Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 260


__ADS_3

Denis dan Leila menatap Arkan dan Zeus yang datang dengan wajah panik dengan bingung. Leila yang melihat bajunya transparan bergegas merapatkan tubuhnya di belakang sang suami.


"Pergi" ucap Denis dengan suara dingin saat melirik tubuh Leila yang terlihat jelas.


"Tapi bos aku butuh bantuan bos sekarang" ucap Arkan dengan wajah semakin panik.


"Benar yang di bilang ka Arkan ka. Saat ini ka Arkan sangat butuh bantuan ka Denis" ucap Zeus.


"Kamu temui mereka dulu sayang. Mungkin ada hal penting yang ingin mereka katakan" ucap Leila.


"Tunggu aku di ruang keluarga" ucap Denis dengan suara dingin dan tatapan tajam.


"Oke bos. Ka" ucap keduanya dengan serentak.


Arsen dan Zeus bergegas pergi ke ruang keluarga sesuai ucapan Denis barusan. Denis lalu mengajak putranya untuk keluar tapi anak itu tidak mau.


"No! Au enang" ucap Kaisar dengan suara melengking.


"Kamu temui Arkan dan Zeus biar aku temani Kai berenang sayang" ucap Leila.


"Heemmm! Jangan terlalu lama sayang" balas Denis sambil mengecup bibir sang istri sebelum keluar.


Denis lalu memberikan Kaisar kepada istrinya dan segera keluar dari kolam renang. Kaisar yang melihat papanya sudah keluar dari kolam renang langsung menangis.


"Kenapa nak?" tanya Leila dengan bingung.


"Papa.........hiks hiks hiks" ucap Kaisar sambil menangis histeris menunjuk Denis.


"Papa mau ketemu sama uncle Arkan dan uncle Zeus dulu nak. Jadi Kai main sama mama dulu ya" bujuk Leila.


"NO. AU AIN AMA PAPA" pekik Kaisar dengan suara menggelegar.


"Iya sebentar baru lanjut main lagi sama papa ya nak"


Huaawa......................


Tangis Kaisar pecah sambil berontak dalam gendongan Leila, membuat Leila kesusahan mengendong putranya takut menjatuhkannya.


Apa lagi saat ini mereka sedang berada didalam kolam renang. Denis yang melihat sang anak sudah menangis histeris, terpaksa kembali masuk ke dalam kolam tidak jadi menemui Arkan dan Zeus.


"Beritahu dua pengganggu itu untuk tunggu" titah Denis dengan suara tegas menatap pak Tio yang tak jauh dari kolam renang.


"Baik tuan" ucap pak Tio dengan sopan sambil menunduk.


Denis mengendong putranya dan kembali berenang bersama sampai putranya puas. Memang anaknya itu sangat dekat dengan dengannya jadi akan susah lepas jika sudah bermain bersamanya.


2 Jam kemudian


Arkan dan Zeus mengumpat dengan kesal di ruang keluarga karena susah menunggu Denis selama 2 jam.


Mulut Arkan komat-kamit terus mengumpat keponakannya yang selalu saja membuat dia kesal kalau datang kesini.


Contohnya sekarang, ia yang sangat butuh bantuan kakak ipar sekaligus bosnya, terpaksa harus menunggu sampai 2 jam karena bocah itu tidak mau lepas dari papanya.


"Selamat datang nyonya besar dan tuan besar" ucap para pelayan di pintu masuk mansion.


Arakn dan Zeus yang mendengar ucapan para pelayan langsung menatap ke arah pintu masuk. Tak berselang lama masuklah Amira dan Steven bergandengan tangan.


"Loh son kamu sudah disini?" tanya Steven kaget melihat putranya sudah berada disini.


"Heemmm! Dari 2 jam yang lalu daddy" jawab Zeus dengan suara dingin.


"Oh"


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Steven lalu bergabung bersama Arkan dan Zeus sedangkan Amira segera menuju ke kolam renang saat mendengar tawa sang cucu dari sana.


Hahahaha................


Tawa Kaisar menggema didalam mansion membaut tiga pasang mata di ruang keluarga langsung menoleh ke asal suara.


"Papa anti ain lagi ya" ucap Kai dengan senang.


"Iya son. Nanti kita main bareng lagi kayak tadi" ucap Denis dengan suara lembut.


"Cucu nenek sini nenek gendong" ucap Amira.


"No" balas Kaisar memeluk erat leher Denis dengan cepat.


"Phew! Padahal nenek sangat kangen sama Kai" keluh Amira sambil membuang napasnya dengan raut kecewa.

__ADS_1


"Son ayok sama mama pakai baju dulu" ucap Leila yang baru saja masuk.


Kaisar tak berkata apa-apa dan langsung menjulurkan tangannya kepada Leila. Melihat mata anaknya sudah sayup-sayup dengan cepat Leila segera membawa putranya ke lantai dua.


Denis sendiri masih memakai bathrobe dan langsung menghampiri Arkan, Zeus, dan uncle Steven di ruang keluarga.


"Tuan ini nyonya tadi menyuruh saya untuk menyiapkan teh chemolin untuk taun" ucap pak Tio menaruh teh khusus untuk Denis.


Tak lupa ia juga memberikan minuman dan cemilan untuk Amira dan lainnya. Denis menyesap teh dengan perlahan sambil menatap Arkan dengan tajam membuat Arkan gugup.


"Bukannya ada yang ingin kamu bicarakan sama aku" ucap Denis dengan suara dingin.


"Uhm! Itu bos aku ingin minta bantuan bos" ucap Arkan dengan ragu+ragu-ragu.


"Katakan" titah Denis dengan wajah datar.


Arkan menarik napasnya dalam sambil melirik Zeus yang di beri anggukan kepala untuk mengatakan dengan jujur.


"Aku harus menikah besok bos" ucap Arkan dengan suara lantang.


"APA" pekik Leila dengan melengking saat keluar dari lift dan sempat mendengar ucapan Arkan.


Glek.................


Arkan menelan salivanya dey susah melihat kakaknya yang menatap dia seakan ingin menelannya hidup-hidup.


"Katakan sekali lagi kalau ucapan kamu tadi cuma bercanda dek! Kakak salah dengar kan" cerca Leila dengan suara melengking.


"Kakak tidak selah dengar" jawab Arkan sambil menunduk.


"Kamu tidak menghamili anak orang kan dek?" tanya Leila dengan cepat.


"Tidak ka. Aku memang suka tidur bangun dengan perempuan malam tapi aku selalu pakai pengaman ka" jawab Arkan dengan jujur.


"ARKAN LUIS BAKER" hardik Leila dengan suara menggelegar.


Steven dan Zeus menggelengkan kepala mereka melihat Arkan yang sangat jujur. Ia seharusnya tidak berkata seperti itu karena sama saja akan membuat Leila semakin emosi.


Bugh............bugh............bugh...........


Leila menghajar Arkan memakai kemoceng yang tadi di pegang oleh seorang pelayan. Teriakan Arkan yang mengeluh sakit, tidak ia hiraukan karena saat ini ia sudah sangat marah mengetahui kelakuan adiknya di luar sana.


"Beraninya kamu tidur bangun dengan banyak perempuan. Apa kamu pikir perempuan itu mainan kamu! Hah" bentak Leila dengan emosi.


"Biar supaya kamu tobat!" bentak Leila dengan suara tinggi.


Grep.................


Denis menarik Leila di pinggang hingga jatuh terduduk di pangkuannya. Leila berontak ingin lepas tapi tidak di gubris suaminya.


"Lepas sayang! Biar aku beri pelajaran anak nakal ini" ucap Leila dengan kesal.


"Sudah sayang. Tenangkan diri kamu" ucap Denis sambil mengelus kepala Leila dengan lembut.


Napas Leila naik turun mengontrol emosinya saat ini. Ia tidak perduli dimana ia duduk saat ini karena di otaknya hanya ada sang adik.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Katakan alasannya kenapa kamu harus menikah besok" titah Denis dengan suara tegas.


Arkan mau tak mau harus menceritakan apa yang terjadi sampai ia harus menikah besok.


#Flashback On


Arkan baru saja keluar dari club Zeus setelah bermain dengan salah satu wanita malam disana. Ia bergegas masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya pergi dari sana.


Waktu sudah menunjukkan pukul 02:00 dini hari membuat Arkan terus menguap karena sudah mengantuk. Apa lagi kepalanya yang terasa pusing, karena tadi ia menghabiskan hampir setengah botol tequila.


"Ah! Sial mana kebelet lagi" umpat Arkan menahan yang sudah kebelet pipis.


Ia lalu memberhentikan mobilnya di depan gang sempit yang gelap, karena tidak ada lampu jalan disana.


Dengan cepat Arkan berlalu menuju ke dalam gang mencari tempat untuk kencing. Setelah selesai dengan urusannya Arkan yang hendak pergi mendengar suara minta tolong.


"Siapa itu?" tanya Arkan.


Hening!


Tak ada jawaban tapi ia masih dengan jelas mendengar suara minta tolong. Arkan bergegas menuju asal suara dan mendapati ada 2 orang pria badan besar sedang menarik seorang gadis remaja.


"Tolong.......hiks hiks hiks" teriak gadis itu sambil menangis histeris.

__ADS_1


"Diam! Jika tidak aku akan memotong lidahmu itu perempuan sialan!" bentak salah satu pria.


Bugh..........bugh................


"Berengsek siapa yang nendang aku bangsat!" bentak orang tadi saat di tendang dari belakang.


Ya Arkan menendang keduanya hingga jatuh di tanah. Arkan tak memberi mereka kesempatan untuk berdiri dan langsung menghajar keduanya dengan brutal.


"Pergi kalian berdua jangan ganggu gadis itu lagi jika tidak aku akan membunuh kalian!" ancam Arkan dengan suara tinggi.


"Sialan" umpat keduanya langsung lari terbirit-birit takut dengan ancaman Arkan.


"Hiks hiks hiks.........saya mohon jangan perkosa saya........hiks hiks hiks" teriak gadis tadi sambil di menutup mata menangis histeris di tembok gang.


"Hey hey lihat aku nona. Kedua orang itu sudah pergi jadi jangan menangis lagi" ucap Arkan memegang kedua bahunya sambil mengguncang gadis itu.


"Hiks hiks hiks........tolong jangan perkosa saya tuan" pinta gadis itu semakin menangis histeris.


Arkan pusing tidak tahu harus berbuat apa untuk mendiamkan gadis itu. Tiba-tiba beberapa warga langsung datang menghampiri mereka dan menuduh Arkan kalau dia ingin memerkosa gadis itu.


Karena itulah dia di bawa ke rumah ketua lurah bersama dengan gadis itu oleh warga dan mengancamnya untuk menikahi gadis itu kalau tidak ia akan di hajar oleh seluruh warga.


#Flashback Off


"Jadi begitu ceritanya" ucap Arkan dengan kesal.


"Loh kan kamu bisa cari cctv di sekitar sana untuk membuktikan kalau kamu tidak bersalah nak" ucap Amira.


"Aku juga berpikir seperti itu ma, tapi tidak ada cctv di dalam area gang. Aku juga sudah menyuruh Mark mencari bukti lain tapi tidak ada ma" ucap Arkan dengan pusing.


"Kamu sudah beritahu ka Rayen dek?" tanya Leila.


"Belum ka. Ka Rayen lagi di Papua untuk tinjau proyek yang sedang berlangsung dia sana ka" jawab Arkan sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Sayang gimana dong?" tanya Leila yang ikut bingung.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Denis diam menatap Arkan dengan tatapan dingin dan datar membuat Arkan semakin bingung apa yang harus ia lakukan saat ini.


"Telpon Rayen pulang sekarang dan beritahu dia Arkan akan menikah besok" ucap Denis dengan suara tegas.


"BOS" protes Arkan dengan suara melengking tak setuju.


"Tidak ada cara lain lagi selain kamu harus menikahi gadis itu" ucap Denis dengan suara tegas.


"Tapi aku tidak mengenal gadis itu bos. Apa lagi aku tidak mencintainya" keluh Arkan dengan bibir mengerucut.


"Bilang saja ka Arkan belum mau menikah" cibir Zeus.


"Salah satunya itu. Bukannya tadi kamu sudah dengar omongan aku waktu disana" balas Arkan dengan kesal.


"Ya jadi mau gimana sekarang ka?" tanya Zeus.


"Ckk!! Kalau aku tahu aku tidak datang minta bantuan bos bocah sialan" decak Arkan dengan kesal.


Zeus memutar malas matanya tak mau membalas ucapan Arkan karena menurutnya hanya bikin dia emosi nanti.


"Menurut uncle ucapan Denis benar juga" ucap Steven yang sedari tadi diam.


"Jangan mulai deh uncle" protes Arkan dengan kesal.


"Tapi benar Arakn. Coba kamu pikiran, jika kamu tidak menikahi gadis itu maka namamu dan keluarga Baker akan tercemar. Apa lagi kamu akan tidak bisa membuktikan kalau kamu tidak bersalah karena kekurangan bukti" papar Steven menjelaskan.


"Ucapan daddy Steven ada benarnya juga dek. Kakak sih tidak takut kalau nama kekaurga besar kita tercoreng tapi yang kakak takutkan itu amukan masa dan bisa saja kamu bisa masuk ke penjara" ucap Leila.


"Tapi aku belum siap menikah ka" ucap Arkan dengan memelas.


"Pilihannya hanya dua! Kamu menikahi gadis itu atau kamu di hajar oleh warga sampai mati" ucap Denis dengan suara dingin.


"Apa tidak ada cara lain bos?" tanya Arkan dengan memohon.


"Bagaimana kalau suruh perempuan itu untuk bersaksi" usul Amira.


"Percuma saja mommy. Gadis itu sedari tadi ketakutan dan tidak bicara satu kata pun dan hanya menangis saja mom" ucap Zeus sambil menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu mau tak mau kamu harus menikahi gadis itu dek. Kakak akan menelpon ka Rayen sekarang" tegas Leila sambil berlalu pergi.


"Aarrgghhh! Fu*k" maki Arkan berteriak kesal.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue.....................


__ADS_2