Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 210


__ADS_3

Martin lalu kembali melahap wanita bayarannya selama berjam-jam. Setelah 1 jam puas mencari kenikmatan dunia ia tertidur pulas karena kelelahan.


Melihat Martin sudah tertidur pulas wanita itu lalu bangun dan mengambil kamera kecil di vas bunga yang ia sembunyikan dari tadi.


Hehehe! Aku sangat penasaran bagaimana reaksi istri si tua bodoh ini saat menonton video panas suaminya, batin wanita itu sambil tersenyum menyeringai.


~ Roma, Italia ~


Berbeda dengan Martin yang sedang menikmati surga dunia, saat ini Hana istrinya sedang memijit keningnya yang berdenyut sakit melihat foto-foto suaminya di atas meja.


Ia tidak percaya dengan kata-kata suaminya yang mengatakan kalau itu adalah hasil editan. Entah kenapa ia merasa telah dibohongi suaminya.


Lihat saja Martin jika kamu sampai mengkhianatiku maka aku akan mencincang perkututmu itu, batin Hana dengan tatapan emosi.


"Yuhuuu! Ka Hana" teriak suara melengking dari pintu masuk.


"Ckk! Wanita matre itu lagi" decak Hana dengan kesal.


Hana menatap Laura adik iparnya yang berjalan masuk seperti model yang sedang berjalan di atas catwalk. Apa lagi penampilannya yang mewah dengan barang-barang branded menandakan jika ia seorang wanita sosialita kelas atas.


"Kenapa mula ka Hana suntuk seperti itu?" tanya Laura dengan santai sambil melepas kaca mata hitamnya.


Phew.............


Hana membuang napasnya dengan kasar melihat adik iparnya. Ia lalu menunjuk foto diatas meja dengan matanya.


Laura yang penasaran dengan foto diatas meja, segera mengambil dan melihatnya. Matanya seakan ingin keluar dari tempatnya melihat foto-foto sang kakak yang sedang bersetubuh dengan wanita.


"Ini semua editan ka. Aku yakin ka Martin tidak akan melakukan hal itu" ucap Laura dengan suara tegas.


"Lagian ka Martin itu cinta mati sama ka Hana jadi tidak mungkin ia melakukan hal itu" tambahnya dengan wajah meyakinkan.


"Hah! Semoga saja apa yang kamu bilang benar. Jika Martin berani bermain di belakangku maka aku tidak akan memaafkannya" ucap Hana dengan suara tegas.


"Iya ka. Tenang saja ka Martin tidak akan menduakanmu ka" balas Laura dengan yakin.


"Heemmm"


Aduh ka Martin kenapa bisa ceroboh sih! Semoga ka Hana tidak mencari tahu tentang foto-foto itu dan percaya dengan ucapanku jika tidak bisa mati ka Martin di cincang sama istrinya, batin Laura penuh harap.


Ternyata Laura Selma ini tahu apa yang dilakukan oleh kakaknya di luar sana, tapi ia merahasiakan itu semua dengan uang tutup mulut dari sang kakak yang selama ini ia dapat.


Bukan hanya itu saja karena Martin juga mengetahui rahasianya yang juga bermain gila dengan pria muda di belakang suaminya.


~ Mansion Utama Massimo ~


Alexandro dengan sabar membantu istrinya untuk berjalan di taman samping untuk melatih otot-otot kakinya.


"Sudah cukup berlatihnya mom. Hari ini cukup ya" ucap Alexandro dengan suara lembut.


"Iya dad. Lagian aku sudah tidak sabar ingin kembali berjalan dengan normal dad" ucap Linda antusias.


"Aku tahu mom tapi kamu harus ingat kesehatanmu juga. Kalau kamu sudah bisa berjalan normal maka aku akan mengajak kamu ke Indonesia mom" ucap Alexandro sambil tersenyum manis.


"Iya daddy"


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Alexandro tersenyum manis menatap istrinya yang sudah tidak marah lagi dengannya. Ia sudah bisa menerima dengan ikhlas kepergian putra sulung mereka.


Itu semua karena menantunya Amira yang selama ini selalu memberi support dan nasihat kepada istrinya untuk merelakan kepergian anak mereka.


Aku sangat malu dengan Amira menantu yang dulu aku hina dan benci karena statusnya, batin Alexandro dnehan sesal.


Saat keduanya sedang menikmati suasana sore tiba-tiba Justin datang dengan langkah tergesa.


"Mom bentar ya aku temui Justin dulu" ucap Alexandro dengan suara lembut melihat Justin yang ingin menyampaikan sesuatu.


"Iya dad"


Sebelum pergi Alexandro menyuruh pelayan untuk menemani istrinya. Sampainya di ruang kerja Alexandro, ia menatap Justin dengan tatapan tajam menyuruhnya berbicara.


"Tuan muda kedua sudah tidak bisa di kontrol lagi tuan" ucap Justin sambil memberikan informasi mengenai Martin selama berada di Indonesia.


"Berengsek!" hardik Alexandro dengan suara tinggi.


"Blokir semua kartu kredit anak kurang ajar itu" titah Alexandro dnehan tatapan berkilat tajam.


"Baik tuan" ucap Justin.


"Dia tidak mendekati Amira dan Deniskan?" tanya Alexandro dengan cepat.


"Tidak tuan. Aku rasa tuan Martin tidak berani mendekati nyonya Amira dan tuan muda Denis tuan" jawab Justin dengan yakin.

__ADS_1


"Heemm! Baguslah. Jika dia kenapa-napa disana tidak usah kamu bantu biar dia tahu rasa"


"Baik tuan"


Justin lalu pergi meninggalkan Alexandro yang mengontrol emosinya mendengar informasi tentang putra keduanya.


Ia tidak menyangka putranya akan berani mengkhianati istrinya dan sudah tidak bisa di kontrol lagi. Apa lagi ternyata Martin selama ini menjalankan bisnis narkoba.


"Lihat saja Martin. Kali ini daddy tidak akan membantumu jika usaha ilegalmu tercium pihak berwenang" ucap Alexandro dengan suara tegas.


~ Mansion Denis Arkana ~


Dokter Bimo dan dokter Suci baru saja sampai di mansion Denis. Keduanya lalu bergegas menuju lantai dua untuk memeriksa keadaan Leila.


"Dokter disini saja" tahan Lisa saat Bimo juga akan masuk ke dalam kamar utama.


"Oke" balas Bimo mengerti maksud Lisa.


Bimo dan pak Tio menunggu didepan kamar utama sedangkan Lisa menemani dokter Suci yang sedang memeriksa keadaan Leila.


"Dok bagaiman keadaan kandungan saya?" tanya Leila dengan cemas.


"Kandungan nyonya baik-baik saja dan kuat. Saya mohon nyonya jangan terlalu stres atau memikirkan hal-hal berat karena itu bisa mempengaruhi kandungan nyonya. Apa lagi usia kandungan nyonya masih sangat rentan" jawab dokter Suci menjelaskan.


"Ah! Syukurlah dok" ucap Leila dengan lega.


Brak...............


Ketiganya kaget saat mendengar pintu kamar yang dibuka dengan keras. Denis masuk dengan wajah cemas dan khawatir memikirkan kondisi istri dan calon anak mereka.


"Sayang kamu baik-baik saja kan?" tanya Denis dengan cemas.


"Aku baik-baik saja sayang tadi cuma kram saja di bagian perut" jawab Leilaa sambil tersenyum manis.


"Bagaimana kondisi istriku dan kandungannya?" tanya Denis dengan suara dingin menatap dokter Suci.


"Nyonya dan kandungannya baik-baik saja tuan. Usahakan nyonya jangan terlalu banyak stres dan kepikiran tuan karena itu sangat membahayakan kandungan nyonya. Tolong juga jaga emosi nyonya selama masa kehamilan karena akan berpengaruh kepada janin" jawab dokter Suci menjelaskan.


"Heemmm" deham Denis.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Lisa lalu mengantar dokter Suci keluar setelah melihat isyarat tangan Denis. Sampai diluar dokter Suci lalu menjelaskan keadaan Leila kepada pak Tio dan Bimo yang sedari tadi sangat cemas.


"Iya sayang. Tadi itu aku hanya syok dan emosi saja" balas Leila sambil mengelus rahang suaminya.


"Oh ya sayang bagaimana dengan penyusup itu?" tanya Leila dengan penasaran mengingat Steven.


"Dia bukan penyusup sayang. Dia itu orang suruhan Adam Rasyid yang ingin membunuh kita berdua tapi tenang saja dia itu ada di pihak kita sayang" jawab Denis menjelaskan dengan jujur.


"Hah! Kamu yakin sayang? Tapi tadi dia seperti ingin membunuh aku sayang" ucap Leila dengan kaget.


"Itu hanya sandiwara saja agar siluman ular itu jangan curiga sayang" balas Denis sambil mengelus pipi istrinya dengan lembut.


"Oh" ucap Leila sudah paham.


Leila lalu meminta suaminya untuk memelangkan asisten Liliana ke negara asalnya karena ia yakin perempuan itu tidak ada sangkut paut dengan apa yang dilakuan keluarga Rasyid.


Ting..............


Steven


"Anjing tua itu sedang menuju kesini"


Denis tersenyum menyeringai membaca pesan Steven. Ia lalu melihat ke arah istrinya yang sudah tidur nyenyak.


"Kamu baik-baik ya di perut mama" ucap Denis sambil mencium perut rata istrinya.


Denis lalu memerintah pak Tio untuk menjaga istrinya. Ia bersama Adrian dan Arsen segera menuju ke lokasi yang sudah dikirim Steven.


~ Gudang Tua ~


Saat ini Steven sedang duduk di sofa sambil menghisap rokok menatap Liliana yang sedang terikat didepan sana berbentuk huruf X.


Liliana masih pingsan dan tidak mengetahui jika saat ini ia dan keluarganya sedang dalam bahaya, karena sebentar lagi mereka akan melihat malaikat maut pencabut nyawa yang sesungguhnya.


"Bos Adam Rasyid dan istrinya sudah sampai" lapor David tangan kanannya.


"Bawa mereka ke sini dan suruh anak kita untuk bersiaga membereskan pengawal mereka" ucap Steven dengan suara tegas.


"Baik bos" jawab David sambil membungkuk.


Ia lalu menuju ke depan gudang untuk menyambut Adam Rasyid dan istrinya. Adam dan Erina keluar dari dalam mobil dengan tatapan angkuh dan sombong.

__ADS_1


Mereka sudah tidak sabar ingin memberi pelajaran kepada Denis dan Leila sebelum membunuh mereka.


"Dimana perempuan ja***g itu?" tanya Adam dengan angkuh.


"Silahkan ikut saya Mr. Rasyid" ucap David dengan suara dingin sambil berbalik pergi meninggalkan Adam dan Erina.


Erina mengangguk kepalanya menatap sang suami untuk mengikuti David. Mereka tidak sadar jika sebentar lagi mereka akan merasakan murka seorang iblis berwujud manusia.


Ceklek............


David membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan yang terletak paling belakang. Adam dan Erina masuk sambil mengedarkan pandangan melihat sekeliling dimana hanya ada pencahayaan saja di bagian samping ruangan tempat Steven duduk.


"Akhirnya anda sampai juga Mr. Rasyid" ucap Steven sambil tersenyum menyeringai.


"Dimana istri sialan itu? Apa kamu sudah menghubungi dia?" tanya Adam dengan suara dingin.


"Heemm! Dia sedang dalam perjalanan kesini" jawab Steven.


"Lalu dimana dengan perempuan rendahan itu?" tanya Emira dengan tak sabar.


Tak.....................


Lampu di belakang keduanya seketika menyala. Adam dan Erina berbalik melihat seorang perempuan yangs sedang diikat dengan rantai berbentuk huruf X dengan kepala tertutup kain hitam.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Emira tersenyum lebar melihat perempuan yang terikat didepan sana. Ia mengira itu Leila dan sangat senang melihat Leila yang dirantai seperti itu.


"Hahahaha! Akhirnya hari ini datang juga" ucap Emira sambil tertawa senang.


Emira berjalan mendekati perempuan itu dengan langkah cepat.


Bugh...........bugh.........bugh...........


Dengan brutal Emira memukul perut perempuan didepannya yang ia kira Leila dengan brutal. Melihat Emira yang seperti sudah lelah, salah satu anak buah Steven lalu memberikan cambuk.


Crash..............crash...........crash...............


Steven tersenyum lebar melihat Emira yang mencambuk perempuan didepannya dengan kejam. Ia sudah tidak sabar ingin melihat wajah kagetnya saat mengetahui siapa yang sedang ia cambuk.


"Perempuan sialan! Ini balasan setimpal untuk kamu karena sudah bermain-main dengan keluargaku!" bentak Emira dengan emosi.


Eemmmp..........emmpp.........eempp.........


Hahahaha..............


Emira tertawa menggelegar mendengar suara korbannya yang seperti meringis kesakitan. Ia yakin mulut perempuan itu ditutup sehingga ia tidak bisa berbicara dengan jelas.


"Hari ini kamu akan mati ditangan ku perempuan rendahan!" bentak Emira dengan emosi.


David menatap Steven tersenyum menyeringai melihat Emira yang seperti kesetanan mencambuk orang didepannya.


Dasar bodoh, batin David mencemooh Emira.


"Mom buka penutup kepalanya. Daddy ingin lihat wajah kesakitan istri sialan itu saat dicambuk" ucap Adam dengan senang melihat kekejaman sang istri.


"Oke dad" ucap Emira.


Sret..............


"LILIANA" pekik Adam dan Emira dengan suara melengking melihat putri mereka.


Keduanya syok dan kaget tak menyangka jika orang yang terikat adalah Liliana putri mereka sendiri dan bukan Leila.


"Bangsat! Apa maksudnya ini berengsek?" tanya Adam dengan suara menggelegar.


"Putriku.........hiks hiks hiks hiks" ucap Emira sambil menangis histeris melihat keadaan putrinya.


Ia tak menyangka jika orang yang ia pukul dan cambuk sedari tadi ternyata putrinya sendiri. Ia meraung-raung melihat tubuh sang anak yang sudah berlumuran darah karena luka cambuk barusan.


"APA MAKSUD INI SEMUA STEVEN! DIMANA ISTRI SIALAN ITU!" bentak Adam dengan emosi.


Prok............prok...........prok............


Bunyi tepuk tangan dari pintu mengalihkan semua pandangan didalam sana melihat siapa yang datang. Adam dan Erina kaget melihat Denis yang menatap mereka seperti iblis didepan pintu.


"K.....amu" ucap Adam dengan gugup.


Grep................


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue................

__ADS_1


__ADS_2