Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 40


__ADS_3

“Silahkan duduk tuan Denis” ucap tuan besar Regans dengan suara wibawa.


“Duduk?” tanya Denis dengan suara dingin.


“Ah! Maaf tuan Denis karena kami tidak memberitahu jika malam ini kita akan makan malam bersama keluarga besar kami” ucap tuan besar Regans yang mengerti apa yang dipikirkan Denis.


Sedangkan keluarga besarnya menatap tuan besar Regans dengan kaget. Karena untuk pertama kali dalam hidup seorang mantan jenderal tertinggi angkatan laut, baru pertama kali mereka mendengar dia meminta maaf kepada seseorang.


Apa lagi orang itu adalah seorang anak muda berusia 20an dan itu sangat mustahil jika keduanya sudah saling mengenal sangat lama.


Anak tertua tuan besar Regans yang bernama Wiliam Regans langsung menatap Denis dengan tatapan tidak suka.


“Ckk!! Sepertinya aku datang ke tempat yang salah” decak Denis dengan sinis.


“Maaf tuan Denis jika kami melakukan kesalahan yang menyingung anda” seru nyonya besar Regans dengan suara lembut.


“Kesalahan anda sangat fatal nyonya dan hal itu membuat respek aku hilang” ucap Denis sambil menatap tuan besar Regans dengan tatapan dingin.


Deg………………


Jantung tuan besar Regans berdetak dengan cepat melihat tatapan tajam Denis yang sangat mengerikan, belum lagi aura Denis yang terasa mengintimidasi di ruang makan membuat semuanya bergidik ngeri.


Sepertinya malam ini aku akan menonton pertunjukan menarik, batin Sandro sambil tersenyum penuh arti.


Bodoh! Apa sebenarnya yang dipikirkan tuan besar bodoh itu, batin Rian mencibir tuan besar Regans.


Jangan lagi ada perkelahian malam ini. Aku tidak ingin menjadi samsak tinju bos lagi karena mood bos hancur, batin Arsen penuh harap.


“Anak muda sebaiknya anda jaga sopan santun anda dalam berbicara dengan orang yang lebih tua” ucap Wiliam dengan suara tegas sambil menatap Denis dengan sinis.


“Begitu juga dengan orang yang lebih tua. Sebaiknya mereka juga menjaga etika mereka dalam berbicara tanpa memandang status usia” balas Denis dengan tatapan tak kalah sinis.


Denis berlalu pergi dari sana membuat tuan besar Regans menatap putra sulungnya dengan tatapan tajam, memperingatinya untuk tidak ikut campur. Ia bergegas menyusul Denis karena tidak ingin hubungan kerja sama mereka hancur.


“Tuan Denis Arkana” panggil tuan besar Regans saat Denis sudah sampai di ruang tamu mansion.


Denis berbalik menatap tuan besar Regans dengan tatapan dingin dan tajam seakan ingin menelannya hidup-hidup. Tuan besar Regans sendiri menelan salivanya berkali-kali, mencoba menguasai dirinya untuk tidak terlihat takut didepan Denis.


“Tuan Denis aku minta maaf atas kelancangan putraku barusan” ucap tuan besar Regans dengan tulus.


“Seharusnya anda tahu dimana letak kesalahan anda tuan besar Regans” ketus Denis.


“Maaf jika malam ini kami sudah menyingung perasaan anda tuan Denis”


“Ckk!!” decak Denis dengan sinis.


“Anda seharusnya tahu jika presdir kami tidak suka jika diundang makan malam hanya untuk tujuan pribadi anda. Apa lagi anda tahu jika presdir kami tidak suka menunjukkan identitasnya kepada banyak orang tuan besar Regans” ucap Sandro dengan suara tegas.


“Maaf jika aku tidak memberitahu maksud makan malam ini yang sebenarnya tuan Denis” ucap tuan besar Regans dengan sangat menyesal.


“Jangan pernah menilai sesuatu hanya dari apa yang anda dengar tuan besar Regans, karena bisa saja yang kamu dengar itu belum tentu benar” ucap Denis dengan suara dingin dan tegas.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Duar…………………


Bagai disambar petir tubuh tuan besar Regans menegang mendengar ucapan Denis barusan dan entah kenapa, ia merasa jika Denis sudah mengetahui apa yang sebelumnya terjadi dan ia yang sudah terkena hasutan putra sulungnya.

__ADS_1


Wiliam awas kamu jika kamu benar menipu ayah, batin tuan besar Regans sambil mengepal kedua tangannya.


Melihat lawannya sudah menyadari kesalahannya ia segera berbalik pergi dari sana tapi saat akan sampai pintu keluar, Denis memutar kepalanya ke samping melirik tuan besar Regans dengan tajam.


“Satu lagi tuan besar Regans! Jangan karena status mereka dibawah aku jadi mereka tidak di anggap oleh anda. Mereka itu orang kepercayaan aku yang artinya mereka itu bagian dalam diriku dan aku sudah menganggap mereka keluargaku!” tegas Denis dengan tatapan tajam.


Deg……………deg……………deg………………


Jantung tuan besar Regans berdetak dengan cepat baru menyadari kesalahan yang paling fatal yang sudah ia lakukan.


Ia menutup mata mengontrol emosinya karena melupakan hal ini, padahal selama ini jika mereka bertemu pasti ada salah satu dari ketiga orang itu yang setia mendampinginya.


“Sial! Aku lupa jika anak muda itu tidak pernah berpergian sendiri dan selalu ditemani oleh ketiganya atau salah satu dari mereka bertiga” ucap tuan besar Regans dengan emosi.


Tuan besar Regans kembali masuk ke dalam mansion dengan wajah emosi membuat semua keluarganya takut. Tatapan mata tuan besar menatap putra sulungnya dengan tajam seakan ingin mengulitinya hidup-hidup.


“WILIAM REGANS” hardik tuan besar Regans dengan suara menggelegar.


“A…..yah” ucap Wiliam dengan gugup.


Brugh…………….prang…………….


Wiliam kaget bukan main saat ia mendapat lemparan piring tepat mengenai keningnya hingga berdarah. Semua didalam sana berteriak kaget tak menyangka kalau ayah, suami, dan kakek mereka akan melakukan hal tersebut.


Sedangkan di luar mansion Denis tersenyum menyeringai, mendengar suara pecahan didalam sana dan ia yakin pasti saat ini mereka sedang bersenang-senang didalam sana.


“Kita pulang” ucap Denis dengan suara dingin.


“Baik bos” ucap Sandro sambil melirik Rian dan Arsen untuk pergi dari sana.


Didalam mobil tiba-tiba hp Sandro berdering memecah keheningan didalam mobil. Sandro mengambil hpnya dan melihat siapa yang menelponnya dan itu adalah temannya yang bekerja di rumah sakit Pertiwi.


Dengan cepat Sandro menjawab panggilan tersebut, karena sudah tidak sabar ingin mendengar kabar mengenai hasil tes DNA milik Ari keponakannya dan kedua orang yang ia curigai sebagai ayah biologisnya.


^^^“Halo”^^^


“Halo Sandro. Maaf karena menelponmu malam-malam”


^^^“Not problem. Apa ada?” (tidak masalah) tanya Sandro to the point.^^^


“Ini mengenai permintaan kamu waktu itu dan hasilnya sudah keluar. Apa kamu ada waktu malam ini?” tanya Indah yang bekerja sebagai dokter syaraf di rumah sakit Pertiwi.


^^^“Ya tentu. Kita ketemu di club Zeus sekarang” ucap Sandro dengan cepat.^^^


“Apa kamu yakin?” tanya Indah dengan cepat.


^^^“Aku tahu kamu sering ke sana Indah jadi jangan bertanya lagi” ketus Sandro dengan suara dingin.^^^


“Ya ya ya! Baiklah kita ketemu disana 30 menit lagi” balas Indah.


^^^“Heemmmm”^^^


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Sandro segera mematikan panggilannya dan sudah tidak sabar ingin pergi ke club Zeus dan bertemu dengan Indah temannya. Denis yang sempat mendengar pembicaraan mereka hanya diam saja menunggu sampai Sandro memberitahunya.


“Bos apa aku boleh ke club Zeus sekarang?” tanya Sandro dengan cepat.

__ADS_1


“Kita sana dan hubungi Adrian untuk ke sana juga” jawab Denis dengan suara dingin.


“Baik bos”


“Apa kamu sudah mendapat dokter pribadi untukku dan di markas?” tanya Denis dengan cepat mengingat perintahnya beberapa yang lalu.


“Sudah bos. Dia adalah temanku saat aku SMP dan ia juga tahu aku seorang gangster dulu waktu masih bergabung dengan geng Ular Cobra bos” papar Sandro menjelaskan.


“Kirim informasinya ke aku dan lusa dia harus sudah mulai bekerja”


“Baik bos” ucap Sandro dengan patuh.


~ Club Zeus ~


Sampainya di club Zeus Denis segera ke lantai dua ruang VIP yang biasa ia tempati jika datang ke sini. Para petugas yang mengenal Denis menunduk memberi hormat, tak berani menghadang atau bertanya ke Denis dan rombongannya.


“Selamat datang tuan Denis” ucap Ken sambil tersenyum manis.


“Jika perempuan ini sampai bawa dia ke ruangan kami” ucap Sandro sambil menunjukkan foto Indah kepada Ken.


“Baik tuan Sandro” balas Ken.


Sandro berlalu masuk menyusul Denis yang sudah masuk lebih dulu ke dalam ruangannya dan sampai disana Denis sudah duduk di kursi yang biasa ia tempati, sambil meminum segelas tequila yang ia tuangkan barusan.


Denis membaca email yang tadi di kirim oleh Sandro dengan teliti, saat menatap foto tersebut ia tiba-tiba mengingat wajah yang pernah ia kenali di kehidupan sebelumnya.


Jadi dia yang akan jadi dokter pribadiku, batin Denis dengan senyum sinis.


Masih jelas di ingatannya tentang Indah seorang perempuan yang tergila-gila kepadanya dan ia akan bekerja sama dengan Kenzo untuk menjebaknya. Hal itu yang membuat Sandro harus mengantikan dirinya masuk ke dalam penjara.


Tiba-tiba Denis tersenyum menyeringai memikirkan ide untuk membalas Indah sesuai apa yang dulu ia rencanakan. Arsen dan Rian yang baru saja datang mengernyitkan kening mereka melihat bos mereka yang tersenyum seperti itu.


Mereka tahu jika Denis tersenyum seperti itu menandakan ia sedang merencanakan sesuatu yang gila. Keduanya saling melihat bertanya apa yang sedang di pikirkan bos mereka tapi keduanya tidak tahu.


“Jangan berdiri saja disana. Jika kalian tidak ingin masuk lebih baik pulang sana” ketus Sandro dengan suara dingin.


“Ckk!! Kita juga ingin bersenang-senang sialan” ketus Arsen dengan kesal.


“Kalau begitu masuk jangan berdiri seperti patung disana. Mata aku sakit melihat kamu berdiri seperti pocong disana” hardik Sandro.


“Sialan kamu berengsek” teriak Arsen dengan kesal dan bergegas memukul Sandro dengan sepatunya.


“Hey bocah hentikan! Jauhkan sepatu busukmu itu dari wajahku bangsat!” bentak Sandro dengan suara tinggi.


“Tidak akan sampai aku puas berengsek” balas Arsen dengan suara tinggi.


Rian dan Denis hanya menatap keduanya dengan tatapan datar dan dingin, sambil menyesap minuman di depan mereka tak perduli dengan apa yang mereka lakukan.


Brugh…………………


Mata Arsen melotot kaget begitu juga dengan Sandro yang tak menyangka kalau sepatu Arsen akan mendarat tepat di kening orang yang baru saja datang.


Keduanya saling melihat menyalahkan satu sama lain membuat orang didepan sana menutup mata dengan rahang mengeras.


“Hehehehe! Kalian sudah membangunkan singa yang tertidur” ucap Rian sambil terkekeh mengejek keduanya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue……………


__ADS_2