Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 36


__ADS_3

Pria itu mengangguk kepalanya menatap wanita tadi sebagai isyarat diantara mereka, melihat hal tersebut wanita itu tersenyum puas karena akhirnya ia bisa bebas dari tempat ini sesuai janji orang yang membayar mereka nanti.


Sedangkan didalam kamar VIP bekas percintaan Riski Akbar tadi, saat ini ia sedang menghisap rokok sambil membuang asapnya ke udara ditemani tangan kanannya Marco yang selalu stand by menerima perintah darinya.


“Kamu sudah tahu siapa bajingan yang sudah menghancurkan barang-barangku?” tanya Riski Akbar dengan suara dingin.


“Mereka orang yang sangat hafal betul dengan lokasi gudang kita bos karena mereka menghindar titi-titik cctv di sekitar gudang bos” jawab Marco dengan cepat.


“Mereka?”


“Iya bos. Ada 2 jejak sepatu di arah barat gudang dan menurutku mereka masuk lewat sana, kebetulan tumpukan box disana membuat mereka bisa dengan mudah bersembunyi bos. Sedangkan di jarak 30 meter dari gudang terdapat 3 jejak sepatu bos” papar Marco menjelaskan.


“Jadi mereka ada 3 ya! Hehehehehe” ucap Riski sambil terkekeh.


“Benar bos. Ada seorang anak buah kita yang sempat curiga ada penyusup malam tadi tapi ia pikir itu hanya halusinasinya saja bos”


“Ckk!! Bunuh manusia bodoh itu” decak Riski dengan kesal.


“Baik bos”


“Apa ini tidak ada hubungannya dengan geng Ular Cobra?” tanya Riski dengan selidik.


“Sepertinya tidak bos. Menurut informasi yang aku dapatkan sepertinya Ando tangan kanan ketua geng Ular Cobra juga mencari tahu siapa yang menghancurkan barang kita karena mereka yakin orang itu adalah orang yang sama yang membakar gudang mereka yang waktu itu bos” jawab Marco menjelaskan.


“Heemmmm! Bisa jadi orang yang sama tapi bisa jadi ini semua akal-akalan anak bau kencur itu” ucap Riski sambil tersenyum menyeringai.


Marco diam tidak menjawab ucapan bosnya karena ia tidak berpikir hingga ke sana. Ia yakin pasti saat ini bosnya itu sedang memikirkan rencana licik lagi, untuk menutupi kerugian mereka semalam yang mencapai miliaran rupiah.


“Selidiki terus masalah tadi malam dan kirim anak buahmu untuk menyusup di geng Ular Cobra” titah Riski dengan suara dingin.


“Baik bos”


“Atur pertemuanku malam nanti dengan bos Kalajengking”


“Apa di tempat biasa bos?” tanya Marco dengan cepat.


“Heemmm” deham Riski sambil membuang asap rokok.


Marco pamit pergi untuk melakukan perintah Riski meninggalkan Riski yang tersenyum penuh arti memikirkan rencana liciknya malam nanti.


~ D&A Resto ~


Amira menatap ke arah depan dengan tatapan kosong memikirkan kejadian semalam di rumahnya membuat ia tidak konsen saat bekerja.


“Nyonya masakannya gosong” ucap pak Roni yang bekerja sebagai sous chef di restoran milik Amira.


Hah…………..


Amira kaget mendengar ucapan pak Roni barusan dan ternyata memang benar, masakan udang asam manisnya sudah gosong membuat bau gosong menyeruak didalam sana.


Pak Roni dengan cepat menyuruh anak buahnya untuk membersihkan masakan Amira yang sudah gosong dan tak bisa dihidangkan lagi. Amira sendiri hanya bisa menatap masakannya dengan tatapan sendu sambil membuang napasnya dengan kasar.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Nyonya biarkan saya dan lainnya yang menghendel dapur hari ini” usul pak Roni.

__ADS_1


“Mohon bantuannya pak Roni” ucap Amira dengan tak enak hati.


“Iya nyonya. Serahkan saja masalah dapur ke kami dan nyonya bisa beristirahat saja hari ini” balas pak Roni dengan sopan.


“Terima kasih ya pak Roni”


“Sama-sama nyonya”


Amira segera melepas celemek dan berlalu pergi dari sana membiarkan pak Roni dan lainnya untuk menghendel pesanan hari ini. Keysa yang melihat sang nyonya keluar dari dalam dapur segera mencari tahu apa yang terjadi.


“Nyonya sepertinya hari ini tidak fit sehingga tidak konsen memasak dan membuat masakan nyonya jadi gosong” ucap salah satu waiters.


“Oh begitu ya. Terima kasih buat informasinya” ucap Keysa.


“Iya bu Keysa”


Mungkin nyonya masih kepikiran dengan kejadian semalam ya, batin Keysa menebak karena mendengar cerita bi Eda tadi pagi saat menjemput tante Amira.


Ia lalu membawakan teh hangat dan makanan buat tante Amira tak ingin sampai tante Amira jatuh sakit. Saat masuk ke dalam ruangan tante Amira ia melihat tante Amira yang sedang berdiri di jendela menatap keluar.


“Nyonya” panggil Keysa.


“Kamu Keysa, ada apa?” tanya tante Amira setelah berbalik.


“Saya bawakan teh hangat dan makanan buat nyonya” jawab Keysa sambil mengangkat nampan yang ia bawa.


“Tante tidak lapar Keysa”


“Nyonya ini sudah lewat jam makan siang dan nyonya belum makan. Apa Keysa harus menelpon tuan muda untuk memberitahu jika nyonya tidak mau makan” ucap Keysa memberi sedikit ancaman.


Melihat ancamannya berhasil ia tersenyum melihat tante Amira yang makan meski ia tidak berselera untuk makan.


Keysa berharap tante Amira tak jatuh sakit karena melewatkan jam makan siang, karena selama ini ia sudah banyak membantu Keysa untuk kebutuhan ekonomi dalam keluarganya.


“Terima kasih buat makanannya Keysa” ucap Amira setelah menghabiskan makan siangnya.


“Sama-sama nyonya. Kalau begitu aku pamit keluar buat lanjut kerja lagi ya nyonya” ucap Keysa dengan sopan.


“Iya nak”


Keysa berlalu pergi dari sana sambil membawa nampan bekas makan tante Amira keluar dari ruangan tante Amira. Raut wajah Amira yang tadi tersenyum seketika berganti dengan wajah sendu memikirkan sesuatu.


~ DA Corp ~


Denis mengerutkan keningnya membaca setiap informasi berkas kerja sama yang dikirim oleh perusahaan Victory Company yang ingin melakukan kerja sama dengan perusahaannya.


Bibirnya tersenyum menyeringai membaca setiap kata yang tertera didalam sana yang menguntungkan sekaligus merugikan buat perusahaannya.


Ia tak menyangka orang dari Victory Company seakan menganggap remeh perusahaannya ini.


“Ingin main-main dengan perusahaanku? Lihat apa yang akan terjadi dengan perusahaan kalian nanti” ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.


Denis lalu mengambil hpnya dan menghubungi Sandro dan Rian untuk datang ke ruangannya setelah mengurus orang yang tadi berani ingin mencari identitasnya di cafe milik Arsen saat ini.


“Halo bos” ucap Sandro dari seberang.

__ADS_1


^^^“Datang ke ruanganku setelah kalian mengurus berengsek itu”^^^


“Baik bos”


Denis mematikan panggilannya sepihak, tak membalas ucapan Sandro barusan dan mulai kembali berkutat dengan laporan yang sudah menumpuk didepannya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Tak berselang lama Arsen datang bersama dengan Max Ginanjar orang yang bertugas mengurus markas mereka. Max datang dengan penampilan tertutup membuat tak ada satu pun yang bisa mengetahui jati dirinya.


“Bos” ucap Max sambil membungkuk memberi hormat.


“Kamu sudah tahu tugasmu?” tanya Denis dengan suara dingin.


“Sudah bos” jawab Max dengan suara tegas.


“Rekrut anggota lagi untuk menjadi anggota kita dan seleksi mereka seperti kalian waktu itu” titah Denis dengan suara tegas.


“Baik bos”


“Kirim data pribadi mereka ke Arsen setelah kamu menyeleksi mereka. Jangan sampai ada yang tahu identitas mengenai anggota klan kita”


“Siap bos”


“3 Minggu lagi bisnis kita akan mulai berjalan. Kamu suruh anak buah kita bangun gudang dan tempat produksi di markas kita”


“Berapa ukuran gudang dan tempat produksinya bos?” tanya Max dengan cepat.


“Arsen akan mengirim ukuran dan desainnya ke kamu nanti”


“Baik bos”


“Arsen cetak lambang kelompok kita dan untuk anak buah kita yang berjumlah 99 orang berikan tanda tato lambang klan kita” ucap Denis sambil memberi perintah dengan suara tegas.


“Oke bos” ucap Arsen dnegan semangat.


“Bos diantara anggota kita ada seseorang yang sangat jago membuat tato. Bagaimana kalau kita jadikan dia yang bertugas menato anggota kita” usul Max.


“Boleh juga ide Max bos” tambah Arsen.


“Lakukan” ucap Denis dengan suara dingin.


“Baik bos” ucap keduanya dengan serentak.


“Suruh dia untuk menato aku malam nanti di markas” ucap Denis dengan suara tegas.


“Baik bos”


Ketiganya lalu membahas beberapa hal yang harus dilakukan didalam markas hingga sore sampai Rian dan Sandro datang sesuai perintah Denis tadi.


Saat keduanya datang Max sudah memakai kembali topi, masker wajah dan kaca mata hitam membuat keduanya tak mengenali dia siapa. Max berlalu keluar melewati keduanya yang menatapnya dengan penasaran.


Siapa orang itu, batin Sandro dengan penasaran.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue…………


__ADS_2