Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 59


__ADS_3

“Dengan begini polisi tidak akan mencurigai bisnis aku lagi dan tidak akan tahu jika aku akan bertransaksi di hotel milik papa kekasihku” ucap Kenzo sambil tersenyum smirk.


Hahahahaha……………..


Tawanya menggelegar didalam sana hingga keluar, membuat Windi mengerutkan keningnya mendengar tawa tuannya yang terdengar sangat aneh tidak seperti tawa orang lagi bahagia.


Sedangkan di ruangan presdir Leo mengebrak meja didepannya, setelah mendengar cerita tentang kejadian waktu di pesta perusahaan yang menimpa nona mudanya. 


Rahangnya mengeras ingin sekali memukul orang yang sudah berani melakukan hal tersebut kepada Leila.


“Rasanya aku ingin sekali membunuh sialan itu nona muda” ucap Leo dengan emosi.


“Kita tidak bisa menuntutnya sekarang karena kurang bukti ka Leo” ucap Leila dengan suara lembut.


“Kenapa kita tidak bisa menuntutnya nona muda? Bukannya kita bisa menyuruh pelayan dan manajer hotel untuk bersaksi di polisi nanti nona muda?” tanya Leo dengan bingung.


“Mereka sudah mengundurkan diri dari hotel dan saat ini mereka sudah tidak ada lagi di dunia ini ka Leo” jawab Leila dengan suara tegas.


“Sudah tidak ada di dunia lagi maksudnya mati nona muda?” tanya Leo dengan kening berkerut.


“Iya ka Leo”


“Apa mereka dibunuh? Tapi siapa yang membunuh mereka?” tanya Leo lagi.


“Menurut ka Leo siapa orang yang sudah membunuh mereka berdua?” tanya balik Leila.


Mata Leo melotot kaget memikirkan nama seseorang, membuat Leila mengangguk kepalanya membenarkan apa yang dipikirkan oleh Leo saat ini.


Leo syok tak menyangka jika orang itu akan berbuat sejauh itu hanya untuk menghilangkan bukti dan menutup mulut keduanya untuk selamanya.


“Dari mana nona muda tahu mereka sudah mati?” tanya Leo dengan selidik.


“Dari kekasih aku ka Leo” jawab Leila dengan santai.


“Oh”


1 detik


2 detik


3 detik


4 detik


5 detik


“APA” pekik Leo dengan suara tinggi baru paham dengan ucapan Leila barusan.


“Ishhh! Ka Leo kuping aku sakit tahu” dengus Leila dengan wajah cemberut sambil memegang telinganya yang berdengung.


“Siapa dia? Kenapa nona muda berpacaran dengan dia dan sejak kapan nona muda? Apa dia orang yang saya kenal nona muda?” tanya Leo beruntun.


“Nanti aku kenalin ke ka Leo ya” ucap Leila sambil tersenyum lebar.


“Nona muda tidak dipaksa kan?” tanya Leo dengan selidik.


“No. Aku mau jadi pacarnya karena aku juga punya perasaan sayang dan cinta ke dia meski dia sedikit dingin dan kaku tapi aku tahu perasaannya sama seperti aku ka” papar Leila menjelaskan dengan suara tegas.


“Nona yakin?” tanya Leo lagi yang masih tidak rela Leila berpacaran.

__ADS_1


“100% yakin ka Leo” jawab Leila dengan tegas.


Leo diam tak bertanya lagi tapi dalam hatinya sedang menyusun rencana untuk menyelidiki siapa kekasih nona mudanya, apa lagi ia tahu baru kali ini nona muda berpacaran dan dekat dengan laki-laki lain selain daddy, kakak, dan adiknya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Leila lalu menyuruh Leo untuk memantau wakil direktur bersama antek-anteknya dan juga Kenzo, karena ia tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang kembali.


Tak lupa ia juga menyuruh Leo untuk mengatur pertemuan dengan direktur Steven agar ia bisa meminta maaf atas kelakuan Kenzo agar kerja sama mereka tidak batal.


~ D&A Resto ~


Amira saat ini sedang menyiapkan pesanan pelanggan yang memesan menu spesial hari ini bersama dengan sous chef dan 3 chef lainnya yang membantunya di dapur.


Keysa yang melihat Amira sedang sibuk tersenyum penuh arti memikirkan rencana untuk memberi pelajaran kepada Amira.


“Nyonya” panggil Keysa dengan wajah panik.


“Ada apa Keysa?” tanya Amira menatapnya singkat dan kembali fokus ke masakan yang sedang ia masak.


“Itu barusan pak Burhan menelpon kalau dia tidak bisa mengantar salmon dan udang pesanan kita nyonya karena istrinya baru saja mengalami kecelakaan dan sedang berada di rumah sakit” papar Keysa menjelaskan.


“Pak Burhan?” pekik Amira dengan kaget.


Bagaimana tidak kaget, karena sore nanti mereka ada reservasi khusus untuk acara ulang tahun pernikahan dan mereka meminta menu khususnya yaitu dari ikan salmon dan udang.


“Bagaimana ini nyonya?” tanya Keysa dengan wajah panik dan cemas.


“Pak Roni tolong ambil alih masakan saya ya” pinta Amira dengan sopan.


“Baik nyonya” jawab pak Roni dengan cepat dan mengambil alih masakan Amira


Aku harus cari cara agar tidak mengecewakan pelangganku, batin Amira dengan penuh tekad.


“Keysa suruh pak Anton untuk siapkan mobil dan kita akan ke pasar mencari ikan salmon dan udang” titah Amira dengan suara tegas.


“Baik nyonya” ucap Keysa sambil berlalu pergi.


Tanpa Amira tahu kalau saat Keysa berbalik pergi ia tersenyum menyeringai, karena sebentar lagi Amira akan masuk ke dalam rencananya. Dengan cepat Keysa mengirim pesan ke orang bayarannya untuk bersiap.


Amira dan Keysa segera masuk ke dalam mobil dan melaju pergi menuju pasar untuk mencari ikan salmon dan udang yang masih segar untuk hidangan mereka nanti sore.


“Nyonya ada yang jual ikan salmon dan udang yang masih segar di pasar tradisional Nusantara” ucap Keysa sambil menatap hpnya.


“Dari mana kamu tahu Keysa?” tanya Amira dengan penasaran.


“Saya mencari di market place nyonya” jawab Keysa sambil memperlihatkan hpnya yang sedang browsing di market place.


“Pak Anton ayok kita kesana” titah Amira dengan suara lembut.


“Baik nyonya” jawab pak Anton segera melajukan mobil ke tempat yang diucap Amira barusan.


~ Pasar Tradisional Nusantara ~


Sampainya di pasar tradisional nusantara Amira dan Keysa segera masuk kedalam sana menuju para penjual ikan mencari ikan salmon dan udang. Sudah hampir 20 menit mereka berkeliling tapi tidak menemukan ikan yang segar.


“Keysa apa kamu yakin disini tempatnya?” tanya Amira sambil melirik ke kanan dan ke kiri.


“Yakin nyonya. Coba kita cari ke depan sana nyonya” ajak Keysa.

__ADS_1


“Baiklah” ucap Amira.


Keduanya berjalan menuju ke depan dan ternyata sampai disana memang benar ada yang menjual ikan salmon dan udang yang masih segar.


Dengan antusias Amira segera memilih ikan dan udang, tanpa ia sadari kalau dompetnya dalam tas diambil oleh orang suruhan Keysa barusan.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


”Semuanya Rp.830.00 bu” ucap pedagang ikan menghitung semua belanjaan Amira.


Amira lalu merogoh tasnya untuk mengambil dompet tapi ia tidak menemukannya. Ia lalu membuka tasnya untuk mencari dompetnya, tapi tidak ketemu membuat pedagang melihatnya dengan tatapan penuh tanya.


“Jadi beli tidak bu?” tanya pedagang dengan kesal karena berpikir Amira hanya ingin mempermainkannya.


“Jadi pak. Tunggu saya cari dompet saya pak karena tidak ada dalam tas saya pak” jawab Amira dengan cepat.


“Halah! Pasti bentar lagi bilang dompetnya lupa di rumah jadi tidak jadi beli” ucap salah satu ibu pembeli dengan sinis.


“Saya jadi beli ya bu” balas Amira sambil tersenyum lembut menatap ibu itu.


“Kalau jadi ayok buruan bayar bu jangan lama-lama” ketus ibu tadi dengan sinis.


Amira terus mencari dompetnya didalam tas tapi tetap saja dompetnya tidak ada, membuat pedagang tadi sudah marah-marah merasa Amira mempermainkannya.


“Kalau tidak punya uang jangan sok mau beli ya bu” ucap pedagang ikan dengan kesal.


“Saya punya uang pak” ucap Amira tegas.


“Lalu mana uangnya ibu? Ibu itu sudah buang-buang waktu saya saja hari ini untuk melayani ibu dan melepas pembeli dari tadi!” bentak pedagang tadi dengan suara tinggi.


Amira kaget bukan main tak menyangka akan dibentak oleh pedagang didepannya, apa lagi beberapa pembeli disana ikut mencibirnya dan menghinanya kalau dia itu sok-sokan mau beli ikan tapi tidak punya uang, mana belanjaannya banyak sekali.


“Keysa apa lagi pegang uang? Bisa tante pinjam nanti sampai restoran saya ganti?” tanya Amira dengan penuh harap.


“Saya tidak bawa dompet nyonya. Saya tahunya nyonya yang akan bayar lagian kan nyonya orang kaya masa tidak bisa bayar ikan seharga itu” jawab Keysa dengan suara agak keras.


Amira tercengang mendengar ucapan Keysa barusan yang terdengar seperti ingin membuat dia malu didepan umum, sehingga pengunjung disana ikut menghujatnya karena tidak bisa membayar belanjaannya.


Keysa tante kecewa sekali dengan kamu, batin Amira menatap Keysa dengan kecewa.


“Pak apa saya bisa bayarnya lewat transfer m-banking?” tanya Amira dengan sopan tidak ingin terpengaruh dengan ucapan-ucapan pembeli yang disampingnya.


“Ibu yakin beli kan? Nanti tidak jadi lagi” ucap pedagang ikan tadi dengan senyum mencemooh.


“Yakin pak” ucap Amira dengan suara tegas.


“Baiklah bu. Ini nomor rekening saya” ucap pedagang ikan tadi sambil menunjukkan nomor rekeningnya lewat hpnya.


Amira lalu mengirim sejumlah uang ke rekening pedagang tadi membuat pedagang tadi kaget bukan main, melihat notifikasi jumlah uang yang masuk ke rekeningnya yaitu Rp.2.000.000.


“Ibu ini uangnya kebanyakan” ucap pedagang tadi dengan cepat.


“Saya yang lebihkan pak buat ganti waktu bapak yang terbuang” balas Amira sambil tersenyum manis dan berlalu pergi.


Pedagang tadi merasa sangat malu, karena sudah menghina Amira tadi tanpa tahu jika Amira mampu membayar belanjaannya begitu juga dengan ibu-ibu pembeli tadi yang merasa malu sudah menghinanya tadi.


Rasain nenek tua. Emang enak dipermalukan kayak tadi, batin Keysa sambil tersenyum puas dalam hati.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue……………….


__ADS_2