Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 28


__ADS_3

Sandro menelan salivanya dengan susah melihat tatapan tajam Denis yang seakan ingin mengulitinya hidup-hidup saat ini.


Entah kenapa ia merasa jika aura yang keluar dari tubuh Denis saat ini terasa sangat menakutkan lebih dari sebelumnya. Ia baru sadar jika ia sudah salah menyebut nama orang yang sangat di benci oleh Denis.


Bodohnya aku. Kenapa aku bisa lupa sih sebut nama sialan itu, batin Sandro merutuk kebodohannya sendiri.


“Sandro” panggil Denis dengan suara menggelegar.


“Maafkan aku bos! Aku sudah salah menyebut nama sialan itu” ucap Sandro meminta maaf.


“Kali ini aku maafkan tapi tidak untuk lain kali” ucap Denis dengan suara dingin memperingatinya.


“Terima kasih bos”


“Heemmm! Lanjutkan” titah Denis sambil bersedekap tangan di dada.


“Kata Rangga mereka datang membawa kontrak pinjaman untuk proyek pembuatan mall terbesar di Jakarta bos. Dan sialan itu sendiri yang datang membawa kontrak pinjaman sebagai CEO di BakerTech bos” papar Sandro menjelaskan.


Hahahaha…………..


Denis tertawa menggelegar mendengar penjelasan Sandro barusan dan ia sangat mengingat proyek itu.


Karena dulu dialah yang memegang hendel proyek tersebut, dari awal sampai akhir dan karena itu namanya dikenal oleh semua orang sebagai CEO termuda dan berbakat.


Sedangkan Sandro yang mendengar tawa bosnya, entah kenapa bulu kuduknya merinding merasa tawa Denis tadi bukan tawa kebahagian tapi terdengar seperti tawa iblis yang sedang mengejek mangsanya.


Kenapa aku selalu merinding saat mendengar tawa bos ya, batin Sandro dengan bingung.


“Itu karena kamu lemah” cibir Denis dengan sinis.


Eehh……….


Sandro melongo mendengar ucapan Denis yang seakan bisa membaca apa yang ia pikirkan saat ini. Matanya melotot kaget melihat Denis dengan pemikirannya yang mengatakan kalau Denis pasti seorang cenayang.


“Sekedar informasi aku itu bukan cenayang. Tapi semua isi pikiranmu itu tertera jelas di wajah jelekmu itu” ketus Denis.


“Ckk!!” decak Sandro dengan kesal sambil memegang wajahnya yang dikatai jelek oleh Denis.


Denis sendiri tak perduli dengan Sandro yang sedang kesal, karena saat ini ia tengah merencanakan sesuatu untuk Kenzo yang berhubungan dengan proyek yang akan ia hendel nanti.


“Panggil Rian” titah Denis dengan suara dingin.


“Baik bos” balas Sandro dengan sopan berlalu keluar memanggil Rian yang berada didepan ruangan Denis.


Tak berselang lama Sandro kembali masuk diikuti oleh Rian. Ketiganya saling melihat dengan wajah datar dan dingin, membuat siapa saja yang melihat mereka akan bergidik ngeri karena tatapan dingin ketiganya.


“Beritahu Rangga untuk meeting bersama BakerTech besok dan kamu harus memantau meeting tersebut” ucap Denis memberi perintah ke Rian.


“Apa saya harus ikut dalam meeting itu presdir?” tanya Rian dengan suara dingin.


“No! Kamu cukup pantau dari ruangan Rangga dan suruh Rangga untuk mengikuti semua yang aku instruksi nanti” jawab Denis dengan suara dingin.


“Baik presdir”


“Jangan sampai mereka tahu aku adalah pemilik DA Bank” titah Denis dengan tatapan tajam.


“Baik presdir”


“Kamu pilih orang yang bisa di percaya untuk posisi direktur keuangan. Atur ulang semua sistem manajemen di bagian keuangan sampai besok” perintah Denis.


“Baik presdir”

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Rian segera berlalu dari ruangan Denis untuk melakukan perintahnya tadi, sedangkan Sandro dan Denis sedang membahas proyek mereka yang sedang berlangsung untuk pembangunan taman hijau di kota Bandung dari pemerintah kota Bandung.


“Awasi setiap pembangunan agar berjalan lancar dan pantau setiap pekerja dan kepala kontraktor” ucap Denis dengan suara dingin.


“Baik bos”


“Suruh Arsen untuk memantau markas dan anak buah kita”


“Arsen sedang menemani nyonya dan ibunya ke tempat amal bos”


“Suruh dia malam ke mansion aku”


“Baik bos”


~ BakerTech ~


Kenzo tersenyum sumringah saat sekertarisnya memberitahu dia kalau ada pesan dari DA Bank untuk meeting besok di sana mengenai kontrak yang mereka kirim kemarin.


“Siapkan semua berkas dan dokumen buat meeting besok. Ingat jangan sampai ada kesalahan sedikit pun!” ucap Kenzo dengan suara tegas.


“Baik tuan” ucap Windi sekertaris Kenzo.


Kenzo lalu memberinya isyarat untuk keluar bersamaan dengan Ando yang masuk ke dalam ruangannya, karena sekarang ia menjadi asisten pribadi sekaligus tangan kanan Kenzo di perusahaan dan juga geng Ular Cobra.


“Tuan” ucap Ando sambil menunduk memberi hormat.


“Bagaimana?” tanya Kenzo dengan tatapan tajam.


“Sudah beres tuan. Mereka semua sudah sepakat untuk menjual tanah mereka buat gudang penyimpanan kita tuan” jawab Ando sambil memberikan map coklat kepada Kenzo.


“Harganya?” tanya Kenzo dengan singkat.


“Hahahaha! Kerja bagus Ando. Aku suka cara kerjamu” puji Kenzo sambil tertawa.


Kenzo tersenyum puas melihat beberapa akta tanah yang sudah dibalik menjadi atas namanya dan ia merasa sangat puas, karena berhasil mendapat tanah tersebut meski harus dengan cara kasar.


“Segera suruh anak buah kita untuk bangun gudang kita” titah kenzo dengan suara tegas.


“Baik tuan”


“Jangan sampai ada yang tahu mengetahui bisnisku ini jika tidak kamu tahu akibatnya” ancam Kenzo dengan tatapan membunuh.


“Mulut saya terkunci rapat tuan dan saya pastikan tidak akan ada yang tahu hal ini tuan”


“Good. Dimana Denis sekarang?” (bagus) tanya Kenzo dengan suara dingin.


“Menurut informasi anak buah kita Denis sedang merantau ke luar negeri bos. Sedangkan ibunya tetap tinggal disini karena menjalankan usaha restorannya bos” papar Ando menjelaskan.


“Tetap pantau semuanya karena aku punya firasat suatu saat Denis akan kembali muncul dan menghancurkan semua bisnisku” titah Kenzo dengan suara tegas.


“Baik tuan”


“Siapkan pengawal untukku buat acara minggu depan nanti”


“Semuanya sudah siap tuan”


“Bagus. Kamu boleh pergi”


“Baik tuan. Permisi” pamit Ando berlalu keluar.

__ADS_1


Setelah kepergian Ando dengan cepat Kenzo mengambil hpnya dan menghubungi Jason, yang bertugas mengontrol anak buahnya di markas selama ia bekerja di perusahaan.


“Halo bos”


^^^“Bagaimana dengan markas?” tanya Kenzo to the point.^^^


“Semua aman terkendali bos”


^^^“Pantau semuanya jangan sampai pertemuan nanti malam gagal” titah Kenzo dengan suara dingin.^^^


“Baik bos. Tapi bagaimana dengan polisi yang berpatroli nanti malam disekitar sana bos?” tanya Jason dari seberang.


^^^“Semuanya sudah aman. Malam nanti akan ada seorang petugas polisi yang akan menuntun kalian lewat jalan lain menuju tempat pertemuan”^^^


“Apa polisi itu bisa di percaya bos?”tanya Jason lagi.


^^^“Dia ada di bawah kendaliku” ucap Kenzo dengan sombong.^^^


“Baiklah bos”


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Kenzo lalu mematikan panggilannya sepihak tak menjawab ucapan Jason barusan dan kembali melanjutkan pekerjaannya, tak lupa mempelajari berkas kontrak mereka untuk meeting besok.


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan matahari sudah berganti dengan bulan di langit menandakan sudah malam.


Denis malam ini pulang sendiri saja tidak ditemani oleh Sandro, karena Sandro sedang mewakilinya untuk meeting bersama klien mereka dari Singapura malam ini di hotel Hilton.


Brak………..


Bunyi tabrakan menggema mengagetkan Denis yang sedang melewati jalanan sepi. Dari kejauhan ia melihat ada mobil yang sudah berlalu pergi setelah menabrak mobil hitam mewah yang lainnya hingga terbalik.


“DH 2310 JP” ucap Denis membaca plat DH mobil yang sudah berlalu pergi.


Melihat mobil yang terbalik dengan cepat Denis segera melajukan mobilnya mendekati mobil itu dan bergegas turun melihat penumpang didalamnya.


“Hey apa kamu bisa mendengarku” teriak Denis memanggil seorang pria yang sudah berlumuran darah di kursi penumpang.


Ia melihat pria paruh didepannya yang sama terluka parah. Segera ia mengecek orang itu dan ia kaget karena orang itu sudah mati sedangkan orang yang berada di kursi penumpang masih bernapas.


“To…….l……..ong” lirih laki-laki di kursi penumpang dengan suara lemah.


Denis sekuat tenaga menarik pintu mobil tapi tidak terbuka, karena terjepit dengan badan mobil saat benturan tadi. Ia lalu berusaha sekuat tenaga menarik orang itu lewat kaca jendela.


Tiba-tiba mata Denis melihat api yang mulai menjalar dari arah tengki. Sekuat tenaga ia manarik laki-laki itu keluar dari mobil sebelum mobilnya meledak.


Duar……….


Bunyi ledakan kuat membuat Denis dan laki-laki tadi yang berhasil ia keluarkan dari dalam mobil terlempar jauh. Sebelum laki-laki tadi pingsan ia dengan jelas melihat wajah penyelamatnya dan ia berjanji akan membalas semua bantuannya.


“Hey kamu jangan mati dulu. Buka matamu sialan” teriak Denis sambil mengguncang tubuh laki-laki itu.


“Untunglah” ucap Denis setelah mengecek jika orang itu pingsan bukan mati.


Dengan cepat ia membawa laki-laki itu ke rumah sakit dan membayar semua biaya tagihannya.


Saat ia akan menuju ke ruang operasi ia melihat ada beberapa orang berbaju hitam yang berjaga disana, dengan seorang pria seumurannya sedang panik berbicara dengan dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi.


Sepertinya itu keluarganya, batin Denis sambil berlalu pergi dari sana tak ingin menunjukkan wajahnya disana.


Deg………..

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue…………


__ADS_2