Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 104


__ADS_3

Semuanya melihat ke arah Leila yang berteriak dengan suara melengking memanggil nama Maya yang sudah terkapar dengan tubuh penuh darah.


“Sandro” hardik Rian dengan suara tinggi menunjuk Maya untuk menolongnya dari orang yang sedang menghajarnya.


Sandro berlari dengan langkah cepat menuju Leila dan Maya sambil menghindar dari perkelahian yang sedang terjadi, beruntung pihak musuh juga kehabisan peluru sehingga tidak ada baku tembak lagi disana.


“Berengsek! Lawan aku sialan” hardik Sandro dengan suara tinggi dan langsung memukul orang tersebut.


Bugh……..bugh…………..bugh………….bugh…………


“Bagaimana rasanya bangsat?” tanya Sandro sambil tersenyum smirk.


Cuih…………….


“Menarik” jawab orang itu sambil meludah darah akibat pukulan Sandro di bibirnya hingga sobek.


“Kamu seperti banci yang memilih lawan seorang perempuan! Apa naluri kelakianmu tak ada lagi?” tanya Sandro dengan senyum mengejek.


“Bangsat! Aku akan membunuhmu sialan” maki orang itu dengan emosi.


“Suaramu seperti kambing yang ketakutan karena akan disembelih” ejek Sandro semakin membuat lawannya emosi.


“Anj**g! Mati kamu sialan……..aarrgghhh” teriak orang itu dengan emosi.


Sandro dengan gesit menghindar pukulannya dan beberapa kali memukulnya tepat di perut dan rahang, membuat dia mundur karena merasa kesakitan. Melihat lawannya tak konsen dengan cepat Sandro menendangnya tepat di kema**annya hingga membuat dia terjatuh di tanah.


Dor…………….


1 tembakan tepat di kepalanya hingga tewas seketika membuat Leila syok, karena orang itu jatuh tepat disampingnya dan tak menyangka sejak kapan pistol ditangannya sudah berpindah tangan ke Sandro.


“Turunkan fire pin sebelum menembak nona Leila” ucap Sandro menunjukkan bagaimana menggunakan pistol.


Leila mengangguk kepalanya tanda paham karena masih syok melihat mayat disampingnya. Leila dan Sandro lalu membantu Maya membawanya ke tempat yang aman karena posisi mereka sudah terkepung.


“LINDUNGI NONA LEILA” teriak Rian dengan suara menggelegar karena mereka sudah terkepung tak bisa kemana-mana lagi.


Tes……………..


Air mata Leila jatuh melihat keadaan semuanya yang terluka dan berdarah tapi mereka masih tetap berjuang demi keselamatan dia.


Ya Tuhan tolong lindungi mereka semua yang mengorbankan diri untuk melindungi aku, pinta Leila dalam hati tak tahu berbuat apa.


“Fu*k! Jumlah mereka terlalu banyak” maki Sandro dengan kesal.


“Bos Sandro apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Jeki.


“Melawan mereka hingga titik darah penghabisan” jawab Sandro.


“Baik bos Sandro” ucap Jeki yang paham maksud Sandro.


“Nona Leila nanti jika aku memberi isyarat nona segera berlari ke arah mobil disana dan bersembunyi disana” tunjuk Rian ke mobil sedan warna hitam di belakang mereka.


“Iya” jawab Leila dengan patuh.


“SERANG MEREKA SEMUA” teriak musuh mereka dengan suara lantang.


Yaaaa………………


“Nona Leila sekarang” ucap Rian dengan suara tegas.


Bugh………….bugh…………bugh…………bugh………..


Rian, Sandro, dan semua anak buah mereka dengan sisa tenaga terakhir melawan musuh-musuh mereka dengan sekuat tenaga, sedangkan Leila ia menunduk dan bersembunyi di samping mobil sedan hitam.


Grep……………..aarrgghh……………


Teriak Leila tiba-tiba rambutnya dijambak dari belakang seperti tadi, sehingga ia berteriak kesakitan membuat Sandro dan lainnya ingin menolongnya tapi mereka dihadang oleh musuh yang sangat banyak.


“Siapapun tolong nona Leila sekarang” teriak Sandro.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


Tak ada yang menjawab karena semua sedang sibuk dengan lawan mereka yang tak memberi mereka waktu untuk mengambil napas atau berhenti sejenak saja.


Duar………………duar…………….


Aarrrgghh……………..


Bunyi ledakan bersamaan dengan teriakan kesakitan bergema disana, membuat Sandro dan lainnya menunduk untuk melindungi diri dari puing-puing tanah dan benda yang bertebaran disana.


Dor…………..dor………………..dor……………dor……………dor………..dor………


Arrgghh……………


Suara jeritan kesakitan dan tembakan bergema didalam sana, membuat Sandro dan Rian saling melirik bertanya siapa yang menembak musuh mereka.


Brum………….brum…………brumm………….


Bunyi deru mobil bersahutan terdengar disana dan tiba-tiba berhenti didepan mereka membuat semua pasang mata menatap ke arah mobil yang berjejer rapi didepan sana.


Tak berselang lama terdengar suara helikopter di langit dengan lambang yang sangat dikenali oleh Sandro dan lainnya, karena itu adalah lambang kelompok mereka yaitu Black Damon.


Yeayy…………..


Teriakan semua anak buah Sandro bergema disana saat melihat bantuan yang datang adalah dari pihak mereka. Tak lama ada banyak orang bertopeng keluar dari dalam mobil sambil menembak pihak musuh mereka.


“Mereka” ucap Rian dan Sandro dengan kaget karena mengenali topeng itu.


Itu adalah topeng khusus pasukan khusus Denis yang berjumlah 300 orang dan kekuatan mereka sangat luar biasa. Mereka berjalan ke arah Sandro sambil menembak musuh mereka dengan brutal, tapi tak mengenai salah satu dari mereka.


Dor……………


Sandro kaget bukan main tiba-tiba ada peluru yang meleset disampingnya seperti angin dan tepat mengenai musuhnya yang berdiri tepat di belakangnya.


“Bodoh” cibir orang yang baru saja menembak didepan Sandro.


Sandro mematung mendengar suara yang sangat ia kenali dan orang itu tersenyum menyeringai menatapnya, lalu membuka topengnya sehingga wajahnya terlihat dengan jelas.


“ARSEN” pekik Sandro dan Rian dengan syok.


“Hehehehe! Long time no see” (lama tidak berjumpa) ucap Arsen sambil terkekeh.


Bugh…………


“Aku anggap pukulan tadi tanda kamu sudah memaafkan aku” ucap Arsen sambil tersenyum lebar.


“Berengsek!” hardik Sandro dengan kesal.


Ia lalu memeluk Arsen dengan erat sambil menangis dengan bahagia karena ternyata Arsen masih hidup. Rian pun ikut berpelukan dengan keduanya merasa sangat senang.


Bugh……………..brak………….


Bunyi tendangan mengagetkan ketiganya dan melihat kearah suara dan ternyata itu adalah salah satu anak buah mereka yang menendang musuhnya yang tadi menjambak rambut Leila.


“Are you okay?” (apa kamu baik-baik saja) tanya orang itu dengan suara lembut.


“A…rkan” lirih Leila yang sangat mengenali suara itu.


Perlahan-lahan ia membuka topengnya dan ternyata benar ia adalah Arkan, membuat Sandro dan Rian kaget melihat perubahan Arkan yang sangat jauh berbeda dengan Arkan yang mereka kenali dulu.


Bahkan perubahan Arkan melebihi perubahan Arsen waktu itu, dimana ia semakin tinggi dengan postur tubuh seperti orang bule bukan orang asli Indonesia.


“Aku pulang ka” ucap Arkan sambil membantu kakaknya berdiri.


“Hiks hiks hiks hiks……………dek kamu pulang………….hiks hiks hiks” tangis Leila semakin pecah sambil memeluk adiknya.


“Jangan pergi lagi dek” ucap Leila dengan suara serak.


“Aku tidak bisa janji ka tapi aku tidak akan pergi lama lagi seperti ini” balas Arkan tak mau berjanji.


Leila tak membalas ucapan Arkan dan memeluk adiknya karena sudah sangat merindukannya, karena selama 3 bulan tak ada kabar sama sekali.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


Tiba-tiba mereka semua dikagetkan dengan sosok yang keluar dari dalam helikopter, sambil memakai topeng dengan aura mengintimidasi di sana membuat suasana terasa sangat mencekam.


“Bos” ucap Max dengan sopan keluar dari bangunan disamping jalan.


“Kamu dari tadi disini sialan?” tanya Sandro dengan suara tinggi.


“Iya bos Sandro bersama mereka” jawab Max sambil menunjuk anak buahnya yang keluar satu persatu dari dalam bangunan.


Rahang Sandro mengeras merasa sangat emosi, karena Max sedari tadi disana dengan anak buahnya tapi tidak menolong mereka yang hampir mati tadi.


“Bereskan semua jejak kita dan tinggalkan jejak musuh biar di urus polisi” titah Denis dengan suara tegas.


“Baik bos” ucap Max dengan patuh.


Denis melangkah menuju Arkan yang sedang dipeluk oleh Leila dengan langkah panjang, membuat Arkan segera melepas pelukannya karena tahu Denis akan membawa kakaknya.


“Arkan” ucap Leila tak mengerti kenapa adiknya melepas pelukan mereka padahal ia masih merindukannya.


“Kakak ikut dia ya” ucap Arkan dengan suara pelan.


“Tapi dia siapa dek?” tanya Leila yang tak mengenali jika itu adalah kekasihnya Denis karena memakai topeng.


“Bos Denis ka” bisik Arkan.


“HAH! DENIS” pekik Leila dengan kaget langsung menatap ke orang yang berjalan menuju mereka.


“Bawa dia ke markas” titah Denis dengan suara dingin ke orang yang ditendang Arkan tadi.


“Baik bos” jawab Arkan dengan patuh.


Grep……………..


Dengan sekali hentakan Denis mengendong Leila membawanya pergi dari sana ke dalam helikopter. Leila diam saja tak protes atau membantah karena aura Denis yang sangat menakutkan.


Didalam helikopter Leila menunduk sambil meremas kedua tangannya dengan gemetar, membuat Denis yang melihat hal tersebut langsung menggenggam kedua tangannya dengan erat.


“Kamu harus dihukum karena sudah berani memeluk laki-laki lain di depanku sayang” bisik Denis dengan suara dingin dan berat.


“Hah! Maksudmu apa sayang? Siapa yang aku peluk?” tanya Leila dengan bingung.


“Ckk!!” decak Denis dengan sinis.


Leila memutar otaknya memikirkan siapa yang dimaksud oleh Denis dan seketika matanya melotot mengingat siapa yang ia peluk hari ini didepan kekasihnya.


“Itu kan adik kandung aku sayang” protes Leila dengan cepat.


“Aku tidak perduli karena dia itu laki-laki!” jawab Denis dengan suara tegas tak ingin dibantah.


~ Mansion Kenzo Arjuna ~


Prang………….


Kenzo membanting gelas minumnya di lantai setelah mendengar laporan dari Ando barusan tentang rencananya yang gagal menculik Leila yang ia tahu adalah kekasihnya Denis musuhnya selama ini.


“Siapa yang membantu mereka?” tanya Kenzo dengan suara tinggi.


“Menurut laporan anak buah kita yang selamat mereka memakai topeng semua tuan dan berpostur besar tuan” jawab Ando dengan suara dingin.


“Berengsek! Siapa lagi yang membantu perempuan sialan itu” teriak Kenzo dengan suara menggelegar.


“Menurut saya sepertinya mereka menyewa mafia untuk melindungi presdir Leila tuan” ucap Ando memberikan pendapat.


“Cari tahu dari klan mana mereka” titah Kenzo dengan tatapan tajam.


“Maaf tuan tapi jejak mereka tidak ada lagi dan seperti hilang di telan bumi tuan” balas Ando memberitahu apa yang ia temukan.


“Sialan” maki Kenzo dengan emosi.


Prang…………..prang………………prang………………


Seperti biasa Kenzo melampiaskan emosinya dengan menghancurkan segala barang yang berada disekitarnya, tak perduli jika barang yang ia hancurkan adalah barang-barang mahal.

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue………………..


__ADS_2