Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 92


__ADS_3

Bagai disambar petir semua yang berada disana kaget melihat apa yang terjadi dengan Leila. Darah segar mengalir di bawah sana membuat Amir panik bukan main karena disini pasti ia yang akan disalahkan.


“No…..na Le….ila……………hiks hiks hiks” ucap Amir sambil menangis membalikan tubuh Leila yang menghadap ke tanah.


Deg……………..


Jantung Amir berdetak dengan cepat melihat kepala Leila yang mengeluarkan darah sangat banyak, dengan sekali hentakan ia bergegas mengendong Leila untuk segera di bawa ke rumah sakit.


Semua orang yang datang ke belakang panggung syok melihat Amir yang berlari mengendong Leila dengan tubuh penuh darah. Dengan cepat kabar mengenai Leila tersebar disana, membuat Amira dan Maya kaget bukan main dan segera menghentikan aktifitas mereka untuk melihat kondisi Leila.


“Pak tolong ke rumah sakit sekarang” teriak Amir dengan suara kencang saat keluar dari pintu samping stadion karena ia tahu mobil Leila terparkir disana.


Pak Toni yang melihat Amir penuh darah sambil mengendong seseorang segera membukakan pintu mobil buatnya, dan saat melihat siapa yang digendong Amir matanya melotot seakan ingin keluar dari tempatnya setelah tahu siapa yang terluka saat ini.


“NONA MUDA” teriak pak Toni dengan histeris.


“PAK AYOK KE RUMAH SAKIT SEKARANG!” bentak Amir dengan suara tinggi karena sangat cemas.


Pengawal Leila yang berdiri tak jauh darinya segera memberitahu hal tersebut kepada Sandro dan juga Arsen sesuai perintah keduanya, karena mereka yang bertanggung jawab untuk keselamatan Leila dan nyonya besar.


“Dimana Leila?” tanya Amira dengan cemas ke Keysa.


“Nona Leila sudah dibawa Amir pelayan resto ke rumah sakit nyonya” jawab Keysa dengan sopan.


“Apa yang terjadi dengan nona muda?” tanya Maya dengan suara berat dan tatapan tajam.


Keysa menelan salivanya berkali-kali merasa gugup ditatap seperti itu, membuat ia kesusahan untuk menjawab pertanyaan Maya saking gugup dan takut.


“KATAKAN APA YANG SEBENARNYA TERJADI DENGAN NONA MUDA!” bentak Maya dengan suara tinggi, membuat semua orang yang berada di sana tersentak kaget begitu juga dengan Keysa dan Amira.


“Nak Maya tahan emosimu” ucap Amira dengan suara lembut.


“Maafkan saya nyonya besar. Saya hanya ingin mengetahui apa yang terjadi kepada nona muda karena saya adalah pengawal pribadinya nyonya besar” ucap Maya dengan sopan.


“Iya tante tahu nak” balas Amira sambil tersenyum manis.


Sedangkan Keysa ia saat ini sedang mengontrol rasa takut dan gugup dalam dirinya yang bercampur jadi satu, tak ingin sampai salah berbicara yang bisa membuat dia ketahuan kalau dia orang dibalik apa yang terjadi kepada Amir dan Leila.


“Katakan nona Keysa! Apa anda itu bisu?” tanya Maya dengan suara dingin.


“Nona Leila terjatuh karena ditabrak Amir saat membawa box makanan keluar dari tenda. Saat terjatuh sepertinya kepala nona Leila terbentur batu hingga membuat kepalanya berdarah” jawab Keysa menjelaskan dengan suara tegas tak ada rasa gugup sama sekali.


Amira syok mendengar penjelasan Keysa mengenai Leila dan hampir saja ia jatuh ke tanah, karena linglung beruntung tubuhnya di tahan oleh Maya sehingga tidak sampai terjatuh.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Nyonya baik-baik saja?” tanya Maya dengan cemas.


“Heemmm! Antar tante ke rumah sakit tempat Leila dibawa nak” pinta Amira dengan rasa cemas bercampur panik.


“Nyonya bukannya anda harus ikut berfoto dulu bersama lainnya karena foto ini akan dimuat di koran besok pagi” ucap Keysa memberitahu jadwal Amira selanjutnya yang harus ia hadiri.


“Batalkan itu semua! Beritahu jeng Wilona kalau tante tidak bisa ikut berfoto bersama nanti” titah Amira dengan suara tegas.

__ADS_1


“Tapi nyonya” ucap Keysa yang langsung di potong Amira.


“Saat ini yang lebih penting itu Leila dari semuanya dan jangan pernah membantah perintah tante nak Keysa!” bentak Amira dengan suara tegas dan lantang.


“Baik nyonya” ucap Keysa.


Amira bergegas pergi dari sana bersama Maya meninggalkan Keysa yang berdiri mengepal kedua tangannya dengan erat, merasa sangat marah karena untuk pertama kali ia dibentak oleh Amira dan itu semua karena Leila.


Nenek tua bangsat! Beraninya nenek tua seperti kamu membentak aku didepan umum! Semoga gadis ja**ng itu tak bisa diselamatkan, batin Keysa dengan tatapan penuh kebencian melihat kepergian Amira.


Sedangkan didalam mobil pak Toni dan Amir semakin panik melihat darah Leila yang terus keluar tak berhenti. Tangan Amir bergetar hebat sedari tadi, menekan luka di kepala Leila sampai tangan dan pakaiannya sudah berlumuran darah.


“Pak cepetan! Tubuh nona Leila semakin pucat pak!” teriak Amir dengan cemas.


“Bentar lagi kita sampai den” balas pak Toni melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menyalip setiap mobil didepannya karena di pikirannya saat ini hanya ingin cepat sampai di rumah sakit terdekat.


~ Medika Hospital ~


Cekit……………..


Bunyi decitan ban mobil terdengar didepan lobby rumah sakit, membuat semua pengunjung melihat ke arah mereka. Amir segera mengendong Leila keluar dari dalam mobil sambil berteriak meminta tolong kepada suster dan dokter yang berada di lobby rumah sakit.


“Apa yang terjadi dengan pasien?” tanya salah satu dokter yang kebetulan berada disana.


“Jatuh dan kepalanya sepertinya mengenai batu atau benda tajam hingga berdarah seperti ini dok” jawab Amir dengan cepat.


“Siapkan ruangan operasi” titah dokter tadi yang bernama Tiara saat Amir melihat name taq di jas dokter miliknya.


“Baik dok” ucap perawat.


“Maaf anda tidak bisa ikut masuk pak” ucap seorang perawat menahan Amir yang hendak ikut masuk ke ruang operasi.


“Tolong selamatkan nona Leila sus” pinta Amir dengan memohon.


“Kami akan berusaha semampu kami pak” jawab suster dengan suara tegas.


Amir mengusap wajahnya dengan kasar berdiri di depan pintu ruang operasi, menunggu dengan cemas operasi Leila yang sedang berlangsung didalam sana. Tak berselang lama pak Toni datang menghampirinya setelah memarkirkan mobil.


~ DA Corp ~


^^^“Apa” pekik Sandro dengan suara menggelegar didalam ruangannya saat menerima telpon dari anak buahnya.^^^


“Maafkan kami bos Sandro karena tidak bisa menjaga nona Leila dengan baik” ucap pengawal Leila dari seberang.


^^^“Berengsek! Kalian itu aku suruh buat jaga Leila kenapa kalian tidak becus menjaganya an***g!” bentak Sandro dengan suara tinggi.^^^


“Maaf bos Sandro”


Brak……………….


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Pintu ruang kerja Sandro dibuka dengan kuat dari luar mengagetkan Sandro yang sedang bertelepon dengan pengawal Leila. Mata hitam Sandro menatap Rian dan Arsen dengan tajam, karena sudah masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu lebih dulu.

__ADS_1


Sebelum keduanya berbicara dengan cepat Sandro mengangkat tangannya memberi isyarat kepada mereka untuk diam.


^^^“Cari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan kirim informasinya dalam 30 menit” titah Sandro dengan suara tegas.^^^


“Baik bos Sandro” jawab anak buahnya dari seberang.


Sandro segera mematikan panggilannya sepihak dan menatap Arsen dan Rian didepannya dengan tatapan membunuh.


“Siapkan mobil” titah Sandro dengan suara dingin.


“Aku sudah menyiapkan helikopter biar lebih cepat” ucap Arsen.


“Heemmm! Rian kamu hendel semua pekerjaan di kantor” ucap Sandro sebelum keluar.


“Baik tuan” jawab Rian dengan suara dingin.


Rian segera pergi ke meja kerjanya, sedangkan Sandro dan Arsen segera naik ke lift menuju lantai 86 untuk naik helikopter menuju ke rumah sakit Medika tempat Leila di rawat.


“Aku sudah mengabari Leo tapi ia masih harus menghadiri meeting penting saat ini dan ia meminta kita untuk menjaga Leila sampai ia datang” ucap Arsen membaca pesan yang di kirim Leo barusan.


“Apa bos sudah tahu?” tanya Sandro tak menggubris ucapan Arsen barusan karena bos mereka lebih penting.


“Nomor bos sudah tidak aktif bersama lainnya. Bukannya dari kemarin dulu Riki sudah mengirim pesan kalau mulai kemarin mereka tidak akan bisa dihubungi karena sedang melakukan misi penting” jawab Arsen.


“Ah! Aku lupa mengenai hal itu”


Keduanya tak berbicara apa-apa dan segera naik ke dalam helikopter, tapi sepanjang menuju ke rumah sakit Medika Arsen dibuat bingung dengan beberapa hal yang ganjal di sekitar lokasi kejadian.


“Kenapa kamu bocah?” tanya Sandro dengan cepat.


“Apa kamu tidak merasa aneh dengan kejadian ini?” tanya balik Arsen.


“Maksudmu bocah?” balas Sandro bertanya dengan bingung.


“Bukannya lokasi kejadian nona Leila jatuh 10 langkah dari tenda penyimpanan box makanan dan disana juga ada tenda-tenda untuk barang yang akan didonasikan. Tapi kenapa tidak ada cctv satu pun disana? Bukannya tempat itu harus di jaga ketat” papar Arsen menjelaskan pemikirannya yang sedari tadi mengganjal.


“Benar juga ucapanmu bocah empat mata! Di tempat yang seharusnya dijaga ketat tidak ada cctv atau petugas keamanan disekitar sana. Itu berarti..” ucap Sandro dengan mata melotot menerka apa yang sedang terjadi disini.


“Ada musuh kita atau dari pihak nona Leila yang sudah mengatur ini semua dan membuatnya seperti kecelakaan” terka Arsen.


“Bingo” ucap Sandro dengan cepat.


“Menurutmu siapa di balik ini semua dude?” tanya Arsen dengan suara dingin.


“Hanya satu nama di otak aku. Dia adalah KENZO ARJUNA” jawab Sandro sambil menekan ucapannya di nama Kenzo.


“Feelingku mengatakan tidak dude. Entah kenapa aku merasa ini ada hubungannya dengan si ja***g Keysa itu” bantah Arsen tak sepemikiran dengan Sandro.


“Kalau dia sih bisa saja. Sampai disana kita akan mendapat cerita lengkap dari Maya baru bisa kita tahu siapa orang dibalik ini semua”


“Heemmmm”


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue…………………


__ADS_2