Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 229


__ADS_3

Austin mematung saat Denis tiba-tiba melepas tembakan lewat sampingnya dan mengenai tembok di belakangnya.


Arsen yang melihat hal itu hanya bisa menggelengkan kepala melihat Austin yang lupa kalau sang bos tidak suka orang memakai atau mengumpatnya.


"Kamu" ucap Austin dengan tatapan membunuh.


"Sekali lagi kamu memakiku maka peluru ini akan bersarang di kepalamu" ucap Denis dengan suara dingin dan tegas.


Phew.................


Austin membuang napasnya dengan kasar mengontrol emosinya, ia tahu kalau orang didepannya ini tidak pernah main-main dengan ucapannya.


"Bawakan aku air dingin untuk mendinginkan rasa panas di kepalaku" ucap Austin menyindir Denis.


"Baik" ucap Arsen dengan suara dingin.


Denis menatap Austin dengan tatapan datar dan dingin tak perduli dengan sindiran Austin. Austin lalu masuk ke dalam ruang kerja Denis dan duduk di sofa.


"Apa tujuanmu?" tanya Austin dengan suara dingin.


"Sesuatu yang menyenangkan" jawab Denis sambil tersenyum menyeringai.


"Jangan bilang kamu ingin memberi pelajaran kepada klien yang sudah memutus kerja sama dengan perusahanmu" tebak Austin dengan mata melotot.


"Tepat sekali" balas Denis dengan suara dingin.


"Fu"k! Berarti besok akan berita gempar" umpat Austin.


Denis diam saja tidak membalas ucapan Austin dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Tak lama Arsen datang membawa sebotol air mineral dingin untuk Austin yang langsung di teguk habis oleh Austin.


Ketiganya lalu berbicara tentang peresmian mall minggu depan. Tak lupa mencatat apa saja yang masih kurang.


"Jadi kamu tidak akan hadir dalam peresmian tersebut?" tanya Austin.


"Direktur Miley yang akan hadir" jawab Denis dengan suara dingin.


"Heeemmm"


Selang 1 jam Austin pamit pergi karena ia masih ada meeting 2 jam lagi. Setelah kepergian Austin, Denis dan Arsen kembali menyibukkan diri dengan pekerjaan mereka sampai tidak memegang hp sama sekali.


~ Mansion Denis Arkana ~


Leila membuang hpnya dengan kasar karena nomor suaminya tidak bisa dihubungi. Bahkan nomor Arsen juga tidak bisa dihubungi, sedangkan Sandro ia masih berada di Italia.


"Kamu kemana sih sayang" ucap Leila dengan gusar.


Leila kemudian segera mengambil tasnya tak lupa hp yang tadi ia buang dan bergegas keluar. Hari ini adalah jadwal pemeriksaan kandungan, sekaligus ia akan pergi ke perusahaan suaminya.


"Lisa apa mobilnya sudah siap?" tanya Leila saat keluar dari kamar.


"Sudah nyonya" balas Lisa dengan suara dingin.


Leila lalu bergegas masuk ke dalam mobil menuju ke rumah sakit untuk melakukan check up kandungan.


~ Medika Hospital ~


Kedatangan Leila sudah di tunggu oleh beberapa dokter dan petinggi rumah sakit setelah Lisa mengabari kedatanganya.


Bukan tanpa alasan mereka berdiri menyambut kedatangannya, karena Denis adalah pemegang saham terbesar di Medika Hospital.


"Lain kali jangan beritahu kedatanganku" ucap Leila dengan kesal sambil menatap Lisa.


"Maafkan saya nyonya" ucap Lisa sambil menunduk.


"Heeemmm" deham Leila.


Lisa keluar terlebih dahulu melihat keadaan sekitar, jika aman barulah Leila keluar. Melihat semuanya aman ia segera membuka pintu untuk Leila.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Selamat datang nyonya Arkana" ucap pak Heru direktur rumah sakit.


"Lain kali tidak perlu menyambutku segala" ucap Leila merasa risih diperlakukan seperti itu.


"Baik nyonya" balas pak Heru sambil mengangguk kepala.


"Kalian bubar dan kembali bekerja tidak usah mengikutiku" titah Leila dengan suara tegas.


"Baik nyonya" ucap semuanya dengan serentak.


Leila ditemani Lisa dan beberapa pengawal menuju ruangan dokter kandungan. Sepanjang jalan semua orang menatap Leila dengan decak kagum melihat penampilannya yang semakin terlihat cantik meski dalam keadaan hamil.


Sampainya di ruangan dokter kandungan Leila segera masuk ke dalam karena ia sudah membuat janji sebelum datang. Beruntung tidak ada pasien yang mengantri didepan.


"Halo nyonya Arkana" ucap dokter Suci menyambut kedatangan Leila.


"Halo juga dok" balas Leila dengan suara lembut.


"Mari nyonya silahkan naik ke brankar" ucap dokter Suci dengan sopan.


Leila dibantu seorang suster naik ke atas brankar untuk diperiksa. Dokter Suci lalu mengoleskan gel di atas perut Leila dan mulai memeriksanya.


"Lihat nyonya bayinya sudah mulai terbentuk" ucap dokter Suci menunjukan gambar bayi yang sudah terbentuk.

__ADS_1


"Anakku" lirih Leila sambil meneteskan air mata.


"Usianya sudah 5 bulan 1 minggu ya nyonya. Bayinya sehat dan kuat. Detak jantungnya juga bagus nyonya" papar dokter Suci menjelaskan.


"Iya dok. Dok apa sudah bisa dicek jenis kelaminnya?" tanya Leila beban cepat.


"Iya bos nyonya" jawab dokter Suci sambil tersenyum manis.


Dokter Suci lalu mengerakkan alat ditangannya untuk melihat jenis kelamin bayi Leila dan Denis.


"Wah ternyata si bayi malu-malu tidak ingin menunjukkan jenis kelaminnya nyonya" ucap dokter Suci sambil terkekeh.


"Ya sudah tidak apa-apa dok biar nanti jadi kejutan saja"


"Iya nyonya"


Setelah memeriksa kondisi bayinya Leila segera dituntun turun oleh suster untuk berbicara dengan Dokter Suci.


"Apa nyonya masih mual?" tanya dokter Suci.


"Tidak lagi dok tapi entah kenapa saat aku tidak mendapat keinginanku aku merasa lemas dan tidak bertenaga dok" jawab Leila dengan jujur.


"Itu karena perubahan hormon dari nyonya. Saya anjurkan untuk bisa memenuhi segala keinginan nyonya karena biasanya itu pembawaan dari bayi yang bisa mempengaruhi emosi nyonya sendiri" papar dokter Suci menjelaskan.


"Oh iya dok"


"Untuk obat penguat kandungannya tidak perlu di minum lagi ya nyonya dan saya akan memberi beberapa vitamin saja nyonya"


"Baik dok"


Leila lalu pamit pergi setelah dokter Suci memberikan resep vitamin. Pengawal Leila segera beranjak ke apotik untuk menebus vitamin tersebut.


"Nyonya kita akan kemana lagi?" tanya Lisa setelah masuk ke dalam mobil.


"Ke perusahaan suamiku. Jangan lupa kabari ka Rayen untuk ke sana juga" jawab Leila dengan suara dingin.


"Baik nyonya"


"Oh beritahu Anisa untuk membawa pesananku tadi pagi ke perusahaan suamiku"


"Baik nyonya"


Mobil Leila lalu melaju pergi dari rumah sakit di kawal 6 mobil pengawal. Sepanjang jalan Leila tersenyum manis melihat foto USG anaknya sambil mengelus perut buncitnya.


"Mama sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu nak" ucap Leila kepada bayinya dalam kandungan.


Tuk......


"Eh! Kamu juga sudah tidak sabar ya sayang" kaget Leila yang merasa tendangan dari bayinya.


Hehehehe.............


Leila terkekeh saat merasakan tendangan di perutnya. Lisa yang melihat sang nyonya sedang berbicara dengan bayi dalam kandungannya merasa senang.


Ia tahu kalau sudah beberapa hari terakhir sang nyonya sering menangis. Semua itu karena bos mereka yang belum kembali juga.


Semoga bos segera kembali, batin Lisa.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


~ DA Corp ~


Mobil mewah Leila berhenti di depan lobby perusahaan. Lisa lalu membukakan pintu untuknya dan segera masuk ke dalam perusahaan.


Sepanjang jalan semua karyawan DA Corp menunduk memberi hormat kepada Leila yang dibalas senyum tipis saja olehnya.


Wah nyonya semakin cantik ya


Presdir memang tidak salah memilih nyonya Leila sebagai istri


Seandainya aku punya istri seperti nyonya


Nyonya semakin hati semakin terlihat seperti bidadari yang turun ke bumi


Nyonya anda sangat cantik


Leila tidak memperdulikan semua ucapan karyawan suaminya dan terus berjalan. Sedangkan Lisa ia menatap mereka semua dengan tatapan tajam memperingati mereka untuk tidak bergosip.


Ting...............


Lift khusus Denis berhenti di lantai 80 ruangan sang suami. Saat keluar ia sudah di sambut oleh Rian dan istrinya Anisa di depan meja kerja Rian.


"Selamat datang nyonya" ucap keduanya dengan serentak.


"Apa kakakku sudah sampai?" tanya Leila dengan suara lembut.


"Sudah nyonya. Presdir Rayen sedang menunggu di ruang tunggu" jawab Rian sambil menunjuk ke arah kanan dimana Rayen berada.


Tak berkata apa-apa Leila segera beranjak ke ruang tunggu yang ditunjuk Tian tadi. Rian yang tidak tahu apa maksud kedatangan sang nyonya hanya diam saja dan mengikutinya.


Apa lagi tadi istrinya juga dipanggil ke sini katanya nyonya yang menyuruhnya kesini.


"Nona muda" ucap Leo dengan sopan saat Leila datang.

__ADS_1


"Halo ka Leo apa kabar?" tanya Leila dengan suara lembut.


"Aku baik nona muda" jawab Leo sambil tersenyum lebar.


"Oh baguslah ka"


"Dek buat apa kamu suruh kakak kesini? Kakak sampai harus membatalkan meeting kakak" ketus Rayen dengan kesal.


"Oh jadi kakak tidak ikhlas datang kesini" hardik Leila dengan suara tinggi.


"Aduh dek jangan mulai deh" kesal Rayen.


"Siapa yang mulai? Bukannya kakak yang mulai duluan ya dan protes aku suruh kesini" cerca Leila dengan tatapan sinis.


"Oh astaga bisa gila aku hadapi bumil satu ini" gumam Rayen sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Leo menendang kaki Rayen sambil memberi isyarat lewat mata untuk tidak membuat Leila kesal. Apa lagi ia tahu bagaimana hormon ibu hamil jika dalam suasana hati yang buruk.


Rayen berdecak kesal melihat asisten sekaligus tangannya yang menyuruhnya untuk tidak protes. Apa lagi melihat tatapan sang adik yang terlihat sinis menatapnya.


"Ada apa kamu suruh kakak kesini?" tanya Rayen.


"Anisa" panggil Leila sambil tersenyum manis.


"Iya nyonya" ucap Anisa segera menaruh papar bag yang tadi ia bawa.


Ia lalu mengeluarkan 10 box makanan diatas meja sesuai perintah Leila tadi. Saat box makanan itu dibuat mereka smua dibuat kaget melihat apa isinya.


Glek...............


Rayen menelan salivanya dengan susah melihat 10 box makanan didepannya. Ia bukan lapar melihat makanan tersebut tapi bergidik ngeri, karena semua makanan itu berwarna merah dipenuh cabe yang sangat banyak.


Ini makanan atau sambal sih, batin Rayen bergidik ngeri melihat tampilan makanan diatas meja.


Jangan bilang nyonya ingin aku dan presdir Rayen memakan semua makanan ini, batin Rian menerka.


"Dek ini maksudnya apa?" tanya Rayen yang sedari tadi sudah sangat penasaran.


"Aku ingin kakak dan Rian memakan semua makanan ini. Masing-masing 5 box" jawab Leila dengan santai.


"APA!" pekik Rayen dan Rian serentak dengan suara melengking.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Rain menatap istrinya dengan tatapan sendu tak ingin memakan makanan tersebut. Anisa hanya bisa menggelengkan kepalanya tak bisa menolong sang suami.


"Dek kamu bercandakan?" tanya Rayen dengan tatapan tajam.


"Tidak" jawab Leila dengan suara tegas.


"Oh tenang saja kak. Semua makanan ini berbeda jadi kakak tidak akan bosan kok" tambahnya lagi sambil tersenyum lebar.


"Bukan itu masalahnya dek, ini bukan makanan tapi ini mah sambal semua" keluh Rayen sambil memijit keningnya yang tiba-tiba berdenyut sakit.


"Nyonya apa bagian saya bisa dikasih ke Loe saja nyonya. Saya tidak bisa makan pedas nyonya" pinta Rian dengan memelas.


"Enak saja kamu. Aku tidak mau" tolak Leo dengan. cepat.


"Jadi kalian tidak mau menuruti keinginan bayiku" ucap Leila dengan mata berkaca-kaca.


Sial, batin Rayen dengan kesal tak bisa membantah kalau sudah mendengar kata bayiku.


"Baiklah kami akan makan dek tapi 2 box untuk Leo" ucap Rayen.


"Yeay! Kakak memang yang terbaik" pekik Leila dengan senang.


Leo membulatkan matanya sambil menatap Rayen dengan tajam merasa sangat kesal. Mau tak mau ia harus makan 2 box makanan setan karena warna kurus yang sangat merah.


Ah! Berengsek tuan! Kenapa dia harus membuat aku juga makan makanan setan ini sih, batin Leo dengan kesal.


Hari itu Leila sangat gembira melihat ketiganya makan makanan yang sangat pedas hingga habis. Setelah melihat makanan-makanan itu sudah habis, dengan santai Leila pergi dari sana.


Ia tidak perduli jika ketiganya akan sakit perut karena makanan tersebut.


~ Mansion Denis Arkana ~


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat, Leila saat ini berdiri di balkon lantai dua menatap taman belakang mansion yang terlihat sangat indah.


Hati ini ia akan sendiri saja di mansion karena mama mertuanya akan tidur dirumahnya menyambut kedatangan kakek dan nenek Denis sebentar.


"Nyonya" panggil pak Tio.


"Apa suamiku belum menelpon pak Tio?" tanya Leila dengan suara lemah.


"Belum nyonya" jawab pak Tio.


"Hiks hiks hiks............kemana suamiku. Kenapa dia tidak ada kabar.......hiks hiks hiks" ucap Leila sambil menangis histeris.


Hoek.............hoek...........hoek..........


"NYONYA" pekik pak Tio dengan panik.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue..............


__ADS_2