Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 95


__ADS_3

Phew…………


Sandro membuang napasnya dengan kasar membaca informasi mengenai Arsen yang baru saja diumumkan di markas utama Black Devil. Ia sudah tahu cepat atau lambat Denis pasti akan mengetahui hal ini tapi ia tidak sangka akan secepat itu.


“Kamu sudah membuat bos kecewa kepadamu bocah” lirih Sandro dengan suara bergetar menatap fotonya bersama Arsen.


Tes…………….


Air matanya mengalir dengan deras mengingat kenangan dia bersama Arsen selama ini dan tidak bisa ia pungkiri jika hatinya hancur berkeping-keping kehilangan sosok sahabat serta adik yang selama ini berjuang bersama dia.


Sandro lalu menelpon Rian untuk menemaninya ke club Zeus karena ia sangat butuh seseorang untuk bersama dia saat ini.


“Halo” ucap Rian dari seberang.


^^^“Temani aku ke club Zeus sekarang” ucap Sandro to the point.^^^


“Apa ini menyangkut Arsen?” tanya Rian dengan suara dingin.


^^^“Ya” jawab Sandro dengan singkat.^^^


“Kamu dimana sekarang? Biar aku menjemputmu?” tanya Rian dengan cepat.


^^^“Rumah”^^^


“Aku kesana sekarang”


Rian segera mematikan panggilannya sepihak membuat Sandro hanya menatap panggilan mereka yang sudah terputus dengan tatapan sulit diartikan. Ia lalu mengambil jaketnya dan berlalu keluar dari kamar untuk menunggu Rian di teras depan.


“Kakak mau keluar?” tanya Ara yang hendak menuju ke dapur tapi melihat Sandro turun dari lantai dua.


“Ya” jawab Sandro dengan suara dingin.


“Kemana ka?” tanya Ara lagi dengan penasaran.


“Sejak kapan kamu ingin tahu kemana aku pergi? Apa kamu ingin ke tempat itu lagi jika tahu aku keluar?” tanya Sandro dengan suara tinggi.


“T…idak kak. Aku hanya ingin bertanya s……aja kak” jawab Ara dengan gugup merasa takut dengan tatapan kakaknya yang seakan ingin mengulutinya hidup-hidup.


“Sebaiknya kamu jangan membuat aku kecewa lagi sama kamu jika masih ingin jadi adik aku” ucap Sandro memperingati Ara dengan suara tegas.


“Iya kak” jawab Ara dengan menunduk.


Sandro segera pergi dari sana sebelum kembali emosi melihat adiknya karena saat ini moodnya tidak baik dan jika ia berlama-lama disana dipastikan ia akan main tangan kepada adiknya.


Hiks hiks hiks…………….maafin aku ka…………hiks hiks hiks…………maaf karena sudah membuat kakak malu dan kecewa, batin Ara sambil menangis dalam diam.


Ara bergegas mengambil minum didapur dan kembali masuk ke dalam kamar tidak ingin satu orang pun melihatnya menangis. Tapi terlambat karena sedari tadi ibu mereka melihat dan mendengar semua pembicaraan mereka.


Ada rasa sakit dan sedih didalam hatinya melihat kedua buah hatinya tidak akur seperti dulu lagi dan seperti orang asing saja selama ini meski mereka tinggal satu rumah.


Ibu berharap suatu saat nanti keluarga kita akan kembali seperti dulu lagi, batin Mega penuh harap.


Sedangkan Sandro ia saat ini duduk di teras sambil mengisap rokok dan entah sudah berapa batang ia habiskan. Tak berapa lama Rian pun datang dan dengan cepat ia bergegas masuk ke dalam mobil Rian untuk menuju ke club.


~ Pantai Ancol ~

__ADS_1


Bukannya menuju ke club Zeus seperti yang mereka ucapkan tadi di telpon, Rian malah membawa Sandro ke pantai Ancol. Setibanya di sana ia mematikan mobil dan mengambil kantong plastik yang berisi minuman keras yang tadi ia beli di jalan sebelum menjemput Sandro.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Ayok turun” ajak Rian mengagetkan Sandro yang sedari tadi diam didalam mobil saat ia menjemputnya.


“Ah! Iya” ucap Sandro dengan kaget.


Kening Sandro berkerut melihat sekelilingnya yang gelap dan sunyi merasa bingung kenapa mereka berada di pantai dan bukannya di club.


“Kenapa kita disini? Bukannya kita mau ke club tadi?” tanya Sandro dengan bingung setelah keluar dari dalam mobil.


“Nih” ucap Rian sambil menyodorkan satu bir kaleng kepada Sandro.


Sandro menerimanya dan langsung meneguknya hingga setengah membuat Rian hanya menggelengkan kepalanya melihat kebiasaan minum Sandro yang tidak pernah berubah sejak dulu.


“Aku bawa kamu kesini karena jika kita kesana kamu akan teringat dengan kenangan kalian selama disana” ucap Rian dengan suara dingin sambil menatap hamparan laut didepannya.


“Hehehehehe…………..kamu benar. Aku memang sangat marah kepadanya tapi aku tidak bisa membohongi diri aku sendiri kalau aku juga hancur harus kehilangan sosok seorang Arsen Sanjaya dalam hidupku” balas Sandro sambil terkekeh.


“Jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang kepada dia?” tanya Rian.


“I don’t know” (aku tidak tahu) jawab Sandro sambil menggelengkan kepalanya.


“Aku yakin bos disana merasa sangat hancur karena Arsen adalah salah satu orang kepercayaan bos selama ini” tebak Rian dengan suara dingin.


Sandro menatap lama ke arah Rian mendengar ucapannya barusan dan membenarkannya karena ia juga yakin Denis pasti akan merasa sangat kecewa disana. Keduanya diam dengan pemikiran masing-masing sambil menatap deru ombak laut didepan mereka dan tidak merasa dingin sama sekali berada disana.


“Apa yang akan kita lakukan dengan Keysa sekarang?” tanya Rian setelah lama keduanya diam.


“Sesuatu yang pastinya akan seru buat aku tapi tidak buat dia” jawab Sandro sambil tersenyum smirk.


“Phew! Itu yang jadi beban pikiran aku sekarang! Aku yakin nyonya tidak akan mengijinkan kita memberikan hukuman kepada ja***g itu” dengus Sandro sambil membuang napasnya dengan kasar.


“Lakukan di belakang nyonya tapi jangan sampai dia meninggal karena itu akan membuat nyonya mencurigai kamu sebagai pembunuhnya” usul Rian sambil tersenyum penuh arti.


“Idemu boleh juga dude” balas Sandro sambil tersenyum lebar.


Malam itu keduanya menghabiskan waktu hingga subuh di pantai ditemani beberapa bir dan tequila, kebetulan besok adalah weekend jadi mereka tidak harus bergegas ke perusahaan.


~ Rumah Arkana ~


Karena kemarin semua karyawan di restoran ikut dalam kegiatan amal jadi Amira memberikana 2 hari libur kepada mereka hingga senin baru masuk kembali sekaligus membuka restoran.


Amira memilih membuatkan makanan buat Leila dan para pengawal yang menjaganya di rumah sakit dan ingin menemani Leila selama ia di rumah sakit karena tidak ada keluarganya yang akan menjaganya.


“Nyonya mau ngapain?” tanya bi Eda yang melihat Amira sedari tadi mengeluarkan banyak bahan makanan dari dalam kulkas.


“Mau buatin makanan buat Leila dan pengawalnya di rumah sakit bi” jawab Amira dengan suara lembut.


“Rumah sakit nya? Emang siapa teh yang masuk rumah sakit nya?” tanya bi Eda dengan cepat.


“Leila bi” jawab Amira.


“APA” pekik bi Eda dengan suara tinggi.

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Aduh bi telinga aku sakit tahu dengar suara bibi yang udah bisa ngalahin tukang bakso didepan kompleks” dengus Amira sambil memegang telinganya yang berdengung sakit.


“Hehehehe…………maaf atuh nyonya. Saya teh kaget tadi” ucap bi Eda sambil terkekeh.


“Mending bibi bantuin aku nih masak biar cepat kelarnya”


“Iya nyonya”


Keduanya lalu berkutat didapur hingga menghabiskan 3 jama barulah semua masakan mereka jadi dan sudah selesai di taruh dalam box tinggal di berikan saja ke pengawal Leila yang menjaganya di rumah sakit.


Ting……………tong………………ting……………tong……………


“Bi tolong bukain pintu lihat siapa yang datang” titah Amira yang sedang menaruh makanan buat Leila di rantang khusus saat mendengar bunyi bel.


“Iya nyonya” jawab bi Eda segera menuju ke depan.


Saat membuka pintu ternyata yang datang adalah Sandro dan dengan cepat ia mempersilahkan Sandro masuk langsung menuju ke ruang makan dimana Amira berada.


“Nyonya ini den Sandro yang datang” ucap bi Eda.


“Ehh! Kamu nak Sandro. Tante kirain siapa yang datang bertamu pagi-pagi” ucap Amira sambil tersenyum manis melihat Sandro.


“Iya nyonya soalnya ada yang mau aku omongin sama nyonya” balas Sandro dengan sopan.


“Mau ngomong apa nak? Kamu sudah makan belum nak?” tanya Amira beruntun.


“Udah di rumah tadi nyonya” jawab Sandro.


“Kalau gitu biar bi Eda buatkan kopi ya buat nak Sandro”


“Iya boleh nyonya”


Keduanya lalu berbincang-bingcang mengenai keluarga Sandro dan juga pekerjaannya selama Denis tidak ada.


“Nyonya sebenarnya kedatangan aku kesini itu buat ngomongin perihal asisten nyonya” ucap Sandro to the point.


“Tante ngak nyangka Keysa akan melakukan hal itu. Meski dia bukan pelaku utama kecelakaan Leila tapi ia juga bagian dari insiden yang dialami Leila kemarin nak” balas Amira tak habis pikir dengan kelakuan Keysa.


“Maaf nyonya tapi aku akan memberinya hukuman karena sudah mencelakai nona Leila”


“Biar tante yang mengurus Keysa nak Sandro. Tante tahu kalian akan memakai kekerasan untuk memberinya hukuman” ucap Amira dengan suara tegas.


“Tapi nyonya jika kita tidak memberinya hukuman seperti itu dia tidak akan jera nyonya” bantah Sandro yang tak setuju dengan keputusan Amira.


“Tante akan memecat dia dari restoran tante! Itu sebagai hukuman buat dia karena sudah mencelakai Leila nak dan tante tidak ingin kamu ikut camput” ucap Amira dengan suara tegas tak ingin dibantah.


Sandro diam tak menjawab ucapan Amira karena apa yang ia bicarakan dengan Rian semalam ternyata benar kalau tante Amira tidak akan mengijinkan mereka memberi hukuman kepada Keysa dengan kekerasan.


“Kamu mengerti ucapan tante kan nak Sandro?” tanya Amira mengagetkan Sandro dari pemikirannya.


“Iya nyonya. Tapi jika dia berulah lagi maka jangan halangi kami untuk memberinya pelajaran dengan cara kami nyonya” jawab Sandro dengan suara tegas.


Amira hanya mengangguk kepalanya karena yakin Keysa tak akan berulah lagi setelah ia memecatnya sebagai hukuman karena sudah mencelakai Leila. Tanpa Amira sadari ternyata itu akam membuat kebencian Keysa didalam hatinya semakin bertambah kepada dia dan Leila.

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue………………….


__ADS_2