
Selesai membersihkan diri Denis segera makan makanan yang sudah di antar bi Eda sebelum ia mandi.
Sebelum tidur ia menyentuh kening Leila yang masih sangat panas. Ia lalu masuk ke dalam selimut dan menarik Leila masuk ke dalam pelukannya.
Cup...........
"Good night baby. Get well soon" (selamat malam sayang. Cepat sembuh) ucap Denis dengan suara lembut.
Jam sudah menunjukkan pukul 03:00 dini hari dan perlahan-lahan mata Leila terbuka. Ia yang kebelet pipis segera menyingkirkan tangan Denis sehingga membuat sang empunya tersadar.
"Mau kemana?" tanya Denis dengan suara serak karena baru bangun.
Leila menatapnya sekilas dengan wajah datar dan berlalu menuju ke kamar mandi tak menjawab pertanyaan Denis.
"Sebenarnya ada apa dengan dia?" tanya Denis dengan kening berkerut.
Denis bangun dan mengambil hpnya yang tadi di charge kemudian membuka cctv di rumah sang mama dari pagi.
"Apa yang mereka bicarakan?" tanya Denis dengan alis sebelah terangkat melihat Leila, Seina, dan Seila di taman setelah Bimo memeriksanya.
Ia sangat penasaran dengan apa yang mereka bicarakan karena saat itu ia menangkap mimik wajah Leila yang berubah.
Denis segera masuk ke dalam kamar mandi ingin menanyakan langsung apa yang mereka bicarakan, karena ia di yakin ada sesuatu yang membuat kekasihnya langsung drop setelah berbincang dengan keduanya.
"Apa yang kamu lakukan Denis?" tanya Leila dengan kaget saat Denis masuk ke dalam kamar mandi.
Beruntung ia sudah selesai dengan kegiatannya dan sedang mencuci tangan.
Grep..............
"Denis" pekik Leila dengan suara tinggi karena kaget.
Bagaimana tidak, tiba-tiba saja tubuhnya di angkat dan didudukan di atas meja tembok di sebelah wastafel.
"Katakan apa yang kalian bicarakan di taman tadi pagi sayang?" tanya Denis to the point dengan suara dingin.
"Apa maksudmu sayang? Kami hanya bercerita tentang kehidupan kami masing-masing mulai dari umur hingga kegiatan kami saat ini" jawab Leila dengan cepat.
"Jangan membohongi aku sayang! Kamu tahu aku paling benci pembohong!" tegas Denis dengan tatapan tajam.
Apa yang harus aku katakan? Tidak mungkin aku memberitahu Denis tentang perjodohan yang tadi aku dengar, batin Leila dengan bingung.
Leila menarik tengkuk Denis dan menciumnya membuat Denis tersenyum smirk tahu apa maksud tujuan dari kekasihnya.
Ia tahu jika Leila memilih menciumnya karena tidak ingin menjawab pertanyaannya tadi. Meski pun begitu ia tetap meladeni ciuman kekasihnya tapi ia tidak akan membiarkan Leila lepas sampai menjawab pertanyaannya.
"Ingin membuat aku lupa dengan pembicaraan kita tadi" bisik Denis sambil tersenyum menyeringai.
Mata Leila seakan ingin keluar dari tempatnya karena ucapan Denis yang tepat sekali. Meski ia ingin agar mereka tidak membahas pembicaraan ini lagi tapi ia yakin Denis akan tetap membahasnya.
"Lakukan dengan benar jika ingin aku tidak membahasnya sayang" ucap Denis dengan tatapan tajam langsung mengarah ke mata Leila.
Cup.............
Denis kembali mencium bibir Leila sedikit kasar berbeda dari ciuman sebelumnya. Leila sampai kesusahan membalas ciuman kekasihnya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Sayang" panggil Leila dengan tatapan sayu dan suara serak saat.
__ADS_1
"F*ck! You make me crazy baby" (berengsek! Kamu membuat aku gila sayang) ucap Denis dengan suara serak.
Ia mengendong Leila kembali ke kamar dan sampai di ranjang ia kembali mencium Leila hingga meninggalkan jejak keunguan di lehernya.
Sekuat tenaga Denis menahan hasratnya saat melihat sang kekasih yang menatapnya dengan tatapan sayu di bawah sana.
Malam itu Denis membuat leher dan dada Leila penuh dengan kiss mark melampiaskan hasratnya.
Tak terasa waktu pun berlalu dengan cepat dan sudah pagi. Leila bangun terlebih dahulu dan saat melihat jam di atas nakas menunjukkan pukul 05:30.
Tubuhnya terasa lebih segar dari semalam dan sudah tidak panas lagi. Entah itu karena obat yang diminumnya atau karena Denis ia tidak tahu, yang pasti ia bersyukur karena sudah tidak panas tinggi lagi.
Leila bangun dengan perlahan-lahan tak mau membangunkan Denis yang sedang tidur nyenyak. Ia lalu keluar menuju kamar Amira untuk membersihkan diri dan menutup semua jejak kiss mark di lehernya.
"Bagaimana keadaan kamu sayang?" tanya Amira saat masuk ke dalam kamar.
"Sudah mendingan ma tidak panas lagi" jawab Leila sambil tersenyum manis.
"Syukurlah nak"
Amira dan Leila segera keluar untuk menunggu yang lainnya agar sarapan bersama. Seina yang melihat Denis belum turun memikirkan sebuah ide untuk mendekati Denis.
Ia cepat-cepat menyelesaikan sarapannya dan pergi lebih dulu menuju kamarnya. Semua disana hanya menatapnya saja tidak bertanya.
"Sempurna" ucap Seina melihat penampilannya di kaca.
Ternyata ia sedikit berdandan sebelum melakukan rencananya untuk mendekati Denis. Ia keluar dari dalam kamar dan naik ke lantai dua saat melihat semuanya sedang sibuk di meja makan.
Seina dengan langkah cepat sudah tidak sabar ingin sampai ke kamar Denis. Ia berencana ingin membangunkan Denis dengan alasan Tante Amira yang menyuruhnya.
Ceklek............
"Sepertinya akan ada pertunjukan menarik pagi ini" ucap Adrian sambil tersenyum lebar.
Ia memilih duduk di sofa di balkon lantai dua yang berhadapan dengan kamar Denis ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sedangkan didalam kamar Seina seperti akan meleleh melihat Denis yang sedang tidur tanpa menggunakan atasan dan selimut yang menutupi pinggang hingga kakinya.
"Pemandangan indah ini membuat in*i tubuh aku berdenyut ingin disentuh" ucap Seina dengan suara mendesah.
Mata Denis bergerak sangat peka terhadap suara dan gerakan saat ia tidur. Ia pura-pura tidur ingin melihat siapa yang berani masuk ke dalam kamarnya selain mama dan kekasihnya.
Hehehehe...........ada yang mau main-main denganku rupanya, batin Denis sambil terkekeh.
Seina perlahan mendekati ranjang dengan langkah pelan tidak ingin sampai Denis terbangun.
"Aku sudah tidak sabar ingin menjadi istrimu ka Denis" ucap Seina dengan senyum lebar.
"Beruntung ya uncle Demian dan daddy menjodohkan kita dari dulu jadi orang yang akan aku nikahi ternyata sangat tampan dan hot. Kamu itu millik Seina Martinez seorang baby" ucapnya lagi dengan tatapan penuh napsu melihat perut kotak-kotak Denis.
Air liurnya sampai menetes ingin rasakan menjilati perut kotak-kotak itu yang membuatnya bermimpi sedari kemarin.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Tangannya perlahan-lahan menjulur ingin menyentuh tubuh Denis tapi saat akan menyentuhnya tiba-tiba tangannya di pegang Denis.
Matanya terbelalak melihat hal itu apa lagi mata Denis yang tiba-tiba terbuka. Jantungnya berdetak dengan cepat seperti seorang pencuri yang tertangkap.
"Ka Deni.........s" panggil Seina dengan terbata-bata karena gugup.
__ADS_1
Krek.............aarrgghh...........
Jeritan kesakitan bergema di dalam sana saat tangan kanan Seina tiba-tiba di patah Denis dengan santai.
Karena kamar Denis yang kedap suara jadi tidak ada yang mendengar teriakannya barusan. Denis sendiri tersenyum menyeringai menatap Seina seperti seekor singa yang sudah menangkap buruannya.
"Lancang sekali perempuan hina seperti kamu masuk ke kamarku" bentak Denis dengan suara tinggi.
"Hiks hiks hiks........aku di suruh bangunkan kakak sama aunty ka...........hiks hiks hiks" ucap Seina sambil menangis.
Brugh...........
Denis melepas tangan Seina dengan kasar hingga membuatnya terjatuh di lantai.
Denis lalu bangun dan memakai bathrobe dan mengambil tisu mengelap tangannya yang ia pakai untuk mematahkan tangan Seina.
"Ka Denis...........hiks hiks hiks" panggil Seina dengan suara lirih sambil menangis kesakitan.
"Dengar yang perempuan ja**ng! Hanya dua orang saja yang bisa masuk ke kamar aku saat aku didalam yaitu mama dan kekasihku!" ucap Denis dengan suara dingin dan tegas.
"Kekasih?" tanya Seina dengan kaget.
"Tapi kita sudah dijodohkan oleh kedua daddy kita ka" ucapnya lagi dengan sesegukan.
Hehehehe................
Denis terkekeh mendengar ucapan Seina yang mengatakan perjodohan mereka yang sudah diatur oleh kedua orang tuanya.
Apa mereka pikir Denis akan mengikuti perjodohan gila itu. Mereka salah besar karena Denis bukanlah orang yang suka diatur apa lagi mengenai kehidupan percintaannya.
Grep...........
"Sakit ka........hiks hiks hiks........lepasin ka......hiks hiks" pinta Seina sambil menangis saat rambutnya di jambak Denis.
Denis menarik Seina keluar dari kamarnya seperti binatang membuat Adrian tertawa melihat pertunjukan menarik didepannya.
"SAKIT KA. TOLONG LEPASKAN RAMBUTKU KA" teriak Seina bergema.
Semua yang mendengar teriakan Seina bergegas menuju ke lantai dua. Sampai disana mereka semua di buat kaget mendapati Denis yang sedang menarik rambut Seina di lantai dan menyeretnya menuju mereka.
"APA YANG KAMU LAKUKAN KEPADA PUTRIKU DENIS?" tanya Roy dengan suara menggelegar.
"Memberi pelajaran kepada putrimu yang sudah berani masuk ke dalam kamarku" jawab Denis dengan santai.
"Apa" pekik Amira dengan keget.
"Denis lepaskan putri tante? Itu hanya masalah kecil saja kenapa kamu membesarkannya" ucap Clara dengan emosi.
"Kecil kata kamu? Aku beri tahu ya aku paling tidak suka orang lain masuk ke dalam privasi aku" bentak Denis dengan suara tinggi.
"Lepasin putri om Denis!" titah Roy dengan tatapan tajam.
"Siapa kamu berani memerintah aku sialan!" bentak Denis dengan tatapan membunuh.
"LEPASKAN SEINA DENIS!" hardik Roy sudah habis kesabaran.
Hehehehe....................
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
__ADS_1
To be continue...............