
Alexandro seketika berlari menghampiri istrinya yang terjatuh di lantai. Ia sangat takut jika istrinya terluka atau kenapa-napa.
"Mom apa ada yang terluka?" tanya Alexandro dengan cemas.
"Aku baik-baik saja dad" jawab Linda sambil menahan rasa sakit di kakinya.
"Jangan bohong mom. Apa yang sakit?" tanya Alexandro dengan suara tegas.
"Aku baik-baik saja dad jangan khawatir" jawab Linda sambil mengelus lengan suaminya.
Ia tahu suaminya sangat menghawatirkan dirinya, terlebih lagi ia tidak mau membuat suaminya memarahi cucu mereka Marcel.
Sedangkan Marcel ia berdiri mematung dengan mulut terkunci rapat tidak tahu harus berkata apa. Ia panik sekaligus takut dengan apa yang ia lakukan kepada sang nenek.
Mati aku. Pasti kakek akan menghajar aku habis-habisan, batin Marcel dengan takut.
Justin dan Alexandro lalu membantu Linda untuk bangun. Mata coklat Alexandro langsung menatap Marcel dengan tatapan sulit diartikan, membuat Marcel sampai keringat dingin.
Plak..............plak...............
Kedua pipi Alexandro merah padam karena di tampar oleh sang kakek. Linda sampai syok melihat apa yang dilakuan suaminya kepada cucu mereka sendiri.
"Dad" panggil Linda dengan suara lembut.
"Jangan menghalangiku mom. Aku tidak akan memaafkan siapapun yang menyakiti kamu meski itu cucu kandung aku sendiri" ucap Alexandro dengan suara tegas.
"Aku tahu tapi aku mohon jangan terlalu keras dad. Marcel itu cucu kita bukan orang lain" pinta Linda dengan memohon.
"Dia bukan anak kecil lagi mom. Sudah seharusnya dia di didik dengan keras jangan hanya manja saja kerjaannya" balas Alexandro tegas tak mau di bantah.
Linda diam tidak membalas ucapan sang suami jika sudah mengeluarkan ultimatumnya. Ia hanya berharap sang suami tidak sampai kelepasan, apa lagi ia takut suaminya menyakiti Marcel cucunya.
"Kakek na..... mpar aku" ucap Marcel dengan syok.
"Karena kamu pantas mendapatkannya" balas Alexandro dengan lantang.
"Kakek keterlaluan. Kakek kan tahu aku tidak sengaja mendorong nenek makanya nenek jatuh" hardik Marcel dengan suara tinggi.
"Lagian nenek baik-baik saja kan jadi kakek tidak harus nampar aku segala" tambahnya lagi dengan santai.
Mata Alexandro melotot mendengar ucapan Marcel yang tidak merasa bersalah sama sekali dengan perbuatannya barusan. Sedangkan Linda, ia tersenyum getir tak menyangka cucu yang ia lindungi sedari tadi tidak perduli sama sekali dengannya.
Ya Tuhan kenapa cucu aku bisa tumbuh menjadi orang tidak berakhlak begini, batin Linda tak habis pikir.
"Dasar cucu kurang ajar kamu Marcel. Kamu memang tidak ada hati dan rasa bersalah sedikit di hatimu itu!" bentak Alexandro dengan suara menggelegar.
Plak............plak.........plak..........
Alexandro kembali menampar Marcel berkali-kali tidak memberi kesempatan kepadanya untuk mengelak atau membalas tamparannya.
Meski usia Alexandro sudah lanjut usia tapi fisiknya kuat sehingga dengan mudah ia menghajar Marcel dengan brutal. Seperti kesetanan Alexandro memukul dan menendang Marcel hingga babak belur di lantai.
"Tuan cukup" ucap Justin menahan Alexandro saat hendak menendang kepala Marcel.
"Lepaskan aku sialan! Biarkan aku memberi pelajaran kepada anak kurang ajar ini!" bentak Alexandro dengan kesal.
"KA MARCEL" pekik Melisa adiknya Marcel dengan histeris saat masuk ke dalam ruang kerja sang kakek.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Mendengar teriakan Melisa dari lantai dua membuat Sasa dan Ines anak Laura turut mengikuti kakak sepupu mereka ke sana.
Seperti Melisa tadi, keduanya juga dibuat kaget melihat kakak sepupu tertua mereka Marcel yang sudah babak belur di lantai.
"Kakek kenapa memukul kakak!" bentak Melisa dengan suara tinggi.
"Jaga ucapanmu Melisa. Dia itu kakekmu bukan temanmu!" bentak Linda sudah habis kesabarannya.
"Tapi nek, lihat ka Marcel belur seperti itu dan itu semua karena kakek. Memangnya kami ini bukan cucu kakek makanya di perlakukan seperti itu" protes Sasa.
"Benar yang di bidang ka Sasa" dukung Ines.
"Itu karena kesalahan Marcel dan dia pantas mendapatkannya" balas Linda dengan tenang.
"Nenek keterlaluan. Nenek dan kakek itu egois dan tidak menyayangi kami lagi" pekik Melisa dengan suara melengking.
"Jaga ucapanmu Melisa sebelum kakek menjahit mulutmu itu" hardik Alexandro dengan suara dignin.
Skakmat................
Melisa diam tidak berkutik lagi jika sang kakek sudah berbicara. Meski dalam hatinya saat ini sedang menahan emosi, tapi ia tahan karena jika ia berbuat kesalahan maka dia tidak akan mendapat fasilitas dari sang kakek.
Tahan Melisa! Ingat tujuan kamu datang ke sini, batin Melisa menahan diri untuk tidak marah.
__ADS_1
Alexandro tersenyum mencibir melihat semua cucunya yang lengkap disana. Hanya satu orang saja yang tidak ada yaitu Denis.
Ia tahu tujuan kedatangan mereka kesini dan semua itu pasti menyangkut dengan uang.
"Kalian semua persiapkan diri kalian untuk menjemput mayat mommy Marcel dan Melisa yang sedang dalam perjalanan ke sini" titah Alexandro dengan suara tegas.
"Apa! Kakek tidak lagi bercanda kan?" tanya Melisa dengan kaget.
"Justin" ucap Alexandro sambil memberinya isyarat.
Justin lalu menjelaskan alasan kenapa Hana meninggal dengan jujur. Bahkan dia juga memperlihatkan video panas Hana sebelum meninggal, tak lupa juga dengan kedua orang tua Sasa dan Ines.
Mereka semua syok melihat kelakuan kedua orang tua mereka. Ketiganya yang tadi berkobar-kobar emosi langsung hilang dalam sekejap karena syok, mengetahui kelakuan kedua orang tua mereka selama ini.
~ Markas A Black Devil ~
Leila yang melihat iring-iringan mobil sang suami masuk ke dalam markas bergegas turun ke lantai satu.
Sedari tadi ia tidak bisa tidur karena memikirkan sang suami yang sedang melakukan pekerjaan berbahaya di luar sana.
"Kalian nikmatilah kemenangan tadi" ucap Denis dengan suara dingin.
"Terima kasih bos" ucap 50 anak buah Denis dengan serentak.
Denis dan Arsen bergegas masuk ke dalam markas karena ingin segera beristirahat. Mendengar suara langkah kaki keduanya langsung melihat ke asal suara.
Grep..................
Denis menahan tubuh istrinya yang tiba-tiba datang dan langsung melompat ke tubuhnya. Beruntung dia menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga mereka tak sampai jatuh.
"Kenapa belum tidur sayang?" tanya Denis dengan suara lembut.
Hiks.............hiks............hiks..........
Bukannya menjawab malah Leila menangis dengan histeris dalam pelukan suaminya. Dengan sekali hentakan Denis mengendong Leila menuju lantai 3 ruang pribadinya.
"Aku bersihkan diri dulu sayang" ucap Denis sambil mendudukkan sang istri di ranjang.
"Jangan lama ya sayang" balas Leila dengan suara serak karena baru selesai menangis.
"Heeemmm" deham Denis sambil mengecup bibir Leila dengan lembut.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Ia bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Leila melirik ke arah iPad yang menampilkan cctv didalam kamar sang anak, dimana Kai terlihat pulas di temani mbok Erna yang tidur di spon lantai.
Denis keluar dengan memakai jubah mandi sambil menggosok rambutnya yang basah. Matanya lalu tertuju ke arah ranjang melihat istrinya sudah tertidur pulas.
"Ternyata kamu ngantuk juga ya sayang" ucap Denis sambil tersenyum manis.
Denis bergegas menyusul sang istri dengan memakai boxer saja karena kebiasaannya yang tidak suka pakai pakaian saat tidur.
"Tidak! Ti.....dak! Tidaaakkk" teriak Leila seketika terbangun dari tidurnya.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Denis dengan panik yang ikut terbangun mendengar teriakan sang istri.
"Sayang.............hiks hiks hiks" ucap Leila sambil memeluk tubuh suaminya dengan erat.
"Tenang ya sayang. Kamu aman sama aku sayang" ucap Denis sambil mengelus kepala istrinya dengan lembut.
"Hiks hiks hiks.........jangan tinggalkan kami lagi sayang............hiks hiks hiks.........aku mohon tolong jangan lakukan hal seperti tadi sayang" pinta Leila sambil menangis histeris.
"Apa yang kamu pikirkan sayang?" tanya Denis sambil menatap kedua bola mata sang istri.
"Aku takut sayang........hiks hiks hiks.......aku takut kamu pergi tidak pulang lagi untuk kami sayang........hiks hiks hiks" ucap Leila mengeluarkan semua yang sedari tadi menganggu pikirannya.
"Aku tidak sanggup memikirkan kamu yang membahayakan nyawamu saat melakukan pekerjaan berbahaya di dunia bawah sayang" tambahnya lagi sambil berlinang air mata.
Grep................
Denis menarik istrinya ke dalam pelukannya sambil memeluknya dengan sangat erat. Ia membiarkan istrinya menangis sepuasnya, ia berpikir apa yang harus ia katakan untuk ucapan sang istri karena ini bukan mudah.
Setelah agak tenang Denis mengangkat dagu Leila sehingga tatapan keduanya saling menatap. Ia menatap sang istri dengan tatapan teduh membuat Leila merasa sangat nyaman dan aman.
"Maaf jika sudah membuatmu khawatir sayang" ucap Denis dengan suara lembut.
"Maaf jika selama ini aku susah membuat kamu khawatir istriku. Maaf juga karena sudah membuat kamu selalu berbahaya di sampingku" tambahnya dengan sendu.
Phew................
Denis membuang napasnya dengan kasar sebelum melanjutkan ucapannya.
"Jika kamu meminta aku untuk keluar dari dunia bawah maka aku tidak bisa melakukannya sayang. Jika aku keluar sekarang bagaimana nasib anak buahku dan semua bisnis aku, biar bagaimanapun penghasilan mereka berasal dari sana dan aku akan merasa sangat bersalah jika kehidupan mereka hancur karena perbuatan aku" ucap Denis sambil menunduk didepan istrinya.
__ADS_1
"Aku memang egois ingin memiliki kamu dan mau kamu terus berada di sisiku tanpa tahu apa yang kamu alami sayang. Tapi maaf aku tidak bisa melepasmu sayang karena kamu adalah bagian dari hidupku, jika kamu meninggalkan aku maka aku akan memasungmu di dalam kamar agar selalu berada disisi aku" tambahnya lagi dengan suara tegas.
"Hiks hiks hiks...........kamu egois sayang" ucap Leila sambil menangis.
"Ya aku akui kalau aku itu egois sayang. Apa yang sudah menjadi milikku maka aku tidak akan pernah melepasnya sampai aku mati" balas Denis dengan suara tegas.
Cup..................
Denis di buat kaget tiba-tiba istrinya mencium bibirnya, tak membuang kesempatan ia langsung membalas ciuman sang istri dengan menuntut.
Plup................
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Ciuman keduanya terlepas dengan napas satu-satu, Denis menatap sang istri dengan tatapan gairah. Saat Denis ingin kembali mencium istrinya mulutnya langsung di tutup tangan Leila.
"Sayang" ucap Denis dengan suara serak.
"Jangan dulu sayang ada yang mau aku omongin" ucap Leila.
"Sebentar saja sayang. Kamu tidak kasian dengan Rudal Rusia aku" bujuk Denis dengan wajah memelas.
"Tapi aku pengen ngomong serius sayang" ucap Leila dengan kekuh.
Phew.................
Denis membuang napasnya dengan kasar mendengar ucapan sang istri. Ia menjatuhkan tubuhnya di samping Leila sambil mencium wangi tubuh istrinya yang sangat memabukkan sekaligus menenangkan.
Setelah agak lama Denis menatap sang istri dengan tatapan penuh cinta dan memberinya isyarat untuk segera berbicara.
"Dengar baik-baik ya sayang" ucap Leila sambil mengecup bibir suaminya.
"Jangan memancing aku sayang" ketus Denis.
Hehehehe..............
Leila terkekeh melihat wajah cemberut sang suami yanf sedang merajuk. Meskipun begitu ia tetap menatap ke arahnya.
"Sampai aku mati atau dunia kiamat aku LEILA ROSE ARKANA tidak akan pernah meminta suamiku DENIS ARKANA untuk meninggalkan dunia hitamnya" ucap Leila dengan suara lantang.
"Memangnya awalnya aku takut tapi aku sudah terbiasa dan malahan merasa aman jika seperti itu. Aku berbicara tadi karena aku takut kamu kenapa-napa jika berhubungan dengan pekerjaan dunia bawahmu sayang" tambahnya lagi dengan suara lembut.
"Jadi kamu" tebak Denis dengan kaget.
"Ya aku tidak akan meminta kamu untuk meninggalkan pekerjaan dunia bawah kamu sayang. Lagian pekerjaan klan kalian itukan legal buka ilegal" jawab Leila dengan santai.
"Sayang" pekik Denis sambil tersenyum lebar.
"I love you Kai daddy" bisik Leila dengan sensual menggoda suaminya.
"Malam ini kamu tidak akan aku biarkan tidur sayang" ucap Denis sambil tersenyum smirk.
Hah! Pasti besok aku tidak bisa berjalan nanti, batin Leila bergidik ngeri.
"Jangan dipikirkan sayang lebih baik kita langsung praktek" bisik Denis.
"Sayang ka......" ucap Leila terpotong karena ciuman Denis yang menggebu-gebu.
Sepeti ucapannya tadi, malam itu Leila tidak dilepas dari kungkungan suaminya yang selalu bergairah didekatnya.
1 Minggu kemudian
Sudah 1 berlalu sejak kematian Hana Massimo. Denis dan keluarganya memilih berlibur selama 2 minggu di Perancis bersama keluarga kecil Arsen yang kemarin baru saja sampai.
~ Paris, Perancis ~
Cekrek...........cekrek.............cekrek.........
Terdengar bunyi kamera yang terus mengambil gambar dari dua orang mama muda yang sangat antusias mengambil gambar disana.
"Besok bawa istrimu pergi dari kota ini kalau pergi dari negara ini" titah Denis dengan kesal.
"Baik bos"
Arsen membalas membantah perintah sang bos karena mood sang bos sedari tadi sangat buruk. Bagaimana tidak ia ingin menikmati liburan dengan keluarga kecilnya, tapi itu semua hancur karena sang istri mengajak Geby dan keluarganya pergi bersama.
"Papa lisik. Aku dak uka" ketus Kai dengan kesal sedari tadi menjadi pusat perhatian di sana.
"Bentar papa panggil mama ya son" ucap Denis.
"Heeemm" deham Jai dengan wajah datar dan dingin.
Kring................
__ADS_1
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue.............