Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 258


__ADS_3

Denis tersenyum menyeringai melihat korban didepannya yang sudah gemetar ketakutan padahal ia belum diapa-apain. Bahkan Mr. Birick sampai kencing di celana karena ketakutan.


"Hehehehe! Bos lihat dia sampai kencing di celana" ucap Sandro sambil terkekeh.


"Thomas apa kamu punya popok ukuran dewasa?" tanya Sandro sambil tersenyum mengejek.


"Tidak ada bos Sandro. Tapi kalau plastik pembungkus jenasah banyak bos" jawab Thomas sambil tersenyum smirk.


Mata Mr. Birick melotot ingin keluar dari tempatnya mendengar ucapan Thomas. Ia semakin ketakutan sampai menangis seperti anak kecil.


"Presdir........hiks hiks hiks........saya mengaku salah.......hiks hiks hiks.........tolong lepaskan saya presdir" pinta Mr. Birick sambil menangis histeris.


"Aku mohon ampuni aku Presdir..........hiks hiks hiks........saya bersalah presdir" tambahnya lagi.


Bagaimana tidak ketakutan, karena saat ini Denis sedang menatapnya sambil tersenyum lebar sepeti seorang iblis. Apa lagi ia terus memainkan pisau lipat kesayangannya.


"Ampun presdir...........hiks hiks hiks.........saya mohon tolong lepaskan saya presdir.......hiks hiks hiks" pinta Mr. Birick terus menangis.


"Seharusnya kamu berpikir dulu sebelum mengkhianati aku" ucap Denis dengan suara dingin.


"Saya minta maaf Presdir. Tolong ampuni saya........hiks hiks hiks........saya masih punya istri dan 2 orang anak yang masih di bangku sekolah presdir.........hiks hiks hiks" kembali Mr. Birick memohon sambil menangis histeris.


"Cih! Giliran udah di mau mati aja baru mikir kelurga. Manusia menjijikan" decih Sandro dengan kesal.


"Presdir saya mohon maafkan saya.........hiks hiks" ucap Mr. Birick.


"Sayangnya aku bukan seorang yang mudah memaafkan orang. Apa lagi orang itu sudah berkhianat kepadaku" ucap Denis dengan suara dingin.


"Bukannya kamu tahu apa yang paling aku benci di dunia ini" tambahnya lagi dengan tatapan membunuh.


Deg..............


Jantung Mr. Birick berdetak dengan cepat mendengar ucapan Denis barusan. Ia semakin ketakutan melihat wajah Denis yang sangat terlihat seperti monster kejam didepan sana.


Sret.............sret............sret..............


Aaarghhh...............


Jeritan kesakitan Mr. Birick bergema didalam sana saat Denis menguliti kul.it tangan dan wajahnya. Darah mengalir dengan deras bahkan sampai terciprat ke badan Denis.


Mendengar jeritan korbannya, Denis kembali mengukir tubuh Mr. Birick. Puncaknya ia menusuk pisau lipatnya tepat di jantung Mr. Birick hingga ia merenggang nyawa dengan mata melotot.


"Bakar tubuhnya" titah Sandro kepada anak buahnya.


Ia lalu menyodorkan handuk kepada Denis untuk mengelap tangan dan wajahnya yang terkena darah Mr. Birick.


Denis lalu berjalan keluar diikuti Sandro dan Thomas. Ia lalu masuk ke dalam markas menuju ruangan pribadinya untuk membersihkan diri sebelum pulang ke Indonesia.


"Aku sangat merindukan kalian" ucap Denis menatap foto istri dan putranya.


~ Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta ~


Setelah 10 jam di pesawat akhirnya Denis dan Sandro tiba di Jakarta, Indonesia. Mereka mendarat tepat jam 00:10 dini hari waktu setempat.


"Kamu langsung pulang saja ke rumah" ucap Denis sebelum masuk ke dalam mobil.


"Baik bos. Hati-hati di jalan bos" ucap Sandro.


"Heemmm"


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Setelah melihat mobil Denis sudah tak kelihatan lagi, Sandro lalu masuk ke dalam mobil anak buah mereka menuju ke rumahnya.


~ Kediaman Sandro ~


Sampainya di rumah Sandro segera masuk ke dalam rumah. Keadaan dalam rumah sudah gelap menandakan semua penghuni sudah pada tidur.


Ceklek............


Sandro melirik ke arah pintu kamar anaknya saat mendengar pintu itu terbuka. Ia mengerutkan keningnya melihat sang anak yang keluar dari kamar sambil mengucek matanya.


"Ayah" panggil Anthony dengan kaget melihat ayahnya.

__ADS_1


"Son kamu belum tidur?" tanya Sandro dengan suara lembut segera menghampiri anaknya.


Grep...............


Tangis Anthony pecah saat berada didalam gendongan sang ayah. Sandro mengusap punggung sang anak dengan lembut menenangkannya, meski ia saat ini sangat capek.


"Kenapa jagoan ayah menangis? Heemm" tanya Sandro dengan suara lembut.


"Aku takut ayah........hiks hiks.......Anthony tadi mimpi di kejar pocong.....hiks hiks hiks" jawab Anthony sambil menangis.


"Syuut. Udah jangan nangis lagi anak ayah. Itu cuma mimpi buruk aja kok nak dan nanti ayah akan pukul pocong itu karena udah berani buat jagoan ayah takut" ucap Sandro sambil menghapus air mata sang anak.


"Beneran ayah bisa pukul pocong itu?" tanya Anthony dengan wajah polos.


"Kan ayah itu kuat jadi bisa melindungi Anthony" jawab Sandro.


"Hehehehe! Iya aku lupa ayah" ucap Anthony sambil terkekeh.


Keduanya bercanda gurau tidak perduli kalau sudah sangat larut. Seila yang mendengar suara berisik dari luar bergegas bangun untuk melihat suara apa itu.


"Mas" ucap Seila dengan kaget melihat suaminya sudah pulang.


"Ibu sini peluk aku sama ayah" panggil Anthony dengan suara cadel.


Seila lalu bergabung bersama suami dan anaknya saling berpelukan. Sandro mencium kening istrinya dengan lembut membuat Seila merasa sangat senang.


"Aku merindukan kamu mas" ucap Seila dengan suara lembut.


"Mas juga honey" balas Sandro.


"Jadi ayah tidak rindu sama Anthony" ucap Anthony dengan bibir mengerucut.


"Tentu saja tidak son! Karena ayah juga sangat merindukan jagoan ayah yang pintar ini" ucap Sandro mencium pipi putranya berkali-kali.


"Hahahahaha! Geli ayah! Hahahaha" tawa Anthony pecah merasa geli dengan bulu halus di sekitar dagu Sandro.


Ketiganya tertawa bahagia, membuat seseorang di depan kamar tamu menatap mereka dengan tatapan tajam.


~ Mansion Denis Arkana ~


Pak Tio menyambut kedatangan Denis didepan mansion saat mendengar kedatangannya malam ini.


"Selamat datang kembali tuan" ucap pak Tio dengan sopan.


"Jam berapa istri dan anakku tidur?" tanya Denis dengan suara dingin.


"Tuan muda tidur jam 8 malam sedangkan nyonya tidur jam 10 tuan" jawab pak Tio.


"Heemm! Pergi" ucap Denis dengan suara dingin saat tiba didepan lift.


"Selamat beristirahat tuan" ucap pak Tio sambil menunduk sopan.


Denis segera masuk ke dalam lift menuju kamar utama di lantai dua. Sebelum itu, ia terlebih dulu masuk ke kamar sang putra dan mengecup keningnya dengan di lembut.


"Tuan" ucap mbok Erna yang terjaga saat mendengar pintu kamar di buka.


"Jaga anak aku" titah Denis dengan suara dingin.


"Baik tuan"


Mbok Erna menghela napas dalam setelah tuannya pergi. Ia sangat takut jika berada didekat tuannya yang terlihat sangat menyeramkan.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Saat masuk ke dalam kamar Denis tersenyum manis melihat sang istri yang sudah terlelap diatas ranjang. Sebelum menyusul istrinya, ia terlebih dulu membersihkan tubuhnya.


"Aku sangat merindukanmu sayang" bisik Denis sambil memeluk sang istri.


Eenghh..........


Lenguh Leila merasa terusik dalam tidur, melihat bibir sang g istri yang terbuka membuat Denis tidak bisa menahan hasratnya lagi.


Ia lalu mencium bibir Leila dengan menuntut membuat Leila membuka mata merasa bibirnya yang seperti di ***** dengan kasar.

__ADS_1


"Sayang" ucap Leila dengan napas satu-satu saat ciuman keduanya terlepas.


"Kamu sudah pulang sayang" tambahnya lagi dengan kaget melihat suaminya.


"Aku merindukan kamu dan putra kita sayang" ucap Denis dengan suara lembut.


"Hiks hiks hiks........aku juga sangat merindukan kamu sayang........hiks hiks hiks........jangan pergi lagi sayang" balas Leila sambil terisak.


"Aku tidak janji sayang. Tapi aku berjanji saat aku tugas keluar kalian harus ikut bersama aku sayang" ucap Denis dengan suara tegas.


"Iya sayang"


Cup.....................


Leila mencium bibir suaminya dengan lembut membuat Denis tidak melepas kesempatan. Ia membalas ciuman sang istri dengan menuntut, membuat Leila sampai kewalahan membalas ciuman suaminya.


"Aku menginginkan kamu sayang" ucap Deniss eneba suara serak.


"Aku milikmu sayang" balas Leila dengan tatapan sayu.


Pertahanan Denis runtuh melihat tatapan sayu sang istri. Malam itu keduanya melakukan penyatuan berkali-kali hingga jam 05:00 subuh baru berhenti.


Tok..........tok.........tok...........


"Mama" teriak suara cadel didepan kamar berkali-kali.


Denis yang mendengar suara sang putra seketika tersadar, ia melirik jam di atas nakas ternyata sudah jam 07:00 pagi dan ia masih sangat mengantuk karena baru tidur 2 jam tapi terganggu karena suara putranya.


"Denis memaki boxer dan bathrobe tak lupa memakaikan gaun tidur kepada anak istri. Ia lalu berjalan membuka pintu sebelum singa kecilnya itu mengamuk.


Ceklek.................


"Papa" pekik Kaisar dengan mata berbinar-binar melihat sang papa sudah pulang.


"Maaf tuan, tadi tuan muda menangis mencari nyonya saat bangun" ucap mbok Erna sambil menunduk.


Denis tidak membalas ucapan mbok Erna dan langsung mengangkat sang putra ke gendongannya dan membawanya ke dalam kamar.


"Kenapa belum mandi son?" tanya Denis setelah mereka berada didalam kamar.


"Au ama mama" jawab Kaisar sambil memeluk erat leher Denis.


"Mama masih tidur son. Ayok tidur bareng sama mama dan papa" ajak Denis.


"Papa eluk" ucap Kaisar dengan antusias.


"Iya papa akan peluk jagoan papa"


Kaisar tersenyum lebar dan langsung memeluk leher Denis dengan erat. Denis mengelus punggung sang anak dengan lembut hingga terdengar suara teratur menandakan ia sudah tidur.


Denis lalu menyusul putra dan istrinya ke alam mimpi karena masih sangat mengantuk dan lelah.


~ Kediaman Sandro ~


Prang................


Bunyi benda pecah bergema didalam dapur membuat Seila menutup mata mengontrol emosinya.


Hampir seminggu barang di rumahnya selalu pecah dan pelakunya adalah orang yang sama.


"Seina sudah biarkan bibi saja yang masak" ucap Seila dengan suara tegas.


"Jadi kamu tidak suka kalau aku masak untuk kalian semua?" tanya Seina dengan tatapan sinis.


"Aku tidak masalah kalau kamu mau masakbtapi tidak harus juga kamu memecahkan barang didalam dapur aku setiap hari Seina" jawab Seila dengan suara tegas.


"Oh jadi kamu marah ya karena barang kamu aku pecahin. Tenang saja Seila aku akan ganti semuanya bahkan 2 kali lipat" hardik Seina dengan suara tinggi.


"Ada apa ribut-ribut?" tanya Sandro dengan suara dingin saat masuk ke dalam dapur.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue.................

__ADS_1


__ADS_2