang semakin menjadi didalam sana dan ingin sekali masuk, tapi takut mendapat lemparan benda dari Arsen seperti beberapa saat yang lalu.


“Bu tidak ada suara pecahan lagi” ucap Isti dengan cepat.


“Cepat buka pintu kamar adikmu nak. Ibu takut dia kembali pingsan lagi” titah Bella dengan panik.


“Iya bu”


Isti segera membuka pintu kamar Arsen dengan pelan dan melihat ke sekelilingnya yang sangat gelap, karena lampunya tidak dinyalakan bahkan gordennya pun tak dibuka membuat kamar itu sangat gelap.


Tak……………………


Riana menghidupkan lampu yang berada tak jauh dari pintu dan seketika mereka semua kaget bukan main melihat kamar Arsen yang sudah seperti kapal pecah.


“ARSEN” teriak Bella dengan histeris melihat Arsen yang tergeletak dilantai dengan tubuh bersimbah darah.


“Isti cepat telpon ambulans” teriak Riana dengan panik.


Isti segera keluar menelpon ambulans, sedangkan Bella ia sudah menangis sejadi-jadinya sambil memangku kepala Arsen. Riana lalu mengambil kain sepotong dan menekan tangan Arsen yang terluka agar darahnya tidak keluar lagi.


“Hiks hiks hiks……………..nak kamu jangan tinggalin ibu nak……………hiks hiks hiks” lirih Bella sambil menangis histeris.


“Arsen akan baik-baik saja bu” ucap Riana menenangkan ibunya.


Tak lama Isti masuk bersama 2 orang perawat dan segera mengangkat Arsen masuk ke dalam ambulans untuk dibawa ke rumah sakit.


Riana ikut bersama ibunya didalam ambulans sedangkan Isti ia membawa mobil sendiri mengikuti ambulans dari belakang.


~ Rumah Sakit Kota ~


Setibanya di rumah sakit Arsen langsung di bawa ke ruang IGD untuk mendapat penanganan dari dokter. Riana, Isti, dan ibu mereka terus berdoa didalam hati agar Arsen bisa diselamatkan.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Keluarga pasien” ucap suster keluar dari ruang IGD.


“Saya ibunya dok” jawab Bella dengan cepat.


“Pasien saat ini membutuhkan donor darah tapi stok golongan darah pasien saat ini habis. Apa dari keluarganya ada yang memiliki golongan darah seperti pasien?” tanya suster dengan cepat.


“Golongan darah kami semua tidak ada yang sama dengan adik kami hanya ayah kami saja sus” jawab Riana dengan cepat.


“Kalau begitu apa bisa anda menghubungi ayah anda untuk segera kesini karena pasien sangat membutuhkan donor darah sekarang” ucap suster dengan cepat.


“Maaf sus tapi ayah kami ada di penjara saat ini” ucap Isti.


“Ambil punya saya saja sus karena golongan darah saya dengan dia sama” ucap suara lantang dari belakang.


Bella dan kedua anaknya langsung berbalik ke belakang melihat siapa yang berbicara dan ternyata itu adalah Sandro. Entah bagaimana ia bisa berada disini, karena mereka tidak ada satu pun yang mengabari hal ini kepada Sandro dan lainnya.


“Baiklah pak kalau begitu silahkan ikut saya”


“Iya sus”


Sandro berlalu masuk ke ruangan disamping IGD untuk di periksa dulu sebelum mengambil darahnya. Selang 30 menit Sandro keluar setelah ia selesai mendonorkan darahnya untuk Arsen.


“Nak Sandro terima kasih ya nak” ucap Bella dengan tulus.


“Sama-sama tante kalau begitu aku permisi dulu tante” ucap Sandro dengan sopan.


“Apa kamu tidak ingin menemui Arsen nak?” tanya Bella dengan cepat.


“Tidak tante” jawab Sandro.


Ia segera pergi dari sana membuat ketiganya menatap Sandro dengan penuh tanda tanya, bertanya apa yang sedang terjadi antara dia dengan Arsen karena tidak biasanya mereka seperti itu.


Apa anak tante melakukan kesalahan fatal ke kamu nak, batin Bella dengan tatapan sendu menatap kepergian Sandro.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue………………….


__ADS_2